Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penentuan Effort Rate Pada Estimasi Effort Menggunakan Metode Use Case Point Untuk Pengembangan Perangkat Lunak Website Kepemerintahan Wahyu Kurniawan; Sholiq Sholiq; Teguh Sutanto
Jurnal Sistem Informasi dan Komputerisasi Akuntansi (JSIKA) Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Effort estimation using Use Case Point (UCP) method obtained from the multiplication of the UCP with the Effort Rate (ER). Some studies conclude that there is some value of ER used in the calculation of effort estimation. However, the most often used is the ER with value 20 man-hours given by Karner. Disputes about the research that is ER by Karner occurred in 1993, so it is possible that the ER by Karner not suitable when applied in the calculation of effort estimation for the project worked on in 2013 and the years to come. This study used 8 data of governance website software development projects. The data is used to calculate actual effort, making use case diagrams, and calculations UCP estimation. Further level of analysis that is performed correlation and regression equations for actual effort and the UCP estimation. Based on the regression equation then performed calculations tangent ? to produce the ER. From this research produced the ER as big as 5,178 man-hours. The ER is much smaller than the value given by Karner ER. Case is possible for several reasons, among others: 1) Enginering software technology that is growing rapidly. 2) Manufacturing website using components. 3) Source of the internet so complete. Keywords: Effort Rate (ER), Effort Estimation, Use Case Point (UCP), Governance Website
Estimasi Penentuan Harga Perkiraan Sendiri Menggunakan Use Case Point Untuk Pengembangan Perangkat Lunak Skala Kecil Menengah Dengan Model Agile Aris Juliyono; Teguh Sutanto; Sholiq Sholiq
Jurnal Sistem Informasi dan Komputerisasi Akuntansi (JSIKA) Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Each application of the procurement of goods / services required the manufacture of Self-Estimated price derived from the approximate (estimated) price of a job (goods / services) to be held. This above is in accordance with Indonesian Presidential Regulation No. 70 Year 2012 on Procurement of Goods / Services, Article 66 digits (5) points a. But what is happening now in the procurement of many software companies individuals or businesses, government officials and developers of software that performs supply and demand for software procurement, had difficulty in making the report HPS. So it can be deduced to solve the problems occurred is needed to set the benchmark in the determination Self-Estimated Price (HPS) method Use Case Point in software development projects by activity agile models. model testing is done using 5 software development project data gets deviation between the estimated level of HPS with the actual cost by 10%, which indicate that the models estimated in this research has a good degree of accuracy.
Pembuatan Website dan Sistem Informasi Pembayaran SPP sebagai Pendukung Kompetitif dan Eksistensi Madrasah Aliyah Abadiyah Gabus-Pati Sholiq; Nisfu Asrul Sani; Andre Parvian Aristio; Hanim Maria Astuti; Tony Dwi Susanto; Eristya Maya Safitri; Endang Sulistiyani; Nina Fadilah Najwa; Afifah Nurul Izzati
Sewagati Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.169 KB)

Abstract

Madrasah Aliyah Abadiyah merupakan madrasah swasta di bawah naungan Yayasan Abadiyah Kurokalangan yang sudah 30 tahun berdiri dan saat ini sudah terakreditasi A. Akan tetapi berdasarkan rincian nilai per standar pada data histori akreditasi terlihat bahwa standar sarana menyumbang nilai terkecil, yakni 78. Berdasarkan wawancara dengan pimpinan Madrasah diketahui bahwa rendahnya nilai pada standar tersebut dikarenakan masih minimnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana pendukung. Sebagai contoh, promosi dan publikasi terkait profil madrasah masih menggunakan media cetak seperti banner dan spanduk. Media formal sebagai identitas madrasah juga masih belum dimiliki (masih menggunakan blog dan facebook yang tidak dikelola resmi oleh madrasah). Tidak hanya itu pengelolaan pembayaran SPP yang merupakan aspek krusial pun masih dilakukan secara manual. Di lihat dari sisi eksternal, persaingan madrasah swasta juga tidak bisa dihindarkan (dimana terdapat 16 madrasah swasta di Kabupaten Pati). Oleh karena itu, pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Abadiyah ini memberikan produk berupa website sekolah dan sistem keuangan, kemudian memberikan pelatihan Microsoft Office kepada tenaga pendidik dengan jangka waktu selama tiga bulan. Sehingga, dengan adanya teknologi baru yang dikenalkan, maka tim pengabdi juga akan mengamati proses penerimaan teknologi baru (inovasi) di lingkungan madrasah sembari menyusun strategi adopsi teknologi informasi yang sesuai dengan kondisi individu dan lingkungan sosial di tempat pengabdian.
Digitalisasi Konten Pembelajaran Pendidikan Al Qur’an di SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya Menggunakan Aplikasi yukBlajar! Eko Wahyu Tyas Darmaningrat; Achmad Holil Noor Ali; Sholiq; Radityo Prasetianto Wibowo; Khakim Ghozali
Sewagati Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.422 KB)

Abstract

Problematika Pendidikan Al Qur’an (dan Pendidikan Islam) di era Global, dapat dikategorikan menjadi 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Beberapa permasalahan dari faktor internal meliputi: relasi kekuasaan dan orientasi pendidikan islam, masalah kurikulum, pendekatan/metode pembelajaran, profesionalitas dan kualitas SDM, serta biaya pendidikan. Sedangkan permasalahan dari faktor eksternal meliputi: dikotomi antara Ilmu Agama dengan Ilmu Umum, sifat ilmu pengetahuannya yang masih terlalu umum dan kurang memperhatikan upaya penyelesaian masalah, rendahnya semangat untuk melakukan penelitian, sistem hafalan (memorizing), dan mencari ilmu hanya merupakan sebuah proses untuk mendapatkan sertifikat atau ijazah (certificate oriented). Penerapan digital learning memiliki keunggulan berupa biaya pengembangan yang lebih murah, lebih baik, serta lebih cepat. Untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, kegiatan pengabdian masyarakat ini akan memberikan pelatihan bagi pengajar Pendidikan Al Qur’an di SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya untuk merancang konten pembelajaran digital dengan menggunakan aplikasi “yukBlajar!”. Aplikasi ini memungkinkan guru, siswa, maupun orang tua untuk berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, aplikasi ini bertujuan untuk membantu guru dalam merancang rencana pembelajaran dengan metode pembelajaran yang interaktif. Dengan adanya konten pembelajaran yang menarik dan interaktif, diharapkan siswa dapat lebih mudah dalam memahami materi dan lebih termotivasi dalam belajar Pendidikan Al Qur’an.
Pendampingan Manajemen Risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pemerintah Kota XYZ Rizal Risnanda Hutama; Tony Dwi Susanto; Reny Nadlifatin; Apol Pribadi Subriadi; Sholiq Sholiq; Feby Artwodini Muqtadiroh; Achmad Holil Noor Ali
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4181

Abstract

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menerbitkan peraturan No. 5 Tahun 2020 tentang pedoman manajemen risiko sistem pemerintahan berbasis elektronik. Peraturan tersebut haris diimplementasikan oleh seluruh pemerintah daerah beserta seluruh OPD yang ada didalamnya. Namun, hingga saat ini masih terdapat kendala dalam mengikuti pedoman peraturan tersebut karena keterbatasan OPD dalam memahami. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam implementasi Manajemen Risiko terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Pemerintah Kota XYZ. Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi dan pemahaman OPD terkait risiko yang mungkin timbul selama proses implementasi SPBE. Metode pendampingan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan melalui workshop terkait manajemen risiko SPBE dan dilanjutkan dengan meninjau pengisian form manajemen risiko SPBE yang telah dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan kemajuan positif dengan sebagian besar OPD aktif mengisi formulir manajemen risiko. Namun, temuan juga mengidentifikasi beberapa OPD yang masih memerlukan pemahaman lebih mendalam terkait konsep manajemen risiko karena pengisian yang dilakukan belum lengkap untuk seluruh formulir manajemen risiko SPBE. Oleh karena itu, saran yang diajukan melibatkan penguatan pendidikan dan pelatihan khusus, penyusunan materi penyuluhan yang disesuaikan, peningkatan komunikasi, dan pemantauan berkelanjutan. Dengan saran tersebut, diharapkan program pendampingan ini dapat mendukung efektivitas manajemen risiko SPBE di Pemerintah Kota XYZ, menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan transparan
Implementasi Prinsip Agile pada Pembuatan Aplikasi Greentech: A Smarter Way to Reduce Electronic Waste Refaldi, Darrel Athaya; Faiz, Achmad; Sidiki, Moehammad Fazle Mawla; Ridwan, Muhammad Ali Husain; Rachmadi, Mohammad Geresidi; Fahmi, Muhammad Irsyad; Sholiq
LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren Vol. 2 No. 2 (2024): JUNI-NOVEMBER 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ljit.v2i2.2826

Abstract

Indonesia menghasilkan sekitar 1,9 juta ton limbah elektronik pada tahun 2022, menjadikannya sebagai negara penghasil e-waste terbesar di Asia Tenggara. Metode daur ulang konvensional yang telah diterapkan sering tidak efektif karena kurangnya efisiensi dan skala yang memadai. Oleh karena itu, pendekatan baru yang lebih efisien dan berkelanjutan yang telah dirumuskan berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukkan keberhasilan penerapan teknologi daur ulang otomatis di berbagai negara. Di Indonesia, terdapat empat perusahaan yang terbilang cukup berhasil dalam menerapkan pengelolaan limbah elektronik dengan metode penjemputan dan penilaian nilai limbah, sehingga menjadikan motivasi dari lahirnya Project ‘GreenTech’ ini. Aplikasi GreenTech dikembangkan menggunakan metodologi Scrum, yang dipilih karena efektivitas dan efisiensinya dalam menghemat waktu dan biaya serta meningkatkan produktivitas tim. Metode Agile Development terbukti mampu mengelola penjualan limbah secara online dan menampilkan nilai serta harga jual limbah secara akurat. Penerapan Scrum dalam pengembangan GreenTech menunjukkan hasil positif dalam hal efisiensi dan kolaborasi tim, dengan proses pengembangan yang terstruktur memungkinkan penetapan prioritas dan pemantauan kemajuan secara efektif. Sehingga, dengan dasar ini kami yakin bahwa penerapan metode Agile dalam pengembangan aplikasi GreenTech akan berhasil. Namun, penelitian lebih lanjut dan waktu lebih lama masih diperlukan untuk mencapai kesempurnaan dalam pengelolaan daur ulang dan penilaian perangkat elektronik bekas. Sehingga, disarankan untuk mempertimbangkan metode Agile lainnya seperti Extreme Programming (XP) untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak melalui pengembangan iteratif dan kolaborasi intens.
Implementasi Prinsip Agile pada Pembuatan Aplikasi Greentech: A Smarter Way to Reduce Electronic Waste Refaldi, Darrel Athaya; Faiz, Achmad; Sidiki, Moehammad Fazle Mawla; Ridwan, Muhammad Ali Husain; Rachmadi, Mohammad Geresidi; Fahmi, Muhammad Irsyad; Sholiq
LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren Vol. 2 No. 2 (2024): JUNI-NOVEMBER 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ljit.v2i2.2826

Abstract

Indonesia menghasilkan sekitar 1,9 juta ton limbah elektronik pada tahun 2022, menjadikannya sebagai negara penghasil e-waste terbesar di Asia Tenggara. Metode daur ulang konvensional yang telah diterapkan sering tidak efektif karena kurangnya efisiensi dan skala yang memadai. Oleh karena itu, pendekatan baru yang lebih efisien dan berkelanjutan yang telah dirumuskan berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukkan keberhasilan penerapan teknologi daur ulang otomatis di berbagai negara. Di Indonesia, terdapat empat perusahaan yang terbilang cukup berhasil dalam menerapkan pengelolaan limbah elektronik dengan metode penjemputan dan penilaian nilai limbah, sehingga menjadikan motivasi dari lahirnya Project ‘GreenTech’ ini. Aplikasi GreenTech dikembangkan menggunakan metodologi Scrum, yang dipilih karena efektivitas dan efisiensinya dalam menghemat waktu dan biaya serta meningkatkan produktivitas tim. Metode Agile Development terbukti mampu mengelola penjualan limbah secara online dan menampilkan nilai serta harga jual limbah secara akurat. Penerapan Scrum dalam pengembangan GreenTech menunjukkan hasil positif dalam hal efisiensi dan kolaborasi tim, dengan proses pengembangan yang terstruktur memungkinkan penetapan prioritas dan pemantauan kemajuan secara efektif. Sehingga, dengan dasar ini kami yakin bahwa penerapan metode Agile dalam pengembangan aplikasi GreenTech akan berhasil. Namun, penelitian lebih lanjut dan waktu lebih lama masih diperlukan untuk mencapai kesempurnaan dalam pengelolaan daur ulang dan penilaian perangkat elektronik bekas. Sehingga, disarankan untuk mempertimbangkan metode Agile lainnya seperti Extreme Programming (XP) untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak melalui pengembangan iteratif dan kolaborasi intens.
Generation of business process modeling notation diagrams from textual functional requirements in Indonesian Sholiq, Sholiq; Yaqin, Muhammad Ainul; Subriadi, Apol Pribadi; Setiawan, Bambang
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 15, No 3: June 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v15i3.pp2938-2950

Abstract

This study proposes a method for converting textual functional requirements in Indonesian to business process modeling notation (BPMN) diagrams. has not been found in previous studies. The use of BPMN diagrams to present software functional requirements has the advantage of being better in terms of presenting sequential activities than using use case diagrams. On the other hand, the requirements obtained from clients in the requirements collection session are more in the form of user stories, namely text in natural language. The method used in this study is to integrate natural language processing and a set of mapping rules and BPMN diagram generation rules. The proposed method is tested with 15 functional requirement cases from three applications, namely mini hospital software, employee cooperatives, and stores. Then, the results are compared with diagrams made by experts for the same cases. The test results show an accurate level of the proposed method of 94.4%.
Analisis Dampak Permasalahan Hukum Investree terhadap Ekosistem Startup Digital di Indonesia Centrinova, Aldiez Rizkia; Hidayat, Irhab Faiz; Nailah, Fairuz Khansa’; Pradnyandari, Ida Ayu Putu Rani; Farahdiansyah, Nadine Azzadiena; Sholiq, Sholiq
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 2 No. 1: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v2i1.185

Abstract

Kasus hukum yang menimpa PT Investree Radhika Jaya menjadi sorotan dalam perkembangan ekosistem startup digital di Indonesia, khususnya di sektor financial technology (fintech) dan peer-to-peer (P2P) lending. Investree mengalami pencabutan izin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Oktober 2024 akibat pelanggaran terhadap ketentuan modal minimum dan tingginya tingkat kredit macet (NPL) sebesar 16%, serta dugaan tindak pidana oleh mantan CEO-nya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melalui analisis data sekunder dari dokumen resmi, berita, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus ini menimbulkan dampak serius terhadap kepercayaan publik dan investor, memicu penguatan regulasi, serta mengganggu stabilitas ekosistem startup digital secara keseluruhan. Selain mencerminkan lemahnya tata kelola perusahaan, kasus Investree juga menjadi refleksi penting atas risiko sistemik di sektor startup berbasis keuangan. Meskipun membawa dampak negatif, insiden ini juga menjadi titik balik bagi regulator dan pelaku industri untuk memperkuat praktik tata kelola, meningkatkan pengawasan, dan membangun ekosistem digital yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Pendampingan Manajemen Risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pemerintah Kota XYZ Hutama, Rizal Risnanda; Susanto, Tony Dwi; Nadlifatin, Reny; Subriadi, Apol Pribadi; Sholiq, Sholiq; Muqtadiroh, Feby Artwodini; Ali, Achmad Holil Noor
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4181

Abstract

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menerbitkan peraturan No. 5 Tahun 2020 tentang pedoman manajemen risiko sistem pemerintahan berbasis elektronik. Peraturan tersebut haris diimplementasikan oleh seluruh pemerintah daerah beserta seluruh OPD yang ada didalamnya. Namun, hingga saat ini masih terdapat kendala dalam mengikuti pedoman peraturan tersebut karena keterbatasan OPD dalam memahami. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam implementasi Manajemen Risiko terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Pemerintah Kota XYZ. Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi dan pemahaman OPD terkait risiko yang mungkin timbul selama proses implementasi SPBE. Metode pendampingan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan melalui workshop terkait manajemen risiko SPBE dan dilanjutkan dengan meninjau pengisian form manajemen risiko SPBE yang telah dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan kemajuan positif dengan sebagian besar OPD aktif mengisi formulir manajemen risiko. Namun, temuan juga mengidentifikasi beberapa OPD yang masih memerlukan pemahaman lebih mendalam terkait konsep manajemen risiko karena pengisian yang dilakukan belum lengkap untuk seluruh formulir manajemen risiko SPBE. Oleh karena itu, saran yang diajukan melibatkan penguatan pendidikan dan pelatihan khusus, penyusunan materi penyuluhan yang disesuaikan, peningkatan komunikasi, dan pemantauan berkelanjutan. Dengan saran tersebut, diharapkan program pendampingan ini dapat mendukung efektivitas manajemen risiko SPBE di Pemerintah Kota XYZ, menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan transparan