Farid Rusdi
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terpaan Media Line Webtoon Wonderwall terhadap Opini Pembaca Mengenai Isu Kesehatan Mental Putri Oktavia Haliem; Farid Rusdi; Budi Utami
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3730

Abstract

Naver Webtoon adalah sebuah media komik online yang didirikan oleh Kim Jun Koo pada tanggal 23 Juni 2004 di Korea. Diluncurkan secara global sebagai Line Webtoon pada tahun 2014, dan memiliki 17 Juta pengguna per bulannya. Line Webtoon juga menyediakan Webtoon dalam berbagai Bahasa, salah satunya adalah Indonesia. Beberapa judul Webtoon yang tersedia dalam Bahasa Indonesia yang cukup terkenal adalah Line Webtoon ‘Wonderwall’ yang menjadi objek dari penelitian ini. Line Webtoon ‘Wonderwall’ sendiri bergenre romantis dan menceritakan tentang kisah seorang gadis bernama Jessy, dan kehidupan sekolahnya, kisah asmara dengan anak laki–laki yang ditakuti oleh anak sekolah yang mengandung konten yang mengarah ke isu kesehatan mental seperti trauma, suka menyayat tangan, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa jauh pengaruh terpaan media Line Webtoon “Wonderwall” terhadap opini pembaca mengenai isu kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan dasar teori terpaan media, dan opini. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Hal ini akan diuji dengan menggunakan uji validitas, realibilitas, normalitas, koefisien korelasi, koefisien determinasi, regresi linear sederhana, dan uji t. Dapat disimpulkan, bahwa terdapat pengaruh terpaan media Line Webtoon “Wonderwall” terhadap opini pembaca mengenai isu kesehatan mental. 
Analisis Kode Etik Jurnalistik Pemberitaan Keberagaman di Media Online Hana Elga Januari Christi; Farid Farid
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6495

Abstract

The press as a deliver of information not only has the right of freedom of the press but also has a responsibility to apply the ethics journalism to every news presented to the public. Implementing an ethics journalism is something that must be done and considered by every journalist in presenting news specifically about diversity. In Indonesia, an ethics journalism that is often used is a journalistic code of ethics established by the Indonesian Press Council. Therefore this research is about the application of ethics journalism in reporting the issue of diversity on the famous Indonesian online media that is called, detik.com. The purpose of this research is to show the application of ethics journalism among journalists. Applying ethics journalism is important among journalists because that is kind of a guide for journalists in carrying out their work. This research’s instruments in this thesis are from coding sheet, the coding sheets  filled  by two coder. The choice of the coder is based on educational background who takes journalistic studies. The results of this research indicate that detik.com has implemeted the journalistic code of ethics, but 13 of 40 news stories that have been posted, have no element of balance. Pers sebagai penyampai informasi tidak hanya memiliki hak kemerdekaan pers tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menerapkan kode etik jurnalistik pada setiap berita yang disajikan kepada masyarakat. Menerapkan kode etik jurnalistik adalah sebuah hal yang wajib diperhatikan dan dilakukan oleh setiap wartawan dalam menyajikan pemberitaan khususnya  pemberitaan mengenai keberagaman. Di Indonesia, kode etik jurnalistik yang sering digunakan ialah kode etik jurnalistik yang ditetapkan oleh Dewan Pers. Maka dari itu,  penelitian ini mengangkat tentang penerapan kode etik jurnalistik pada pemberitaan isu keberagaman  pada portal berita online, detik.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sifat deskriptif dan analisis isi sebagai teknik analisis data. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan penerapan kode etik jurnalistik di kalangan wartawan. Menerapkan kode etik jurnalistik adalah hal yang penting di kalangan wartawan karena kode etik jurnalistik adalah pedoman bagi wartawan dalam melaksanakan pekerjaanya. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa lembar coding yang diisi oleh dua orang coder. Pemilihan coder berdasarkan latar belakang pendidikan yaitu menempuh studi jurnalistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa detik.com telah menerapkan kode etik jurnalistik, namun masih ada berita yang tidak memiliki unsur keberimbangan.
Strategi Penyajian Berita Brilio.net (Studi Kasus: Media Online Menjangkau Generasi Milenial) Alvianne Suseno; Farid Rusdi
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6202

Abstract

Penelitian ini mengangkat strategi menyajikan berita yang dilakukan oleh media online yaitu Brilio.net guna menjangkau generasi milenial sebagai audiens sasaran. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metodologi kualitatif dan konsep teori oleh Mike Ward mengenai penyajian berita dan teori Lyons mengenai generasi milenial dalam membaca berita online. Hasil penelitian dan simpulan dari penelitian ini adalah Brilio.net melakukan penulisan dan penyajian berita berdasarkan karakteristik generasi milenial semaksimal mungkin dan membuat generasi milenial betah membaca berita Brilio.net melalui gadget-nya. Hal ini dikarenakan penyajian berita dengan format listikal dan banyaknya multimedia atau foto dan video sebagai bentuk lain dalam menyajikan berita. Brilio.net juga melakukan strategi dengan melakukan perundingan mengenai berita apa yang akan disajikan kepada generasi milenial setiap hari, serta melakukan strategi menjadikan jurnalis muda sebagai jurnalis dari Brilio.net untuk menjangkau generasi milenial itu sendiri.
Aktualisasi Diri Generasi Milenial Melalui Aplikasi Tiktok Putri Micella Pellondou; Farid Rusdi
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10388

Abstract

Self-actualization is a person's desire to use all of his abilities to achieve whatever they want and can be done by developing the potential that exists within an individual. Self-actualization of an individual can be formed from the surrounding environment and various kinds of increasingly advanced technological developments. In this digital era, it is encouraging millennials to use social media as a platform to actualize themselves and one of them is Tiktok. Tiktok Tiktok is a social media that accompanies videos or images with various types of music. The research method used in this research is qualitative with data collection techniques in the form of interviews and documentation. The results of the study indicate that the use of one's social media in building the expected self-image in social media uses the Dramaturgy theory of American sociologist Erving Goffman.Aktualisasi diri adalah keinginan seseorang untuk menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan dengan mengembangkan potensi yang ada di dalam diri seorang individu. Aktualisasi diri seorang individu dapat terbentuk dari lingkungan sekitar dan berbagai macam perkembangan teknologi yang semakin maju. Di jaman yang sudah serba digital ini mendorong generasi millenial dalam menggunakan media sosial sebagai platform untuk mengaktualisasi diri mereka dan salah satunya adalah Tiktok. Tiktok Tiktok merupakan media sosial yang mengiringi video atau gambar dengan berbagai jenis music. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sosial media seseorang dalam membangun citra diri (image) yang di harapkan dalam sosial media dengan menggunakan teori Dramaturgi dari sosiolog Amerika Erving Goffman.
Pengaruh Berita Hoaks Terhadap Persepsi Pembaca Media Online (Pemberitaan Ratna Sarumpaet di Media Kumparan) Berllin Ahnes Ovita Yanti; Farid Rusdi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3890

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pengaruh berita hoaks terhadap persepsi pembaca media online. Pemberitaan yang diangkat yakni terkait Ratna Sarumpaet di media online Kumparan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei. Pengumpulan sampel menggunakan teknik Sampling Non-Random. Data dikumpulkan dengan penyebaran kuisioner dengan skala Likert. Hasil uji validitas dari masing-masing variabel dinyatakan valid dengan nilai Corrected item-total correlation lebih dari 0.2 melalui perhitungan SPSS 16. R square 0,602 yang berarti kemampuan Variabel (X) Pemberitaan Ratna Sarumpaet dalam menjelaskan variabel (Y) persepsi sebesar 60,2% sedangkan sisanya diperoleh 39,8% adalah faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini ialah adanya pengaruh persepsi terhadap pemberitaan ratna sarumpaet mengenai berita hoaks di media Kumparan.
Strategi Komunikasi Program Radio Pendidikan Sebagai Media Sumber Pembelajaran dan Informasi Syifa Nurhaliza; Farid Farid
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15464

Abstract

Suara Edukasi AM is an educational radio broadcast that has been organized by the Center for Data and Information Technology of the Ministry of Education and Culture. Radio requires a special communication strategy so that the information broadcast every day can be received and easily accepted by listeners and provides benefits to the listeners, especially in the Covid-19 pandemic situation. In the midst of many radio stations that are no longer active due to the existence of radio nowadays, many have been replaced by other, more modern mass media, but Suara Edukasi radio remains consistent and provides a lot of information about education and other entertainment. The purpose of the study was to identify and describe the planning, evaluation, management and challenges faced by Suara Edukasi radio in managing and providing information during the Covid-19 pandemic. In addition, it is also to describe the communication strategy carried out by Suara Edukasi educational radio in providing learning information, in order to retain and attract listeners in the midst of the Covid-19 pandemic through its broadcast program. This study will describe the stages of communication strategy described by Phil Jones. With a qualitative method research approach, the authors collect primary data with interviews and field observations. Then secondary data was obtained through websites, articles, and books. As a result, there are several challenges that must be faced by Suara Edukasi radio, but the radio can carry out the stages of communication strategy well, in order to achieve an organizational goal. At this time, communication strategies during the pandemic that have been defined and refined will continue to be used and developed.Suara Edukasi AM adalah siaran radio pendidikan yang telah diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Radio membutuhkan strategi komunikasi khusus agar informasi yang disiarkan setiap harinya dapat diterima dan mudah diterima oleh pendengar dan memberi manfaat kepada para pendengarnya terutama dalam situasi pandemi Covid-19. Ditengah banyaknya stasiun radio yang sudah tidak aktif dikarenakan eksistensi radio pada masa sekarang sudah banyak tergantikan oleh media massa lainnya yang lebih modern, namun radio Suara Edukasi tetap konsisten dan tetap memberikan banyak informasi seputar pendidikan maupun hiburan lainnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan dari mulai proses perencanaan, evaluasi, pengelolaan dan tantangan yang dihadapi oleh radio Suara Edukasi dalam mengelola dan memberikan informasi pada masa pandemi Covid-19. Selain itu juga untuk mendeskripsikan strategi komunikasi yang dilakukan radio pendidikan Suara Edukasi dalam memberikan informasi pembelajaran, agar dapat mempertahankan dan menarik pendengar ditengah pandemi Covid-19 melalui program siarannya. Penelitian ini akan memaparkan tahapan strategi komunikasi yang dipaparkan oleh Phill Jones. Dengan pendekatan penelitian metode kualitatif, penulis mengumpulkan data primer dengan wawancara dan observasi dilapangan. Kemudian data sekunder diperoleh melalui website, artikel, dan buku. Hasilnya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh radio Suara Edukasi, namun radio tersebut dapat melakukan tahapan-tahapan strategi komunikasi dengan baik, demi tercapainya sebuah tujuan organisasi. Pada saat ini, strategi komunikasi selama pandemi yang sudah ditetapkan dan disempurnakan akan terus digunakan dan dikembangkan.
Konstruksi Konsep Diri Sepasang Remaja dalam Film Dua Garis Biru Rahayu Kurnia Kinasih; Farid Rusdi
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6452

Abstract

Movie is one of the most important mass media in describing a social reality that aired on cinema, and then the message of the story content of a movie can be well received by the audience. The development of youth-themed movies is increasingly diverse in building an interesting story. One of them is Dua Garis Biru, a movie depicting a pair of teenagers who have intercourse outside the marriage. Through the movie, researchers are very interested in conducting research as the main focus on the concept of teenage children. Therefore, the authors use psychological theories to support the results of the authors' research, and use the research methods of analysis of discourse expressed by Teun A. Van Dijk. The results of the research found were the perpetrators of premarital sex in the Dua Garis Biru movie are constructed as a teenager representing the reality of premarital sex teenagers to still be able to form a positive self-concept. The development of the children's concepts can be assisted by how the family, especially the role of parents in establishing good communication, as well as providing education about the health of sexuality and reproduction to children. Film merupakan salah satu media massa yang paling berperan dalam menggambarkan suatu realitas sosial yang ditayangkan di layar bioskop, kemudian pesan dari isi cerita sebuah film dapat diterima dengan baik oleh penonton. Perkembangan film yang bertemakan remaja, semakin beragam dalam membangun suatu cerita yang menarik. Salah satunya adalah film Dua Garis Biru yang menggambarkan sepasang remaja yang melakukan hubungan badan di luar pernikahan. Melalui film tersebut, peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian sebagai fokus utamanya tentang konsep diri anak remaja. Oleh karena itu, penulis menggunakan teori-teori psikologi untuk mendukung hasil penelitian penulis, dan menggunakan metode penelitian analisis wacana yang dikemukakan oleh Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian yang ditemukan ialah pelaku remaja seks pranikah dalam film Dua Garis Biru dikonstruksikan sebagai remaja yang mewakili realitas remaja seks pranikah untuk tetap bisa membentuk konsep diri positif. Perkembangan konsep diri anak dapat dibantu melalui bagaimana keluarga, terutama peran orangtua dalam membangun komunikasi yang baik, serta memberikan edukasi tentang kesehatan seksualitas dan reproduksi kepada anak.
Analisis Gaya Kepemimpinan Executive Producer iNews TV Malam Dalam Memotivasi Proses Produksi Berita Leya Levina; Farid Rusdi
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1364

Abstract

Kenaikan kinerja instansi TV melalui proses dan sejarah instansi membuat instansi iNews TV semakin maju. Hal ini yang kemudian menarik untuk dapat diteliti. Berdasarkan fenomena tersebut, penulis ingin meneliti bagaimana gaya kepemimpinan Executive Producer iNews TV Malam dalam memotivasi proses produksi berita. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teori mengenai gaya kepemimpinan yang menjadi acuan dalam penelitian ini yaitu teori Blake & Mouton sedangkan untuk teori motivasi adalah teori dua faktor oleh Herzberg. Melalui penelitian ini dapat dilihat bahwa pimpinan menerapkan gaya tim, gaya santai, gaya kerja dan gaya pemimpin pertengahan dimana pemberian perhatian tinggi terhadap produksi proses berita. Sehingga diharapkan agar gaya kepemimpinan serta motivasi yang tercipta dapat terus dipertahankan dan dikembangkan lebih baik lagi. Gaya kepemimpinan  Executive Producer iNews TV Malam pun memiliki gaya kepemimpinan yang sangat berbeda dalam menghasilkan program iNews TV Malam dalam menyajikan berita kepada masyarakat Indonesia.
Pengaruh Citra Aplikasi Kitabisacom terhadap Minat Donasi Generasi Milenial di Masa Pandemi Covid-19 Chelsea Erwan; Farid Farid
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15467

Abstract

The Kitabisacom application is a well-known platform to raise funds and donate which is available in smartphone or website in Indonesia. During the Covid-19 pandemic, Indonesians experienced economic difficulties. Some were infected with Covid-19 and couldn’t pay for hospital fees. A lot of millennials use this application to make donations to those in need. To find out how the image of the Kitabisacom application affects millennial generation's interest in donations during Covid-19 pandemic and whether Kitabisacom application's image can increase millennial generation's interest in donations during Covid-19 pandemic is the purpose. The theory used is the image theory from Sumardi (2021): (dynamic, cooperative, business, character, successful, and withdrawn) and Gilchrist's theory of donation interest (2019): (attitude, norms, and behavioral intention). This study uses quantitative approach with 100 samples of @Kitabisacom Instagram followers through purposive sampling technique. From the simple linear regression test, every time there is an addition of a value or number for the influence of the Kitabisacom application image (X), there will be an increase in donation interest (Y) worth 0.443 (regression coefficient). The T-test shows the influence of the Kitabisacom application's image on the millennial generation's interest in donations during the Covid-19 pandemic.Aplikasi Kitabisacom merupakan platform untuk menggalang dana dan berdonasi yang tersedia dalam bentuk aplikasi smartphone maupun website yang terkenal di Indonesia. Selama pandemi Covid-19, sejumlah masyarakat Indonesia mengalami kesulitan ekonomi maupun terinfeksi Covid-19 dan tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Generasi milenial menggunakan aplikasi Kitabisacom untuk menggalang dana ataupun melakukan donasi kepada yang membutuhkan. Penelitian ini ingin mengetahui apakah citra aplikasi Kitabisacom dapat meningkatkan minat donasi generasi milenial saat pandemi Covid-19. Teori yang digunakan yakni teori citra menurut Sumardi (2021) yaitu dynamic, cooperative, business, character, successful, dan withdrawn. Selain itu juga teori minat donasi oleh Gilchrist (2019) yaitu attitude, norms, dan behavioral intention. Metode penelitian yang digunakan yakni pendekatan kuantitatif serta metode survei dengan 100 sampel dari pengikut Instagram @Kitabisacom dengan non-probability sampling serta teknik purposive sampling. Dari uji regresi linear sederhana didapati bahwa setiap adanya penambahan angka atau nilai untuk pengaruh citra aplikasi Kitabisacom, maka akan terdapat kenaikan minat donasi senilai 0,443 (koefisien regresi). Uji T juga menunjukan adanya pengaruh citra aplikasi Kitabisacom terhadap minat donasi generasi milenial saat pandemi Covid-19.
Framing Dan Komodifikasi Isu Kedekatan Ayu Ting Ting Dengan Raffi Ahmad Oleh Tribunnews.com Dan Detik.com Silvia Rahmawati; Farid Rusdi
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2041

Abstract

Pemberitaan mengenai isu kedekatan selebritis Ayu Ting Ting dengan Raffi Ahmad marak diberitakan oleh berbagai media, baik media konvensional dan media baru. Media yang gencar dalam melakukan pemberitaan adalah Tribunnews.com dan Detik.com. Penelitian ini menganalisis bagaimana Tribunnews.com dan Detik.com membingkai isu tersebut dan bagaimana Teori Komodifikasi diterapkan dalam kedua media tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deksriptif. Peneliti menggunakan analisis framing Robert N. Entman, dan Teori Komodifikasi. Analisis Framing Robert N. Entman dengan empat tahap yaitu Define Problems (Pendefinisian Masalah),  Diagnose Cause (Perkiraan Sumber Masalah), Moral Judgement (Keputusan Moral) dan Treatment Recomendation (Penyelesaian Masalah). Sedangkan, komodifikasi adalah proses mengubah barang dan jasa, termasuk komunikasi, yang dinilai karena kegunaannya, menjadi komoditas yang dinilai karena apa yang akan mereka berikan di pasar. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Tribunnews.com lebih menyudutkan dan menggiring opini publik terhadap pemberitaan Ayu Ting Ting dengan Raffi Ahmad dibandingkan Detik.com. Komodifikasi pemberitaan di Tribunnews.com lebih terlihat jelas daripada dalam pemberitaan di Detik.com.