Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Skrining Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol pada Buah Matoa (Pometia pinnata) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test Dwi Dinni Aulia Bakhtra; Delin Kristia Monica; Anzharni Fajrina; Aried Eriadi
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i1.435

Abstract

Matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dianggap sebagai spesies tanaman menjanjikan sebagai sumber antioksidan alami dengan nilai potensial tinggi bagi persiapan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalam ekstrak etanol buah matoa (kulit, biji dan daging) serta melakukan uji aktivitas sitotoksik dengan variasi 5 konsentrasi larutan uji yaitu 1000 μg/mL, 500 μg/mL, 250 μg/mL, 100 μg/mL dan 50 μg/mL dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil yang didapatkan dari skrining fitokimia ekstrak etanol buah matoa yaitu pada kulit buah matoa mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan saponin. Sedangkan pada biji buah matoa mengandung alkaloid, flavonoid, fenol dan tanin serta pada daging buah matoa mengandung flavonoid, fenol, tanin dan saponin. Pengujian dilanjutkan dengan uji aktivitas sitotoksik esktrak etanol buah matoa dengan nilai LC50 pada ekstrak etanol daging buah matoa sebesar 69,81 μg/mL, diikuti dengan ekstrak etanol kulit buah matoa 83,38 μg/mL dan ekstrak etanol biji buah matoa 216,81 μg/mL yang menandakan bahwa ekstrak etanol pada daging buah matoa (Pometia pinnata) memiliki aktivitas sitotoksik yang baik. Senyawa metabolit sekunder yang diduga dapat mempengaruhi aktivitas sitotoksik ini berasal dari golongan alkaloid, flavonoid, fenol dan tannin.
Isolasi Senyawa Antimikroba dari Jamur Endofit Trichoderma koningiopsis SaKB1 Dian Handayani; Elza Masriza Indah Pratiwi; Anzharni Fajrina
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.863 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.78-84.2019

Abstract

Tumbuhan mangrove adalah sumber yang kaya akan jamur endofit. Jamur endofit merupakan penghasil senyawa metabolit sekunder yang memiliki bioaktivitas seperti sitotoksik dan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui aktivitas antimikroba senyawa metabolit sekunder dari jamur Trichoderma koningiopsis SaKB1 pada tanaman mangrove Sonneratia alba Sm. Isolat jamur di kultivasi pada media beras selama 4 minggu dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Isolasi senyawa antimikroba dilakukan dengan metode kromatografi kolom dilanjutkan dengan rekristalisasi. Berdasarkan hasil kromatografi diperoleh 3 senyawa murni (M1, M2, M3). Senyawa M1 (8,2 mg) berupa amorf berwarna putih yang bereaksi positif terhadap perekasi Lieberman-Bouchard. Senyawa M2 (7,8 mg) berupa amorf berwarna putih. Senyawa M3 (59,6 mg) berupa minyak berwarna kuning kemerahan yang bereaksi positif terhadap pereaksi Lieberman-Bouchard. Semua senyawa dianalisis menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan eluen n-heksan : etil asetat (2:3). Nilai Rf senyawa M1, M2 dan M3 masing-masing adalah 0,85; 0,26 dan 0,8. Analisis aktivitas antimikroba senyawa murni dilakukan dengan metode difusi agar terhadap bakteri pathogen Escherechia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Pengujian aktivitas antimikroba pada konsentrasi 5 % menunjukkan senyawa M1 dan M3 memiliki aktivitas antagonis terhadap bakteri E. coli dengan diameter hambat 9,58±1,16 mm dan 12,38±1,17 mm sedangkan senyawa M2 tidak memiliki aktivitas antimikroba. Berdasarkan uji reaksi kimia, senyawa M1 dan M3 diduga termasuk kedalam golongan terpenoid. 
Analysis of Putative Hybrid between Anaphalis longifolia and A.javanica (Asteraceae) in Mount Talang, West Sumatra based on Anatomical Characteristics Fajrina, Anzharni; Mansyurdin,; Syamsuardi,
Makara Journal of Science Vol. 21, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

heputative natural hybrid between Anaphalis longifolia and Anaphalis javanica from Talang Mountain in West Sumatra has been discovered. The aim of this research is to analyze the anatomical characteristics of the leaf and stemto clarify the status of this putative natural hybrid. The anatomical characteristics of leaves and stem were analyzed by making cross sectionsand paradermal sectionsusing Johansen’s method. The results show seven characteristics of this putative natural hybrid (the stomata density, length, width, andlength/width ratio; the number of cortical cell layers, the range of cortex length, and the range of cortex width) that were close to A. longifolia, one characteristic that was close to A. javanica (the structure of palisade), one characteristic that was intermediate (the structure of spongy layer), and one characteristic that was a combination of both of them (the trichome morphotype). All of the foregoing characteristics can be used to support the identification of a natural hybrid of A. longifolia and A. javanica.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata L. Miers) - Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia swingle) dan Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata L. Miers) - Santan Kelapa (Cocos nucifera L) terhadap Profil Lipid Mencit Putih Jantan Yoneta Srangenge; Sri Oktavia; Anzharni Fajrina; Sarah Gemola; Sri Yohanda Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.286

Abstract

Minuman tradisional cincau hujau biasanya disuguhkan dalam bentuk pilihan campuran, yaitu cincau-perasan buah jeruk nipis dan cincau-santan kelapa. Perbedaan sifat fisiko kimia dan aktivitas farmakologi dari masing-masingnya yang berbeda, sangat berpotensi untuk saling berinteraksi, yang dapat meningkatkan, mengurangkan, atau bahkan meniadakan efek farmakologi yang dimiliki oleh masing-masingnya. Penelitan ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau tersebut terhadap profil lipid. Hewan yang digunakan adalah  mencit putih jantan yang dibagi menjadi 12 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, pembanding (simvastatin), 3 kelompok variasi dosis ekstrak cincau hijau tunggal (60; 120; dan 240 mg/kgBB), 3 kelompok kombinasi daun cincau hijau dosis 120 mg/kgBB dengan 3 variasi dosis santan kelapa (2,5; 5; 10 mL/kgBB), dan 3 kelompok kombinasi daun cincau hijau dosis 120 mg/kgBB dengan 3 variasi dosis perasan buah jeruk nipis  (1; 2; 4 mL/kgBB). Hewan diinduksi dengan MLT+PTU. Pemeriksaan kadar kolesterol total, trigliserida dan HDL dilakukan pada hari ke 0, 15, 23. Hasil menunjukan pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau-santan kelapa dan kombinasi ekstrak daun cincau hijau–perasan buah jeruk nipis dapat menurunkankan kadar kolesterol total dan trigliserida serta meningkatkan kadar HDL secara signifikan (p < 0,05). Semakin besar pemberian dosis santan kelapa semakin kecil pengaruh yang terjadi. Sebaliknya, semakin besar pemberian dosis perasan buah jeruk nipis semakin besar pengaruh yang terjadi. Sementara itu, pada kedua jenis kombinasi, semakin lama durasi pemberian menunjukkan peningkat pada pengaruh yang terjadi.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK n-HEKSAN DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP SEL KANKER KULIT B16F0 DENGAN METODE MICROCULTURE TETRAZOLIUM TEST Aulia Bakhtra, Dwi Dinni; Fajrina, Anzharni; Ameliona, Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.550

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak digunakan secara empiris untuk terapi pengobatan oleh masyarakat. Kandungan metabolit sekunder dari daun alpukat memberikan bioaktivitas yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak n-heksan daun alpukat Persea americana Mill terhadap pertumbuhan sel B16F0 dan menentukan aktivitas sitotoksik terhadap sel B16F0. Penentuan efek sitotoksik dan pengaruh terhadap sel B16F0 dilakukan metode Microculture Tetrazolium Test (MTT) dengan 3-(4,5-dimethylthiazol- 2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromida. Dari hasil penelitian yang didapatkan hasil bahwa ekstrak n-heksan Persea americana Mill mempengaruhi pertumbuhan sel B16F0, peningkatan konsentrasi uji mempengaruhi persentase jumlah sel yang hidup. Ekstrak n-heksan dari daun alpukat (Persea americana Mill) memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai IC50 4,246 μg/mL, yang berada dalam kategori sangat toksik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan daun alpukat Persea americana Mill mempengaruhi pertumbuhan sel dalam  kategori sangat toksik.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) dan Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa Fajrina, Anzharni; Ramadhani, Putri; Wahyuningsih Syafen, Ully Widarti
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.564

Abstract

Luka merupakan salah satu jenis gangguan yang dialami kulit, jika tidak ditangani dengan tepat akan menyebabkan infeksi kulit. Infeksi kulit umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) dan daun tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari kombinasi ekstrak etanol daun senduduk daun dan tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa serta. Uji aktivitas antibakteri dilakukan  dengan metode difusi cakram menggunakan konsentrasi 20% dari masing-masing ekstrak kemudian dikombinasi dengan berbagai perbandingan diantaranya 1:2; 2:2; dan 2:1. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak etanol daun senduduk dan daun tapak dara dengan perbandingan 1:2 ; 2:2 ; dan 2:1 menghasilkan rata-rata diameter hambat sebesar 7,45 mm; 10,51 mm; 13,70 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan 7,18 mm; 10,33 mm; 11,76 mm terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Kombinasi ekstrak etanol daun senduduk dan daun tapak dara dengan perbandingan 2:1 merupakan kombinasi terbaik terhadap bakteri Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa.
Pengaruh Pemberian Katekin Terhadap Kultur Sel Kanker Serviks Aulia Bakhtra, Dwi Dinni; Kamal Uyun, Hendri Satria; Eriadi, Aried; Fajrina, Anzharni; Wiliantari, Selvia; Pranciska, Witdia; Wandani, Jesica Desta
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.561

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu kanker paling mematikan bagi wanita. Salah satu terapi untuk mengobati kanker serviks adalah kemoterapi. Agen kemoterapi berasal dari bahan kimia sintetis dan memiliki efek samping yang merugikan. Tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dengan metode MTT, penghambatan migrasi sel dengan metode scratch assay, dan induksi kematian sel dengan metode double staining. Dari hasil penelitian, katekin yang diisolasi dari gambir mempengaruhi pertumbuhan sel biakan HeLa dengan nilai IC50 sebesar 3,1 µg/mL. Katekin yang diisolasi dari Gambir berpengaruh terhadap penghambatan migrasi sel HeLa; Hasilnya adalah penghambatan terbesar ditemukan pada konsentrasi yang paling signifikan, yaitu pada 80 µg/mL, dan rata-rata area migrasi sel adalah 2,26 mm/jam. Katekin dapat menginduksi apoptosis pada sel kultur HeLa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa katekin yang diisolasi dari Uncaria gambir mempengaruhi sel kultur HeLa.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) Aulia Bakhtra, Dwi Dinni; Fajrina, Anzharni; Wiliantari, Selvia; Puspitasari, Meike
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.646

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Daun alpukat menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker dan aktivitas  antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etil asetat daun alpukat terhadap sel kultur HeLa dan menentukan aktivitas sitotoksiknya. Penelitian ini menggunakan pelarut etil asetat untuk mengekstraksi daun alpukat dan pengujian aktivitas sitotoksik menggunakan metode Microculture tetrazolium test dengan berbagai variasi konsentrasi uji. Dari hasil penelitian, ekstrak etil asetat daun alpukat mempengaruhi pertumbuhan sel HeLa, peningkatan konsentrasi menurunkan persentase viabilitas sel HeLa. Dari hasil pengujian, ekstrak etil asetat daun alpukat memiliki aktivitas sitotoksik yang berada dalam kategori toksik dengan nilai IC50 139,2515 μg/mL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat daun alpukat dapat mempengaruhi pertumbuhan sel dan memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa
Extraction of Gambier using the boiling method and antibacterial activity test Uyun, Hendri Satria Kamal; Putra, Panji Marvin; Suhardana, Gian; Bellatasie, Rezlie; Wiliantari, Selvia; Fajrina, Anzharni; Ramadhani, Putri
Riset Informasi Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v14i2.1015

Abstract

Gambier is a dry extract derived from the Uncaria gambir (Hunter) Roxb plant. In this study, gambier extraction was carried out by boiling. The obtained Gambier extract is then tested for quality according to SNI 01-3391-1994. From the quality test results, it was concluded that the Gambier produced met quality 1. The gambir extract was tested for its antibacterial activity against Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Pseudomonas aeruginosa. Antibacterial tests against S. aureus and E. coli, with concentrations of 10%, 15%, and 20%, show strong inhibition activity. While the antibacterial test against P. aeruginosa at a concentration of 10% has moderate inhibition, at concentrations of 15% and 20% has strong inhibition. Gambier has good antibacterial activity and potential to be developed into a natural ingredient product with potential as an antibacterial.
Pelatihan Pembuatan Teh Stevia dan Manfaatnya Sebagai Pemanis alami Uyun, Hendri Satria Kamal; Fajrina, Anzharni; Wiliantari, Selvia; Makmur, Indra; Oktavia, Sri; Bellatasie, Rezlie; Sari, Yeni Novita; Kardela, Widya; Octavia, Maria Dona
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i3.2278

Abstract

Pelatihan pembuatan teh stevia  (Stevia rebaudiana) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai solusi pemanis alami  untuk mencegah diabetes dan meningkatkan kesehatan secara umum. Pelatihan ini melibatkan 29 peserta yang diajarkan untuk menyiapkan teh stevia  menggunakan metode sederhana. Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan ini juga melibatkan uji hedonik untuk menilai penerimaan produk yang dihasilkan oleh peserta. Uji hedonik dilakukan dengan menilai aspek rasa, bau, warna, dan tekstur minuman yang dihasilkan. Hasilnya menunjukkan respons positif di semua parameter, dengan mayoritas peserta menyatakan preferensi mereka terhadap produk ini.