Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Land Suitability for Pepper in Tanggamus Regency, Lampung Province, Indonesia Hati, Diah Puspita; Pratamaningsih, Mira Media; Muslim, Rufaidah Qonita; Erwinda, Erwinda; Setiadi, Adi; Kricella, Pronika; Saparina, Dwi Oksanti
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.2.305

Abstract

Pepper is one of the local commodities developed in Indonesia and has become an export commodity. Improving the productivity of pepper can be done through sustainable land management based on the characteristics of soils and their potential. Therefore, land suitability evaluation is needed to maximize land potential and minimize inhibiting factors for pepper plant growth. This study evaluated the characteristics, potential, and distribution of suitable land for pepper plant development in Tanggamus Regency, Lampung Province, Indonesia. Land suitability was evaluated by matching land characteristics with land suitability criteria for pepper plants. This criterion consists of four classes, namely highly suitable (S1), moderately suitable (S2), marginally suitable (S3), and not suitable (N). The soil's climate and physical and chemical properties were the land characteristics data used. Potential land availability was arranged based on land suitability classes by considering existing land use and forest area status. Soil types in Tanggamus Regency are Inceptisols, Entisols, Alfisols, Andisols, Oxisols, and Ultisols, with the most extensive distribution of soil types being Oxisol (Typic Hapludox). The distribution of relief in Tanggamus Regency is dominated by mountainous areas with very steep slopes (slope >40%). Land suitability classes are moderately suitable (S2), marginally suitable (S3), and not suitable (N) with limiting factors, namely drainage, texture, soil pH, and erosion hazard/slope. Improvement can be made by planting according to contours, planting cover crops, applying lime and organic matter, and ensuring balanced fertilization. The development of pepper plants in Tanggamus Regency can be achieved through diversification and extensification, with a total area of potential land that can be developed of 73,995 ha. Keywords: land potential, land evaluation, limiting factor, pepper, soil characteristics
Edukasi gizi remaja sebagai upaya deteksi dini prediabetes Maria, Debby Yulianthi; Setyowati, Sri; Kurnia, Nia Marlina; Fatimah, Andini Nur; Murandari, Murandari; Setiadi, Adi; Rahayu, Bety Agustina; Ispandiyah, Woro
Link Jurnal Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): December : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v2i2.122

Abstract

Latar belakang: Prediabetes pada remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup, pola makan tidak seimbang, dan rendahnya aktivitas fisik. Kondisi ini sering tidak terdeteksi secara dini karena minimnya pengetahuan remaja mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan. Tujuan: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan manajemen diri remaja dalam mendeteksi dini prediabetes melalui pendekatan edukasi gizi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada remaja usia sekolah menengah dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan evaluasi pre-test serta post-test. Materi edukasi meliputi pengenalan prediabetes, faktor risiko, prinsip gizi seimbang, pemilihan makanan sehat, serta strategi manajemen diri dalam kehidupan sehari-hari. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan. Data hasil PKM dianalisa dengan dekriptif analitik. Hasil: adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai prediabetes dan pentingnya pola makan sehat sebagai langkah preventif. Simpulan: Edukasi gizi terbukti efektif sebagai pendekatan promotif dan preventif dalam deteksi dini prediabetes serta mendorong perilaku hidup sehat pada remaja. Disarankan agar program edukasi gizi mengenai prediabetes dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kegiatan promosi kesehatan di sekolah. Tenaga pendidik dan petugas kesehatan perlu berkolaborasi dalam memperkuat materi pola makan sehat serta gaya hidup aktif pada remaja.
RESPON EKSPLAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) TERHADAP PEMBERIAN KINETIN DAN NAA (Naphthalene Acetic Acid) SECARA IN VITRO Safri Samsudin Munthe, Joseph; Hadipoentyanti, Endang; Suhesti, Sri; Lestari, Ani; Widyodaru, Nurcahyo; Setiadi, Adi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6025

Abstract

Vanili ( Vanilla planifolia Andrews.) merupakan salah satu tanaman industri penting sebagai tanaman penghasil vanillin yang dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap rasa, aroma dan selera ( zat penyedap ). Perbanyakan tanaman vanili menggunakan bahan tanam yang sedikit untuk menghasilkan tanaman baru secara massal dan bebas penyakit yang dapat diperoleh melalui kultur jaringan atau secara in vitro . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respons eksplan vanili akibat pemberian kinetin dan NAA secara tunggal serta mengetahui interaksi akibat pemberian kinetin dan NAA terhadap respons eksplan vanili secra in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan statistik parametrik menggunakan uji F taraf 5% Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kinetin dan NAA pada beberapa konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap proporsi eksplan hidup, waktu muncul tuna, persentase eksplan menghasilkan tuna. Perlakuan kombinasi kinetin dan NAA A 3 B 1 (kinetin 3mg/l + NAA 0,1 mg/l) memberikan pengaruh pengaruh terhadap rata-rata panjang akar vanili yaitu 5,35 cm. Pemberian NAA secara tunggal pada konsentrasi 0,1 mg/l memberikan rata-rata jumlah akar tertinggi dengan nilai 2,8.
PENGUATAN DAYA SAING UMKM KERAJINAN BAMBU MELALUI DIVERSIVIKASI PRODUK DAN BRANDING LOKAL DI DESA SUKASARI KECAMATAN TUNJUNG TEJA Zulfikar, Meiby; Hendrawati, Sulkiah; Jefri, Ulfi; Damayanti, Ira; Dwiyanti, Agustina; Marlina Kurnia, Nia; Mahroji, Mokhamad; Nurfatimah, Andini; Hidayat, Arif; Setiadi, Adi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.934-942

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerajinan bambu di Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung Teja, memiliki potensi besar yang bersumber dari ketersediaan bahan baku lokal dan keterampilan masyarakat. Namun demikian, daya saing UMKM masih relatif rendah akibat keterbatasan diversifikasi produk, desain yang konvensional, serta belum optimalnya penerapan branding lokal. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya saing UMKM kerajinan bambu melalui diversifikasi produk dan penguatan branding lokal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan inovasi dan pengembangan desain produk, pendampingan pembuatan identitas merek lokal (logo, kemasan, dan narasi produk), serta pendampingan pemasaran dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan variasi dan nilai estetika produk kerajinan bambu, meningkatnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya branding, serta meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk secara lebih profesional. Program ini juga mendorong pemanfaatan identitas lokal sebagai keunggulan kompetitif dalam memperluas akses pasar. Dengan demikian, penguatan diversifikasi produk dan branding lokal berkontribusi positif terhadap peningkatan daya saing dan keberlanjutan UMKM kerajinan bambu di Desa Sukasari, serta mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa.