Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Perjuangan Revolusioner Dakwah Nabi Muhammad Saw Di Jazirah Arab (Pendekatan Teori Perjuangan Klas Karl Marx) Sholihul Huda
Al Hikmah Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.675 KB) | DOI: 10.30651/ah.v6i2.6463

Abstract

Perubahan merupakan sebuah keniscayaan yang pasti terjadi di dalam sejarah manusia atau masyarakat. Pendorong perubahan sosial di masyarakat dilatari beragam faktor, ada faktor alam-sosial-agama-politik-ekonomi,budaya dan beragam actor, ada actor individu ataupun keloktif kelompok. Proses perubahan ada yang brsifat evolusi dan ada juga bersifat revolusi. Dan muara dari perubahan sosial ada yang bermuara pada consensus (perjanjian) dan bermuara perubahan total. Salah satu faktor terjadinya perubahan sosial adalah disebabkan karena terjadinya persaingan atau konflik untuk bertahan ataupun untuk merebut kekuasaan (baca: kuasa agama, sosiol, politik dan ekonomi). Perebutan atau konflik ini melibatkan dua kelompok (klas) yang saling berhadapan yaitu klas penindas (bahas Marx kaum Borjuis-pemodal) berhadapan dengan klas tertindas (bahasa Marx kaum Proletar). Tujuan dari konflik itu adalah adanya keinganan untuk saling menguasai (dominasi) dan mempengaruhi (hegemoni). Sehingga dari proses saling menguasi dan mengemoni ada yang menag dan ada yang kalah, dampak dari proses inilah kemudian melahirkan perubahan sosial, meminjam bahasa Marx Sejarah Manusia adalah Sejarah Perjuangan Klas. Maka untuk mengungkap teori Marx  pada kajian ini akan dibahas secara detail teori sosial-konflik Marx untuk digunakan membaca sejarah peradaban masyarakat Islam.
Filsafat Sistem dalam Studi Hukum Islam Prespektif Jasser Audah Sholihul Huda
Al Hikmah Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v8i1.13328

Abstract

Studi hukum Islam menjadi kajian menarik dan sangat dinamis dan hidup, maka selayaknya apabila terus dilakukan re-ijtihad. Re-ijtihad harus memperhatikan isu-isu kontemporer agar studi hukum Islam selalu adaptif dan solutif terhadap problematika kontemporer manusia yang cenderung melewati batas-batas kultur dan negara (nation) atau “globalisasi”. Isu globalisasi memilik dampak besar terhadap tata relasi dan problematika manusia, diantara problem tersebuat adalah: HAM, keadilan, toleransi, gender, korupsi, terorisme, illegal loging dan sabagainya. Untuk menjadikan studi hukum Islam selalu adaptif dan solutif terhadap problematika kontemporer, maka harus dilakukan rekonstruksi paradigma metodologi studi hukum Islam. Rekonstruksi tersebut tidak cukup hanya menggunakan perangkat ilmu-ilmu agama (ulumu ‘addin), namun harus melibatkan perangkat keilmuaan kontemporer semisal, filsafat, sosiologi, antropologi, psikologi, sejarah, ekonomi dan sebagainya. Hal itu menjadikan metodologi studi hukum Islam adaptif dan solutif, sehingga kajian studi hukum Islam semakin luas dan komperhensif, tidak terkesan “kolot”, stagnan dan “autis sosial”. Maka disinilah makna penting kajian yang ditawarkan oleh Jasser Auda yang melakukan rekonstruksi terhadap metodologi studi hukum Islam dengan pendekatan filsafat analisis sistem.
Fenomena Cadar Dalam Perspektif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Sholihul Huda; Iman Permadi
Al Hikmah Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.824 KB) | DOI: 10.30651/ah.v5i1.3341

Abstract

AbstractThere were two formulations of the problem to be examined in this thesis, namely: (1) What is the view of Muhammadiyah University of Surabaya students towards the purdah phenomenon? (2) How is the typology of views of Muhammadiyah University of Surabaya students in interpreting the purdah phenomenon?To answer the research, this study used qualitative research methods. Then, the data obtained are presented in a descriptive form and analyzed using the Phenomenology and Sociology of Knowledge theory. To map the thoughts of students of the Muhammadiyah University of Surabaya, researchers described the phenomenon of multicultural Islamic thought Nurcholish Madjid.From the results of this study, it was found that there are 3 types of views: (1) Islamic-Transformative views. This view is owned by 6 of the 14 informants. They have concerns and are responsive to various actual problems that occur in society. Fourth, having an orientation in an effort to realize the ideals of Islam and society with a vision of mercy for all nature. (2) Islamic-Normative views, which depart from texts that are written in the holy book of each religion to certain limits with their characteristics namely; literalist, textual or scriptualist. (3) Liberal Islam views represent 4 out of 14 informants trying to ground and rationalize understanding of Islamic doctrine as rational religion and elasticity. This view basically requires how Muslims should understand Islam comprehensively starting from the aspects of monotheism, sharia, muamalat and ethics. Keywords: Purdah Phenomenon, Perspective, Students of Muhammadiyah University Surabaya
Ragam Pendekatan Studi Islam Prespektif Richard C. Martin Sholihul Huda
Al Hikmah Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.15 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i1.8483

Abstract

Kajian Islam (Islamic Studies) di abad ke-19 dan 20 menemukan momentum “kebaruan” dan “penyegaran” baik dalam hal tema kajian maupun metodologi pendekatan. Perekembangan Islamic Studies disebabkan bahan kajian berupa literature teks dan tradisi komunitas Muslim dinamis, luas dan kaya, ditambah dengan persentuhan dengan kajian Barat dengan beragam metodologi, mulai dari pendekatan filsafat, sosiologis, antropologis, hermenutika, sejarah, filologi, dan kritik. Beragam pendekatan tersebut tentu menjadikan perubahan luar biasa pada Islamic Studies pada Studi Agama (Religions Studies) dan para sarjana luar “Outsider” (Orientalis) dan sarjana dalam “insider” (Muslim) dalam memahami Islam dan tradisinya. Pada awalnya sarjana luar (Orientalis) melakukan kajian Islam sering menempatkan Islam pada posisi distorsi dan prasangka (peyoratif) politik dan sebagainya, sehingga image Islam selalu jelek, jadul, dan berbahaya. Berawal dari ini kemudian Richard C martin berusaha untuk menjebatani jurang tersebut dengan menerbitkan buku dengan judul “Approach to Islam in Religious Studies”, (Pendekatan Kajian Islam dalam Studi Agama) buku tersebut hasil sutingan dari beberepa esai atau artikel dari sumber pemikiran para Islamiss dan sarjana Muslim yang banyak mengulas tema kajian Islam dan beragam pendekatan dalam kajian Islam. Dari latar tersebut, maka tujuan kajian ini adalah fokus pada mendiskripsikan sistematika pendekatan kajian Islam dan mendiskripsikan pendekatan metodologi kajian Islam dalam studi agama (religions studies) dalam karya Richard C Martin Approach to Islam in Religious Studies.
Membaca Keagamaan Pelacur dalam Teori Dramaturgi Sholihul Huda
Al Hikmah Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.119 KB) | DOI: 10.30651/ah.v3i2.1047

Abstract

Dunia panggung sandiwara, penggalan lagu ini tepat untuk menggambarkan konstruksi sosial kehidupan masyarakat kita. Dimana dalam kehidupan kita sebenarnya mendapatkan peran masing-masing yang harus dapat diperankan dihadapan orang lain. Peran tersebut begitu beragam sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan masing-masing masyarakat, ada peran politik, peran sosial, peran ekonomi, peran agama, peran budaya dll. Peran dalam kehidupan di masyarakat tidak selamanya sesuai keinginan atau harapan dan terkadang juga tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk mendapatkan makna dari realitas yang serba timpang antara tampilan atau peran depan dengan tampilan peran belakang dalam kehiduapn sosial kita, maka alat analisa (baca) yang tepat adalah menggunakan teori dramaturgi. Maka pada tulisan di bawah ini akan di jelaskan secara menyeluruh terkait apa dan bagaimana mengaplikasikan teori dramaturgi, seperti dalam membaca keagamaan pelacur di masyarakat.Kata kunci: Teori Dramaturgi, Keagamaan Pelacur
Digitalisasi Dakwah Muhammadiyah: Reaktulisasi Pola Baru Dakwah Muhammadiyah Era Kontemporer Sholihul Huda
Al Hikmah Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v9i1.17630

Abstract

Istilah digitalisasi muncul ke permukaan ketika teknologi mulai berkembang dan dengan didukung oleh unsur-unsur ini yakni adanya jaringan (internet) kemudian ada aplikasi yang digunakan dan didukung dengan pengguna, terkadang pengguna jaringan terlena oleh dunia maya ini. Sehingga dia merasa bebas dan menjadi berekspresi hingga tak jarang Ia orang lain selain dirinya di dunia nyata. Sebuah survei menyatakan pengguna media sosial terbanyak di dunia di antaranya ialah negara Indonesia. Citra sopan di dunia nyata namun terkadang barbanding sebaliknya di dunia maya (medsos). Dengan demikian tantangan dalam berdakwah juga semakin bertambah yang awalnya sebatas sosial kultural, politik, dan kemudian ditambah dengan morality error di medsos. Adapun penelitian ini guna mengkaji sekaligus mencari sebuah kesimpulan mengenai peran digitalisasi dakwah itu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis pustaka. Berdakwah merupakan sebuah keharusan yang bisa dilakukan siapa saja namun dalam melakukan kewajiban tersebut, beberapa hal haruslah terpenuhi seperti pengetahuan, baik itu pengetahuan ilmu agama maupun ilmiah serta karakter individu yang menjadi sasaran dakwah. Juga perlunya menyiapkan kader literasi media. Kerangka tersebut dapat dicetak melalui kerjasama Majelis Pendidikan Kader dan Majelis Pustaka Informasi.
PRAKSIS MODERASI BERAGAMA BERBASIS KEARIFAN LOKAL: STUDI KASUS PADA KAMPUNG “PANCASILA” DI DESA BALUN KABUPATEN LAMONGAN Sholihul Huda
Al Hikmah Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v9i2.20891

Abstract

Tuisan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran peta pemikiran aktivis mahasiswa di Lamongan Indonesia terhadap gerakan Islam radikal (ISIS). Gerakan ISIS menjadi fenomena internasional dan nasional yang banyak dikecam oleh masyarakat. Kecaman tersebut disebabkan aksi dakwah yang digunakan dengan simbol Islam namun prilakunya sangat jauh dengan nilai-nilai Islam (membunuh, merampok, dll). Penyebaran ISIS juga luar biasa massif dikalangan masyarakat termasuk dikalangan kaum muda (mahasiswa), banyak terlibat. Sehingga fokus penelitian ini adalah para aktivis mahasiswa di Lamongan. Dengan memfokuskan pada aktivis mahasiswa, kita akan dapat mengetahui (memahami) pandangan mereka, maka kita dapat melakukan antisipasi atau kebijakan berkaitan dengan program deradikalisasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Informan peneitian adalah aktivis mahasiswa di Lamongan. Analisa data yang digunakan dengan analisa data multidisiplin keilmuan. Hasil penelitian, pertama: secara garis besar pandangan para aktivis mahasiswa (IMM, HMI, PMII) Lamongan adalah menolak akan aksi-aksi yang dilakukan oleh gerakan Islam radikal (ISIS), karena aksi-aksi kekearasn yang dilakuakn ISIS bertentangan dengan idologi gerakan mereka dan tidak sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatalil’alamin penuh dengan tolerasi moderasi dan penuh kesantunan. ISIS hanya memanfaatkan Islam sebagai alat legitimasi untuk memenuhi kepentingan ekonomi-politiknya, karena dengan menggunakan Islam diharapkan dapat dukungan dari umat Islam di seluruh dunia. Kedua, respon aktivis mahasiswa (IMM, HMI, PMII) Lamongan terbagi dua, respon secara internal dan respon secara ekstrenal (Pemerintah). Pertama, respon secara internal dari ketiga gerakan mahasiswa tersebut (IMM, PMII, HMI) memiliki kemiripan yang sama, yaitu untuk merespon gerakan ISIS dengan dilakukan adalah penguatan internal kader dengan mengintefsikan kajian-kajian Keislaman Moderat dan penguatan pengakaderan melalui DAD (IMM), LK (HMI), PKD (PMII). Kedua, respon secara eksternal (pemeritah) bervariatif, PMII mengatakan pemerintah Lamongan sudah responsif dan maksimal terhadap penanganan isu dan gerakan Islam radikal di Lamongan, sementara aktivis IMM dan HMI, mendorong Pemerintah untuk lebih responsif terhadap aksi-aksi Islam radikal di Lamongan, sehingga dapat meminimalisir citra Lamongan yang selama ini dianggap sebagai Kota Teroris.   Keywords: Peta Pemikiran, Aktivis Mahasiswa, Gerakan Radikal Islam  
ANALISIS TATA LETAK RUANG PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN PATI BERDASARKAN PRINSIP PENATAAN RUANG PERPUSTAKAAN Sholihul Huda; Velma Nindita
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.15969

Abstract

AbstrakPerpustakaan merupakan sumber ilmu dan pusat informasi yang sangat penting bagi perkembangan dunia pendidikan. Perpustakaan Umum Kabupaten Pati merupakan perpustakaan umum satu-satunya di Kabupaten Pati. Penataan ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, belum sepenuhnya memperhatikan prinsip penataan ruang perpustakaan, sehingga kedepanya perlu ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan tujuan menganalisa zonasi ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, serta menganalisa tata letak ruang perpustakaan Umum Kabupaten Pati, berdasarkan prinsip penataan ruang perpustakaan menurut Lasa Hs (2007 : 202) dan menganalisa besaran perabot berdasarkan neufert. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat kategori zonasi, berupa area buku, area pelayanan, area baca, dan area pendukung lain. Menurut hasil observasi yang dilakukan di Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, mengenai kondisi Sarana dan prasarana Perpustakaan Kabupaten Pati, serta penataan ruangnya, Sebagaian besar sudah memenuhi prinsip penataan ruang yang baik, tetapi sebagian masih ada yang perlu untuk  diperbaiki maupun ditingkakan untuk memenuhi kebutuhan pustakawan dan pemustaka. Penataan ruang yang sudah baik diantaranya yaitu, ruang yang memerlukan konsentrasi sudah dipisah, ruang yang bersifat pelayanan umum sudah ditempatkan di lokasi setrategis, perabot perpus sudah disusun dalam garis lurus dan lebar koridor sudah sesuai standar, namun diantara itu masih ada yang perlu diperbaiki atauppun ditigkatkan, yaitu besaran perabot sebagian belum sesuai standar neufert, jarak sirkulasi antar rak buku masih sempit belum sesuai standar, dan penempatan ruang dengan tugas yang hampir sama sebagian belum ditempatkan secara berdekatan.Kata Kunci:  Penataan,  Perpustakaan, Tata Letak AbstractThe library is a source of knowledge and information center which is very important for the development of education. Pati Regency Public Library is the only public library in Pati Regency. The spatial arrangement of the Pati Regency Public Library has not fully paid attention to the principles of library spatial planning, so that in the future it needs to be improved. This research was conducted using a descriptive method with the aim of analyzing the spatial zoning of the Pati Regency Public Library, as well as analyzing the room layout of the Pati Regency Public Library, based on the principles of library spatial arrangement according to Lasa Hs (2007: 202) and analyzing the amount of furniture based on neufert. The results of the study stated that there were four zoning categories, namely the book area, service area, reading area, and other supporting areas. According to the results of observations made at the Pati Regency Public Library, regarding the condition of the Pati Regency Library facilities and infrastructure, as well as their spatial planning, most of them have fulfilled the principles of good spatial planning, but some still need to be repaired or increased to meet the needs of librarians and users. . Spatial planning that is already good includes rooms that require concentration that have been separated, spaces that are public services have been placed in strategic locations, library furniture has been arranged in straight lines and the width of the corridors is up to standard, but among them there are still things that need to be repaired or increased , namely the amount of furniture is partly not according to the Neufert standard, the circulation distance between the bookshelves is still narrow, not according to the standard, and the placement of rooms with almost the same tasks, some of them have not been placed close together.Keywords: Layout, Libraries, Structuring
The Effect Of Brain Gym With The Level Of Stress On Elders In Panti Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara Alvita, Galia Wardha; Huda, Sholihul
Jurnal MIDPRO Vol 12 No 2 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i2.230

Abstract

Along with the increasing number of elderly people in Indonesia, it will cause quite complex problems, both physical and psychosocial problems. The most common psychosocial problem in the elderly is stress. Efforts to overcome the problem of tress in the elderly are brain exercise therapy. This study aims to determine the effect of brain exercise therapy on stress levels in the elderly. The research design used by the researcher was Quasy Experiment with pre-post test design. This study used a sample of 30 respondents. The sampling technique used is purposive sampling. Based on the analysis test using the Wilcoxon Signed Rank Test, it shows a p-value of 0,000, so there is an effect of brain exercise therapy on stress levels in the elderly. This study provides general information related to the management of stress disorders in the elderly using brain exercise therapy. In addition, the findings from this study are expected to provide advice for nursing service providers, especially in nursing homes. local area so that they can carry out brain exercise therapy as a program to improve the health of the elderly. Keywords:  
Religious Conflict Management: A Study on the Ansor Youth Movement and Muhammadiyah in Lamongan, Indonesia Huda, Sholihul; Al Amin, Mukayat; Muhsinin, Mahmud
Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Studi Agama-Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arj.v4i1.22512

Abstract

Violence in the name of religion continues to sprout within Indonesian society. This article aims to describe the religious conflict resolution model of the NU Ansor Youth Movement and the Muhammadiyah Youth of the Paciran Lamongan Branch. This research employs a qualitative method with a sociological approach to religion, and data collection was conducted through interviews and the study of relevant literature. The findings of this study indicate that: 1) Both the NU Ansor Youth Movement and Muhammadiyah Youth reject violent models of preaching. 2) There is a difference in attitude towards perpetrators of violence, where the NU Ansor Youth Movement tends to adopt a non-accommodative firm stance, unequivocally rejecting and insisting that perpetrators of violence must be punished according to legal statutes, whereas Muhammadiyah Youth exhibits a firm-accommodative attitude, sternly condemning acts of violence but remaining willing to embrace and invite the perpetrators back to a tolerant and inclusive understanding. 3) The media of resolution employed include issuing advisory letters, press releases to the media, dialogues among community elements, conveying deradicalization insights through religious study sessions (Yasinan and Tahlilan), and the formation of Densus 99 Anti-Terror. 4) The conflict resolution model consists of two stages: long-term, aiming to build cadre awareness of the importance of a tolerant attitude and peaceful living through education, training, social and economic empowerment, ideological development, and the distribution of cadres to the public domain; and short-term, wherein preaching programs are executed sporadically and reactively at the time or after acts of violence to prevent the expansion and escalation of conflict.