Ni Made Surawati
Universitas Hindu Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ESENSI AJARAN MORALITAS DALAM TUTUR JATISWARA Ni Made Surawati; Ni Nyoman Sri Winarti; A.A Putra Dwipayana
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 19 No 2 (2019): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.419 KB) | DOI: 10.32795/ds.v19i2.427

Abstract

Karya sastra adalah sumber pengetahuan terutama dalam agama Hindu. Dalam penelitian ini dikaji sebuah karya sastra berjudul Tutur Jatiswara. Teks Tutur Jatiswara adalah sebuah karya sastra yang berisi ajaran perilaku dan teks-teks. Keindahan tutur gaya bahasa yang disampaikan pada awal teks, isi, dan juga analisis terhadap makna keindahan yang dikandung merupakan suatu keindahan dari hubungan antara orang tua dengan anak, di mana orang tua yang selalu menjadi suritauladan, dan menjadi pedoman bagi anak-anaknya, karena orang tua juga yang akan mengawali untuk mendidik karakter-karakter, mental anak agar menjadi anak yang suputra, pentingnya peranan orang tua dalam membentuk jadi diri sang anak, agar kelak anaknya menjadi seorang yang mempunyai tata tingkah laku (moral) dalam kehidupan ini.
METODE BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 SANUR Ni Made Surawati; I Nyoman Winyana; Ni Putu Eka Sariani
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3434

Abstract

Mengacu dengan fungsi guru sebagai tenaga pendidik yang akan menuntut dan membimbing siswa dalam mencapai tujuan pendidikan yang dalam halnya ini guru dituntut kreatif dalam memberikan suatu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang dengan pesat. Bentuk kombinasi dari pembelajaran tatap muka dengan perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu metode dalam pembelajaran yakni dengan menggunakan metode blended learning. Metode blended learning adalah sebuah metode pengajaran akibat dari keterbatasan waktu, tempat, dan situasi, sehingga pembelajaran ini akan meningkatkan interaksi pembelajaran antara guru dengan siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data yang terkumpul kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi kepada guru untuk dapat menerapkan metode blended learning dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti pada siswa kelas v di SD Negeri 3 Sanur. Sekolah dasar patut mengembangkan pola Pendidikan yang menyenangkan dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning agar pembelajaran lebih menyenangkan dan dapat menumbuhkan minat belajar siswa di masa pandemi covid-19.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA SISWA-SISWI KELAS V SD PELITA BANGSA Ni Made Surawati; Ni Nyoman Sri Winarti; I Putu Hanyran Ray
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3507

Abstract

Dewasa ini dunia pendidikan di Indonesia bahkan di dunia mengalami suatu transformasi yang kompleks, hal ini disebabkan pandemi Covid-19. Pemerintah menganjurkan agar pembelajaran dilaksanakan di rumah masing-masing dengan menggunakan sistem Daring (dalam jaringan) memanfaatkan teknologi dan media pembelajaran yang berkembang saat ini. Penelitian ini berupaya membahas perihal penerapan media audio visual dalam pembelajaran agama di Sekolah Dasar Pelita Bangsa, Denpasar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi kepada guru dan orang tua siswa untuk dapat menerapkan media audio visual dalam pembelajaran daring pada siswa-siswi kelas V SD Pelita bangsa. Guru menjelaskan materi melalui media audio visual dengan menggunakan aplikasi zoom meeting, kemudian guru menayangkan materi pelajaran berupa video, gambar, dan rekaman suara. Sekolah dasar patut mengembangkan pola pendidikan yang menyenangkan dengan menggunakan media pembelajaran audio visual agar pembelajaran lebih menyenangkan dan menumbuhkan minat belajar siswa.
TRADISI UPACARA PERKAWINAN MASSAL DI DESA PENGOTAN, KABUPATEN BANGLI (PERSEPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU) Ni Made Surawati; I Nengah Artawan; A.A Ketut Raka
WIDYANATYA Vol 4 No 2 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan SeniĀ 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Mass marriage in Pengotan Village is a sacred tradition that is always carried out when one of the bride and groom comes from the village. This article is focused on discussing the tradition of mass marriage in Pengotan Village from the perspective of Hindu religious education. The approach used is a qualitative method. The tradition of mass marriage in Pengotan Village is guided by three basic frameworks in religious teachings, namely tattwa (Philosophy), susila (Ethics) and acara (Ritual). ABSTRACT Perkawinan massal di Desa Pengotan merupakan tradisi sakral yang selalu dijalankan apabila salah satu dari mempelai berasal dari desa tersebut. Artikel ini difokuskan membahas tradisi perkawinan massal di Desa Pengotan dari perspektif pendidikan agama Hindu. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif. Tradisi perkawinan massal di Desa Pengotan berpedoman pada tiga kerangka dasar dalam ajaran agama, yaitu tattwa (Filsafat), Susila (Etika) dan acara (Ritual).
Upacara Ngubeng Di Kota Denpasar (Strategi Adaptif Pelaksanaan Upacara Agama Hindu Dalam Mencegah Penyebaran Virus Covid 19 Cluster Religi) Ida Ayu Putu Sari; Ida Bagus Purwa Sidemen; Ni Made Surawati; I Nengah Artawan
WIDYANATYA Vol 5 No 1 (2023): WIDYANATYA: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA DAN SENI
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyebaran virus covid 19 saat ini memberikan pengruh kepada semua sector. Demikian juga pada sector kehiduan beragama (Religi) Salah satunya adalah diamana dengan pembatasan jumlah peserta persembahyangan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi masayarakat beragama Hindu yang mayoritas di Provinsi Bali. Kebersamaan dalam Hindu sudah meruakan akar dalam kegiatan keberagamaan hal ini merupakan implikasi dari bentuk social kemasyarakatan dan juga tradisi yang telah lahir dari bangsa Indonesia. Oleh sebab itu maka pemerintah daerah provinsi Bali bersama jajarannya memberikan himbauan pelaksanaan upacara melalui ngubeng yaitu elaksanaan upacara di tempat. Hal inilah yang diterapkan oleh masyarakat di Kota Denpasar. Hampir semua kegiatan yang berifat ceremony dilaksanakan dengan upacara ngubeng sehingga menunjukan hal positif dalam mencegah penyebaran virus corona. Namun demikian nampaknya apa yang dilaksanakan di Kota Denpasar masih belum bisa diikuti oleh wilayah lain di Provinsi Bali. Sehingga hal ini penting menjadi kajian dengan harapan daat menjadikan pegangan bagi masyarakat beragama Hindu untuk dapat melaksanakan Upacara Ngubeng. Kata Kunci : Upacara ngubeng, strategi adatif. Abstract The spread of the Covid 19 virus is currently affecting all sectors. Likewise in the sector of religious life (Religion), one of which is where the number of prayer participants is limited. This is certainly a challenge for the majority Hindu community in the Province of Bali. Togetherness in Hinduism has roots in religious activities, this is an implication of social forms and also traditions that have been born from the Indonesian people. Therefore, the regional government of the province of Bali and its staff gave an appeal for the implementation of the ceremony through ngubeng, namely the implementation of the ceremony on the spot. This is what is applied by the people in the city of Denpasar. Almost all ceremonial activities are carried out with the ngubeng ceremony so that it shows positive things in preventing the spread of the corona virus. However, it seems that what has been implemented in the city of Denpasar cannot be followed by other regions in the Province of Bali. So this is important to be studied in the hope that it can become a guide for Hindu religious communities to be able to carry out the Ngubeng Ceremony. Keywords: Ngubeng ceremony, adaptive strategy.
PENGARUH KEDISIPLINAN DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMP NEGERI 2 SELEMADEG TIMUR, KABUPATEN TABANAN Ni Made Surawati; I Ketut Winantra; Made Bhujangga Wismantari
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v6i1.4033

Abstract

Penelitian ini berupaya mengangkat tentang penurunan kedisiplinan dan minat belajar siswa saat diberlakukannya sistem pembelajaran daring. Selain itu, kurangnya pengawasan oleh orang tua saat mengikuti pembelajaran daring menyebabkan suasana menjadi kurang kondusif akibat kebiasaan siswa yang kurang disiplin di rumah, serta menurunnya hasil belajar Pendidikan Agama Hindu akibat kurangnya minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa kedisiplinan memiliki hubungan searah dengan hasil belajar yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi p- value sebesar 0,001 < 0,05 (5%) dan nilai korelasi sebesar 0,387 (38,7%) dengan posisi positif (searah). Minat belajar memiliki hubungan searah dengan hasil belajar yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi p-value sebesar 0,003 < 0,05 (5%) dan nilai korelasi sebesar 0,352 (35,2%) dengan posisi positif (searah). Persamaan regresi linier sederhana kedisiplinan dengan hasil belajar yakni, Y = 46,208 + 0,468X1, persamaan ini menunjukkan bahwa kedisiplinan memiliki pengaruh yang searah dengan hasil belajar. Persamaan regresi linier sederhana minat belajar dengan hasil belajar yakni, Y = 69,783 + 0,165X2, persamaan ini menunjukkan bahwa minat belajar mempunyai pengaruh yang searah dengan hasil belajar. Persamaan regresi linier berganda kedisiplinan dan minat belajar terhadap hasil belajar yakni, Y = 40,750 + 0,407X1 + 0,138X2, persamaan ini menunjukkan bahwa kedisiplinan dan minat belajar mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar.
WARNA ALAM DALAM BENANG TENUN TRADISIONAL BALI PERSPEKTIF SENI RUPA HINDU I Kadek Sumadiyasa; I Ketut Suwidiarta; Ni Made Surawati; Ida Ayu Putu Sari
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna Bali dalam tatanan kebudayaan Bali sejak dahulu kala mengandung simbol-simbol ketuhanan yang dipakai dalam karya seni rupa. Warna alam bersifat unik mempunyai kandungan zat pewarna alami dan berkarakter anggun dan berwibawa. Warna alam mempunyai fungsi sesuai dengan kegunaannya baik secara pendidikan, seni, sosial, dan relegi. Warna alam ini dipergunakan secara turun temurun menghasilkan sapuan warna yang berkarakter dan mempunyai identitas kebalian. Dalam penelitian ini penulis akan membahas warna alam dalam benang tenun tradisional Bali perspektif seni rupa Hindu. Melihat perkembangan jaman terjadi fenomena yaitu warna alam yang semula telah tersisihkan penggunaannya dengan pemakaian warna sintetis, saat ini mulai digali karena disadari bahwa warna sintetis tidak ramah lingkungan dan mencemari kesehatan manusia, sedangkan warna alam ramah terhadap lingkungan dan tidak mencemari kesehatan manusia.