Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) DALAM FORMULASI SIRUP TERHADAP KADAR C-REAKTIF PROTEIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN Aztur, Fiorenza Tabina; Simamora, Sarmalina; Nurzana, Nyimas Intan Kemuning; Supriyanti, Yosi
Jurnal Pharmacopoeia Vol 2 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v2i1.364

Abstract

Information that has gone viral in the community is that there is an Indonesian plant that is used as a Covid-19 drug, namely sungkai leaves (Peronema Canescens Jack). This leaf is not well known by some Indonesian people, but its ancestors are often used as herbal therapy. Now Sungkai leaves are very popular. Even though scientific information about the effects of Sungkai leaves has not been found much. The mechanism of action in treating infections due to the corona virus is not yet known, but it is suspected that it can reduce the inflammatory effect. This study aims to examine the anti-inflammatory effect of extracts in Sungkai leaf (Peronema canescens) syrup formulations with different concentrations to obtain the right syrup formula if it does have anti-inflammatory potential. Potential as an anti-inflammatory was measured by its ability to reduce C-Reactive Protein (CRP) levels in the blood serum of male white rats after being induced by intraplantar carrageenan 1% on the right leg. This study used an experimental method with 18 male white rats and was divided into 5 groups, namely group 1 as normal control (only given 1% Na.CMC), group 2 as positive control I (given diclofenac Na), group 3 as positive comparator II (given dexamethasone), group 4 as the treatment group at dose I (given sungkai leaf extract at a dose of 400 mg/200 g BW every day), group 5 as the treatment group at dose II (given sungkai leaf extract at a dose of 600 mg/200 g BW every day). The results of measuring CRP levels in all groups of experimental animals qualitatively using the slide test method showed negative results (no increase in CRP levels).
PENYULUHAN DAN PEMBERIAN COMPLEMENTER MEDICINE DALAM PENGUATAN PERAN KELUARGA MENDAMPINGI PENDERITA TB Simamora, Sarmalina; Astuti, Ratnaningsih Dewi; Tedi, Tedi
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.8547

Abstract

Penyakit TBC adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah global hingga saat ini . Persoalan TBC di dunia termasuk Indonesia masih menjadi beban negara yang memerlukan perhatian serius. Pengetahuan, kondisi kesehatan, status ekonomi, dukungan keluarga, tenaga kesehatan dan efek obat merupakan faktor-faktor yang turut mempengaruhi keberhasilan pengobatan. Pasien yang menjalani pengobatan dengan baik mengalami kesembuhan, namun beberapa pasien tidak sembuh karena tidak menjalani pengobatannya dengan patuh. Diperlukan dukungan keluarga agar pasien dapat sembuh tepat pada waktunya. Tujuan kegiatan ini adalah memberi edukasi kepada pasien dan keluarganya agar meningkatkan peran keluarga dalam mendampingi pasien TB sehingga berperilaku baik agar tidak menularkan penyakitnya kepada keluarga dan orang lain. Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan dan diberikan beberapa obat complementer berbasis herbal untuk pendamping pengobatan TB. Metode kegiatan adalah penyuluhan, pemberian buku saku dan pemberian bantuan bahan obat complementer berbasis herbal. Dampak dari penyuluhan dievaluasi melalui pengisian kuisioner untuk mengukur sikap yang menunjukkan kepedulian anggota keluarga dalam mendampingi pasien menjalani pengobatannya. Dampak dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya perubahan perilaku anggota keluarga dalam mendampingi pasien TB setelah mereka mendapat edukasi, diperkenalkan dan mendapat bantuan complementer medicine.
Pencegahan Drop-Out Pengobatan TB Akibat Efek Samping Pada Penggunaan Oat Fix Dose Combination Simamora, Sarmalina; Mangunsong, Sonlimar; Rulianti, Mona Rahmi
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.11297

Abstract

Pasien TB harus minum obat secara teratur minimal enam bulan. Bisa saja mereka berhenti minum obat sebelum selesai pengobatan karena tidak paham dan tidak tahan efek samping. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat pasien dan keluarganya paham dan dapat mengatasi efek samping yang timbul dengan tindakan atau dengan obat yang sesuai, sehingga tidak menghentikan pengobatan. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan, pembagian brosur dan video penanggulangan efek samping obat. Diserahkan juga obat yang dapat digunakan untuk mengatasi efek samping. Pesertanya 12 pasien TB dan 12 anggota keluarganya. Kepatuhan di monitor melalui grup whats-app. Peserta melaporkan aktifitas minum obatnya dan menginformasikan jika mengalami efek samping. Evaluasi kepatuhan minum obat dilakukan setelah tiga bulan dimonitor. Selama itu semua peserta tetap patuh menjalani pengobatannya, termasuk pasien yang mengalami efek samping obat, karena sudah memahami pentingnya kepatuhan minum obat TB. Selanjutnya peserta yang belum selesai pengobatan masih tetap melaporkan aktifitas minum obatnya sampai benar benar selesai. Semua pasien berhasil menyelesaikan pengobatannya sampai tuntas. Kesimpulannya bahwa melalui pendekatan yang simpatik pasien TB dapat dimotivasi untuk mematuhi aturan penggunaan obat meskipun mengalami efek samping, sehingga hal ini dapat mencegah pasien dari kegagalan terapi.