Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pembaharuan norma penilaian keterampilan bermain sepakbola usia 10 - 12 tahun dalam pembalajaran Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar Santoso, Nurhadi; Septiyanto, Ari; Pamungkas, Galih; Dewanti, Galih; Setyaningrum, Ratna Kumala
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v21i2.89986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaharui norma keterampilan sepakbola usia 10 – 12 tahun untuk dapat digunakan dalam penilaian keterampilan bermain sepakbola dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) baik peserta didik putera maupun puteri di sekolah dasar. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif. Norma penilaian keterampilan sepakbola dari Daral Fauzi untuk dapat digunakan dalam penilaian keterampilan bermain sepakbola dalam pembelajaran PJOK usia 10 - 12 tahun. Subjek penelitian ini terdiri dari peserta didik putera berjumlah 64 dan peserta didik puteri berjumlah 40. Instrumen keterampilan sepakbola dari Daral Fausi ada 6 item tes, yaitu: 1) tes dribbling, 2) tes short passed, 3) tes throw in, 4) tes running with the ball, 5) tes heading the ball, dan 6) tes shooting at the goal. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei dengan tes dan pengukuran keterampilan bermain sepakbola. Teknik analisis data, yaitu 1) korelasi prodact moment untuk mengetahui validitas (korelasi item tes dengan total skor tes) dan reliabilitas item tes (test-retest), 2) pengkatogorian di masing-masing item tes mengunakan data yang telah diubah ke T-skor dan data aslinya, serta pengkategorian keterampilan keseluruhan dengan data total T-Skor. Hasil penelitian dihasilkan norma penilaian keterampilan bermain sepakbola untuk setiap item tes dan gabungan seluruh item tes baik untuk peseta didik putera maupun puteri. Norma penilaian keterampilan bermain sepakbola dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar untuk peserta didik putra dan putri usia 10 - 12 tahun. Validitas dan reliabilitas setiap item tes baik peserta didik putera dan puteri.   Abstract: This study aims to update the norms of football skills for 10-12 year olds to be used in assessing football playing skills in physical education, sports and health (PJOK) learning for both male and female students in elementary schools. This type of research is quantitative descriptive research. The norms for assessing football skills from Daral Fauzi can be used in assessing football playing skills in PJOK learning for 10-12 year olds. The subjects of this study consisted of 64 male students and 40 female students. The football skills instrument from Daral Fausi has 6 test items, namely: 1) dribbling test, 2) short passed test, 3) throw-in test, 4) running with the ball test, 5) heading the ball test, and 6) shooting at the goal test. The data collection technique uses a survey method with tests and measurements of football playing skills. Data analysis techniques, namely 1) product moment correlation to determine the validity (correlation of test items with total test scores) and reliability of test items (test-retest), 2) categorization in each test item using data that has been converted to T-scores and the original data, as well as categorization of overall skills with total T-Score data. The results of the study produced norms for assessing soccer playing skills for each test item and a combination of all test items for both male and female students. Norms for assessing soccer playing skills in physical education learning in elementary schools for male and female students aged 10-12 years. Validity and reliability of each test item for both male and female students.
Norma Tes Kebugaran Jasmani Siswa Putra SLTA Kabupaten Boyolali Ditinjau dari Perspektif Letak Geografis Dataran Tinggi dan Rendah Titis Pambudi; Ratna Kumala Setyaningrum
JSH: Journal of Sport and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jsh.v3i1.2202

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tes kebugaran jasmani siswa putra SLTA di Kabupaten Boyolali berdasarkan perspektif letak geografis dataran tinggi dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi survey, populasi seluruh siswa putra SLTA di Kabupaten Boyolali yang jumlahnya tak terhingga. Sampel di ambil dengan teknik Purposive Sampling sejumlah 15 siswa dari SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali dan 15 siswa dari SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali. Teknik pengumpulan data menggunakan satu rangkaian tes yaitu Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang terdiri  dari 5 item, yaitu : Lari 60 meter, Tes Angakat tubuh, Tes Baring duduk, Tes Loncat Tegak, Tes Lari 1200 meter. Teknik analisis data yang di gunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif. Berdasar hasil penelitian dapat di simpulkan : terdapat 0 anak (0%) diklasifikasikan tingkat kebugaran jasmaninya sangat baik, 1 anak (6.7%) tingkat kebugaran jasmaninya berada pada kategori baik, 5 anak (33.3 %) tingkat kebugaran jasmaninya sedang, 6 anak (40%) tingkat kebugaran jasmaninya pada kategori kurang dan 3 anak (20%) tingkat kebugaran jasmaninya pada kategori kurang sekali. Sedangkan Hasil tes kebugaran dari SMA N 1 Ngemplak adalah sebagai berikut : terdapat 0 anak (0%) diklasifikasikan tingkat kebugaran jasmaninya sangat baik, 1 anak (7%) tingkat kebugaran jasmaninya berada pada kategori baik, 4 anak (27%) tingkat kebugaran jasmaninya sedang, 6 anak (40%) tingkat kebugaran jasmaninya pada kategori kurang dan 4 anak (27%) tingkat kebugaran jasmaninya pada kategori kurang sekali. Dari data diatas maka dapat disimpulkan bahwa siswa di dataran tinggi memiliki tingkat kebugaran jasmani lebih baik dibanding siswa di dataran rendah, hal ini dibuktikan dengan hasil tes yang menunjukkan bahwa pada kedua sekolah, siswa dalam kategori kurang sama-sama berjumlah 40%, namun untuk siswa dalam kategori kurang sekali lebih banyak pada siswa di dataran rendah dengan hasil 27% sedangkan siswa di dataran tinggi menunjukkan hasil 20%. Untuk siswa dalam kategori baik sampai dengan baik sekali pada siswa dataran rendah menunjukkan angka 34% sedangkan siswa di dataran tinggi menunjukkan angka 40%.