Claim Missing Document
Check
Articles

PERAWATAN WAJAH BERBAHAN MASKER HERBAL DAUN PEPAYA DAN JAGUNG UNTUK USIA 20 - 50 TAHUN Setyowati, Erna
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16668

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya membawa pengaruh besar terhadap produk kosmetik terutama kosmetika modern seperti masker. Masker sebagai salah satu bahan perawatan wajah yang merupakan ritual untuk menghasilkan wajah cantik alami, banyak produk masker dipasar dengan pemakaiannya sangat mudah, praktis walau mahal, namun memiliki efek samping yang sangat membahayakan kulit wajah. Masyarakat masih banyak beranggapan merawat wajah dengan bahan alami lebih aman, namun tidak semua bahan alami seperti lemon, bawang putih, telur mentah dapat merusak wajah. Alternatif aman untuk mencerahkan, mengencangkan dan mengurangi noda bekas jerawat dari bahan herbal daun pepaya dan jagung yang dibuat masker. Tujuan penelitian ini : 1). mengetahui validitas masker herbal daun pepaya dan jagung, 2). mengetahui jenis kulit wajah usia 20 – 50 tahun yang cocok menggunakan masker daun pepaya dan jagung. Obyek penelitian adalah masker daun pepaya dan jagung dan subyek penelitian yaitu kelompok I remaja usia 20- 25 dan kelompok II usia 30-50 dengan 4 jenis kulit. Metode pengumpulan data yaitu observasi, eksperimen dan dokumentasi serta analisis menggunakan varian klasifikasi tunggal. Hasil penelitian membuktikan  daun pepaya dan jagung dinyatakan valid sebagai masker wajah berdasar uji indrawi rata-rata 3,38 ( warna, tekstur, aroma dan hasil ) dan laboratorium rata-rata 7,37%. Simpulan : 1). masker berbahan herbal daun pepaya dan jagung valid dapat digunakan sebagai masker untuk semua jenis kulit wajah. 2). Masker daun pepaya dan jagung paling cocok digunakan untuk kulit wajah berminyak untuk dua kelompok.
PENDIDIKAN BUDI PEKERTI MENJADI MATA PELAJARAN DI SEKOLAH Setyowati, Erna
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 38, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v38i2.487

Abstract

The globalisation era influences the shift in moral values and students'behavior. This is reinforced with the the fast growing informational technology whichdevelops in a matter of seconds.As a result, negative foreign culture is easily absorbedwithout a sufficient filter. Today what happens at one part of the world can be directlymonitored from other parts of the world. In the globalization, students think critically.The border of moral values is very slight. The example from biraucrats is regardedpoor. There are many vulgar moral values exposed to young generations. Theexposure has a negative risk for the students. This condition becomes a quite fatalweak point for educators to implant good conduct at schools and homes. The goodconducts education at schools is stepping backward. Emphirically teachers hardlyever teach good conducts at schools. Students behaved impolitely to teachers anddespised their peers. This is because good conducts as a subject which standsindependently from other subjects does not exist. The subject was integrated into twosubjects: civics and religion education. However, this is regarded as a failure. Thesubject still fails even when it was integrated with mathematics, science, socialscience, arts, Indonesian, and physical education. Good conducts should be includedin the curriculum as an independent subject. The assessment should emphasize theability to apply good conducts in every day life.Kata kunci : pendidikan budi pekerti, sekolah, dan etika
Efektivitas Penggunaan Pola Kombinasi Dalam Pembuatan Busana Pesta Siswa Tata Busana SMK Syafi’i Akrom Pekalongan NISA, GHOSWATUN; Setyowati, Erna; Musdalifah, Musdalifah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i1.6421

Abstract

Pembuatan  busana  pesta  merupakan  salah  satu  mata  pelajaran program produktif. Pada proses pembuatannya menggunakan pola konstruksi, namun hasilnya kurang memuaskan, belum sesuai dengan disain dan waktu pengerjaan yang realtif lama, jadi dimungkinkan lebih efektif menggunakan pola kombinasi, yaitu pembuatan pola yang dibuat menggunakan sistem konstruksi diatas kertas kemudian model yang rumit dibuat dengan sistem draping yang langsung dikerjakan pada dress form.  Tujuan  penelitian  ini  1)Mengetahui  efektivitas  penggunaan  pola  kombinasi dalam  pembuatan  busana  pesta  siswa  SMK  Syafi’i  Akrom  Pekalongan  dan,2)Mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaan pola kombinasi dalam pembuatan busana pesta siswa SMK Syafi’i Akrom pekalongan. Populasi dalam penelitian ini  adalah siswa kelas XI SMK Syafi’i Akrom Pekalongan sejumlah 39 siswa.   Teknik   pengambilan   sampel   yaitu   dengan   total   sampling.   Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes dan dokumentasi. Metode analisis  data  menggunakan  deskriptif  persentase.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa   penggunaan   pola   kombinasi   lebih   efektif   jika   dibandingkan   dengan penggunaan pola konstruksi. Hal ini berdasarkan hasil dari praktek siswa pada pembuatan busana pesta yang menggunakan pola kombinasi mencapai   87,40% dalam kategori sangat tinggi, sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan pola konstruksi diperoleh 79,39% dalam kategori tinggi. Simpulan pada penelitian menunjukkan  Penggunaan pola kombinasi  lebih  efektif dibandingkan penggunaan pola konstruksi pada pembuatan busana pesta siswa SMK Syafi’i Akrom Pekalongan. Besarnya efektivitas penggunaan pola kombinasi dalam kategori sangat tinggi pada pembuatan busana pesta siswa SMK Syafi’i Akrom Pekalongan, sedangkan pola konstruksi sebagai kontrol termasuk kategori tinggi. Saran, untuk guru praktek diharapkan  menerapkan  pola  kombinasi  pada  pembelajaran  pembuatan  busana pesta, karena dengan menggunakan pola kombinasi hasil busana lebih baik dan waktu lebih efektif. Kekurangan dari pola kombinasi adalah pada saat pembuatan pola draping karena langsung menggunakan bahan utama, jika terjadi kesalahan berdampak langsung pada biaya, maka perlu kecermatan pada siswa dan guru dalam membuat pola kombinasi. Pada penggunaan pola kombinasi dengan model backless sebaiknya pada bagian lipit tengah muka di beri kupnat, sehingga jatuhnya lipit lebih baik.
EFEKTIVITAS LULUSAN PELATIHAN TATA KECANTIKAN DI BLK KOTA SEMARANG SESUAI BIDANG YANG DILATIH TAHUN 2017 Zahro, Ismiatu; Setyowati, Erna
Beauty and Beauty Health Education Vol 9 No 1 (2020): March 2020
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bbhe.v9i1.36092

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin canggih belum menjadi tolak ukur kesejahteraan, tingkat keberhasilan masyarakat terbukti masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. yang disebabkan karena kurangnya keterampilan yang kompetensi dibidangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lulusan pelatihan tata kecantikan di BLK Kota Semarang sesuai bidang yang dilatih tahun 2017. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif non eksperimental. Teknik pengambilan data menggunakan survei, angket, dokumentasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah lulusan tata kecantikan di BLK Kota Semarang tahun 2017 yang berjumlah 32 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata penilaian pada variabel Balai Latihan Kerja mendapatkan nilai 91,08% dengan kriteria sangat sesuai. Variabel peserta pelatihan mendapatkan nilai 85,31% dengan kriteria sangat sesuai. Variabel lulusan mendapatkan nilai 87,29% dengan kriteria sangat sesuai. Simpulan dari penelitian ini yaitu mayoritas lulusan pelatihan tata kecantikan di Balai Latihan Kerja Kota Semarang tahun 2017 efektivitas nya sudah baik dan sesuai dengan bidangnya yang dilatih. Kata kunci: Efektivitas, Pelatihan Tata Kecantikan, Balai Latihan Kerja
KELAYAKAN MODUL PERAWATAN RAMBUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK TATA KECANTIKAN Wati, Nunik Mega; Setyowati, Erna; Krisnawati, Maria
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i2.10991

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui validitas dan kelayakan modul perawatan rambut untuk meningkatakan hasil belajar siswa SMK Tata Kecantikan. Metode penelitian ini adalah Research and Development eksperimen. Teknik pengambilan sampel adalah purpose sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah modul perawatan rambut. Variabel terikat penelitian ini adalah kelayakan modul perawatan rambut. Analisis data menggunakan mean dan deskriptife persentase. Hasil validitas modul oleh ahli rata-rata sebesar 84,19%. Peningkatan hasil belajar aspek kognitif rata-rata pretest 59,67 dan posttest 80,17, aspek afektif rata-rata sebesar 82,42, aspek psikomotorik rata-rata sebesar 81,77 sehingga rata-rata dari hasil belajar siswa 76,01. Tanggapan siswa diperoleh 81,01% dan penilaian dari guru diperoleh 96,42% sehingga modul perawatan rambut layak digunakan untuk meningkatan hasil belajar siswa SMK Tata Kecantikan.
KELAYAKAN PRODUK BEDAK DINGIN DARI AMPAS SUSU KEDELAI UNTUK MELEMBABKAN KULIT WAJAH Pramudya, Zulfa Diah; Krisnawati, Maria; Setyowati, Erna; Widowati, Trisnani
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i2.12104

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan kelayakan bedak dingin dari ampas susu kedelai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penilaian validasi produk oleh validator produk memiliki rata-rata 78% dengan kriteria layak. Hasil tingkat kesukaan memiliki rata-rata 77% dengan kriteria suka. Pada uji inderawi menunjukkan nilai rata-rata 82% dengan kriteria berkualitas sangat baik. Simpulan dari penelitian adalah produk bedak dingin dari ampas susu kedelai dinyatakan valid oleh validator produk serta melalui uji laboratorium, uji kesukaan, dan uji inderawi dan produk bedak dingin dari ampas susu kedelai dinyatakan layak digunakan dan berpengaruh setelah dilakukan uji klinis oleh panelis.
IbM KELOMPOK USAHA RUMAH TANGGA BORDIR DENGAN TEKNIK DESAIN BORDIR BERBASIS KOMPUTER Murnomo, Agus; Setyowati, Erna; Andrasto, Tatyantoro
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 14, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v14i1.7715

Abstract

In some sub-district in Semarang ubiquitous home household industry in the field of embroidery fabrics and the like, although quite large in number and spread out, but the existing potential has not been developed to the maximum. From field observations of potential home household scale industries in the field of embroidery in the area of Semarang has not been touched by technological advances design by utilizing IT (computer) and software applications to enrich the embroidery design. Based on surveys and direct interviews in several home industries in the field of embroidery are scattered in the region Semarang, that the problems faced can be grouped into three aspects, namely the facilities improvement of HR (human resources) that is knowledgeable about technology upgrading areas of the embroidery design, facilities and equipment, and management production in the field of embroidery where all three aspects are interrelated. This activity aims to answer the problems that exist, namely the training and tutorials embroidery design techniques with computer technology and its application. Improve the manufacturing facilities in the form of embroidery designs embroidery design software applications and the software application tool. Target outcomes that could result from this activity are: 1) Meyelenggarakan training and tutorials on the techniques of embroidery designs with computer technology, 2) Generate a variety of design styles of embroidery rocky computers, 3) pattern model of business management field of the embroidery professionally managed which can improve product in quality and quantity, 4) Improving synergies between universities and the business community in Semarang, 5) Resulting scientific articles in national journals in the context of publication of the results of activitie.
PENGELOLAAN UNIT PRODUKSI SANGGAR BUSANA DALAM UPAYA MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA Sari, Agustina Nurlita; Achmad, Uchiyah; Setyowati, Erna
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.198

Abstract

AbstractUnit Produksi merupakan suatu sarana pembelajaran berwirausaha bagi siswa dan guru serta memberi dukungan operasional sekolah. Siswa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, rapi, dan berkualitas menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri. Dengan modal yang mereka dapat selama di sekolah diharapkan siswa mempunyai gambaran tentang suatu usaha dibidang busana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan unit produksi sanggar busana dan bagaimana upaya menumbuhkan jiwa wirausaha siswa di SMK N 3 Purwokerto. Pengumpulan data menggunakan metode angket, dokumentasi, observasi; sedangkan data dianalisis menggunakan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan unit sanggar busana termasuk dalam kategori baik, hal ini dapat dilihat pada aspek perencanaan, organisasi dan pelaksanaan dan pengawasan secara keseluruhan termasuk dalam kategori baik. Pengelolaan yang baik tersebut dapat digunakan oleh para siswa untuk belajar berwirausaha dibidang busana dan mengetahui gambaran pengelolaan usaha, terutama di bidang busana.Kesimpulannya bahwa pengelolaan unit produksi sanggar busana di SMK N 3 Purwokerto, termasuk dalam kategori baik. Demikian halnya, upaya menumbuhkan jiwa wirausaha juga termasuk dalam kategori baik. Hal ini terlihat dari minat siswa yang melakukan praktek kerja di unit produksi.Production Unit is a means of learning entrepreneurship for students and teachers as well as provide operational support for schools. Students completing the job quickly, neatly, and qualified to open their own business. With the capital that they can during the school expected students to have a picture of a business in fashion. This study aims to determine how the management of studio production unit of clothing and how the management of the production unit fashion studio in an effort to foster the entrepreneurial spirit of students at SMK N 3 Navan. Data collected by the questionnaire method , documentation, observation. Data were analyzed using linear regression. The results showed that the management of the studio units are included in the good category in aspects of planning, organization and implementation. Overall supervision is included in either category. Good management can be used by students to study entrepreneurship in fashion and know the description of business management, particularly in the management of production. Result shown fashion studio in SMK N 3 Navan, included in either category. Similarly, efforts to foster the entrepreneurial spirit is also included in either category. It is seen from the interest of the students who perform work practices in the production unit.
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PRAKERIN DI SEKOLAH DAN DI BUTIK Lestari, Rina Puji; Setyowati, Erna; -, Musdalifah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v1i1.203

Abstract

AbstractProgram prakerin disusun dengan menyesuaikan peraturan antara sekolah dan industri. Pelaksanaan prakerin di SMK N 1 Tengaran dilaksanakan di 2 tempat yaitu industri (butik) dan sekolah. Asumsi sementara prakerin di sekolah lebih efektif karena guru mengawasi secara langsung. Penilaian parakerin di sekolah dilakukan oleh guru dan mengacu pada kurikulum, sedangkan di butik dilakukan oleh pemilik butik dan mengacu pada kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan prakerin di sekolah dan di butik, serta untuk mengetahui seberapa besar efektifitas pelaksanaan prakerin di sekolah dan di butik pada siswa kelas XI SMK N 1 Tengaran. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMK N 1 Tengaran dengan jumlah 115, dengan sampel penelitian berjumlah 66. Hasil uji analisis perbandingan persentase rata-rata data prakerin di butik sebesar 81,25%, sedangkan prakerin di sekolah sebesar 74,14% kategori. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan prakerin di butik lebih efektif dibandingkan prakerin di sekolah. Besarnya efektifitas pelaksanaan prakerin di butik termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan prakerin di sekolah termasuk dalam kategori baik.Prakerin Program arranged by adjusting between schools and industry regulations. Implementation Prakerin at SMK N 1 held in two places, namely industry (boutique) and the school. Assumptions states that at school Prakerin more effective because teachers supervise directly. Prakerin Assesment conducted by teachers in schools and referred to the curriculum, while at the boutique by boutique owners and referring to consumer satisfaction. This study aims to determine the effectiveness of Prakerin in school and in the boutique, as well as to find out how effectively implementation of Prakerin in schools and at boutiques for class XI student at SMK N 1 . Data were collected by observation, interviews, questionnaires, and documentation. The study population was 115 student class XI SMK N 1 with 66 sample. Comparative analysis average of percentage of data on the boutiques is 81.25%, while in school is 74.14% . Based on the research results can be concluded that the implementation Prakerin in the boutique more effective than at school. Implementation Prakerin in the boutique included in the excellent category, while in school Prakerin included in either category.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN PROYEK MATA PELAJARAN DASAR TEKNOLOGI MENJAHIT SISWA SMK TATA BUSANA Puspita, Dita; Setyowati, Erna
Fashion and Fashion Education Journal Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v4i1.7767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan seberapa besar efektivitas metode pembelajaran proyek  pada mata pelajaran dasar teknologi menjahit siswa kelas X tata busana di SMK Negeri 1 Ampelgading. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji t. Hasil uji rata-rata posttest 2 kelas sampel diperoleh thitung = 11,72 sedangkan ttabel = 1,99, karena thitung > ttabel (11,72>1,99), dapat diartikan bahwa Ha yang berbunyi metode pembelajaran proyek pada mata pelajaran dasar teknologi menjahit efektif meningkatkan hasil belajar siswa kelas X tata busana SMK Negeri 1 Ampelgading diterima. Hasil perhitungan gain diperoleh sebesar 0.53 atau 53% dan termasuk dalam kriteria sedang.This study aims to determine the effectiveness and how much the effectiveness of teaching methods project on basic subjects sewing technology class X dressmaking at SMK Negeri 1 Ampelgading. System of data collection method using the test method , observation and documentation, while the analysis of the data using the t test. The test results mean posttest 2 grade samples obtained tcount = 11,72 while ttable = 1.99, because tcount > ttable (11,72> 1.99), can be interpreted that the learning method that reads Ha project on the basis of technology subjects sew effectively improve the results of class X student of fashion SMK Negeri 1 Ampelgading accepted. The results obtained for the calculation of gain of 0.53 or 53% and is included in the criteria are.
Co-Authors Achmadi, Taofan Ali Ade Novi Nurul Ihsani Adhi Kusumastuti Afifah, Indah Indi Afifah, Nawar Syadza Agus Murnomo Agusman, Ferdinan Agustin, Eny Widhia Agustina Nurlita Sari, Agustina Nurlita Alif Syaiful Huda Ana Setyandari Andy Saputra Anik Sugiyarningsih, Anik Bagus Aji Tri Afandi Billa, Salwa Salsa Catur Kusuma Wardani, Alvi Chatarina Umbul Wahyuni Danang Kastowo Dita Puspita, Dita Donna yasyfi Dwi Rahmawati, Ninda Yulia Endang Eko Djati Setiawati Eny Widhia Agustin Fitri Wulansari, Rizaro Fivi Ananda Amellya Putri GHOSWATUN NISA, GHOSWATUN Gilang Adi Sasongko Handayani, Artri Damai Hermastuti, Rura Vella Ike Anisa Indrian, Yulanda Krisna Rendi Awalludin Maghfiroh, Anik Maria Krisnawati Maulana Rizki Anwar, Fawas Meitri Widya Milawati, Maida Mochammad Imron Awalludin Musdalifah -, Musdalifah Musdalifah Musdalifah Na:am, Muh Fakhrihun Natasha Shella Putri Nggeradepas, Juvento Kelly Nila Surya Atmaja, Nila Surya Nining Riana Sari, Nining Riana Nissa, Syafira Rizky Panjaitan, Rosinta Pramudya, Zulfa Diah Pratiwi, Ulfa Mawaddah Presticia, Keke Rahman Hidayat, Alfian Rayhan, Ahmed Rika Nurcahyani Rina Puji Lestari, Rina Puji Rohmatul Ummah Siti Nur Aisyah Solly Aryza Sri Haryanti Sudarni, Ajeng Rahma Sukasih Ratna Widayanti syafiqoh, Dzi Syafiqoh Tatyantoro Andrasto Trisnani Widowati, Trisnani Tumangger, Mia Hafizah Uchiyah Achmad Ucik Intan Sholeha Umi Sholihah Wati, Nunik Mega Wifqi Auliana Ahmad Yunika Niken Wulandari, Yunika Niken Zahro, Ismiatu Zalfa Adhiba, Lingga