Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Statika

Analisa Penggunaan Abu Bakaran Tandan Kosong Kelapa Sawit Pengganti Sebagian Pasir Terhadap Kuat Tekan Beton Ahmad Faisal Hasibuan; Sahrul Harahap; Alvi Sahrin Nasution
STATIKA Vol. 8 No. 1 (2025): Statika Vol 8 No 1 April 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v8i1.1617

Abstract

Kabupaten Tapanuli Selatan memilik luas perkebunan sawit sekitar 6.664 Ha dengan produktifitas 78.83 ton sawit pertahun 2021. Dengan demikian jumlah limbah sawit juga terbilang tinggi untuk wilayah kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam setiap produksi kelapa sawit menghasilkan limbah berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) 23%, cangkang 8%, serat 12% dan limbah cair 66%. Berdasarkan hal tersebut maka apabila tidak dikelola dengan baik dan tepat limbah sawit ini akan sangat berdampak terhadap lingkungan di kabupaten Tapanuli Selatan kedepannya. Untuk meminimalisir dampak kepada lingkungan tersebut, penulis merencanakan beton dengan penggunaan abu bakaran tandan kosong kelapa sawit ke dalam campuran beton. Dimana penelitian ini mengunakan abu bakaran tandan kosong kelapa sawit sebagai pengganti sebagian pasir terhadap kuat tekan beton normal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Beton dan Struktur Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Hasil Penelitian menunjukkan penggunaan analisa penggunaan abu bakaran tandan kosong kelapa sawit pengganti sebagian pasir terhadap kuat tekan beton menghasilkan penurunan nilai kuat tekan dari kuat tekan yang disyaratkan AHSP 2016 yang menjadi pembandingnya. Kuat tekan rata-rata yang dihasilkan sebesar 11,96 MPa pada umur 7 hari, 14,61 MPa pada umur 14 hari, 11,85 MPa pada umur 28 hari untuk jenis beton campuran abu TKKS 5% sedangkan 10,31 MPa pada umur 7 hari, 8,24 MPa pada umur 14 hari, dan 4,58 MPa pada umur 28 hari untuk campuran 10% abu TKKS. Dari perhitungan yang telah dilakukan tersebut didapat hasil penurunan mutu beton maka untuk pemakaian abu bakaran tandan kosong kelapa sawit sebagai pengganti sebagian pasir perlu diperhatikan dan dipertimbangkan penurunan nilai kuat tekan beton yang direncanakan agar tidak terjadi kegagalan struktur.
Analisa Kuat Tekan Beton Campuran Limbah Bata Merah Sebagai Agregat Halus Dibandingkan Dengan Beton Normal Gempar Pasaribu; Sahrul harahap; Wirna Arifitriana
STATIKA Vol. 8 No. 2 (2025): Statika Vol 8 No 2 September 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v8i2.1652

Abstract

Betonadalahcampuranantara semen Portland atau semen hidrauliklainnya, agregathalus, agregatkasar, dan air, denganatautanpabahantambahan yang membentuk masa padat. Agregatsangatmemilikiperanpentingdalampembuatansebuahbeton. Dimanasemakinbaikagregat ang digunakanmakasemakinbaik pula kualitasbeton yang di hasilkan. Pada penelitianini, penulismencobauntukmemanfaatkanlimbahbatamerahsebagaipenggantiagregathalusdalamcampuranbeton. Tujuandaripenelitianinisendiriadalahmengetahuinilaikuattekanbeton pada umur 7, 14, dan 28 hari yang dihasiklkandaripenggunaanlimbahbatamerahsebagaipenggantisebagianagregathalus pada campuranbeton. Penelitiandilakukan di laboratoriumbeton dan strukturtekniksipilfakultasteknikUniversitasGraha Nusantara Padangsidimpuan. Berdasarkanpenelitian yang telahdilakukandidapatihasilpengujiankuattekanbetonberdasarkanvariasicampuranuntukumur 7, 14, dan 28 secaraberturut-turutuntukbeton normal 11,18 MPa, 13,94 MPa dan 17,13 MPa. Dan untukbetonvariasibatamrah 5% adalah 9,98 Mpa 9,70 Mpa dan 16,99 MPa. Sedangkanuntukvariasi 10% adalah 9,48 MPa, 11,89 MPa, dan 14,58 MPa.Darihasilpenelitian yang dilakukandidapatihasilpenurunanmutubetonmakauntukpenggunaanlimbahbatamerahsebagaipenggantisebagianagregathalus pada campuranbeton agar lebihmemperhatikan dan mempertimbangkanresikopenurunannilaikuattekanbeton yang direncanakan.