Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Interaksi Obat Antidiabetik Dengan Luaran Klinik Pada Pasien DM Tipe 2 Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta Sugiyono, Sugiyono; Padmasari, Siwi; Al Madury, Shalahuddin
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 14 No 1 (2025): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v14i1.1479

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic disease that often requires combination therapy, increasing the risk of drug interactions due to polypharmacy, which can affect clinical outcomes. Objective: To examine the relationship between the potential for drug interactions and clinical outcomes in hospitalized T2DM patients at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital, Yogyakarta, from January 2022 to August 2023. Methods: This study employed a non-experimental analytical method with a retrospective approach, involving 179 patients who met the inclusion criteria. Univariate analysis was used to describe patient characteristics, medication patterns, and Random Blood Glucose (RBG) levels, while bivariate analysis (Chi-Square test) assessed the relationship between the potential for drug interactions and clinical outcomes.Results: The majority of T2DM patients were aged 41-59 years (50.28%), female (54.75%), and had comorbidities (91.62%). The most common treatment regimen was monotherapy with metformin (46.37%). Most patients received ≥5 medications (88.27%), and 81.56% had potential drug interactions. The predominant interaction mechanism was pharmacodynamic (86.21%) with moderate severity (89.72%). Chi-Square analysis yielded a p-value of 0.082 (p>0.05).Conclusion: No significant relationship was found between the potential for antidiabetic drug interactions and clinical outcomes in patients
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Padmasari, Siwi; Sugiyono, Sugiyono
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.74336

Abstract

Teknologi digital menjadi sumber daya penting untuk penyampaian layanan kesehatan. Mobile Health yang efektif digunakan pada pelayanan kesehatan, tetapi belum banyak diteliti adalah edukasi melalui penggunaan media WhatsApp (WA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi penggunaan obat menggunakan media sosial WA dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental, pretest-posttest design with control group dan pengambilan sampel menggunakan cara convenience sampling. Kelompok perlakuan akan mendapatkan edukasi penggunaan obat antidiabetik oleh apoteker melalui pesan teks dan leaflet melalui aplikasi WA setiap minggu selama 1 bulan. Pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuisioner Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ24) dan pengukuran kepatuhan menggunakan kuisioner Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5). Data karakteristik pasien dianalisis secara deskriptif. Data tingkat pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antara kedua kelompok. Karakteristik pasien DM tipe 2 di Puskesmas Mlati II mayoritas berusia >45 tahun, jenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan SMA, dan memiliki penyakit penyerta hipertensi. Pemberian edukasi pesan teks dan leaflet melalui WA dapat meningkatkan pengetahuan responden pada kelompok intervensi secara signifikan dengan nilai ∆4,71 (p=0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai ∆2,59 (p=0,073). Tingkat kepatuhan pada kelompok intervensi mengalami peningkatan secara signifikan dengan nilai ∆7,74 (p=0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai ∆6,65 (p=0,069). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi yang dilakukan oleh apoteker melalui media WA terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pada pasien DM tipe 2 (p<0,05).