Articles
Perbedaan Body Image Ditinjau dari Jenis Kelamin pada Fase Perkembangan Remaja Awal
Savina Dewi Nariswari;
Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53869
Masa remaja awal merupakan masa individu akan mengalami banyak perubahan-perubahan di dalam kehidupannya. Termasuk perubahan fisik yang kemudian dapat mengakibatkan berbedanya penilaian body image pada masing-masing individu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan body image jika ditinjau dari jenis kelamin pada individu yang berada di fase perkembangan remaja awal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan melibatkan remaja laki-laki dan perempuan yang berada pada fase perkembangan remaja awal dengan rentang usia 12-14 tahun. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 168 orang dengan rincian 85 laki-laki dan 83 perempuan. dengan jumlah sampel 168 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala body image. Teknik analisis data yang digunakan adalah independent sample t-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,078 (p > 0,05). Hasil penelitian menyatakan mayoritas dari individu memiliki penilaian yang positif pada body image nya karena berada pada kategori yang tinggi dan sangat tinggi. Sehingga hasil penelitian menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada body image jika ditinjau dari jenis kelamin pada remaja awal.
Hubungan Antara Budaya Organisasi Dengan Employee Engagement di Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur
Aprilifia Ulin Nuha;
Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53873
Penelitian memiliki tujuan mengetahui hubungan antara budaya organisasi dengan employee engagement di Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur. Metode pada penelitian ialah kuantitatif dengan analisis korelasional untuk mengetahui hubungan. Subjek penelitian yaitu pegawai negeri sipil sejumlah 65 orang dengan jabatan pengawas, fungsional, dan pelaksana yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian yaitu skala budaya organisasi dan skala employee engagement yang dibagian menggunakan dua metode yaitu secara online dan offline. Analisis pearson correlation product moment digunakan untuk analisis data dengan bantuan SPSS 25. Penelitian memberikan hasil yaitu terdapat hubungan antara budaya organisasi dengan employee engagement yang bersifat positif dibuktikan dengan hasil dari nilai signifikansi 0,000. Antar variabel yang berhubungan positif menunjukkan bahwa apabila budaya organisasi semakin tinggi, maka employee engagement juga akan semakin tinggi, dan begitupun sebaliknya. Hasil nilai coefficient correlation pada penelitian didapatkan coefficient sebesar 0,772. Berdasarkan nilai tersebut berarti adanya hubungan antara budaya organisasi dengan employee engagement dalam kategori yang kuat antar variabel.
Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Klien Penderita Skizofrenia di UPTD Lingkungan Pondok Sosial Keputih
Sopian Yacob Sibuea;
Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53875
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi interaksi sosial dari klien yang mengalami skizofrenia di UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah wawancara semi-terstruktur kepada significant other yaitu pendamping dan perawat dari klien. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data Miles dan Huberman, yang prosesnya melalui pengambilan data, melakukan reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan adalah uji kredibilitas melalui metode triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi interaksi sosial dari klien penderita skizofrenia adalah faktor sugesti dan faktor simpati. Faktor sugesti mempengaruhi interaksi sosial dari klien penderita skizofrenia karena terdapat arahan dari petugas untuk melakukan interaksi ketika melakukan aktivitas sehari-hari di dalam barak, sehingga klien penderita skizofrenia melakukan interaksi terhadap petugas dan klien yang lainnya. Faktor simpati mempengaruhi interaksi sosial dari klien penderita skizofrenia karena klien melakukan interaksi terhadap klien lain yang ada disekitarnya atas keinginan diri sendiri yaitu adanya rasa tertarik untuk melakukan interaksi kepada orang tersebut dan keinginan untuk memahami orang lain.
Proses Penerimaan Diri pada Individu yang Mengalami Body Shaming
Iva Kusrini;
Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53876
Body shaming merupakan bentuk dari bullying yang spesifik menyasar pada aspek tubuh seseorang. Mempermalukan tubuh seseorang dapat berdampak terhadap penerimaan dirinya. Kurangnya dalam penerimaan diri, atau buruknya penerimaan diri sebagai dampak dari body shaming dapat menyebabkan korban memandang dirinya secara negatif dan tidak memiliki citra yang positif terhadap dirinya. Namun, terdapat pula korban body shaming yang mampu menerima dirinya dengan baik, yang mana hal itu dinampakkan dengan bagaimana mereka tidak menilai dirinya secara negatif dan fokus pada aspek positif dalam dirinya. Riset ini hendak mengetahui bagaimana proses yang dilalui oleh korban body shaming yang telah mampu menerima dirinya dengan baik. Proses tersebut dimanifestasikan dengan berbagai tahap yang dilalui korban dalam menerima dirinya. Riset yang dilakukan berupa jenis riset kualitatif menggunakan bentuk berupa studi kasus. Subjek dalam penelitian yaitu tiga perempuan yang berusia 22-24 tahun yang pernah mengalami body shaming semasa hidupnya. Metode untuk memperoleh data dalam riset yaitu berupa wawancara, yang kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil yang didapatkan menggambarkan bahwa ketiga partisipan mampu menerima dirinya dengan baik walaupun pernah mengalami body shaming. Hal tersebut ditunjukkan pula dengan bagaimana ketiga partisipan melalui tahapan proses penerimaan diri yaitu resisting, exploring, tolerating, allowing, dan befriending.
SELF-ESTEEM PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL PENYINTAS CHILDHOOD MALTREATMENT
Yuliwarto, Ameerah Tsabita;
Satiningsih, Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54096
Penyintas childhood maltreatment pada umumnya memiliki self-esteem yang rendah. Kondisi self-esteem yang rendah dapat menurunkan sumber daya dan mengalami kesulitan dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, dan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran self-esteem perempuan dewasa awal penyintas childhood maltreatment. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Partisipan penelitian ini adalah tiga perempuan dewasa awal penyintas childhood maltreatment. Penelitian ini menghasilkan suatu tema yaitu gambaran self-esteem pada partisipan. Dalam penelitian ini menemukan bahwa gambaran self-esteem pada setiap partisipan berbeda dan tidak semua penyintas childhood maltreatment mempunyai self-esteem yang rendah.
CORRELATION BETWEEN ORGANIZATIONAL JUSTICE WITH WORK ENGAGEMENT AT EMPLOYEES OF PT X JOMBANG
Nihriawan, Kevin Al Islamay;
Satiningsih, Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54102
Berlandaskan rumusan masalah peneliti merumuskan tujuan penelitian yaitu untuk menemukan hubungan antara organizational justice dengan work engagement pada karyawan PTX Jombang. Lokasi penelitian berada di Perusahaan PT. X Jombang. Perusahaan ini sebagai perusahaan swasta nasional bergerak di bidang di bidang makanan olahan dan produk olahan (frozen food). Populasi pada PT. X terdapat 231 karyawan dengan karakteristik 209 orang sebagai karyawan produksi atau buruh sedangkan karyawan berjumlah 22 orang terdiri dari kumpulan staff. Sampel penelitian berjumlah 143 karyawan dengan hipotesis yang diajukan yaitu H0: tidak ada hubungan antara variabel organizational justice dengan work engagement pada karyawan PT. X Jombang danH1: ada hubungan antara variabel organizational justice dengan work engagement pada karyawan PT. X Jombang. Setelah dilakukannya uji hipotesis didapatkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,001 dan diketahui hasil tabel uji hipotesis didapati nilai koefisien korelasi sebesar 0,668. Dari kesimpulan tersebut dapat membuktikan bahwa (H1) tidak ditolak atau diterima: ada hubungan antara Organizational Justice dengan Work Engagement Pada Karyawan PT. X Jombang.
Gambaran Empathic Distress pada Konselor Sebaya
Fitriani, Anisa Nur;
Satiningsih, Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54164
Teman sebaya memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan remaja. Teman sebaya yang memiliki peran dalam mendorong perubahan perilaku bisa dilakukan oleh konselor sebaya. Konselor sebaya memiliki pengaruh terhadap perubahan perilaku melalui pemberian dukungan teman sebaya yang dilakukan dengan proses konseling. Konseling dilakukan dengan konselor yang mendengarkan permasalahan dan keadaan kesulitan yang dialami oleh orang lain. Peran yang dimiliki oleh konselor sebaya menyebabkan konselor sebaya rentan mengalami permasalahan psikologis seperti stres dan juga empathic distress. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran empathic distress pada konselor sebaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Penelitian ini menghasilkan dua tema yaitu gambaran empati dan dampak yang dirasakan. Pada penelitian ini, gambaran mengenai empathic distress yang dialami konselor yaitu adanya perasaan ikut merasakan perasaan konseli, memikirkan konseli, adanya perasaan bersalah, adanya perasaan merasa bertanggung jawab, dan adanya perasaan stres. Konselor sebaya juga cenderung ikut merasakan emosi yang dirasakan oleh konselinya karena adanya upaya dari konselor sebaya untuk memahami apa yang dirasakan oleh konseli.
Pengalaman Individu yang Menggunakan Narkoba sebagai Koping
Mustofa, Ahmad Aris;
Satiningsih, Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54274
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengalaman individu yang menggunakan narkoba sebagai mekanisme koping. Metode analisis data Miles dan Huberman digunakan untuk menjelaskan hasil penelitian. Data diperoleh melalui wawancara dengan tiga subjek rehabilitasi di BNN Kabupaten Tulungagung yang menggunakan narkoba sebagai koping, serta melalui informasi dari keluarga subjek dan petugas rehabilitasi. Data yang terkumpul diorganisir dalam tabel tipologi untuk setiap subjek, yang akan dilampirkan di halaman lampiran penelitian. Hasil pembahasan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan narkoba sebagai mekanisme koping dimulai melalui eksperimen sosial dengan teman sebaya untuk mengatasi tekanan dan emosi negatif yang terkait dengan stres. Alasan penggunaan narkoba melibatkan faktor emosional, sosial, dan penghindaran. Namun, penggunaan narkoba memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik, kesehatan mental, dan hubungan sosial subjek. Faktor-faktor seperti ketidakmampuan mengelola emosi, kurangnya strategi koping adaptif, dan pengaruh lingkungan sosial memperkuat penggunaan narkoba sebagai mekanisme koping. Ditambah dalam penggunaan narkoba sebagai koping stres, justru bukan menyelesaikan sebuah masalah yang dihadapi dan sebaliknya menambah masalah yang sebelumnya tidak ada bisa menjadi ada, seperti contohnya perceraian, ekonomi keluarga memburuk, dan efek negatif pada tubuh pemakai narkoba.
Dinamika Pengambilan Keputusan Kepala Keluarga: Studi Kasus Suami yang Beristri TKW Desa Blimbing
Abidin, Achmad Arif;
Satiningsih, Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54491
Permasalahan ekonomi menjadi latarbelakang adanya fenomena TKW, yang artinya bahwa perempuan menjadi tulang punggung keluarga sehingga menggantikan peran suami dalam mencari nafkah. Pekerjaan TKW tentunya jauh dari keluarga dan membutuhkan waktu yang cukup lama, hal ini menjadi pertimbangan suami sebagai figur kepala keluarga dalam mengambil sebuah keputusan. Munculnya dilema tersebut karena pada umumnya suami bertugas mencari nafkah dan perempuan bergerak dalam bidang rumah tangga keluarga, sehingga memunculkan berbagai pertimbangan ketika memberikan ijin kepada istri. Penelitian ini untuk mengetahui dinamika pengambilan keputusan pada suami. Adapun subjek peneltiaian ini adalah 3 orang suami warga Desa Blimbing, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Analisis data dengan metode analisis tematik menunjukkan bahwa menjadi TKW merupakan sebuah alternative pilihan yang memungkinkan untuk dilakukan guna mengatasi permasalahan ekonomi dengan cepat serta pertimbangan terkait sosial, perkembangan anak, risiko istri jauh dari rumah menjadi sebuah proses yang terjadi pada suami ketika istrinya memiliki keinginan untuk mencari nafkah dengan menjadi TKW agar mampu memberikan kehidupan yang layak bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.
Gambaran Sibling Relationship Pada Remaja Dengan Saudara Kandung Penyandang Autism Spectrum Disoder
Tungga Dewi, Putri Buana;
Satiningsih, Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54498
Kehadiran anak dengan autism spectrum disorder memberikan pengaruh pada seluruh anggota keluarga termasuk saudara kandungnya. Keterbatasan yang dimiliki oleh seorang penyandang autism spectrum disorder mempengaruhi hubungannya dengan saudaranya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana gambaran sibling relationship pada remaja yang memiliki saudara kandung penyandang autism spectrum disorder . Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikupulkan dengan wawancara semi terstruktur. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis tematik. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua orang remaja yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menghasilkan suatu tema yaitu gambaran sibling relationship pada partisipan. Kedua partisipan mennjukkan hubungan yang dekat dan hangat. Hubungan antar keduanya didominasi oleh partisipan sebagai kakak. Dalam hubungan saudara yang terjalin antara kedua partisipan dan saudara yang ASD ada kalanya muncul rasa cemburu dan konflik.