Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Gambaran Sumbangan Zat Gizi Makro Sarapan Pagi pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Kh. Sahlan Rosjidi Universitas Muhammadiyah Semarang Mifta Anzilnia Ulinnuha; Yuliana Noor Setiawati Ulvie; Mufnaetty Mufnaetty
Jurnal Gizi Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Gizi UNIMUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.9.2.2020.%p

Abstract

In adolescents often the intake of nutrients is not sufficient, especially at breakfast, because of intense physical activity, the unavailability of food ingredients and the desire to get an ideal body. Breakfast is expected to meet the needs of macro nutrients in energy, protein, fat and carbohydrates. Availability of breakfast in the morning is important for the first hour of activity. The aim of the study was to determine the contribution of energy, protein, fat, and carbohydrates.This type of research is descriptive research. A sample of 67 students in the Islamic boarding school of KH. Sahlan Rosjidi Unimus that fits the criteria. Respondent samples were taken randomly from a total number of 201 students. The data collection tool uses the form in the form of a 24-hour recall. Data analysis is done univariately.The results showed, the average energy intake was 312.55 ± 145.57 kcal. The average contribution of energy samples was 47.98 ± 21.67% with categories less than needed. The average protein intake was 14.60 ± 10.03 g, and the average protein contribution was 86,862 ± 57.71% with a category less than the need. The average fat intake was 14.44 ± 7.91g, the average fat contribution was 66.26 ± 35.94% with a category less than the need. The average carbohydrate intake was 53.72 ± 36.93 g, the average carbohydrate contribution was 60.94 ± 42.42% with a category less than needed. Breakfast is recommended at 06.00-08.00 and meets 15-30%.It is recommended to students in the KH. Sahlan Rosjidi Unimus in order to have breakfast in the morning to fulfill his nutritional needs in the morning.  Keywords: Breakfast, students, Macro Nutrition Contribution 
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN METESEH DALAM PRODUKSI ABON JAMUR TIRAM DAN PRODUK KERAJINAN KAIN PERCA Nurhidajah -; Yuliana Noor Setiawati Ulvie; Venissa Dian Mawarsari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: PROSIDING IMPLEMENTASI PENELITIAN PADA PENGABDIAN MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERKEMAJUAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.825 KB)

Abstract

Keterlibatan wanita dalam sektor usaha produktif akan menimbulkan perubahan sosial. Masuknya wanita dalam pasar kerja atau kerja produktif berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi rumahtangga, sehingga terjadi perubahan struktur ekonomi keluarga (Wisadirana, 2004). Keterbatasan peluang kerja, peran dan potensi strategis serta tingginya kemauan untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang dimiliki kelompok ibu rumah tangga di RW 15 kelurahan Meteseh menjadi dasar pemikiran bahwa sangat perlu kelompok ibu-ibu rumah tangga ini diberikan bekal ketrampilan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Permasalahan kelompok ibu rumah tangga ini antara lain : belum ada pembinaan dalam meningkatkan pemberdayaan ibu rumah tangga, kegiatan kemasyarakatan (dawis, PKK, Posyandu, pengajian,dll) belum diarahkan kepada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu rumah tangga dalam hal kontribusinya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, kegiatan kemasyarakatan yang mengerucut menjadi kegiatan ekonomi produktif belum dilaksanakan, kegiatan kewirausahaan bagi ibu rumah tangga sangat terbatas dan belum dikembangkan dan belum ada bantuan stimulant berupa pelatihan dan alat yang sesuai dengan minat dan ketrampilan sebagai pendoron untuk mengaplikasikan potensi yang dimiliki. Solusi yang dilakukan adalah pelatihan keterampilan usaha bidang boga dan kerajinan tangan dengan metode pendekatan participatory learning dengan menekankan learning by doing, melalui penyuluhan, pembinaan, demonstrasi, dan simulasi penyelenggaraan usaha produksi abon tiram dan kerajinan produk dari percaHasil dan luaran yang telah dicapai pada program Ipteks bagi Masyarakat kelompok ibu rumah tangga ini adalah : a. Peningkatan motivasi dan semangat kelompok mitra dalam meningkatkan ekonomi keluarga. b Penerapan ipteks dalam usaha pengolaan jamur tiram dan kerajinan kain perca menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis. c. Terbentuk kelompok usaha dalam bidang pengolahan jamur tiram dan kerajinan kain perca. Disimpulkan : ketrampilan kelompok ibu rumah tangga dalam mempraktikkan materi yang diajarkan instruktur dalam pengolahan jamur tiram dan produk kerajinan kain perca sangat bagus dan mempunyai nilai jual. Semangat kelompok yang cukup tinggi ditunjukkan dengan peran serta dalam pengadaan bahan-bahan yang dibutuhkan. Antusias peserta pelatihan menjadi modal yang kuat untuk pengembangan kelompok usaha.Kata kunci : Abon jamur tiram, kerajinan kain perca, ibu rumah tangga, kelurahan Meteseh
KAJIAN TINGKAT PARTISIPASI IBU BALITA DI POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) Sumiasih -; Yuliana Noor Setiawati Ulvie
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.317 KB)

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat sehingga pembentukan, penyelenggaraan dan pemanfaatannya memerlukan peran serta aktif masyarakat dalam bentuk partisipasi penimbangan balita setiap bulannya, sehingga dapat meningkatkan status gizi balita. Kegiatan ini membutuhkan partisipasi aktif ibu-ibu yang memiliki anak balita untuk membawa balita mereka ke posyandu sehingga mereka dapat memantau tumbuh kembang balita melalui berat badannya setiap bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat partisipasi ibu balita di Posyandu wilayah Puskesmas Tambakromo Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah eksploratif deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh posyandu di puskesmas wilayahTambakromo yaitu 56 posyandu sedangkan sampel ditentukan dengan purposive sampling yaitu ibu balita pada posyandu dengan D/S tinggi sebanyak 52 orang dan ibu balita dengan D/S rendah sebanyak 36 orang. Analisis data menggunakan Chi-square. Tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat Posyandu, antara kelompok posyandu dengan D/S tinggi dan kelompok posyandu dengan D/S rendah tidak berbeda. Dilihat dari kesesuaian waktu ibu balita dengan jadwal kegiatan Posyandu, kedua kelompok posyandu sama, yaitu sesuai. Rata-rata jarak rumah ibu Balita ke Posyandu pada kelompok posyandu dengan D/S tinggi lebih dekat dibanding pada kelompok Posyandu dengan D/S rendah. Kelompok Posyandu dengan D/S tinggi memiliki mutu pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok posyandu dengan D/S rendah. Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu balita tentang manfaat posyandu dengan partisipasi ibu balita ( cakupan D/S). Tidak ada hubungan antara kesesuaian waktu tentang manfaat posyandu dengan partisipasi ibu balita ( cakupan D/S). Terdapat hubungan antara jarak rumah ibu balita ke posyandu dengan partisipasi ibu balita ( cakupan D/S). Terdapat hubunganantara mutu pelayanan kesehatan di posyandu dengan partisipasi ibu balita (cakupan D/S)Kata Kunci: Pengetahuan Ibu Balita, Kesesuaian waktu, Jarak Rumah, Mutu Posyandu, Partisipasi ibu balita (D/S)
Fortifikasi Pisang Raja (Musa Sapientum) untuk Makanan Tambahan Balita Anis Mutmainah; Rita Nofiyan; Delina Inkhis Febri Melania; Yuliana Noor Setiawati Ulvie
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir menghadapi masalah triple burden disease menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes, kanker,pernapasan kronis, dan undernutrisi.Stunting merupakan salah satu indikator status gizi kronis yangmenggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang. Untuk meningkatkan potensi buahlokal yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, penelitian ini memanfaatkan Buah Kawista danPisang Raja sebagai bentuk inovasi makanan tambahan bagi balita yang dapat mencukupi kebutuhan gizi balita.Buah Kawista per 100 g mengandung Energi 120 Kkal; Protein 3,5 g; Lemak 2,5 g; Karbohidrat 20,8 g; Kalsium190 mg; Besi 1,6 mg; Beta-Karoten 99 mcg. Pisang Raja per 100 g mengandung Natrium 35 mg; Kalium 582,2mg; Riboflavin 0,14 mg; Vitamin C 10 mg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa Buah Kawistadan Pisang Raja sebagai makanan tambahan balita. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangacak lengkap dengan substitusi perbandingan tepung terigu : tepung Kawista : tepung Pisang Raja variasi 4:2:1.Makanan tambahan Buah Kawista dan Pisang Raja bagi balita menyumbang asupan energi harian sebesar 280,5Kkal/100 g; Protein 3,61 g/100 g; Lemak 13,64 g/100 g; Karbohidrat 36,02 g/100 g; Vitamin C 0,58 g/100 g;Vitamin B2 0,09 g/100 g; Karoten 7,20 mcg/100 g; Kalsium 190,9 mg/100 g; Kalium 140,1 mg/100 g; Natrium37,56 mg/100 g; Besi 0,86 mg/100 g sehingga dapat memperbaiki status gizi balita dan dapat menurunkan angkastunting. Kata Kunci : Stunting, Buah Kawista, Tepung Pisang Raja, Makanan Tambahan.
Karakteristik Fisik Dan Kimia Beras Hitam Dengan Variasi Metode Pengolahan Nurhidajah Nurhidajah; Yuliana Noor Setiawati Ulvie; Agus Suyanto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras hitam (oryza sativa L indica) adalah salah satu varietas local yang mempunyai perikarp, aleuron, dan endosperma yang berwarna merah pekat dan ungu kebiruan yang mengandung antosianin.  Beras hitam mengandung serat dan hemiselulosa yang cukup tinggi, sekitar 7,5 % dan 5,8%. Serat diet dan antosianin sebagai antioksidan ketika secra teraturdiangkut oleh tubuh dapat meningkatkan lemak darah dan profil antioksidan, sehingga diharapkan rata rata penyakit dapat ditekan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat fisik kimiawi dari beras hitam dengan berbagai variasi masakan. Objek dari penelitian iniadalah beras hitam varietas local dari bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menganalisa proses pemasakan beras hitam varietas local dengan metode kukus, direbus, dan dimasak dalam rice cooker. Sebagai perbandingan adalah beras hitam tanpa dimasak. Desain penelitian inimenggunakan experimental 1 faktor dengan basis desain  random(RAL) dan tiga jumlah perkalian. Variable yang diukur adalah proximate, amilose, dan tingkat amilopektin, dan serat yang larut, tidak larut, dan serat diet. Data dianalisa dengan menggunakan ANOVA. Hasilmenunjukkan bahwa pemasakan beras menimbulkan kadar air meningkat dan emnurunkan konsentrasi zat gizi lain (protein, lemak, serat, dan  zat besi, dan karbohidrat. Amilose dan amilopektin menurun setelah dberikan treatment, dan nilai tertinggi adalah dari proses emnggunakan rice cooker, dengan serat yang tdk larut,  serat terlarut, dan total serat makanan adalah 9.03; 0.4 dan 9.07%
Pemberian Edukasi Gizi Media Visual Fruitable Card Dan Leaflet Terhadap Konsumsi Sayur Dan Buah Anak Usia Prasekolah Milna Aulida Lillah; Yuliana Noor Setiawati Ulvie; Salsa Bening; Hapsari Sulistya Kusuma
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia masih di bawah anjuran yang kecukupan, terutama pada anak usia prasekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pemberian edukasi gizi menggunakan media visual Fuitable Card dan Leaflet  terhadap konsumsi sayur dan buah anak usia prasekolah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan two group pre-test post-test, dengan sampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data asupan dilakukan dengan Metode FoodRecall 2x24 jam. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dan jumlah sampel sebanyak 30 anak terdiri atas dua kelompok, yakni 15 sampel menggunakan media Fuitable Card dan 15 sampel menggunakan media Leafle. Hasil penelitian nilai rata-rata pre-test tergolong kategori kurang, pada konsumsi sayur  dengan hasil 161,00 gram/hari menggunakan media Fruitable Card dan 161,13 gram/hari menggunakan media Leaflet. Sedangkan pada konsumsi buahnilai rata-rata pre-test dengan hasil 116,47 gram/hari menggunakan media Fruitable Card dan 103,93 gram/hari menggunakan media Leaflet. Untuk nilai post-test meningkat dengan kategori cukup, pada konsumsi sayur  dengan hasil 267,20 gram/hari menggunakan media Fruitable Carddan 270,60 gram/hari menggunakan media Leaflet. Sedangkan pada konsumsi buah nilai rata-rata post-test dengan hasil 172,93 gram/hari menggunakan media Fruitable Card dan 132,13 gram/hari menggunakan media Leaflet. Terjadi perbedaan ber makna antara nilai pre-test dan post-test konsumsi sayur pada perlakuan media Fuitable Card dan Leaflet dengan nilai (p<0,05), dan nilai pre-test dan post-test konsumsi buah pada perlakuan media Fuitable Card dan Leaflet dengan nilai (p<0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan media Fuitable Card dan Leaflet dapat meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada anak usia prasekolah. Kata kunci :  Sayur, Buah, Fruitable Card, Leaflet, anak usia prasekolah
Efektifitas Ekstrak Daun Talas (Colocasia escluenta L.Schoot) Dalam Meningkatkan Jumlah Eritrosit Pada Tikus Wistar Yang Diinduksi NaNO2 Afiva Meilani; Ria Purnawian Sulistiani; Yuliana Noor Setiawati Ulvie; Kartika Nugraheni
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan penurunan kemampuan pengikatan oksigen dari setiap molekul hemoglobin (Hb) sehinggaterjadi penurunan nilai normal Hb yang ada di dalam eritrosit. Ekstrak daun talas memiliki kandungan fitokimiayang berpotensi meningkatkan kadar Hb dan jumlah eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian ekstrak daun talas terhadap eritrosit dan Hb pada tikus yang diinduksi NaNO2. Metodepenelitian eksperimen pre-post test dengan design randomized control group. Sebanyak tiga puluh ekor tikusjantan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol positif, kontrol negatif, dan kelompok perlakuan yang diberiekstrak daun talas dengan dosis 100mg/kgBB, 200mg/kgBB dan 400mg/kgBB. Pemeriksaan jumlah eritrositdan kadar hemoglobin dengan alat automated hematology analyzer. Analisis statistik menggunakan ujiwilcoxon untuk menguji beda kelompok sebelum dan sesudah perlakuan ekstrak daun talas, uji one wayANOVA untuk menguji pengaruh perlakuan ekstrak daun talas dilanjutkan dengan uji post hoc Dunnet.Terdapat perubahan rerata jumlah eritrosit yang signifikan pada kelompok post-test perlakuan ekstrak dauntalas dengan uji one way ANOVA (p<0,05).  Kata Kunci : Anemia, Haemoglobin, eritrosit, ekstrak daun talas, NaNO2
Konsumsi Mie Instan dan Status Gizi Remaja di Desa Kalongan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Fatmawati Indah Pratiwi; Yuliana Noor Setiawati Ulvie; Erma Handarsari; Purwanti Susantini
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan instan yang paling diminati oleh semua kalangan masyarakat salah satunya mieinstan. Mie instan kini menjadi makanan populer terutama di kalangan remaja. Lingkungan dangaya hidup dapat mempengaruhi para remaja termasuk dalam hal pangan. Meningkatknyakonsumsi mie instan akan berdampak pada status gizi seseorang. Tujuan penelitian untukmengetahui konsumsi mie instan dan status gizi remaja di Desa Kalongan Ungaran TimurKabupaten Semarang. Metode penelitian ini penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 49 remaja.Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data konsumsi dengan formsemi-FFQ dan data status gizi dengan pengukuran berat badan tinggi badan. Analisis dataunivariat untuk megetahui jenis, jumlah, frekuensi konsumi mie instan dan status gizi yangdisajikan dalam bentuk presentase, rata-rata dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan44,9% status gizi remaja gizi baik (-2SD sd +1SD) dengan rata-rata -0,574±0,967, 40,8%mengonsumsi 3 jenis mie instan (2,95±0,224), 93,9% mengonsumsi 1 bungkus (2,00 ± 0,00) setiapmakan dengan rata-rata besar porsi 92,14 gram dan kandungan energi 384,28 kkal, protein 8,57 gram,lemak 14,14 gram, karbohidrat 56,57 gram, natrium 977,14 mg, 24,5% sering (≥4x seminggu)mengonsumsi mie instan, 75,5% jarang (<4x seminggu) mengonsumsi mie instan. Kata kunci : Mie Instan, Status Gizi, Remaja
Frekuensi, Jenis Camilan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Remaja Usia 13-15 Tahun Tasya Zahra Delavita; Yuliana Noor Setiawati Ulvie; Kartika Nughraheni; Zahra Maharani Latrobdiba
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Status gizi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada kualitas sumber dayamanusia terutama status gizi pada anak remaja seperti perilaku jajan anak yang berhubungan denganfrekuensi camilan dan jenis camilan, aktivitas fisik juga menjadi factor remaja dalam menentukan statusgizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran frekuensi, jenis camilan, aktivitas fisik dan statusgizi pada remaja usia 13- 15 tahun. Metode: Penelitian deskriptif dengan sampel sebanyak 50 orang menggunakan analisis data univariat.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil: Hasil penelitian sebesar 58% responden memiliki frekuensi camilan sering, camilan yang seringdimakan adalah buah segar, gorengan, mie instan, makanan ringan dan eskrim. Sebesar 54% respondenmemiliki aktivitas fisik ringan. Sebesar 56% responden memiliki status gizi baik/normal. Kesimpulan: Dari hasil penelitian tersebut bahwa siswa siswi di SMP At-Thohiriyyah Semarang memilikifrekuensi camilan sering jenis camilan yang sering dikonsumsi yaitu buah segar, mie instan, gorengan danes krim , aktivitas fisik ringan dan status gizi baik/normal Kata Kunci : aktivitas fisik, frekuensi camilan, jenis camilan, remaja, status gizi
PEMBERDAYAAN AISYIYAH KOWANGAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBUATAN KUDAPAN DARI PANGAN FUNGSIONAL Sufiati Bintanah; Yuliana Noor Setiawati Ulvie; Abdul Rohman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v6i1.14461

Abstract

Hadirnya pandemi covid 19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat akan tetapi juga berdampak terhadap perekonomian, pendidikan dan juga timbulnya balita stunting di Indonesia. Banyak keluarga kehilangan pendapatan karena pemutusan hubungan kerja, yang berdampak pada penurunan pendapatan keluarga dan  daya beli pangan bergizi yang cukup sehingga berefek pada peningkatan balita stunting. Untuk meningkatkan pendapatan keluarga perlu adanya terobosan melalui  peningkatan pengetahuan dan  keterampilan berwirausaha bagi para ibu rumah tangga untuk menumbuhkan ekonomi keluarga. Aisyiah merupakan suatu kelompok kegiatan wanita yang mempunyai kegiatan pengajian, wirausaha, kesehatan dan lain sebagainya. Tujuan Kegiatan meningkatkan  pengetahuan pembuatan pangan fungsional untuk balita stunting pada kelompok Aisyiyah Kowangan . Metode: Melalui pelatihan yang dilaksanakan sebanyak 3 kali. Jumlah mitra yang terlibat ada 15 orang anggota Aisyiyah Kowangan. Peningkatan pengetahuan dinilai dengan menggunakan kuesioner sebelum dan setelah dilaksanakan pelatihan. Analisa data dilakukan menggunakan SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar serta dinarasikan dalam bentuk deskriptif. Hasil 98% terjadi peningkatan pengetahuan dengan katagori baik tentang proses pembuatan mie, 95% terdapat  peningkatan pengetahuan pembuatan aneka roti kering, sebesar 72%, meningkat pengetahuan dalam pembuatan label dengan kategori baik. Hasil penilaian  sikap 92% memperoleh nilai >80% (Baik), evaluasi praktik (keterampilan) 73,33% telah memiliki kemampuan baik dalam persiapan, proses dan penyajian, 100% peserta sudah memiliki kreatifitas.Kesimpulan: Terdapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan produk pangan fungsional untuk balita stunting setelah diberikan pelatihan.