Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STUDI PROFIL PENGGUNAAN OBAT, SUPPLEMENT KESEHATAN DAN BAHAN ALAM PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020 Jelly Permatasari; Deny Sutrisno; Retno Agustia Ningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i4.10740

Abstract

Pada awal 2020, seluruh dunia digemparkan dengan adanya kejadian infeksi virus, Virus tersebut bernama Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Di provinsi Jambi terdapat 1.149 kasus yang terkonfirmasi COVID-19. Upaya yang dilakukan untuk menangani Covid-19 yaitumeningkatkan imunitas dengan memanfaatkan bahan alam seperti temulawak, jahe, sambiloto, jambu biji, dan kunyit. Bahan tersebut dapat digunakan dengan cara diolah dengan baik dan benar sehingga bermanfaat untuk meningkatkan respon imun dan daya tahan tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil penggunaan obat, supplement kesehatan dan bahan alam yang digunakan masyarakat di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi dalam menghadapi pandemi covid-19. Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif, pengumpulan data menggunakan data yang diperoleh dari lembar wawancara berisi pertanyaan yang dilakukan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi lebih banyak memanfaatkan bahan alam jahe (26%), kunyit (20%), temulawak (23%), serai (19%), dan jambu biji (12%) dengan jumlah terbanyak 65 orang dibandingkan dengan penggunaan obat paracetamol (41%), OBH (22%), bodrex (17%), komix (12%), sanmol (8%) dengan jumlah 59 orang dan penggunaan supplement vitacimin (43%), imboost (26%), CDR (31%) dengan jumlah 62 orang. Kesimpulan dari 387 responden, masyarakat di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi terbanyak memanfaatkan bahan alam sebanyak 65 orang, di bandingkan penggunaan obat 59 orang dan supplement kesehatan 62 orang.
Sediaan Granul Effervescent Dari Sari Buah Pepaya (Carica papaya L) Jelly Permatasari; Uce Lestari; Prago Kaipur
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.197 KB) | DOI: 10.30644/rik.v7i1.126

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Zaman yang semakin modern pola pikir masyarakat lebih senang akan sesuatu yang praktis, dikarenakan aktivitas masyarakat yang sangat padat yang menyebabkan masyarakat lupa dalam menjaga kebutuhan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Umumnya masyarakat lebih senang mengkonsumsi yang serba instan, baik makanan atau minuman. Makanan atau minuman tersebut terkadang hanya memiliki sedikit vitamin yang dibutuhkan tubuh. Buah pepaya (Carica papaya L) merupakan sumber yang kaya akan nutrisi seperti, provitamin A, karotenoid, vitamin C, vitamin B, likopen, mineral diet dan serat makanan. Salah satu alternatif yang baru dalam meningkatkan konsumsi buah pepaya adalah dalam bentuk sediaan granul effervescent instan. Metode : Pada buah pepaya dirancang formula granul effervescent menjadi 3 formula yaitu F1, F2, dan F3 dilakukan proses juicer di dapatkan sari buah pepaya ditambahkan maltodekstrin menghasilkan serbuk, dilakukan 2 fase yaitu fase asam dan fase basa didapatkan granul fase asam dan granul fase basa, setelah itu kedua granul dicampurkan menghasilkan granul effervescent. Hasil : Hasil dari uji dapat di simpulkan bahwa pada formula 3 dan 2 granul effervescent sari buah pepaya memberikan evaluasi yang lebih baik di bandingkan formula 1. Formula 3 menjadi formula granul effevescent sari buah pepaya yang paling disukai konsumen karena memiliki bau yang khas. Kesimpulan : Sari Buah Pepaya dapat diformulasi menjadi sediaan granul Effervescent. Kata Kunci : Carica papaya L, Granul effervescent, Juicer. ABSTRACT Introduction : The modern the mindset for the community was happy to be something that was practical , because of the high that the community forget in maintaining the needs of vitamins and nutrition needed body .Generally the community prefer to consume in an instant , good food or drink .Food or drink is sometimes had few vitamin needed body. Papaya fruit ( carica papaya l ) is a source of rich in nutrients as, provitamin a, carotenoid, vitamin c, vitamin b, lycopene, mineral diet and fibers food. One alternative new in fruit of the papaw increase consumption is in the form of preparations effervescent instant granule. Methoda : One fruit pepaya designed formula granule effervescent be 3 formula that f1 , f2 , and f3 done process juicer obtained juice pepaya added maltodekstrin produce of , conducted 2 phase namely the acid and the bases obtained granule phase acid and granule the bases , after both granule get mixed produce granule. Result : The results of the can be concluded that in formula 3 and 2 granule effervescent juice evaluation pepaya provide better compare formula 1. Formulas 3 be formula granule effevescent juice pepaya most favored consumers having a peculiar smell. Conclution : Papaya Fruit Essence can be formulated into EfferVescent granule preparations. Keyword : Carica papaya L, Granul effervescent, Juicer.
Penyuluhan PHBS Dalam Mewujudkan Masyarakat Dusun Talang Parit Peduli Akan Kesehatan Jelly Permatasari; Gusnawangti Gusnawangti; Dika Febrina Safitri; Fildzah Luthfia; Devi Orlanda; Marta Ariani; Maratus Sholeha; Putri Amelia; Fitriah Fitriah
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.295 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v1i1.194

Abstract

Perilaku Hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap orang. Hidup sehat merupakan hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari konsentrasi kerja, kesehatan dan kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga. Kondisi sehat tidak serta merta terjadi, tetapi harus senantiasa diupayakan dari yang tidak sehat menjadi hidup yang sehat serta menciptakan lingkungan yang sehat.Rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat dapat terwujud apabila ada keinginan, kemauan dan kemampuan para pengambil keputusan dan lintas sector terkait agar Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).Perilaku merupakan wujud tindakan seseorang berdasarkan pemahaman dan kemauan terhadap sesuatu yang dihadapi. Sedangkan lingkungan merupakan wahana dimana mahkluk dapat bertahan dan berkembang biak. Upaya ini harus dimulai dari menanamkan pola pikir sehat kepada masyarakat yang harus dimulai dan diusahakn oleh diri sendiri. Upaya ini adalah untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya sebagai satu investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif.Sementara itu, masyarakat Talang Parit kurang kesadaran akan kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat. Untuk itu pemberian penyuluhan terkait Perilaku Hidup bersih dan Sehat diharapkan dapat menjadi upaya menyadarkan masyarakat Talang Parit akan pentingnya melakukan upaya Perilaku Hidup bersih sehat dalam merealisasikannya sehingga bisa terwujud masyarakat yang peduli sehat
Evaluasi Kepatuhan Pasien Hipertensi Lanjut Usia Melalui Home Pharmacy Care Di WilayahKerja Puskesmas Paal V Jambi Jelly Permatasari; Rasmala Dewi; Nilfa Yanti Kartini Tampubolon
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 2 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v7i2.145

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi termasuk penyakit the silent killer yang merupakan suatu faktor resiko utama dari penyakit jantung dan stroke. Penyakit pada lanjut usia biasanya bersifat kronis. Home pharmacy care dapat meningkatkan kepatuhan pasien sehingga meningkatkan kualitas hidup dan tingkat kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini untuk evaluasi kepatuhan pasien hipertensi lanjut usia melalui home pharmacy care di wilayah kerja Puskesmas Paal V Jambi. Metode : Penelitian ini merupakan observasional analisis dengan pengambilan sampel secara purposive sampling pada pasien rawat jalan di Puskesmas Paal V Jambi dengan kriteria inklusi sebanyak 60 pasien. Kepatuhan pasien diukur menggunakan kuesioner Modifikasi Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) untuk menilai kepatuhan terapi, data dianalisis secara statistik mengunakan SPSS. Hasil : Dari uji Wilcoxon diperoleh nilai Significancy 0,000 (p < 0,05) yang artinya didapatkan ada pengaruh dilakukan home pharmacy care terhadap responden pasien hipertensi lanjut usia baik sebelum dan sesudah dilakukannya home pharmacy care. Dari uji Spearman Rho diperoleh nilai significancy p > 0,05 pada kepatuhan terhadap tekanan darah sistol dan diastol yang artinya tidak ada hubungan antara kepatuhan dengan tekanan darah sistol dantekanan darah diastol pasien hipertensi lanjut usia di wilayah Kerja Puskesmas Paal V Jambi. Kesimpulan : Adanya pengaruh home pharmacy care terhadap kepatuhan dan tekanan darah sehingga meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Paal V Jambi. Background : Hypertension includes the silent killer disease which is a major risk factor for heart disease and stroke. The elderly disease is usually chronic. Home pharmacy care can improve patient compliance so as to improve the quality of life and cure rate of patients. The purpose of this study was to evaluate the compliance of elderly hypertension patients through home pharmacy care in the Paal V Jambi Puskesmas work area. Method : This study was an observational analysis with purposive sampling on outpatients at Paal V Jambi Health Center with inclusion criteria of 60 patients. Patient compliance was measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) Modification questionnaire to assess therapy adherence, data were analyzed statistically using SPSS. Results : From the Wilcoxon test, the Significant value was 0,000 (p < 0,05) which means that there was an effect of home pharmacy care on the respondents of elderly hypertension patients both before and after doing home pharmacy care. From the Spearman Rho test, there was a significance value of p > 0.05 in adherence to systole and diastolic blood pressure, which means that there was no relationship between adherence to systolic blood pressure and diastolic blood pressure in elderly hypertensive patients in the Paal V Jambi Health Center. Conclusion : the influence of home pharmacy care on adherence and blood pressure thus increasing the compliance of elderly hypertension patients in the Paal V Jambi Health Center work area.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA SINTESIS DIBUTIL TIMAH (IV) N-ETIL-O-TOLUIDIN DITIOKARBAMAT TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN SALMONELLA TYPHI Mukhlis Sanuddin; Jelly Permatasari; Halimatussa’diyah Halimatussa’diyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21371

Abstract

Pengobatan antibiotik banyak digunakan dikalangan masyarakat untuk pengobatan infeksi bakteri, jika salah dalam penggunaanya antibiotik tersebut akan mengakibatkan resistensi dan efek samping, maka diperlukan pengembangan antibiotik dari senyawa baru yang efektif dalam melawan bakteri serta mampu menghindari terjadinya resistensi antibiotik dengan menggunakan senyawa organotimah dengan ligan ditiokarbamat, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mensistesis dan mengetahui aktivitas antibakteri dari senyawa Dibutil Timah (IV) N-Etil-O-Toluidine Ditiokarbamat terhadap bakteri Staphylococcus Aureus dan Samonella Typhi, dengan menggunakan N-Etil-O­-Toluidine 0,02 mol, CS2 0,0mol dan logam 0,01 mol. Senyawa ini disintesis kemudian dilakukan identifikasi dengan metode FTIR dan NMR, selanjutnya uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode kertas cakram dengan konsentrasi 60 ppm, 80 ppm, dan 90 ppm. Hasil gugus fungsi senyawa dengan menggunakan FTIR didapatkan 1624,06 cm-1 (C=C), 2945,30 cm-1 (C-H), 997,20 cm-1 (C-S), 1295,16 cm-1 (C-N), 572,86 cm-1 (Sn-C), 418,55 cm-1 (Sn-S). Hasil analisa dari pengujian 1H NMR didapatkan 0,9662 – 0,9956 ppm (CH2), 5.1572-7.3766 (Aromatik) dan pengujian 13C didapatkan 14.0050 ppm (CH3), 26.5938 -41.8816 ppm (CH2), 60.516 ppm (CN) 202.3879 ppm (CS2). Hasil pengujian aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 90 ppm menghasilkan zona hambat paling besar dengan kategori sedang pada Salmonella Typhi 8,41 mm dan Staphylococcus Aiureus 12,58 mm dengan kategori kuat. Kesimpulan senyawa ini berhasil berhasil disintesis dan membentuk gambaran struktur senyawa kompleks serta mempunya aktivitas sebagai agen antibakteri dengan kategori sedang untuk Salmonella Typhi dan kuat untuk Staphylococcus.
Pengaruh Konseling Farmasis Terhadap Kualitas Hidup Pasien HIV/AIDS Di Poliklinik VCT RSUP Dr. M. Djamil padang jelly permatasari
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK HIV/AIDS adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh karena adanya virus HIV. Masih kurangnya pemahaman terkait pengobatan dan tata kelola penyakit, kehidupan sosial yang tidak mendukung serta melekatnya citra negatif akan mempengaruhi kesehatan mental maupun fisik pasien yang pada akhirnya menurunkan kualitas hidup. Konseling farmasis memberikan ruang untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan moril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling farmasis terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Merupakan penelitian quasi eksperimental, prospektif dan One group pretest-posttest design, kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-HIV Bref. Total responden sebanyak 124 diperoleh melalui purposive sampling dari pasien HIV/AIDS rawat jalan poliklinik RSUP Dr, M.Djamil Padang selama bulan Maret sampai Mei tahun 2016. Analisa data menggunakan Paired Sample T test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh konseling farmasis (p=0,00) terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Kata Kunci : AIDS, HIV, Konseling, Kualitas hidup
Kajian Literatur Interaksi Farmakokinetik Obat Golongan Statin dengan Golongan Antiretroviral Permatasari, Jelly; Soyata, Amelia; Fadhilah, Dila
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2304

Abstract

Interaksi obat adalah situasi dimana suatu zat mempengaruhi aktivitas obat, yaitu meningkatkan atau menurunkan efeknya, atau menghasilkan efek baru yang tidak diinginkan atau direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi farmakokinetik obat golongan statin dengan golongan antiretroviral.. Penelitian ini merupakan merupakan studi literature. Hasil dari penelitian ini dengan 4 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa obat golongan statin yang berinteraksi dengan obat antiretroviral, efek dari interaksi yang terjadi yaitu dapat terjadi peningkatan ataupun penurunan nilai AUC maupun Cmax. Adanya peningkatan kadar ini dapat menyebabkan toksisitas dan ketika terjadinya penurunan dapat mengakibatkan tidak tercapainya efek terapi, sehingga jika ingin diberikan bersamaan perlu dilakukan penyesuain dosis.Kata Kunci: Interaksi farmakokinetik, Golongan statin, Golongan antiretroviral.A drug interaction is a situation in which a substance affects the activity of a drug, i.e. increases or decreases its effect, or produces a new, unwanted or planned effect. This study aims to determine how the pharmacokinetic interactions of statin drugs with antiretroviral groups. This study is a literature study. The results of this study with 4 articles that meet the inclusion criteria. Based on the results of this study, it can be concluded that for statin drugs that interact with antiretroviral drugs, the effect of the interactions that occur is that there can be an increase or decrease in AUC and Cmax values. An increase in this level can cause toxicity and when a decrease occurs, it can result in not achieving the therapeutic effect, so if you want to give it simultaneously it is necessary to adjust the dose.Keywords: Pharmacokinetic interactions, statin group, antiretroviral group.Â