Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strengthening the Profile of Pancasila Students with Global Diversity at Learning Studio Sentul Malaysia Ambiro Puji Asmaroini; Sulton Sulton; Dian Kristiana; Shohenuddin Shohenuddin; Benjamin Laurentino Vaz
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 3 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i3.5078

Abstract

Sentul Learning Studio is a form of tutoring for undocumented migrant children to obtain an education. The ethnic and linguistic diversity enhances the profile of Pancasila students with global diversity, as teachers incorporate this into their teaching. This research aims to understand how teachers contribute to strengthening the Pancasila Global Diversity student profile in Malaysian learning centers. The study utilizes a qualitative research method. Research findings show that raising the profile of Pancasila students with global diversity involves understanding and valuing various cultures, engaging in intercultural communication during interactions, and reflecting on and taking responsibility for diverse experiences. Conclusion This research explores the implementation of the Merdeka Curriculum, which allows Pancasila education teachers at the Sentul Malaysia learning center to design student-tailored learning experiences. The center originally had 7 students, increasing to 13, 24, 37, and now 41 students, with 6 students currently inactive. The curriculum emphasizes global diversity competencies. Teachers integrate Indonesia's cultural heritage through activities such as traditional dances and games, including the Jathilan dance and the Ampar-Ampar Pisang folk song. Two students are fluent in Javanese and Indonesian. Activities such as celebrating Mother's Day and making crafts from recycled materials foster curiosity about Indonesian culture. Gymnastics and games with Indonesian roots such as Senam 123, Gemo Famire, and penguin gymnastics are also included. Learning the Jathilan dance, jumping rope, and making soybean tempeh exposes students to authentic Indonesian culture, fostering acceptance, appreciation, and a desire to learn.
PENGUATAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI UNTUK MAHASISWA Sulton Sulton; Sunarto Sunarto; Ardhana Januar Mahardhani
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v1i2.1002

Abstract

Pendidikan anti korupsi perlu ditanamkan kepada mahasiswa sebagai bentuk penguatan terhadap jatidiri dan komitmen positif sebagai warganegara yang baik. Perlu adanya pembiasaan dan penguatan melalui kegiatan di luar kelas sehingga pengalaman mahasiswa semakin banyak dan mampu untuk menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam rangka memberikan gambaran yang nyata terhadap implementasi anti korupsi di dalam pelaksanaan pemerintahan. Mahasiswa dalam kegiatan ini melaksanakan dua kegiatan yaitu melaksanakan audiensi dengan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dan audiensi langsung dengan masyarakat. Hasil yang didapatkan bahwa pendidikan anti korupsi perlu ditanamkan kepada mahasiswa secara berkelanjutan, baik melalui mata kuliah ataupun insersi dalam mata kuliah yang ada, selanjutnya mahasiswa juga perlu untuk melaksanakan pembelajaran langsung ke lapangan sehingga mereka memahami apa yang sedang ada di masyarakat dan dapat memberikan solusi atas permasalahan yang sedang terjadi.