Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Demographic Factors Influencing Parental Perceptions of Early Childhood Sexual Education: A Study in Malang City Mukhlis, Akhmad; Husen, Wahyuni; Fitriah, Nurlaeli; Elvira, Melly; Putri Santoso, Sandy Tegariyani; Rahmanto, Kelik Desta; Rochmah, Ainur
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2024.94-06

Abstract

This study examines parents' perceptions of the importance of sexual education in early childhood and the demographic factors influencing these views. Using multiple regression analysis, a quantitative survey was conducted with 100 Malang City parents with children aged 4-6 years. The results show that 84% of parents held positive perceptions, while 16% expressed negative views. The F-test yielded a calculated F value of 26.6 with a significance level of 0.000 (<0.05), indicating that gender, age, and parental education significantly influence perceptions of sexual education. Parents with negative views often cited traditional beliefs about child development, considering children unprepared for topics on sexuality. Cultural factors, a lack of exposure to sexual education during their childhoods, and insufficient knowledge about appropriate content for young children further contributed to this stance. The findings suggest that sexual education for early childhood must consider comprehensive education for parents, ensuring they understand appropriate boundaries and materials. Demographic factors such as age, gender, and education must also be addressed when designing educational programs. Limitations of this study include its focus on a single city and a relatively small sample size, which may restrict the generalizability of the findings. Future research should expand the geographic scope and examine other factors, such as socioeconomic status or cultural diversity. Addressing these limitations could provide deeper insights into how to design effective sexual education programs that respect cultural contexts while fostering understanding and acceptance among parents.
Metode Pengajaran Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini Lestari, Dewi; Elvira, Melly
Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2024): Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v5i2.31245

Abstract

Kekerasan seksual yang marak terjadi menjadikan pendidikan seks penting diberikan kepada anak terutama di lingkungan sekolah. Hal ini diberikan sebagai bekal anak dalam mengenal siapa dirinya hingga menjaga dan melindungi dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan metode pengajaran yang diterapkan oleh guru dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia 4-6 tahun, (2) mendeskripsikan dampak metode yang diterapkan oleh guru terhadap pemahaman pendidikan seks pada anak usia 4-6 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pengambilan data menggunakan teknik instrumen wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) guru telah menerapkan pendidikan seks mulai dari pengenalan diri hingga cara melindungi dengan media yang tersedia dan metode menyanyi, (2) anak-anak mengetahui siapa dirinya sebagai laki-laki atau perempuan, tetapi belum mengetahui nama alat vitalnya dengan nama sesungguhnya, anak-anak mengetahui cara menjaga dan melindungi dirinya serta batasan antara laki-laki dan perempuan.
EDUKASI PENGASUHAN ANAK MELALUI KETERLIBATAN AYAH DI TK ISLAM AL MAARIF SINGOSARI Melly Elvira; Sandy Tegariyani Putri Santoso
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Juli-September 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i3.334

Abstract

Sosial dan budaya memberikan pengaruh kepada masyarakat terkait dengan perrsepsi pengasuhan anak. Peran ayah dalam pengasuhan anak masih sering diabaikan dengan menganggap bahwa tuga mengasuh anak hanya dimiliki oleh ibu. Oleh karenanya tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membuka wawasan yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya wali murid TK Islam Al Maarif Singosari terkait dengan pentingnya keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan seorang anak. Kegiatan edukasi menggunakan metode diskusi dan tanya jawab dengan membuka seluas luasnya kesempatan berdiskusi. Kegiatan ini dapat meningkatkan antusias dan pengetahuan wali murid terhadap pentingnya keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan. Keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan dapat memberikan kontribusi penting bagi setiap tahapan perkembangan anak dan akan mempengaruhi anak hingga ia menjadi dewasa.
Mapping the Emotional Labour of Early Childhood Teachers in Indonesia: A Rasch Model Analysis Elvira, Melly; Sainuddin, Syamsir; Mukhlis, Akhmad
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 4 No. 4 (2025): December
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v4i4.858

Abstract

This study addresses the limited empirical profiling of emotional labor among early childhood teachers in Indonesia by applying the Rasch Rating Scale Model. The research aims to examine teachers’ tendencies in emotional regulation, identify item difficulty levels, and map teacher ability distributions. A total of 312 early childhood teachers participated by completing an emotional labour scale representing four emotional-regulation dimensions. The reported logit range of −0.85 to 0.75 refers specifically to the distribution of item difficulty, which differs from the later reported teacher logit range (−3.5 to +3.2). The analysis revealed high measurement reliability (item reliability = 0.98; person reliability = 0.70) and satisfactory model fit indices. Teachers predominantly demonstrated reflective and authentic emotional regulation, as operationalised by lower difficulty on deep-acting and natural-expression items, indicating these strategies were more readily performed. These findings highlight that emotional labour among Indonesian early childhood teachers is grounded in empathy, warmth, and affective balance, forming an essential foundation for emotionally responsive and humanistic teaching practices.
Development of the Game-based HOTS Assessment Instrument for Measuring Science Literacy Skills of Islamic Elementary School Students Taufiq Satria Mukti; Melly Elvira; Zaharah Binti Hussin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 10 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v10i1.11393

Abstract

AbstractScience literacy is an essential ability that elementary school students must possess. Science literacy can be developed in the learning and assessment process. Science literacy assessment requires a specific measuring instrument by prioritizing the HOTS cognitive concept. The development of science literacy assessment instrument adopted from the Djemari Mardapi Model aims to obtain the reliable instrument for gauging the students’ science literacy skills. Involving experts, teachers as practitioners, and essential education experts, the assessment instrument was developed in the form of a game-based multiple-choice test with Quizizz. The instrument testing was conducted in grades 4, 5 and 6 of one of Islamic Elementary School in Malang Regency, Indonesia. The analysis of the instrument consisted of content validity and test reliability. The development results revealed that the instrument met the perfect content validity and the empirical test with a very high-test reliability value (0.89). The assessment process by Quizizz game showed that the students were very enthusiastic. Despite the promising results as shown in this study, it is still necessary to enhance the science literacy skills of students by familiarizing them with HOTS-based cognitive questions.Keywords: science literacy, HOTS game-based assessment, empirical validity. AbstrakLiterasi sains merupakan kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa sekolah dasar. Literasi sains dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran dan penilaian. Penilaian literasi sains memerlukan alat ukur khusus dengan mengutamakan konsep kognitif HOTS. Pengembangan instrumen asesmen literasi sains yang diadopsi dari Model Djemari Mardapi bertujuan untuk mendapatkan instrumen yang handal untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa. Melibatkan pakar, guru sebagai praktisi, dan pakar pendidikan esensial, instrumen penilaian dikembangkan dalam bentuk tes pilihan ganda berbasis permainan dengan Quizizz. Uji coba instrumen dilakukan di kelas 4, 5 dan 6 salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Malang, Indonesia. Analisis instrumen terdiri dari validitas isi dan uji reliabilitas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa instrumen memenuhi validitas isi sempurna dan uji empiris dengan nilai reliabilitas tes sangat tinggi (0,89). Proses penilaian dengan permainan Quizizz menunjukkan bahwa siswa sangat antusias. Terlepas dari hasil yang menjanjikan seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini, masih perlu untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa dengan membiasakan mereka dengan soal-soal kognitif berbasis HOTS.Kata kunci: literasi sains, penilaian berbasis permainan HOTS, validitas empiris.
Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Peran Zaitun Nur Rizqi Ilahi; Melly Elvira
Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2025): Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v6i2.36925

Abstract

 Kecerdasan interpersonal memiliki peranan penting bagi perkembangan sosial  anak. Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal yang baik akan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis Quasi Eksperiment dengan equivalent time series design. Sampel pada penelitian ini adalah kelompok B2 TK Islam Almaarif Singosari yang berjumlah 16 anak. Teknik Pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan Uji Friedman. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data yang dilakukan menggunakan uji friedman diperoleh bahwa nilai p sebesar .001 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap posttest yang dilakukan. Hasil perhitungan uji friedman tersebut menunjukkan bahwa nilai p (.001) 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain peran dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal pada anak usia 5-6 tahun di TK Islam Al maarif singosari.