Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementation of Data Warehouse and Star Schema for Optimizing Property Business Decision Making Willsen Wijaya; Jansen Wiratama; Santo Fernandi Wijaya
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 2 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 2 April 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i2.4091

Abstract

The property industry is a sector that faces intense competition, so innovation is needed to plan business strategies. PT Wijaya Karya Realty faces several problems, such as determining strategic locations for its property products, such as houses or shophouses, and comparing the price of company houses with the market price of homes in specific locations. To answer these needs, it is necessary to implement a data warehouse and Extract, Transform, Load (ETL). In this research, Pentaho Data Integration (PDI) is used as a tool for managing and cleaning data that can be used as analysis material to assist in data-based decision-making. Apart from that, Mondrian can be used through the workbench scheme to improve data analysis effectively. Designing a star schema that includes a dimensional table and fact table can help optimize the analysis process better. The implementation of a data warehouse allows companies to make in-depth decisions based on critical variables. The research results show that the implementation of Star Schema can provide information for companies in decision-making and business strategy planning in the property sector.
Measuring ERP System Readiness with COBIT 2019 at IT Vendor Industry Muhamad Calvin Syah Putra; Jansen Wiratama; Agus Sulaiman
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 3 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 3 Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i3.4676

Abstract

The application of information technology that supports company business activities in IT services can be assessed for its IT governance capabilities using the COBIT 2019 framework, including security aspects. This research aims to determine the company's IT governance capabilities in the Managed Risk (APO12), Managed Security (APO13), and Managed Configuration (BAI10) domains to overcome security risks and provide recommendations for achieving a higher level of capability. This qualitative research uses data obtained through interviews and literature studies. Based on the results of capability measurements, the company received a score at level 2 to target levels 3 and 4, which indicates a gap of 1 to 2 levels. Recommendations include improving risk understanding, security awareness, security controls, and configuration management. Additionally, recommendations for ERP modules such as risk management, information security management, project management, configuration management, and quality management are proposed to address the identified issues.
Studi Awal Pemanfaatan Teknologi Digital oleh UMKM UP2K Kenanga di Desa Curug Sangereng: Analisis Kesiapterapan Digitalisasi Pemasaran Jansen Wiratama; Santo Fernandi Wijaya; Hendro Budiyanto; Robben Setiadi; Axel Lionel Raphael
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.8005

Abstract

Rendahnya literasi digital dan terbatasnya pemanfaatan media daring membatasi akses pasar UMKM perdesaan. Program pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi kesiapan dan kebutuhan UMKM UP2K Kenanga di Desa Curug Sangereng dalam mengadopsi teknologi pemasaran digital. Desain program menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas (community-based participatory approach). Metode meliputi observasi lapangan, FGD dengan pemangku kepentingan, pelatihan digital marketing, serta perancangan dan pengujian prototipe e-marketplace berbasis web responsif. Sebanyak 11 UMKM terlibat pada proses pemetaan, uji coba, dan pelatihan. Hasil menunjukkan sebagian besar UMKM belum memiliki legalitas usaha dan belum memanfaatkan platform digital secara optimal, namun menunjukkan kemauan belajar yang tinggi. Prototipe e-marketplace diterima dan disempurnakan berdasarkan umpan balik pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis teknologi merupakan strategi yang layak dan relevan untuk memperkuat transformasi pemasaran serta daya saing UMKM secara berkelanjutan.
CONSUMER EXPERIENCE WITH TEMPEH LABEL INFORMATION: A LONGITUDINAL STUDY OF NON-GMO VS. UNLABELED PRODUCT CHARACTERISTICS AND TECHNOLOGICAL IMPLICATIONS Sobiyanto; Jansen Wiratama; Heru Soetanto Putra; Adreas Sigit Fitrianto
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/5vs3x826

Abstract

Kemasan produk pangan berperan sebagai sumber informasi utama, menyajikan detail esensial seperti status Organisme Termodifikasi Genetik (GMO), harga, dan tanggal kedaluwarsa, yang secara signifikan memengaruhi pengalaman dan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan menyelidiki korelasi antara informasi yang tersedia pada kemasan pangan dengan atribut produk yang diobservasi konsumen, dengan membandingkan tempe berlabel non-GMO dan tidak berlabel (diasumsikan GMO). Menggunakan metodologi studi kasus observasional longitudinal kualitatif, seorang peneliti sekaligus konsumen melakukan evaluasi harian sistematis selama 120 hari. Data yang dikumpulkan mencakup informasi label, harga beli, dan karakteristik produk yang dialami (masa simpan aktual, perubahan tekstur seperti kelembapan dan kekencangan, serta profil aroma) pada kondisi penyimpanan rumah tangga yang konsisten. Hasil utama memperlihatkan tempe tidak berlabel (harga lebih rendah) memiliki masa simpan aktual lebih lama dan integritas tekstur lebih superior dibandingkan tempe non-GMO premium. Tempe non- GMO mengalami degradasi tekstur lebih awal (lembab), meskipun kedua produk umumnya sesuai dengan tanggal kedaluwarsa masing-masing yang berbeda. Penandaan "non-GMO" dan harga premiumnya menciptakan ekspektasi konsumen terhadap durabilitas produk secara keseluruhan yang tidak sepenuhnya terpenuhi oleh kinerja aktual tempe non-GMO. Penelitian ini menyimpulkan bahwa informasi pada kemasan saat ini, meski menyajikan detail spesifik, mungkin belum memadai mengomunikasikan keseluruhan nuansa kinerja produk akibat teknologi produksi pangan yang beragam, yang berpotensi memengaruhi kepercayaan konsumen. Sistem informasi yang lebih canggih (misalnya, pelabelan cerdas, platform transparansi) berpotensi meningkatkan penyampaian informasi, mengelola ekspektasi konsumen lebih efektif, dan memperkaya pengalaman konsumen dengan menjembatani kesenjangan antara informasi yang disajikan dan atribut produk aktual.