Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN SOSIAL KEMASYARAKATAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL BAGI PARA MANTAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI SURAKARTA Pramono Hadi, Muh. Fajar Shodiq Siti Nurlaela
PROSIDING Vol 1, No 01 (2014): Prosiding Seminar Nasional Vol.01 No.01. 2014
Publisher : PROSIDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.618 KB)

Abstract

Wanita Tuna Susila (WTS) atau PSK sering diartikan sebagai wanita yangmenjual tubuhnya untuk memuaskan seksual laki -laki siapapun yangmenginginkanya, dimana wanita tersebut menerima sejumlah uang atau barang.Dari pengertian ini nampaklah bahwa masalah WTS atau PSK merupakanmasalah sosial yang kompleks karena perbuatannya tersebut telah menyimpangdari norma-norma atau nilai-nilai masyarakat. Di samping itu, masalah WTS atau PSK merupakan masalah yang menghambat lajunya pembangunan karena dapat merugikan keselamatan, ketentraman jasmani, rohani, maupun sosial. Oleh karena itu, kehadirannya ditengah-tengah masyarakat hingga kini banyakmendapat hinaan dan penolakan dari anggota masyarakat. Salah satu tempatrehabilitasi sosial di daerah Surakarta yang menerima eks PSK sebagai komunitas marginal-inferior adalah balai rehabilitasi sosial “wanita utama” yang wilayah kerjanya di propinsi Jawa Tengah. Di tempat ini para eks PSK mendapatkan pembinaan dengan berbagai program kegiatan, namun khusus untuk pembinaan mental keagamaan kurang mendapatkan perhatian serius dari para eks PSK.Kata Kunci : Mental Spiritual
RADIKALISME DALAM ISLAM ANTARA PELABELAN DAN KONSTRUKSI SOSIOLOGI Shodiq, Muh. Fajar
MAJALAH ILMIAH GEMA Vol 27, No 49 (2015): GEMA, TH. XXVII/49/AGUSTUS 2014 - JANUARI 2015
Publisher : MAJALAH ILMIAH GEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.618 KB)

Abstract

WHY ARE MUSLIMS SO VIOLENT? The acts of muslim extremists in recent years, from hostage taking and kidnappings to the world trade center and pentagon attacks of 9/11, lead many to ask why islam dan muslims are violent. Islam from the quran to islamic law, does not permit and in some circumstances even requires the use of force in self-defense or the defense of islam and islamic community. however there is often a ine line between legitimate and illegitimate use of force, defensive and offensive battle dan warfare, resistanace and terrorism while relegion can be wonderful force for good historically it has also been used to legitimate violence and warfare. The three great monotheistic traditions from biblical times to the present represent long histories of the positive and negative power of religion its ability to create and destroy. muslim rulers and governments past and present have used religion to legitimate and mobilize suport for political expansion and imperialism. religious extremists from early groups such as the kharijites to contemporary movements like egypts islamic jihad and al qaeda have employed a radical theological vision, based upon distorted interpretations of scripture and doctrine, to justify violence and terrorism againts their own societies and international community. they have created a world in which those who do not accept and follow their be;iefs, muslim and non muslim alike, are the enemy to be fough and exterminated by any means.The issue of violence in muslim societies is further compounded by the violent character of many sates. authoritarian rulers ang governments, secular and religious, use force, violence, repression, and terror to assure their stability and security at home and, in some instances, to expand their inluence abroad. failed economies, high unemployment, shortages of housing, a growing gap between rich and poor, and widespread corruption exacerbate the situation, contributing to the growth of radicalism and extremist opposition. the extent to which outside powers, including amerca and europe, are seen as supporting oppressive regimes or “colonizing” and exploiting muslim societies contributes to the appeal of violence and terrorism. these condition and grievances create a seedbed from which the saddam and osama bin ladens of the world ind ready recruits in their unholy wars Tindakan ekstrimis muslim dalam beberapa tahun terakhir ini terlihat seperti adanya beberapa penyanderaan, penculikan atau serangan pada pusat perdagangan dunia WTC dan Pentagon pada 11 Sepetember, menyebabkan beberapa orang bertanya-tanya mengapa Islam dan Muslim melakukan kekerasan. Padahal Islam dan Hukum syariah Islam tidak mengizinkan dalam beberapa keadaan bahkan memerlukan penggunaan kekuatan senjata atau kekerasan kecuali hanya untuk membela diri sendiri dan masyarakat Islam. Akan tetapi seringkali ada garis tipis antara penggunaan kekuatan yang sah atau tidak, defensive dan ofensif dalam pertempuran, resistansi juga terorisme. Karena pada dasarnya dalam sejarah memang ada kekerasan yang sah (peperangan dengan alasan seruan agama, pen) yang merupakan kekerasan untuk kebaikan. Tradisi monoteistik pada tiga agama besar dari zaman Alkitab hingga sampai saat ini yang sudah menjadi sejarah panjang baik bersifat postif atau negative mengenai kekerasan yang bersifat membangun peradaban atau bahkan menghancurkannya. Para pemimpin Muslim dan pemerintahan pada masa lalu dan kini telah menggunakan agama sebagai hal yang sah untuk memberikan dorongan mobilisasi masa dan ekspansi politik juga imperalisme. Ekstrimis relegius dari kelompok awal seperti kaum Khawarij sampai pada gerakan kontemporer Jihad Islam Mesir dan Al Qaeda telah membuat visi teologis radikal berdasarkan interprestasi yang menyimpang dari Kitab Suci dan Doktrin untuk membenarkan kekerasan dan terorisme dengan segala resikonya terhadap diri sendiri dan masyarakat Internasional. Mereka menciptakan sebuah dunia, dimana mereka yang tidak menerima dan mengikuti keyakinan atau jalan pikir mereka baik itu muslim maupun non muslim dianggap mempunyai kedudukan setara yakni dianggap musuh yang harus diperangi dan dibasmi dengan cara apapun juga. Dan masalah kekerasan ini dalam masyarakat muslim bahkan lebih lanjut diperparah oleh karakter kekerasan dan alasan yang berbeda-beda. Seperti pemimpin pemerintah yang otoriter, sekuler relegius, menggunakan kekuatan, kekerasan, penindasan dan terror untuk menjamin stabilitas dan keamanan dalam negeri dan dalam beberapa kasus ingin memperluas pengaruh mereka diluar negeri. Kegagalan ekonomi, pengangguran yang tinggi, tidak tersedianya perumahan yang memadai, kesenjangan yang tumbuh antara si kaya dan miskin, korupsi yang semakin meluas , semuanya turut memperburuk situasi dan semakin memberikan kontribusi terhadap tumbuhan radikalisme dan oposisi ekstrimis. Kekuatan dari luar termasuk Amerika dan Eropa dipandang sebagai pendukung rezim yang suka menindas atau menjajah dan mengeksploitasi masyarakat muslim, dan ini termasuk memperparah dan memberikan kontribusi sekaligus daya tarik terhadap kekerasan dan terorisme. Dan kondisi ini dianggap salah satu alasan terbesar dari Saddam Husien dan pengikut Osama bin Laden menabuhkan genderang dan bersiap dengan perang suci mereka. Kata Kunci : RADIKALISME, PELABELAN, KONSTRUKSI SOSIOLOGI
PERLINDUNGAN PENDUDUK SIPIL DAN ETIKA PERANG DALAM ISLAM Staf Pengajar IAIN Surakarta, Muh. Fajar Shodiq, M.Ag
MAJALAH ILMIAH GEMA Vol 26, No 48 (2014): GEMA, Th. XXVI/48/Februari 2014 - Juli 2014
Publisher : MAJALAH ILMIAH GEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.618 KB)

Abstract

Dalam kenyataannya, kehidupan manusia tidak pernah lepas dan selalu dihiasi oleh tragedy dan peperangan yang tidak berkesudahan. Dimulai dari dua anak anak Qabil dan Habil yang bertikai akhirnya ada yang binasa sampai pada zaman IT (Informasi Tekhnologi) ini, perang, tindak kekerasan, kekejaman sepertinya tak berkesudahan dan sudah merupakan bagian integral dari manusia. Al Qur’an pun mengakui memang pertentangan diantara manusia itu sendiri yang memungkinkan terjadinya peperangan, kekerasan bahkan kekejaman merupakan hal yang tak bisa dihindarkan, karena pada dasarnya Allah menciptakan kencenderungan sama antara kebaikan dan kejahatan (al Qur’an[91];8-9), adanya syaitan yang dengan segala upayanya membujuk manusia agar melakukan kejahatan (Al Qur’an[7]:17), hingga peperangan merupakan realitas yang sangat mungkin terjadi sampai bumi kiamat. Hingga bisa disimpulkan secara apriori bahwa utopia belaka jika bermimpi adanya dunia yang bebas dari segala kejahatan tanpa tragedi dan pertumpahan darah2. Namun bukan berarti ada pembiaran perang terjadi tanpa aturan-aturan yang diatur secara terperinci, karena yang akan terjadi perang bukan lagi menjadi ajang pertahanan diri, namun menjadi ajang pembunuhan secara besar-besaran tanpa memperhatikan lagi hak asasi manusia. Lalu, bagaimana dengan Islam apakah agama ini mendukung adanya perang daripada perdamaian dan apakah Jihad sebagai satu-satunya jalan untuk penegakan atas nama agama, dan apakah dalam Islam adanya satu aturan baku, etika sebelum melakukan peperangan dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Key : PERLINDUNGAN,ETIKA PERANG DALAM ISLAM
PENGEMBANGAN SOSIAL KEMASYARAKATAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL BAGI PARA MANTAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI SURAKARTA Pramono Hadi, Muh. Fajar Shodiq Siti Nurlaela
PROSIDING Vol 1, No 01 (2014): Prosiding Seminar Nasional Vol.01 No.01. 2014
Publisher : PROSIDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.618 KB)

Abstract

Wanita Tuna Susila (WTS) atau PSK sering diartikan sebagai wanita yang menjual tubuhnya untuk memuaskan seksual laki -laki siapapun yang menginginkanya, dimana wanita tersebut menerima sejumlah uang atau barang. Dari pengertian ini nampaklah bahwa masalah WTS atau PSK merupakan masalah sosial yang kompleks karena perbuatannya tersebut telah menyimpang dari norma-norma atau nilai-nilai masyarakat. Di samping itu, masalah WTS atau PSK merupakan masalah yang menghambat lajunya pembangunan karena dapat merugikan keselamatan, ketentraman jasmani, rohani, maupun sosial. Oleh karena itu, kehadirannya ditengah-tengah masyarakat hingga kini banyak mendapat hinaan dan penolakan dari anggota masyarakat. Salah satu tempat rehabilitasi sosial di daerah Surakarta yang menerima eks PSK sebagai komunitas marginal-inferior adalah balai rehabilitasi sosial “wanita utama” yang wilayah kerjanya di propinsi Jawa Tengah. Di tempat ini para eks PSK mendapatkan pembinaan dengan berbagai program kegiatan, namun khusus untuk pembinaan mental keagamaan kurang mendapatkan perhatian serius dari para eks PSK. Kata Kunci : Mental Spiritual
PENGEMBANGAN SOSIAL KEMASYARAKATAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL BAGI PARA MANTAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI SURAKARTA Pramono Hadi, Muh. Fajar Shodiq Siti Nurlela, SE.M.Si
Prosiding Seminar Nasional Vol 1, No 1 (2014): (Bidang Hukum dan Humaniora) Seminar Nasional Call For Papers UNIBA
Publisher : Prosiding Seminar Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.618 KB)

Abstract

Wanita Tuna Susila (WTS) atau PSK sering diartikan sebagai wanita yang menjual tubuhnya untuk memuaskan seksual laki -laki siapapun yang menginginkanya, dimana wanita tersebut menerima sejumlah uang atau barang. Dari pengertian ini nampaklah bahwa masalah WTS atau PSK merupakan  masalah sosial yang kompleks karena perbuatannya tersebut telah menyimpang dari norma-norma atau nilai-nilai masyarakat. Di samping itu, masalah WTS atau PSK merupakan masalah yang menghambat lajunya pembangunan karena dapat merugikan keselamatan, ketentraman jasmani, rohani, maupun sosial. Olehkarena itu, kehadirannya ditengah-tengah masyarakat hingga kini banyak mendapat hinaan dan penolakan dari anggota masyarakat. Salah satu tempat rehabilitasi sosial di daerah Surakarta yang menerima eks PSK sebagai komunitas marginal-inferior adalah balai rehabilitasi sosial “wanita utama” yang wilayah kerjanya di propinsi Jawa Tengah. Di tempat ini para eks PSK mendapatkan pembinaan dengan berbagai program kegiatan, namun khusus untuk pembinaan mental keagamaan kurang mendapatkan perhatian serius dari para eks PSK.
RADIKALISME DALAM ISLAM ANTARA PALEBELAN DAN KONSTRUKSI SOSIOLOGI STAIN Surakarta, Muh. Fajar Shodiq
GEMA Vol 27, No 49 (2015): GEMA, THN XXVII/49/Agustus 2014 - Januari 2015
Publisher : GEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.269 KB)

Abstract

The acts of muslim extremists in recent years, from hostage taking and kidnappings to the world trade center and pentagon attacks of 9/11, lead many to ask why islam dan muslims are violent. Islam from the quran to islamic law, does not permit and in some circumstances even requires the use of force in self-defense or the defense of islam and islamic community. however there is often a fine line between legitimate and illegitimate use of force, defensive and offensive battle dan warfare, resistanace and terrorism while relegion can be wonderful force for good historically it has also been used to legitimate violence and warfare. The  three great monotheistic traditions from biblical times to the present represent long histories of the positive and negative power of religion its ability to create and destroy.
Membangun Jiwa Kewirausahaan Islami Terhadap Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Ariefin Ariefin; Mudhofir Mudhofir; Muhammad Fajar Shodiq
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2021): JIEI : Vol. 7, No. 1, 2021
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.115 KB) | DOI: 10.29040/jiei.v7i1.2257

Abstract

In the implementation of guidance for prisoners in an effort to return criminals to a good society, it is very important to do this, not only material or spiritual in nature, but both must be balanced, these are the main points. by the Ministry of Justice of the Republic of Indonesia based on the Decree of the Minister of Justice of the Republic of Indonesia No. M.022-PK.04. 10 of 1990. The purpose of this research is to analyze the efforts to develop an Islamic entrepreneurial spirit towards the assisted residents in the Surakarta penitentiary. The research method in this study is a qualitative method through a descriptive approach that uses the literature study method as a method of completion. With the research object of the assisted residents in the Surakarta penitentiary. Where the research variables studied are about building an Islamic entrepreneurial spirit. The results of the research show that the Penitentiary is always trying to develop and improve the skills that will be provided to its citizens. However, it is constrained by the lack of manpower, facilities and infrastructure as well as financial support owned by the correctional institutions so that guidance has not been maximally carried out. In addition, there are rarely any coaching activities received by the prison assisted residents from external parties. So efforts to develop an Islamic entrepreneurial spirit are urgently needed by the assisted residents in addition to fostering spiritual cleansing.
“Jogo Tonggo” Efektivitas Kearifan Lokal; Solusi Pandemi Covid-19 Muh Fajar Shodiq
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i2.19412

Abstract

The Covid-19 pandemic has entered its 2nd year. This epidemic hit all aspects of people's lives, from the aspects of health, education, tourism, economy, social, culture, politics to 'changing' civilization. Various ways have been taken by various parties to be able to remain healthy and still be able to "live" in the midst of a pandemic that no one can be sure of when it will end. “Jogo tonggo” is one of the local wisdom-based programs launched by the Governor of Central Java, Ganjar Pranowo, which is predicted to be able to overcome various sectors, especially the economy, health and social sectors. This local wisdom of jogo tonggo has proven to be effective in helping food security, accelerating the rate of information regarding the handling and education of Covid-19, triggering human moral awareness to comply with regulations and create solidarity to protect each other and meet the needs of neighbors so as to increase the immunity of Covid-19 sufferers (OTG) and their families until the cure rate for Covid-19 patients can increase.Keywords: Jogo Tonggo; Effectiveness; Local Wisdom; Covid 19 AbstrakPandemi Covid-19 sudah memasuki awal tahun ke-2. Wabah ini memukul seluruh sendi kehidupan masyarakat, mulai segi kesehatan, pendidikan, pariwisata, ekonomi, sosial, budaya, politik sampai ‘mengubah’ peradaban. Berbagai cara ditempuh oleh berbagai pihak untuk bisa tetap eksis sehat dan tetap bisa ‘hidup’ ditengah pandemi yang tidak ada yang bisa pastikan kapan berakhir. ‘Jogo tonggo’ adalah salah satu program berbasis kearifan lokal yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang digadang-gadang mampu mengatasi berbagai sektor terutama ekonomi, kesehatan dan sosial. Kearifan lokal jogo tonggo ini terbukti efektif membantu ketahanan pangan, percepat laju informasi mengenai penanganan dan edukasi mengenai covid-19, memicu kesadaran moral kemanusiaan untuk taati peraturan serta timbulkan solidaritas saling menjaga dan pemenuhan kebutuhan tetangga hingga bisa meningkatkan imunitas penderita Covid-19 (maupun OTG) dan keluarganya hingga tingkat kesembuhan pasien Covid-19 bisa meningkat.Kata Kunci: Jogo Tonggo; Efektifitas; Kearifan Lokal; Covid 19
Istikhdâm Barnâmij Busuu ka Wasîlah At-Ta’lîm Al-Lughah Al ‘Arabiyyah fî Al-Fashli Al-Sâbi' bil Madrasah Al- Mutawassithah ( At-Takhassus Al-Qur’ân ) Sadamiyyah Bangsri Jepara ‘Am Dirâsî 2022- 2023 Fajrur Rahman Hamid; Muh. Fajar Shodiq
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.689

Abstract

يهدف هذا البحث إلى: (1) معرفة خصائص من برناممج بوسو (2) معرفة الفرق بين استخدام وسيلة المستخدمة في المدرسة و استخدام برنامج بوسو في تعليم اللغة العربية (3) كشف الآثار من استخدام بوسو كوسيلة التعليم اللغة العربية في الفصل السابع بالمدرسة المتوسطة (التخصص القرآن) سدمية باغسري جبارا.نوع البحث في هذ البحث هو البحث المختلط يعني البحث يستخدم منهجين في البحث بين البحث النوعي و البحث الكمي للحصول على أحسن النتائج، أما المدخل الذي يستخدمه الباحث من منهج المختلط هو نوع التثليث من البحث المختلط يعني استخدام منهجين في نفس الوقت غير أنّ في كل منهج البحث يستخدم لجمع البيانت و تحليل البيانات وبعد تناول على حصول النتيجة من كل منهج البحث يجمعهما الباحث و يأخذ الخلاصة منهما.حصل الباحث على نتائج البحث منها: (1) خصائص برنامج بوسو يستحق بوسو جودة النظام في تصميم الصورة حتى تسهل مستخدمه في استخدامه مع ذالك يستحق بوسو المواد التعليمية المتوافرة الملائمة لمتعلمي اللغة العربية من أنواع المراحل (2) نقطة الاختلاف الجوهري بين استخدام الوسيلة الموجودة و استخدام بوسو كوسيلة التعليم اللغة العربية في الفصل السابع بالمدرسة المتوسطة التخصص القرآن سدمية جبارا هي بالوسيلة الموجودة أى الكتاب كانت عملية التعلم و التعليم توحد المدرس كواحد من منبع المعلومات أما بمساعدة برنامج بوسو يساعد بعض أعمال المدرس في الفصل و يؤثر إلى حالة الطلاب يشتغلون و يتحمسون في التعلم حتى يجعل المدرس الطلاب يتعلمون ليس إلا كمصيل المعلومات إلى الطلاب (3) برنامج هو برنامج مطلوب كوسيلة التعليم اللغة العربية في الفصل السابع بالمدرسة المتوسطة التخصص القرآن سدمية جبارا استنادا إلى الإحصائية القائل 73،1% من الطلاب يتحمسون بعد معرفتهم عن برنامج بوسو وكذالك 88،5% من الطلاب يزداد نشاطهم في التعلم باستخدام برنامج بوسو. ثم وجود تنمية إنجاز الطلاب بعد استخدام بوسو استنادا إلى نتيجة Normalized Gain تدل على 0،53 فهذه من صنف المتوسط حيث تدل أن برنامج بوسو فعال للاستخدام This research aims to: (1) Know the characteristics of the Busuu program (2) Know the difference between the use of the medium used in school and the use of the Busuu program in teaching Arabic (3) Detecting the effects of using Busuu as a means of teaching the Arabic language in the seventh semester in middle school ( The specialization is the Qur’an) Sadmia Bagsri Jabara. The type of research in this research is mixed research, meaning the research uses two approaches in the research between qualitative research and quantitative research to get the best results. At the same time, however, in each research methodology it is used to collect data and analyze data, and after dealing with obtaining the result from each research methodology, the researcher collects them and takes the conclusion from them. The researcher obtained the results of the research, including: (1) Characteristics of the Bosuo program. Bosuo deserves the quality of the system in designing the image In order to facilitate its use in its use, however, Busuu deserves the educational materials available that are suitable for learners of the Arabic language of all types of stages (2) The point of fundamental difference between the use of the existing method and the use of Busuu as a means of teaching the Arabic language in Chapter VII B For middle school specializing in the Qur’an, the Qur’an is a huge dam. It is by the existing means, i.e. the book. The process of learning and teaching unites the teacher as one of the sources of information. With the help of the Bosu program, it helps some of the teacher’s work in the classroom and affects the condition of the students. Information to students (3) The program is a required program as a means of teaching the Arabic language in the seventh semester of the intermediate school, specializing in the Qur’an, Sadimiya Jabara. According to the statistics, 73.1% of the students are enthusiastic after learning about the Bosu program, and 88.5% of the students increase their activity in learning. using Bosu software. Then there is the development of students’ achievement after using Bosuo based on the result of Normalized Gain indicating 0.53. This is from the average class, as it indicates that the Bosuo program is effective for use. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik program Busuu (2) Mengetahui perbedaan penggunaan media yang digunakan di sekolah dengan penggunaan program Busuu dalam pembelajaran bahasa Arab (3) Mendeteksi dampak penggunaan Busuu sebagai Sarana Pengajaran Bahasa Arab Semester 7 SMP ( Peminatan Al-Qur'an) Sadmia Bagsri Jabara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian campuran, artinya penelitian ini menggunakan dua pendekatan dalam penelitiannya antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Namun pada saat yang sama, dalam setiap metodologi penelitian digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisis data, dan setelah berurusan dengan mendapatkan hasil dari setiap metodologi penelitian, peneliti mengumpulkannya dan mengambil kesimpulan darinya. Peneliti mendapatkan hasil penelitian antara lain: (1) Karakteristik program Bosuo. Bosuo layak mendapatkan kualitas sistem dalam mendesain gambar Untuk memudahkan penggunaannya, bagaimanapun, Busuu layak mendapatkan materi pendidikan yang tersedia yang cocok untuk pembelajar bahasa Arab dari semua jenis tahapan (2) Titik fundamental perbedaan antara penggunaan metode yang ada dan penggunaan Busuu sebagai sarana pengajaran bahasa Arab di Bab VII B Untuk sekolah menengah yang mengkhususkan diri pada Al-Qur'an, Al-Qur'an adalah sebuah bendungan besar. Itu dengan sarana yang ada, yaitu buku. Proses belajar mengajar menyatukan guru sebagai salah satu sumber informasi. Dengan bantuan program Bosu, membantu sebagian pekerjaan guru di kelas dan mempengaruhi kondisi siswa. Informasi kepada siswa (3) Program tersebut merupakan program wajib sebagai sarana pengajaran bahasa Arab semester tujuh di sekolah menengah peminatan Alquran Sadimiya Jabara. Menurut statistik, 73,1% siswa antusias setelah mempelajari program Bosu, dan 88,5% siswa meningkatkan aktivitasnya dalam belajar. menggunakan perangkat lunak Bosu. Kemudian terdapat perkembangan prestasi belajar siswa setelah menggunakan Bosuo berdasarkan hasil Normalized Gain sebesar 0,53. Ini dari kelas rata-rata, karena menunjukkan bahwa program Bosuo efektif untuk digunakan.
Akhlak Peserta Didik Perspektif Al Ghazali dan Quraish Shihab (Studi Kitab Ayyuhal Walad dan Buku yang Hilang dari Kita “Akhlak”) Muh Ainul Fiqih; Muh. Fajar Shodiq
ISLAMIKA Vol 5 No 3 (2023): JULI
Publisher : Pendidikan Agama Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/islamika.v5i3.3573

Abstract

Morals are an important part of Islam and education. Seeing the many cases of students committing immorality, promiscuity, and drugs makes it important to discuss the morals of students. The objectives of this study are 1) Knowing the morals of students according to Al Ghazali in the book Ayyuhal Walad. 2) Knowing the morals of students according to Quraish Shihab in the book Missing From Us: Morals. The type of research used is library research using the documentation method with complex and thorough data validity checking techniques. The data obtained were analyzed using content analysis techniques. The results of the study are: 1) Al Ghazali mentions several morals for students which lead to a clean-spirited human process that is close to God. Like, obedience to Allah, piety, trust, fond of reading, choosing a teacher, praying. 2) Quraish Shihab is more directed at humans who are seen as virtuous creatures, namely, sincerity, mercy, reading, patience, ash shidq, tolerance, discipline.