Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Variasi Sudut Bow Flare terhadap Olah Gerak Kapal Bulk Carrier 44000 DWT Setiawan, Wira; Wulandari, Amalia Ika; Nugroho, Muhammad Cahyo
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062022.02

Abstract

Kemampuan kapal untuk dapat bertahan dalam kondisi ekstrim di laut membutuhkan perancangan kapal yang baik dengan memperhatikan parameter ukuran utama dan bentuk lambung. Memodifikasi bentuk lambung merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghasilkan olah gerak kapal yang baik untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan kru maupun penumpang. Penelitian ini membahas tentang pengaruh sudut bow flare terhadap respon heave dan pitch serta probabilitas deck wetness dan bottom slamming pada kapal bulk carrier 44000 DWT dengan memvariasikan tinggi dan sudut datang gelombang. Metode yang digunakan adalah komputasi numerik dengan bantuan software Maxsurf dan Ansys Aqwa. Berdasarkan hasil simulasi pada gelombang quartering sea dengan ketinggian 4 meter, pitch dan heave yang dihasilkan pada sudut bow flare 30° adalah sebesar 6.63° dan 1.14 meter, sedangkan pada gelombang head sea dengan ketinggian 4 meter, pitch dan heave yang dihasilkan pada sudut bow flare 30° adalah sebesar 5.96° dan 1.04 meter. Respon gerak tersebut merupakan yang terendah dibandingkan dengan variasi sudut bow flare lainnya. Keunggulan bow flare yang besar juga ditunjukkan pada probabilitas deck wetness dan bottom slamming sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar sudut bow flare, maka respon gerak kapal akan semakin baik dan begitu pula sebaliknya.
Kajian Eksperimental terhadap Sifat Kekuatan Tarik Material pada Poros Baling-Baling Kapal Suardi; Alamsyah; Pawara, Muhammad Uswah; Setiawan, Wira; Ramadana, Andi Najwa
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.122023.03

Abstract

Poros baling-baling kapal memegang peran krusial dalam sistem propulsi, mengalirkan tenaga dari mesin utama ke baling-baling untuk menciptakan daya dorong. Poros ini menopang beban tarik dan puntir yang dapat menyebabkan kegagalan fatik pada material. Fokus utama dalam penelitian ini yaitu ada pada uji tarik Stainless Steel (SS 304), Stainless Steel (SS 316), dan Stainless Steel (SS 316L) sebagai bahan poros baling-baling kapal, dengan tujuan memastikan kecocokannya sesuai standar Badan Klasifikasi Indonesia (BKI). Spesimen uji dibentuk sesuai ASTM A370 dan dianalisis dengan mesin UTM (Universal testing machine). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SS 304 memiliki kekuatan tarik maksimum 800,4 MPa dengan kekuatan luluh 692,4 MPa, SS 316 dengan kekuatan tarik 769,9 MPa dan kekuatan luluh 553 MPa, serta SS 316L dengan kekuatan tarik 706,2 MPa dan kekuatan luluh 567,5 MPa. SS 304 menonjol sebagai pilihan superior berdasarkan nilai kekuatan. Uji kekuatan tarik telah memenuhi standar BKI, menandakan bahwa SS 304 dapat diandalkan sebagai bahan poros baling-baling. Penelitian ini memberikan wawasan kritis terkait performa material dalam lingkungan maritim, memberikan kontribusi penting pada pengembangan teknologi kapal yang aman dan efisien.
Analisis Dinamika Kapal Ikan Berlambung Katamaran terhadap Fenomena Bottom Slamming dan Deck Wetness Sitorus, Chris Jeremy Verian; Alamsyah; Setiawan, Wira; Anjas Syam, Muhammad; Lionita Agusty, Cindy; Wahidah, Jusma; hariyono; Kustiwansa, Harlian; Syahab, Husein; Wahyu Pratama, Fernanda; Bahri, Irham
Techno Bahari Vol 12 No 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/tb.v12i1.346

Abstract

Kurangnya perhatian terhadap aspek keselamatan dalam desain kapal ikan, di mana pembuat kapal lebih berfokus pada hasil tangkapan. Analisis bottom slamming dan deck wetness diperlukan untuk menghindari kondisi berbahaya saat menghadapi cuaca buruk. Nilai RAO(Response Amplitude Operator) kapal ikan katamaran perlu untuk diketahu dengan variasi sudut gelombang 0°, 90°, 135°, dan 180° serta menghitung probabilitas deck wetness dan bottom slamming. Perhitungan RAO dilakukan menggunakan metode optimasi dengan perangkat lunak Maxsurf pada variasi muatan 25% DWT ,50% DWT, dan 100% DWT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplitudo heave tertinggi terjadi pada kondisi 100% DWT, kecepatan 6,45 knot, dan sudut gelombang 0°, sebesar 0,131 meter. Amplitudo pitch tertinggi adalah 2,02 derajat pada kondisi yang sama, sedangkan amplitudo roll tertinggi terjadi pada 50% DWT, kecepatan 6,45 knot, dan sudut gelombang 90°, sebesar 3,43 derajat. Probabilitas deck wetness sebesar 0,24% dan bottom slamming sebesar 0.0000000014996%, keduanya telah memenuhi standar NORDFORSK 1987. Kata Kunci: Bottom Slamming ; Deck Wetness; DWT ; Probabilitas; RAO
Pengenalan Manfaat Energi Terbarukan Untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Masyarkat Indonesia di SMAN 1 Palibelo Fikar, Ziaul; Setiawan, Wira; Aminullah; Bima Aditya Saputra
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v4i1.119

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi energi terbarukan di kalangan siswa-siswi SMAN 1 Palibelo, Bima, NTB, yang masih minim pemahaman mengenai sumber energi bersih. Kegiatan dilakukan melalui edukasi langsung tentang jenis-jenis pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) seperti PLTA Cirata, PLTS Cirata, PLTB Sidrap, dan PLTP Dieng. Selain itu, dipaparkan pula kondisi terkini pembangkit EBT di NTB yang masih terbatas, dibandingkan dominasi PLTD. Edukasi ini bertujuan membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya transisi energi serta mendorong peran aktif mereka sebagai agen perubahan di masyarakat. Meskipun pembangunan pembangkit EBT nasional meningkat, pencapaian target bauran energi 23% pada 2025 masih memerlukan dukungan kebijakan, investasi besar, dan kesadaran publik. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal siswa/siswi SMAN 1 Palibelo dapat memahami tentang pentingnya peran energi terbarukan untuk masa depan penggunaan energi di Indonesia.
Kajian Ketahanan Sumber Daya Air dan Sistem Sanitasi Rumah Tangga di Pegunungan Sambori dalam Kerangka Kesehatan Lingkungan Setiawan, Wira; Alamsyah, Syahrul; Khairunnas; Fikar, M. Ziaul; Salsabilah; Ramdhani, Fitriani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS) Vol. 3 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pemas.v3i1.105

Abstract

Kegiatan ini bertujuan menggambarkan kondisi ketahanan sumber daya air, sanitasi, dan hygiene rumah tangga di Desa Sambori dalam konteks perubahan iklim dan kesehatan lingkungan melalui metode deskriptif kualitatif yang melibatkan observasi lapangan, wawancara, serta survei kepada warga dengan dukungan Kepala Desa Sambori sebagai fasilitator. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat sangat bergantung pada mata air pegunungan yang dialirkan melalui pipa gravitasi sederhana, dengan warga berperan dalam pemeliharaan jalur pipa dan pengaturan distribusi air, sementara pemerintah desa mengoordinasikan kebijakan pemanfaatan sumber air. Keterbatasan penampungan dan distribusi menyebabkan ketidakmerataan suplai air, terutama pada musim kemarau. Dalam aspek sanitasi, sebagian besar rumah tangga telah memiliki jamban sehat, namun pemanfaatannya belum optimal karena terbatasnya ketersediaan air, sehingga praktik kebersihan seperti mencuci tangan, mandi, dan mencuci pakaian belum dilakukan secara rutin. Perubahan iklim berdampak pada menurunnya debit air dan terganggunya kegiatan pertanian, meskipun masyarakat telah mengembangkan strategi adaptasi seperti penampungan air hujan, sistem giliran penggunaan air, dan reboisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan air berbasis komunitas, edukasi PHBS, serta dukungan kebijakan adaptasi iklim untuk memperkuat ketahanan lingkungan masyarakat Sambori.
Perencanaan Struktur I Girder dengan Bentang 30 Meter di Desa Dompu Setiawan, Wira; Winardin, Sofyan; Rahman, M. Deta Zulfikar
Local Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v4i1.217

Abstract

The Bridges themselves are classified based on the type of upper structure, one type of bridge upper structure is using prestressed concrete, prestressed concrete is also distinguished based on its cross-sectional profile, namely T, I, T Girder, Box Girder, in this study a comparison was made to see the difference in the upper structure and cost of the bridge with a span of 30.8 meters on the Kandai bridge with the existing upper structure using I Girder and will be compared with T Girder for  obtaining differences in behavior, effectiveness of the structure as well as cost. The research method used is to start by knowing some mass formulationsah, collecting data then planning the load plan for the bridge then modeling on   the SAP2000 software after modeling and getting the force in the next structure analysis to check  the Safety factor  then a cost analysis was carried out and a comparative recap between I and T Girder in the form of differences in the initial condition prestressed force, voltage loss value, service condition pretentension force, final prestressed force and cost presented in the form of a graph. From the results of the calculation analysis, it was concluded that the I Girder is more effective than the T Girder, this is shown by the total volume value of T Girder concrete which is 128,805 m3 and the number of T Girder strands is 355 strands, where the total volume of I Girder concrete is 101,175 m3 and the number of I Girder strands is 235 strands.  This is also evidenced by the I girder safety factor value against the moment, which is 1.141 and against the shear which is 3,59 as needed, compared to the T Girder safety factor against the moment, which is 3,97 and against the shear which is 2.177. The nominal moment produced by the I Girder is 12203,56 kNm and the nominal moment produced by the T Girder is 58221,55 kNm.
Perbandingan Tulangan Kolom dan Deformasi Struktur Gedung Alamsyah, Syahrul; Setiawan, Wira; Apriansyah, Muh; Zulfikar, M. Deta; Syaputri, Sulis; Fikar, M. Ziaul
Local Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v4i1.230

Abstract

The Moment-Resisting Frame System (MRFS) equipped with shear walls shows a significant increase in structural stiffness compared to systems without shear walls. The results of the inter-storey drift analysis confirm that the presence of shear walls reduces the horizontal deformation of the building, thereby increasing lateral stability. In addition, the use of shear walls contributes to the efficiency of reinforcement requirements, as seen in the column reinforcement ratio of 3%, which is lower than that of structures without shear walls, which reaches 5%. Although the mass of the structure with shear walls is greater, namely 4747.96 kN compared to 3853.08 kN in structures without shear walls, this system still offers advantages in terms of more efficient use of main reinforcement. Overall, the integration of shear walls in the frame system provides better structural performance through increased stiffness, reduced deflection, and optimised reinforcement requirements.