Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kajian Eksperimental terhadap Sifat Kekuatan Tarik Material pada Poros Baling-Baling Kapal Suardi; Alamsyah; Pawara, Muhammad Uswah; Setiawan, Wira; Ramadana, Andi Najwa
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.122023.03

Abstract

Poros baling-baling kapal memegang peran krusial dalam sistem propulsi, mengalirkan tenaga dari mesin utama ke baling-baling untuk menciptakan daya dorong. Poros ini menopang beban tarik dan puntir yang dapat menyebabkan kegagalan fatik pada material. Fokus utama dalam penelitian ini yaitu ada pada uji tarik Stainless Steel (SS 304), Stainless Steel (SS 316), dan Stainless Steel (SS 316L) sebagai bahan poros baling-baling kapal, dengan tujuan memastikan kecocokannya sesuai standar Badan Klasifikasi Indonesia (BKI). Spesimen uji dibentuk sesuai ASTM A370 dan dianalisis dengan mesin UTM (Universal testing machine). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SS 304 memiliki kekuatan tarik maksimum 800,4 MPa dengan kekuatan luluh 692,4 MPa, SS 316 dengan kekuatan tarik 769,9 MPa dan kekuatan luluh 553 MPa, serta SS 316L dengan kekuatan tarik 706,2 MPa dan kekuatan luluh 567,5 MPa. SS 304 menonjol sebagai pilihan superior berdasarkan nilai kekuatan. Uji kekuatan tarik telah memenuhi standar BKI, menandakan bahwa SS 304 dapat diandalkan sebagai bahan poros baling-baling. Penelitian ini memberikan wawasan kritis terkait performa material dalam lingkungan maritim, memberikan kontribusi penting pada pengembangan teknologi kapal yang aman dan efisien.
GREEN AREA KAMPUS SEBAGAI UPAYA MENUJU KAMPUS BERKELANJUTAN Israjunna, Israjunna; Avila, Dea Zara; Ridwan, Ridwan; Fikar, Muhammad Ziaul; Setiawan, Wira
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i1.1944

Abstract

Kampus berkelanjutan merupakan konsep yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung keberlanjutan kampus adalah pengembangan Green Area Kampus II Universitas Muhammadiyah Muhammadiyah Bima, yang berfungsi sebagai ruang hijau untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan sivitas akademika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi komunitas kampus dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penanaman pohon, serta pengelolaan ruang hijau secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya Green Area Kampus II Universitas Muhammadiyah Bima mampu memberikan manfaat ekologis, estetika, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, kesadaran dan keterlibatan sivitas akademika dalam menjaga kelestarian lingkungan meningkat secara signifikan. Dengan demikian, pengembangan Green Area Kampus II Universitas Muhammadiyah Bima merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kampus yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Membangun Kampus Ramah Lingkungan: Peran Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Bima: Building an Eco-Friendly Campus: The Role of Local Wisdom in Sustainable Construction Muhammadiyah University of Bima junna, isra; Setiawan, wira; Syaputri, Sulis; Setyobudi, Risang; Idrus, Saktiadin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1289

Abstract

Abstrak   Perubahan iklim dan kebutuhan keberlanjutan lingkungan mendorong penerapan konsep green campus di Universitas Muhammadiyah Bima. Kampus ini memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam desain hijau yang mendukung pendidikan dan melestarikan budaya lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal yang tinggi, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya pemahaman tentang integrasi kearifan lokal dalam desain berkelanjutan masih ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan eco-cultural untuk mengeksplorasi elemen sosial, budaya, dan ekologis masyarakat Bima. Hasilnya menunjukkan desain kampus yang mencakup ruang diskusi Uma Lengge, lapangan seni tradisional, hutan kampus, dan sistem pengolahan air limbah komunal (IPAL). Penggunaan material lokal seperti bambu dan kayu menunjukkan keberlanjutan berbasis sumber daya lokal, sementara fasilitas modern disediakan melalui teknologi pintar dan jalur akses efisien. Desain ini membuktikan bahwa integrasi kearifan lokal dapat menciptakan kampus yang berkelanjutan dan relevan dengan identitas masyarakat setempat.   Kata kunci: Kampus Hijau, Kearifan Lokal, Keberlanjutan     Abstract   Climate change and the need for environmental sustainability have driven the implementation of green campus concepts at Muhammadiyah University of Bima. The campus has great potential to integrate local wisdom into green design that supports education while preserving local culture. However, challenges such as high initial costs, resistance to change, and a lack of understanding about integrating local wisdom into sustainable design remain. This research uses a qualitative approach with ethnographic and eco-cultural methods to explore the social, cultural, and ecological elements of the Bima community. The results show a campus design that includes spaces like the Uma Lengge discussion room, traditional arts performance field, campus forest, and communal wastewater treatment system (IPAL). The use of local materials like bamboo and wood demonstrates sustainability based on local resources, while modern needs are met through smart technology and efficient access pathways. This design proves that integrating local wisdom can create a sustainable campus that aligns with the local community's identity.   Keywords: Green Campus, Lokal Wisdom, Sustainability.
MATERIAL RELIABILITY STUDY OF HIGH-SPEED SMALL CRAFT UNDER WAVE LOAD Wulandari, Amalia Ika; A, Alamsyah; S, Suardi; Setiawan, Wira; Pawara, Muhammad Uswah; Arifuddin, Andi Mursid Nugraha; Syahab, Husein
Journal of Marine-Earth Science and Technology Vol. 5 No. 3 (2024): December
Publisher : Marine & Earth Science and Technology Research Center, DRPM, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j27745449.v5i3.3921

Abstract

This study focuses on analyzing the structural characteristics of a small craft constructed using aluminum alloy compared with sandwich material structure. High speed vessels are designed to address key performance challenges such as vessel motion, engine efficiency, fuel consumption, and cargo capacity. However, to endure extreme wave induced loads, enhancement of vessel’s the structural strength is essential, especially in critical areas like the midship section. Analytical models and probabilistic methods are employed to predict structural performance under both constant and random wave loading conditions. Aluminum alloys are commonly chosen for fast boat construction due to their high strength to weight ratio and corrosion resistance. To evaluate structural behavior, simulations are carried out under varying wave heights and directions, providing insight into how the vessel performs in challenging marine environments. Load analysis is conducted using diffraction theory and the JONSWAP spectrum equation to determine the maximum bending moments experienced by the hull. The results show that both aluminum and sandwich structures exhibit similar reliability thresholds under wave-induced loading, but the sandwich structure consistently performs slightly better, with approximately 0.10% higher reliability. This suggests that sandwich materials offer improved structural integrity, making them the more suitable choice for high-speed small craft operating in wave conditions up to 2 meters. This analysis contributes to a deeper understanding of the reliability and performance of these materials, offering valuable guidance for designing and constructing high Small Crafts that perform efficiently and safely in demanding maritime operations.
Analisis Dinamika Kapal Ikan Berlambung Katamaran terhadap Fenomena Bottom Slamming dan Deck Wetness Sitorus, Chris Jeremy Verian; Alamsyah; Setiawan, Wira; Anjas Syam, Muhammad; Lionita Agusty, Cindy; Wahidah, Jusma; hariyono; Kustiwansa, Harlian; Syahab, Husein; Wahyu Pratama, Fernanda; Bahri, Irham
Techno Bahari Vol 12 No 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/tb.v12i1.346

Abstract

Kurangnya perhatian terhadap aspek keselamatan dalam desain kapal ikan, di mana pembuat kapal lebih berfokus pada hasil tangkapan. Analisis bottom slamming dan deck wetness diperlukan untuk menghindari kondisi berbahaya saat menghadapi cuaca buruk. Nilai RAO(Response Amplitude Operator) kapal ikan katamaran perlu untuk diketahu dengan variasi sudut gelombang 0°, 90°, 135°, dan 180° serta menghitung probabilitas deck wetness dan bottom slamming. Perhitungan RAO dilakukan menggunakan metode optimasi dengan perangkat lunak Maxsurf pada variasi muatan 25% DWT ,50% DWT, dan 100% DWT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplitudo heave tertinggi terjadi pada kondisi 100% DWT, kecepatan 6,45 knot, dan sudut gelombang 0°, sebesar 0,131 meter. Amplitudo pitch tertinggi adalah 2,02 derajat pada kondisi yang sama, sedangkan amplitudo roll tertinggi terjadi pada 50% DWT, kecepatan 6,45 knot, dan sudut gelombang 90°, sebesar 3,43 derajat. Probabilitas deck wetness sebesar 0,24% dan bottom slamming sebesar 0.0000000014996%, keduanya telah memenuhi standar NORDFORSK 1987. Kata Kunci: Bottom Slamming ; Deck Wetness; DWT ; Probabilitas; RAO
Pengenalan Manfaat Energi Terbarukan Untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Masyarkat Indonesia di SMAN 1 Palibelo Fikar, Ziaul; Setiawan, Wira; Aminullah; Bima Aditya Saputra
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v4i1.119

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi energi terbarukan di kalangan siswa-siswi SMAN 1 Palibelo, Bima, NTB, yang masih minim pemahaman mengenai sumber energi bersih. Kegiatan dilakukan melalui edukasi langsung tentang jenis-jenis pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) seperti PLTA Cirata, PLTS Cirata, PLTB Sidrap, dan PLTP Dieng. Selain itu, dipaparkan pula kondisi terkini pembangkit EBT di NTB yang masih terbatas, dibandingkan dominasi PLTD. Edukasi ini bertujuan membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya transisi energi serta mendorong peran aktif mereka sebagai agen perubahan di masyarakat. Meskipun pembangunan pembangkit EBT nasional meningkat, pencapaian target bauran energi 23% pada 2025 masih memerlukan dukungan kebijakan, investasi besar, dan kesadaran publik. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal siswa/siswi SMAN 1 Palibelo dapat memahami tentang pentingnya peran energi terbarukan untuk masa depan penggunaan energi di Indonesia.
Evaluation of Diesel Engine Performance Using Biodiesel from Cooking Oil Waste (WCO) Suardi, Suardi; Setiawan, Wira; Nugraha, Andi Mursid; Alamsyah, Alamsyah; Ikhwani, Rodlian Jamal
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 14 No. 1 (2023): May
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2023.v14.no1.p29-39

Abstract

The increasing use of fossil fuels will cause the world's oil reserves to be depleted. In this case, it is necessary to increase the use of alternative renewable fuels, one of which is biodiesel waste cooking oil (WCO). The method used is an experimental test with a mixture of used cooking oil biodiesel and fuel. Before testing, the temperature of each fuel is increased to determine the effect of temperature on the density and viscosity values. The highest density value is found in B50 fuel at 26 °C, with a density of 0.854 gr/ml, while the lowest density is found in diesel fuel at 60 °C, with a density of 0.822 gr/ml. The highest viscosity value is found in B50 fuel at 26 °C and 60 °C, which is 3.26 cSt. After that, testing was carried out on a diesel engine, which produced the highest thermal efficiency value of 21.16% on B50 fuel with a temperature of 60 °C at 1000 rpm rotation and a load of 4000 watts. The lowest thermal efficiency of 6.43% was found in B50 fuel with a temperature of 26 °C at 800 rpm and a load of 1000 watts. The lowest consumption was found in B30 with a temperature of 60 °C at 1200 rpm, which was 420.78 gr/kWh. From the results of the tests that have been carried out, it can be concluded that the lower the density and viscosity of the fuel, the better the performance of the diesel engine on average. High temperatures effectively make the engine performance value better than normal temperatures (26 °C), and the performance of diesel engines is better with WCO fuel, especially in SFC.
Experimental Study on The Performance Characteristics of 4 Stroke CI Engine using Biodiesel Blend from Coconut Oil suardi, suardi; Paribang, Feston Sandi; Setiawan, Wira; Wulandari, Amalia Ika; Pawara, Muhammad Uswah; Nugraha Arifuddin, Andi Mursid; Alamsyah, Alamsyah
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.188-196

Abstract

To address the challenges faced by the government in the realm of petroleum imports, a promising strategy was adopted in the utilization of biodegradable and renewable sources of biodiesel, such as coconut oil. This research employed two distinct methodologies: Transesterification for biodiesel synthesis and a comprehensive assessment of fuel properties. Subsequently, an experimental phase assessed biodiesel within an engine environment to analysis performance metrics. Results showed that B30 (30% coconut oil, 70% diesel oil) has density of 0.850 g/cm³, B50 (50% coconut oil) at 0.861 g/cm³, and B100 (Pure coconut oil) at 0.893 g/cm³. The values differed from regional standards. As per ASTM D6751, B30 has a viscosity of 2.31 cSt, B50 3.22 cSt, and B100 is 7.02 cSt. Engine performance revealed B50 with the highest torque at 11.787 Nm, while B0 (pure hydrocarbon diesel) has a thermal efficiency of 38%. B0’s lowest SFC (Specific Fuel Consumption) is 261.12 g/kWh at 2000 watts load and 1000 rpm. Biodiesel coconut oil provided comparable power and torque (0.3% difference from B0) but consumed more fuel (21.6 % higher usage than B0). Keywords:  Biodiesel, Coconut oil, Engine performance, Fuel properties, Transesterification.
Penghijauan Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Dan Pemberdayaan Di Desa Risa Setiawan, Wira; Windi, Windi; Setiawan, Agus; Afina, Nur
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.170

Abstract

Penghijauan di desa risa merupakan salah satu strategi penting dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan penanaman pohon di lahan-lahan kosong dan sekitar pemukiman, penghijauan berfungsi untuk mengembalikan fungsi ekologis seperti penahanan dan penyimpanan air, pencegahan erosi, serta mitigasi bencana seperti banjir. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa, yang selain membawa manfaat lingkungan, juga meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Dalam jangka panjang, penghijauan mendukung terciptanya lingkungan desa risa yang lebih hijau, asri, sehat, dan mandiri. Catatan: Abstrak ini merupakan sintesis dari berbagai jurnal terkait penghijauan dan pelestarian lingkungan di desa, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam penanaman dan pemeliharaan pohon sebagai upaya menjaga lingkungan hidup yang lestari
Upaya Pencegahan Stunting dengan Pemanfaatan Pangan Lokal: Daya Terima PMT Puding (Lpomoea Batatasl & Cucurbita Moschata) Aini, Qurrata; Setiawan, Wira; Amin, Muhammad; Syarifuddin, Syarifuddin; Adib, Khairul
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.171

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang kaya gizi, seperti ubi jalar (Ipomoea batatas L) dan labu kuning (Cucurbita moschata). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat daya terima puding berbahan ubi jalar dan labu kuning pada anak usia dini melalui uji organoleptik meliputi aspek rasa, warna, aroma, dan tekstur. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan jumlah responden sebanyak 30 anak TK di Desa Risa yang dipilih secara acak. Analisis data meliputi uji deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan One Way ANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puding labu kuning memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi pada aspek rasa (4,00) dan warna (3,75) dibandingkan puding ubi jalar (3,13 dan 3,13). Uji Wilcoxon memperlihatkan perbedaan signifikan pada atribut rasa (p = 0,038), sedangkan warna, aroma, dan tekstur tidak berbeda signifikan (p > 0,05). Uji ANOVA juga menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada semua atribut (p > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua jenis puding dapat diterima dengan baik, dengan preferensi yang lebih tinggi terhadap puding berbahan dasar labu kuning.