Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) sebagai Insektisida Nabati terhadap Hama Ulat Daun (Spodoptera litura) pada Sawi Doharni; Parmanoan Harahap; siti Hardianti Wahyuni
Journal Agro-Livestock Vol. 3 No. 01 (2025): JAL - Januari
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/hgdg7e24

Abstract

This study aimed to examine the effect of papaya leaf extract (Carica papaya) in controlling leaf-eating caterpillar pests (Spodoptera litura) on mustard greens (Brassica juncea). The research was conducted in Muara Pertemuan Village, Mandailing Natal Regency, from November 2023 to February 2024. The method used was a Randomized Block Design (RBD) with five treatments and six replications, resulting in a total of 30 experimental units. The treatments consisted of A0 (control), A1 (papaya leaf extract 50 g/L water), A2 (100 g/L water), A3 (150 g/L water), and A4 (200 g/L water). The observed parameters included the number of plants infested by Spodoptera litura, the number of damaged leaves, and plant yield. The results showed that increasing the concentration of papaya leaf extract effectively reduced the number of plants and leaves infested by Spodoptera litura. The highest yield was obtained from the treatment with 200 g/L papaya leaf extract, with an average production of 5700 grams.
Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengembangan Tanaman Jahe di Desa Pargarutan Dolok, Kabupaten Tapanuli Selatan Wahyuni, Siti Hardianti; Meiliana Friska; Surya Handayani; Jumaria Nasution; Sriwinaty Harahap
Jurnal INDONESIA RAYA (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Sosial, Humaniora, Kesehatan, Ekonomi dan Umum) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to optimize the utilization of home gardens through the development of ginger (Zingiber officinale) cultivation in Pargarutan Dolok Village, South Tapanuli Regency. The activity was implemented in response to the low productivity of village home gardens, which are generally underutilized for economic purposes. The implementation method employed a participatory approach involving local residents directly through stages of socialization, training, demonstration plot establishment, technical assistance, and program sustainability evaluation. A total of 42 families actively participated out of 60 targeted households, with a plant growth success rate of 92%. The application of liquid organic fertilizer and botanical pesticides effectively increased the number of shoots and reduced the incidence of plant diseases. The social impact showed an 85% improvement in community awareness and skills in utilizing home gardens, along with the formation of the “Jahe Sejahtera Pargarutan” group as a collaborative business platform. Economically, the potential additional household income from 50 ginger polybags reached IDR 270,000–360,000 per planting cycle. The results of this program demonstrate that optimizing home garden land through ginger cultivation can significantly enhance household welfare and food security while promoting economic independence among rural communities.
STUDI EKSPLORATIF PERUBAHAN WARNA DAGING BUAH SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS) PASCA APLIKASI HORMON GIBERELIN Meiliana Friska; Sriwinaty Harahap; Siti Hardianti Wahyuni; Jumaria Nasution; Surya Handayani
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 4 No 1 (2026): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v4i1.8413

Abstract

Semangka (Citrullus lanatus) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati konsumen. Salah satu indikator kualitas buah semangka adalah warna daging buah yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon giberelin terhadap kualitas warna daging buah semangka. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial yang terdiri atas empat taraf konsentrasi giberelin, yaitu G0 = 0 ppm, G1 = 100 ppm, G2 = 200 ppm, dan G3 = 300 ppm dengan enam ulangan. Parameter yang diamati adalah warna daging buah menggunakan Royal Horticultural Society (RHS) Colour Chart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon giberelin mampu meningkatkan intensitas warna merah daging buah semangka. Perlakuan G0 menghasilkan warna 47D Red Pink, perlakuan G1 menghasilkan warna 42B Medium Red, sedangkan perlakuan G2 dan G3 menghasilkan warna 45B Dark Red. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian giberelin pada konsentrasi 200 ppm dan 300 ppm menghasilkan warna merah daging buah yang lebih pekat dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, aplikasi hormon giberelin berpotensi meningkatkan intensitas warna merah daging buah semangka.
Pengaruh Suhu Air Panas Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah Pascapanen Pada Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) Sriwinaty Harahap; Meiliana Friska; Ryanov Louis Fernando; Siti Hardianti Wahyuni; Surya Handayani; Jumaria Nasution
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2185

Abstract

Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) merupakan salah satu komoditi unggul di Kabupaten Tapanuli Selatan.Umumnya buah salak hanya dapat bertahan disimpan selama kurang lebih 7 hari pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada suhu berapa yang efektif untuk pengendalian busuk buah Salak Sidimpuan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Kampus I Tor Simarsayang Universitas Graha Nusantara. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu suhu air panas yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: S0 (Tanpa Perendaman),S1 (Perendaman suhu 40°C),S2 (Perendaman Suhu 45°C),S3 (Perendaman Suhu 50°C)Diulang sebanyak 6 kali dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan menggunakan 3 buah salak sehingga total buah salak 72 buah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa hasil terbaik terdapat pada perlakuan S3 yaitu dengan perendaman dengan suhu 50℃ selama 5 menit untuk mempertahankan kadar air salak Sidimpuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa disarankan perlakuan perendaman suhu air panas yang efektif dan lama penyimpanan setelah pasca panen untuk salak sidimpuan pada perlakuan S1 dengan suhu air panas 400C dengan lama perendaman 5 menit. Untuk lama penyimpanan yang efektif pada 8 HSS.
Analisa Visual Anatomi Akar Padi Aplikasi Pupuk Organik Jumaria Nasution; Surya Handayani; Meiliana Friska; Siti Hardianti Wahyuni
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2186

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di banyak negara tropis termasuk Indonesia. Produktivitas padi sangat dipengaruhi oleh kemampuan tanaman dalam menyerap air dan unsur hara melalui sistem perakarannya. Akar padi memiliki struktur anatomi khas tanaman monokotil, yang terdiri atas epidermis, eksodermis, korteks, endodermis, perisikel, serta silinder pusat yang mengandung xilem dan floem. Kondisi anatomis akar tersebut menentukan efisiensi penyerapan hara, Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dosis pupuk organik yang berbeda (5, 10, dan 15 gram per tanaman) terhadap perubahan struktur anatomi akar padi (Oryza sativa L.). Kajian anatomi penting untuk memahami mekanisme internal yang mendasari peningkatan efisiensi penyerapan hara dan adaptasi akar. Sampel akar dari tiga perlakuan dosis diolah melalui metode histologi rutin (fiksasi FAA, dehidrasi, embedding parafin, dan sectioning mikrotom) dan diwarnai dengan Safranin–Fast Green. Analisis visual dan komparatif dilakukan pada tiga parameter perkembangan korteks, kualitas silinder pusat (stele), serta jumlah dan diameter xilem dari hasil analisa visual dari ketiga gamabr adalah terdapat perlakuan pupuk 15 gr paling signifikan hasilnya pada gambar 3.
Analisis Kandungan Unsur Hara Mikro Pada Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Kimia Buah Salak (Salacca sumatrana Becc.) Surya Handayani; Jumaria Nasution; Meiliana Friska; Siti Hardianti Wahyuni
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara kandungan unsur hara mikro tanah, khususnya seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn), dan boron (B), dengan parameter kualitas kimia buah salak (Salacca Sumatrana Becc.) yang meliputi total padatan terlarut (TPT), kadar gula reduksi, dan kandungan vitamin C. Penelitian dilaksanakan pada tiga ketinggian agroekosistem yang berbeda untuk mengidentifikasi variasi spasial kandungan unsur mikro dan pengaruhnya terhadap kualitas buah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengambilan sampel tanah dan buah secara komposit pada setiap lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara kandungan unsur hara mikro tanah, khususnya seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn), dan boron (B), dengan parameter kualitas kimia buah salak (Salacca Sumatrana Becc.) yang meliputi total padatan terlarut (TPT), kadar gula reduksi, dan kandungan vitamin C. Penelitian dilaksanakan pada tiga ketinggian berbeda untuk mengidentifikasi kandungan unsur mikro dan pengaruhnya terhadap kualitas buah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengambilan sampel tanah dan buah secara komposit pada setiap lokasi. Temuan ini menegaskan bahwa ketersediaan unsur hara mikro merupakan faktor penentu dalam pembentukan metabolit primer dan sekunder pada buah salak. Selain itu, kondisi agroekologi ketinggian turut memodulasi interaksi tanah–tanaman melalui perubahan pH, suhu, serta dinamika mineral.
EFFECT OF VEGETATION ON THE DIVERSITY AND COMMUNITY STRUCTURE OF INSECT POLLINATORS OF SUGAR PALM (Arenga pinnata) IN SOUTH TAPANULI Siti Hardianti Wahyuni; Retna Astuti Kuswardani; Zulheri Noer
Jurnal Sapta Agrica Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Sapta Agrica
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jsa.v5i1.5353

Abstract

Sugar palm (Arenga pinnata) is an important agroforestry commodity whose productivity depends heavily on insect-mediated pollination. Vegetation type influences pollinator availability by shaping habitat structure and resource distribution. This study aimed to analyze the effect of vegetation types on the diversity and community structure of insect pollinators of sugar palm in South Tapanuli Regency, Indonesia. A quantitative comparative-ecological design was applied in two vegetation types, namely secondary forest and open land. Data were collected using direct observation and sweep netting during the flowering period and analyzed using the Shannon–Wiener diversity index, evenness, Simpson’s dominance index, regression, and NMDS ordination. Results showed that pollinator abundance was higher in open land, while secondary forest supported higher diversity (H’ = 2.87–3.12) and evenness, with lower dominance values. In contrast, open land was dominated by a few adaptable species. NMDS analysis indicated differences in community composition between vegetation types. Regression analysis showed a weak and non-significant relationship between abundance and diversity (r = −0.022; p > 0.05), indicating that higher abundance does not necessarily reflect higher diversity. In conclusion, vegetation complexity enhances pollinator diversity and community stability, whereas habitat openness increases abundance but reduces ecological balance. These findings highlight the importance of maintaining heterogeneous landscapes to support sustainable pollination services for Arenga pinnata.
AgriVision AI: Sistem Deteksi Dini Penyakit Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Menggunakan Deep Learning Berbasis Smartphone Akhiruddin Pulungan; Surya Handayani; Muhammad Noor Hasan Siregar; Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Jumaria Nasution
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/23zy5a46

Abstract

Produktivitas tanaman kedelai (Glycine max L.) di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah serangan penyakit daun yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan. Identifikasi penyakit yang masih dilakukan secara manual sering kali memerlukan waktu, bergantung pada pengalaman petani, dan berpotensi menghasilkan diagnosis yang kurang akurat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan AgriVision AI, sebuah sistem deteksi dini penyakit tanaman kedelai berbasis smartphone yang memanfaatkan teknologi Deep Learning dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN). Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, pengumpulan data, perancangan sistem, implementasi model, pengujian, dan evaluasi. Dataset yang digunakan terdiri atas citra daun kedelai sehat, karat daun, bercak daun, dan hawar daun yang diperoleh dari sumber publik dan citra lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mampu melakukan klasifikasi penyakit dengan tingkat kinerja yang sangat baik, ditunjukkan oleh nilai accuracy sebesar 94,8%, precision 93,6%, recall 94,1%, dan F1-score 93,8%. Analisis confusion matrix memperlihatkan bahwa sebagian besar citra berhasil diklasifikasikan dengan benar pada setiap kelas dengan tingkat kesalahan yang relatif rendah. Integrasi model ke dalam aplikasi smartphone memungkinkan proses identifikasi penyakit dilakukan secara cepat, praktis, dan real-time. Sistem ini juga menyediakan informasi gejala serta rekomendasi pengendalian penyakit sehingga dapat membantu petani dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, AgriVision AI berpotensi mendukung penerapan smart farming dan meningkatkan efektivitas pengelolaan kesehatan tanaman kedelai.  
Optimalisasi Lahan Pekarangan melalui Pengembangan Tanaman Jahe di Desa Pargarutan Dolok, Kabupaten Tapanuli Selatan Siti Hardianti Wahyuni; Meiliana Friska; Surya Handayani; Jumaria Nasution; Sriwinaty Harahap
Jurnal INDONESIA RAYA (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Sosial, Humaniora, Kesehatan, Ekonomi dan Umum) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to optimize the utilization of home gardens through the development of ginger (Zingiber officinale) cultivation in Pargarutan Dolok Village, South Tapanuli Regency. The activity was implemented in response to the low productivity of village home gardens, which are generally underutilized for economic purposes. The implementation method employed a participatory approach involving local residents directly through stages of socialization, training, demonstration plot establishment, technical assistance, and program sustainability evaluation. A total of 42 families actively participated out of 60 targeted households, with a plant growth success rate of 92%. The application of liquid organic fertilizer and botanical pesticides effectively increased the number of shoots and reduced the incidence of plant diseases. The social impact showed an 85% improvement in community awareness and skills in utilizing home gardens, along with the formation of the “Jahe Sejahtera Pargarutan” group as a collaborative business platform. Economically, the potential additional household income from 50 ginger polybags reached IDR 270,000–360,000 per planting cycle. The results of this program demonstrate that optimizing home garden land through ginger cultivation can significantly enhance household welfare and food security while promoting economic independence among rural communities.
Market Opportunity and Consumer Preferences Analysis for Sawo (Manilkara zapota L.) Product Diversification as a Local Agribusiness in Angkola Muaratais District Abdul Rahman Suleman; Siti Hardianti Wahyuni; Muhammad Noor Hasan Siregar
Majalah Ilmiah Bijak Vol. 22 No. 2: September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/bijak.v22i2.4706

Abstract

This study aims to identify the potential for diversification of products from sapodilla fruit (Manilkara zapota L) that need optimally utilized and have high market opportunities in Angkola Muaratais District. Using a descriptive qualitative approach supported by quantitative analysis, this research involved 42 respondents: farmers, workers, SME entrepreneurs, and consumers. Data were collected through in-depth interviews, structured questionnaires, and participatory observation, followed by mixed-method analysis, including product evaluation matrix and market feasibility analysis. Results show three main potential products with significant development opportunities. Premium sapodilla syrup shows the highest potential (score 4.24/5.0), followed by variant sapodilla chips (4.08/5.0) and natural sapodilla jam (3.92/5.0). Market segmentation analysis identifies three main consumer segments: health-conscious (35%), convenience seekers (40%), and traditional value seekers (25%). Digital market penetration projections indicate significant growth potential, reaching 85% through social media and e-commerce channels within six months. Product evaluation reveals that premium sapodilla syrup excels in raw material availability (4.5/5.0) and shelf life (4.5/5.0), while variant sapodilla chips show highest market interest (4.5/5.0) and value addition potential (4.5/5.0). The study indicates substantial market potential with a Total Available Market of 150,000 consumers and a Serviceable Obtainable Market of 15,000 consumers, projecting 15-20% annual market growth. The findings contribute to understanding critical factors in local resource-based product development and support the Green Economy theory regarding sustainable value addition in local economic development. This research provides practical implications for product development strategies and policy recommendations for supporting the sapodilla processing industry at the regional level.