Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ALIH STATUS DAN MEKANISME PERAYAAN YAA QOWIYYU DI JATINOM KLATEN TAHUN 1986-2022 Arya Bagus Nur Ajiyanto; Muh Fajar Shodiq; Nor Huda Ali; Irma Ayu Kartika Dewi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.9566

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Sejarah alih status dan mekanisme perayaan Yaa Qowiyyu dari tahun ke tahun dalam kurun waktu 1986-2022. Permasalahan yang penulis bahas ialah eksistensi tradisi Yaa Qowiyyu dalam sudut pandang politik, ekonomi, dan pariwisata di Jatinom Klaten, proses alih status perayaan Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten, dampak dan pengaruh yang terjadi pasca alih status di Jatinom Klaten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan sejarah. Penulis menitikberatkan pada sumber primer berupa arsip sekertariat yayasan P3KAG dan koran sezaman. Perpaduan hasil penelitian dari masa lampau dan masa kini yang dikomparasikan oleh penulis menjadikan suatu pandangan yang mengkerucut bahwa terdapat perbedaan dalam perayaan Yaa Qowiyyu di beberapa aspek-aspek tertentu yang dikaji oleh peneliti dari tahun 1986 hingga 2022. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan perkembangan dari Tradisi Yaa Qowiyyu seiring berjalannya waktu memiliki catatan tersendiri di setiap zaman dalam peristiwanya, hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasca pemerintah turut andil dalam penyelenggaraan Yaa Qowiyyu kemudian memberikan pengaruh baik yang signifikan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang selalu diadakan setiap tahunnya. Kata Kunci: Yaa Qowiyyu Jatinom; Alih Status; Mekanisme
Transformasi Retorika Abu Bakar Ba’asyir: Analisis Wacana Narasi Qoul Qodim ke Qoul Jadid Nawaffani, Muh. Mahsya; Muh. Fajar Shodiq; Faruq Alhasbi; Wan Mohd Yusof Wan Chik
Wardah Vol 26 No 1 (2025): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/khyydd35

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi retorika dakwah Abu Bakar Ba’asyir dari narasi qoul qodim yang menolak Pancasila menuju qoul jadid yang menerima dan meresapi nilai dasar negara. Topik ini dipilih karena perubahan paradigma dakwah tokoh yang selama ini terstigma radikal bahkan oleh dunia internasional tersebut mencerminkan dinamika komunikasi keagamaan dalam konteks Islam Nusantara dan tantangan integrasi nilai agama dengan identitas kebangsaan. Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif deskriptif-analitis, menggunakan korpus ceramah, rekaman video, dan wawancara mendalam dengan Ba’asyir serta keluarga sebagai data primer, didukung observasi simbolik di Pesantren Al-Mukmin Ngruki. Analisis wacana kritis dan tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pergeseran strategi ethos, pathos, dan logos, serta proses ijtihad kontemporer yang merekontekstualisasi argumentasi keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi dakwah mengalami reposisi dari otoritas teologis eksklusif ke otoritas historis-kultural, bahasa emosional berpindah dari ancaman moral ke narasi empati kolektif, dan argumen rasional direkontekstualisasi melalui referensi sejarah ulama pendiri bangsa. Kombinasi ketiga aspek ini memperkuat efektivitas komunikasi dakwah dalam masyarakat plural. Kesimpulannya, transformasi retorika Ba’asyir membuktikan pentingnya kontekstualisasi dan inkulturasi pesan keagamaan untuk menjembatani tauhid dan nilai Pancasila tanpa kehilangan substansi teologis. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan pelatihan komunikasi dakwah adaptif bagi pengkaji dan dai, integrasi kajian sejarah ulama ke dalam kurikulum dakwah, serta pemanfaatan simbol lokal dan media digital untuk memperkuat legitimasi dan daya tarik pesan dakwah dalam konteks budaya lokal
Kearifan Lokal Tuna Satak Bathi Sanak dalam Transaksi Perdagangan Komunitas Muslim Pedagang Ngruki Sukoharjo Muh. Fajar Shodiq; Adyani, Nur Husniyatul; Sari, Dwi Ratna; Aini, Nafisah Nur
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.8155

Abstract

Dalam proses transaksi perdagangan konvensional yang melibatkan penjual dan pembeli dalam satu tempat, seringkali mendapati kearifan lokal didalamnya. Salah satu kearifan local dari perdagangan Jawa adalah konsep tuna satak bathi sanak. Konsep ini memiliki arti ‘berkorban sedikit namun untung mendapat banyak relasi’ yang mulai dilirik sebagai kearifan lokal dalam berdagang yang bisa menyelesaikan masalah-masalah perdagangan era kini. Penelitian ini mengkaji sejauh mana konsep perdagangan Jawa tuna satak bathi sanak pada muslim pedagang Ngruki yang juga menerapkan konsep berdagang secara Syar’i dapat berjalan selaras hingga menghasilkan kesuksesan atau sustainabilitas dalam perdagangan mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan jika konsep berdagang tuna satak bathi sanak pada muslim pedagang Ngruki bukan sekedar politik dagang orang Jawa. Namun mereka berupaya melanggengkan hubungan dengan pelanggan (social bonding) juga mengikat secara emosional dengan pelanggan (emotional bonding) agar bisa melakukan pembelian berulang (repurchase). Kedermawan para pedagang itu mereka anggap sebagai sedekah, meski demikian mereka tetap memperoleh keuntungan secara ekonomi (financial bonding). Namun, menariknya konsep ini hanya berlaku pada mayoritas pedagang berskala kecil, pada pedagang skala menengah sebagian saja yang melakukan. Sedang pedagang skala besar hanya sebagian kecil saja yang melakukan konsep ini, karena mereka professional dalam jalankan usaha. Kata Kunci : Tuna satak bathi sanak; muslim pedagang; politik dagang Jawa.
Eksistensi Mas Nganten Awal Abad Ke-XX dalam Perkembangan Industri Batik Laweyan dan Sejarah Pergerakan di Indonesia Muh. Fajar Shodiq; Martina Safitry; Irma, Irma Ayu kartika
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 01 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i01.11290

Abstract

Penelitian ini akan menyoroti eksistensi Mas Nganten  dalam industry batik sekaligus kontribusi mereka dalam sejarah pergerakan Sarikat Dagang Indonesia (SDI).Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang didukung  riset lapangan yang bersifat deskriptif-kualitatif yang bertujuan untuk menguak eksistensi Mas Nganten  dalam industri batik di Laweyan serta kontribusinya dalam sejarah pergerakan di Indonesia. Kemudian menggunakan teknik deskriptif analitik, yakni teknik yang digunakan terhadap suatu data yang telah dikumpulkan, kemudian disusun, dijelaskan dan selanjutnya dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan jika Mas Nganten  tidak sekedar membantu mengawasi proses produksi dan memimpin karyawannya bekerja, namun Mas Nganten  memiliki peran yang cukup penting dalam proses kreatif, menentukan pola ragam hias batik terbaru, agar tidak ditiru pasar sampai mengamati pergerakan motif dipasaran. Mas Nganten  yang paling menonjol saat itu adalah Samanhudi. Selain aktif dalam industry batik, Samanhudi juga aktif dalam SDI (Sarekat Dagang Islam). Sarekat Dagang Islam berubah nama menjadi Sarekat Islam dengan akte hukum organisasi baru pada tanggal 10 September 1912, dimana  Cokroaminoto yang diminta Samanhudi untuk membantu mengurusi SDI mengusulkan berubah nama menjadi Sarekat Islam agar cakupannya lebih luas, tidak hanya mengurusi masalah ekonomi, namun bisa merambah politik dan mudah menggaet massa.  Kata Kunci: Eksistensi;Mas Nganten ;Batik Laweyan; SDI
Menembus Sekat, Mengukir Prestasi: Perkembangan dan Transformasi MAN 1 Klaten dari Kelas Filial ke Madrasah Unggulan dalam Pusaran Kebijakan Pendidikan Nasional (1979–2023) Moya Nanda Jenie Noerida; Moh. Mahbub; Nor Huda; Muh. Fajar Shodiq
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i2.8380

Abstract

This study examines the transformation of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Klaten from a filial class into a leading Islamic senior high school within the dynamics of Indonesian national education policies from 1979 to 2023. The research aims to analyze the institutional transformation of MAN 1 Klaten, the influence of national education policies on its development, and the adaptation strategies implemented by the madrasah in maintaining its Islamic identity amid modernization. This study employs historical research methods, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected from archival documents, ministerial decrees, curriculum documents, interviews, and relevant literature. The analysis uses institutionalization theory to explain the process of legitimacy, integration, and modernization of madrasah within the national education system. The findings reveal that the transformation of MAN 1 Klaten was strongly influenced by the Joint Decree of Three Ministers in 1975 and the National Education System Law of 2003, which strengthened the integration of religious and general education. Institutional changes, curriculum reforms, and educational modernization enabled MAN 1 Klaten to develop into a leading madrasah while maintaining its Islamic identity. This study demonstrates that Islamic educational institutions possess a strong capacity for adaptation and institutional transformation within the framework of national education modernization.