Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Koneksi

Komunikasi Antarpribadi Sesama Penggemar dalam Fandom (Studi pada Penggemar dalam Fandom BTS di Jakarta) Lingga Lingga; Yugih Setyanto; Lusia Savitri Setyo Utami
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2438

Abstract

Fandom adalah sekumpulan grup penggemar yang terhubung karena memiliki satu kesamaan yakni rasa cinta terhadap idolanya. Penggemar grup Korea, BTS (Bangtan Sonyeondan) memiliki sebutan dengan nama ARMY. Setiap hubungan tanpa terkecuali hubungan antar penggemar akan melakukan komunikasi antarpribadi penggemar. Penggemar dilihat sebagai individu yang berlebihan, konsumtif, dan terobsesi pada idolanya. Individu yang tidak masuk ke dalam fandom biasanya tidak akan mengerti isi komunikasi yang sedang berlangsung dalam fandom. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi antarpribadi penggemar dalam suatu fandom. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori komunikasi antarpribadi dengan proses komunikasi antarpribadi seperti kontak, keterlibatan, keakraban, kemunduran, pemutusan hubungan, dan teori konflik antarpribadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi pada penggemar BTS. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan komunikasi antarpribadi penggemar BTS melalui tahapan proses komunikasi antarpribadi, kemudian isi komunikasi yang terjadi di antara penggemar memiliki konteks parasosial di dalamnya, dan hubungan antar penggemar tidak terhindar dari konflik antarpribadi.
Komunikasi Antar Pribadi Anak Punk dan Orangtua (Studi Pada Komunitas Punk Bad Plus Di Peninggaran, Jakarta Selatan) Ajeng Puspita Ningrum; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1332

Abstract

Public United not Kingdom (punk) bukan hanya membahas tentang fashion dan menciptakan lirik lagu sederhana, punk juga berbicara tentang kebebasan dan gaya hidup idealisme sendiri. Penelitian ini membahas mengenai komunikasi antar pribadi anggota punk dan orangtua (studi komunikasi punk Bad Plus) di Peninggaran, Jakarta Selatan. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskripstif dengan pendekatan teori Komunikasi Antar Pribadi. Data diperoleh dari wawancara. Menurut analisis yang peneliti lakukan, konflik yang terjadi di dalam konteks keluarga yang terjadi antara anak punk dan orangtua belum saling memahami karakter satu sama lain, sehingga tujuan komunkasi yang diinginkan tidak tercapai. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa sebuah keluarga yang seharusnya saling memberi kasih sayang dan perhatian kepada tiap anggota keluarga tidak tercermin pada keluarga narasumber, yakni Kiplay dan Boyo. Hasilnya, terjadilah kesalahpahaman komunikasi atau miscommunication yang menyebabkan narasumber keluar dari rumah untuk mencari lawan bicara yang sesuai harapannya.
Pendekatan Komunikasi Antarpribadi Guru Dalam Menangani Siswa Bermasalah (Studi Hubungan Guru dan Siswa di SMK Negeri 1 Jakarta) Novianti Lorensia; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3929

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pendekatan komunikasi antar pribadi guru dan siswa bermasalah di SMKN 1 Jakarta. Pada dasarnya komunikasi berawal dari lingkungan keluarga. Komunikasi juga dapat terjadi dalam proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Seringkali, dalam proses komunikasi ditemui kegagalan yang biasanya disebabkan oleh lemahnya komunikasi. Oleh karena itu, dapat menimbulkan berbagai masalah bagi kalangan siswa yaitu masalah tawuran dan “korban” dari senioritas. Penelitian ini menggunakan sejumlah konsep terdiri dari teori komunikasi, komunikasi antar pribadi, komunikasi pendidikan, psikologi komunikasi. Penelitian ini menganalisis siswa bermasalah dan masa remaja. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif melalui metode penelitian studi kasus. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa komunikasi antar pribadi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas untuk memberikan pemahaman kepada siswa sudah cukup baik. Komunikasi yang terjadi secara langsung di SMK Negeri 1 Jakarta adalah komunikasi semua arah, tidak hanya melibatkan interaksi antara guru dengan siswa tetapi melibatkan interaksi antara siswa dengan siswa lainnya. Pendekatan komunikasi antar pribadi yang dilakukan oleh guru kepada siswa yang memiliki masalah menggunakan pendekatan agama.
Pengungkapan Identitas Diri Melalui Komunikasi Non Verbal Artifaktual Pada Komunitas Crossdress Cosplay Jepang Fasa Bikati Sabka; Yugih Setyanto; Septia Winduwati
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3905

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana identitas diri dibangun dan dibentuk. Dengan menggunakan konsep, identitas diri yang terdiri dari konstruksi identitas diri, faktor-faktor yang mempengaruhi identitas, proses pembentukkan identias diri. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang dilakukan dalam mengumpulkan data yakni dengan teknik wawancara mendalam, observasi non-partisipan, studi kepustakaan, dan penelusuran data online. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri dibangun oleh proses pembentukan identitas diri yang dikarenakan adanya figur yang menjadi model dan tingkat keterbukaan individu terhadap berbagai alternatif identitas. Selain itu, terbentuk melalui media digital maupun media konvensional seperti Anime (kartun Jepang), Manga (komik Jepang), serta lingkungan disekitarnya.
Fenomena Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual secara Verbal terhadap Perempuan di Jakarta Angeline Hidayat; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6487

Abstract

Catcalling, a familiar term that is often heard especially in big cities like Jakarta. In catcalling, there is a form of communication in which the offender gives verbal expression to the victim through whistling and also comments about body shape by attacking the sexual attributes of the victim. However, this is a problem because there is an ambiguity in the meaning of the community about catcalling as a joke or sexual harassment, especially against women. The purpose of this research is to know about the phenomena and forms of communication from catcalling. This research is qualitative research using phenomenology method. Theories used in this research are verbal communication theory, patriarchal culture, feminism, stereotypes and gender, and catcalling. This study uses interviews with key informants and informants, participant observation, literature study, and documentation to collect data. The result of this research is that catcalling is a verbal sexual harassment and is part of the rape culture. Catcalling, sebuah istilah yang tidak asing untuk didengar terutama di daerah perkotaan besar seperti di Jakarta. Dalam catcalling, terdapat bentuk komunikasi di mana pelaku memberikan ekspresi verbal terhadap korbannya misalnya melalui siulan dan juga komentar-komentar tentang bentuk tubuh mereka dengan menyerang atribut seksual korban. Namun, hal ini menjadi sebuah permasalahan karena terdapat ambiguitas makna yang terdapat di masyarakat tentang catcalling sebagai candaan atau pelecehan seksual terutama terhadap perempuan. Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang fenomena dan juga bentuk komunikasi dari catcalling tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang menggunakan metode fenomenologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi verbal, budaya patriarki, feminisme, stereotip dan gender, dan catcalling. Penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu wawancara dengan informan kunci dan informan, observasi partisipan, studi pustaka, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil dari penelitian ini adalah catcalling merupakan pelecehan seksual secara verbal dan merupakan bagian dari rape culture.
Analisis Framing Pemberitaan Portal Berita Media Online Mediaindonesia.com dan Beritasatu.com dalam Debat Pilpres Putaran Pertama Buche Christian Sapulette; Yugih Setyanto; Septia Winduwati
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6155

Abstract

Penelitian ini meneliti mengenai analisis framing yang dilakukan portal berita media online Mediaindonesia.com dan Beritasatu.com yang melakukan pemberitaan terkait pasca debat putaran pertama pemilihan presiden yang berlangsung pada 17 Januari 2019. Dengan menggunakan teori analisis framing yang dikemukakan oleh Robert N. Entman, terlihat bahwa Mediaindonesia.com dalam melakukan pemberitaan pasca debat tersebut sangat mengarah dan selalu memberikan kesan positif pada pasangan Jokowi-Amin, serta memberikan kesan negatif bagi pasangan Prabowo-Sandi. Berbeda dengan Beritasatu.com yang terlihat lebih netral dibandingkan dengan Mediaindonesia.com, meski tetap lebih mengarah pada satu pihak, yaitu Prabowo-Sandi, namun pemberitaannya tidak ada yang memberikan kesan negatif bagi pasangan Jokowi-Amin.
Komunikasi Antar Pribadi Orangtua-Anak Pasca Perceraian Ferren Alwinda; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10282

Abstract

Humans are social beings who are unable to live alone. The first environment for every human being when he is born into the world is family. Communication that occurs in the family is interpersonal communication. An ideal family would have dreams of having a harmonious life. But in reality, not all families can feel it. There are several factors that can cause this disharmony to lead to divorce. Every divorce that occurs, of course, has its own impact, especially for married couples who already have children. The impact of parental divorce will certainly form a different character for the child, especially for those who are growing up in their teens. The impact of divorce will also change the interpersonal communication that occurs between fathers and mothers and their children. The purpose of this study was to analyze the application of interpersonal communication in the family to children after their parents' divorce. This study uses a qualitative research approach with descriptive research methods. In this study, researchers interviewed a single father with his teenage children, a single mother with her child and a psychologist. The results of this study indicate that divorce has an impact on changing the interpersonal communication relationship between children and parents, which initially becomes tenuous, but not with parents who still live at home with their children.Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak mampu hidup seorang diri. Setiap manusia yang terlahir, tentu ia akan langsung berada di sebuah keluarga. Maka dari itu,  lingkungan pertama bagi setiap manusia ketika lahir ke dunia adalah keluarga. Komunikasi yang terjadi di dalam keluarga ialah komunikasi antarpribadi. Sebuah keluarga yang ideal tentu memiliki impian untuk memiliki kehidupan yang harmonis. Namun pada kenyataannya, tidak semua keluarga dapat merasakannya. Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan ketidakharmonisan tersebut sehingga menimbulkan perceraian. Setiap perceraian yang terjadi, sudah pasti memiliki dampaknya tersendiri terutama bagi pasangan suami-istri yang sudah memiliki anak. Dampak dari perceraian orang tua, tentu akan membentuk karakter yang berbeda terhadap anak tersebut, terutama bagi yang sedang tumbuh di usia remaja. Dampak dari perceraian juga akan merubah komunikasi antarpribadi yang terjadi antara ayah dan ibu serta anak mereka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis penerapan komunikasi antarpribadi di dalam keluarga terhadap anak pasca perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan  metode penelitian deskriptif. Pada penelitian ini, peneliti mewawancari seorang ayah tunggal dengan anak remajanya dan seorang psikolog. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan adanya perbedaan penerapan komunikasi antarpribadi antara orang tua ketika sudah bercerai dengan anak remajanya.
Komunikasi Antarpribadi antara Anak dan Ibu Asuh (Studi Kasus SOS Children’s Villages Indonesia) Ivana Ivana; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2015

Abstract

SOS Children’s Villages merupakan organisasi sosial yang bergerak dalam hal pengasuhan anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua. Organisasi ini  memberikan rumah dan keluarga berupa ibu asuh sebagai orang tua pengganti. Penelitian ini membahas mengenai komunikasi antarpribadi yang dilakukan antara anak dan ibu asuh di desa SOS Children’s Villages Jakarta. Penelitian ini dilandasi oleh beberapa teori yaitu teori komunikasi, komunikasi antarpribadi dan penetrasi sosial. Unit analisis berupa keluarga, ibu asuh dan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari wawancara mendalam dengan tujuh narasumber yaitu Project Director Desa SOS Cibubur dan tiga ibu asuh serta tiga anak asuh SOS, observasi, dokumentasi, penelusuran data online dan studi kepustakaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ibu asuh menggunakan penetrasi sosial melalui komunikasi antarpribadi untuk mendekatkan diri dengan anak asuhnya. Dari sana terbentuk hubungan antarpribadi yang dilandasi oleh ketulusan terlihat oleh adanya keterbukaan, terdapat empati yang dirasakan, sikap saling mendukung, adanya sikap positif dengan memberikan pujian atau penghargaan dan kesetaraan seperti teman dalam hubungan mereka. 
Komunikasi Antarpribadi Pada Tahap Pra Induksi Dalam Metode Hipnoterapi Antara Psikiater Dengan Pasien Gangguan Cemas Di Rumah Sakit Atmajaya Andre Wijaya; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1959

Abstract

Gangguan cemas merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa. Di Indonesia, jumlah orang yang mengalami gangguan cemas terus meningkat. Menurut data Riskesdas tahun 2013, penderita gangguan kecemasan sebanyak 6% dari total penduduk di Indonesia atau sekitar 14 juta penderita. Hal ini dikarenakan tuntutan hidup yang semakin beragam di era modern seperti sekarang ini. Gangguan cemas dapat ditangani dengan terapi menggunakan hipnosis atau sering dikenal hipnoterapi. Dalam metode hipnoterapi ini, komunikasi menjadi kunci utama kesembuhan pasien. Namun, sebelum memasuki metode hipnoterapi, pasien dan dokter akan melakukan percakapan atau tahap pra induksi yang di dalamnya melibatkan komunikasi antarpribadi, sekaligus membangun hubungan dari tahap ke tahap. Penelitian ini membahas bagaimana penerapan komunikasi antarpribadi pada tahap pra induksi dalam metode hipnoterapi antara dokter dengan pasien. Subjek penelitian yaitu dokter dengan spesialisasi hipnoterapi dan pasien yang menderita gangguan cemas di Rumah Sakit Atmajaya. Adanya hubungan interpersonal yang baik antara dokter dengan pasien menciptakan komunikasi antarpribadi yang sifatnya transaksional. Dengan adanya faktor-faktor pembangun hubungan interpersonal seperti sikap percaya, suportif dan terbuka dapat menjadikan pasien merasa nyaman dan memiliki kepercayaan penuh pada dokter yang menangani. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif dengan metode wawancara dan studi kepustakaan.
Strategi Komunikasi Guru Terhadap Siswa Berprestasi Bobby Walanda; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6411

Abstract

Basically, humans want to get recognition from others. One way is to score achievements so that they can be recognized by others. For high school students, the teacher's role in helping them score achievements is very important, because the teacher will be the first to introduce, teach and guide their students to understand, understand and score achievements. The method used in this study is the interpersonal communication approach that is centered on interpersonal attraction, strung carrot strategy and sword depending on the teacher's strategy to support student achievement. This research uses a qualitative approach. While the technique of collecting data using interviews, observation and documentation. The results showed that interpersonal attraction between teacher and students and the provision of rewards as an implementation of the strung carrot strategy can provide more motivation for students in teaching and learning activities to score achievements, while punishment can motivate learning to avoid punishment and not to score achievements. Pada dasarnya manusia ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain. Salah satu caranya adalah dengan mencetak prestasi agar dapat diakui oleh orang lain. Bagi siswa SMA, peran guru dalam membantu mereka mencetak prestasi sangatlah penting, karena guru akan menjadi orang pertama yang memperkenalkan, mengajar dan membimbing siswanya untuk mengerti, memahami dan mencetak prestasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan komunikasi interpersonal yang berpusat pada atraksi interpersonal, strategi wortel teruntai dan pedang tergantung dalam strategi guru untuk menunjang prestasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya atraksi interpersonal antara guru dan murid serta pemberian reward sebagai implementasi dari strategi wortel teruntai dapat memberikan motivasi yang lebih bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencetak prestasi, sedangkan punishment dapat memberi motivasi belajar untuk menghindari hukuman dan bukan untuk mencetak prestasi.