Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penyuluhan Hukum Menuju Destinasi Wisata Internasional Bebas Narkoba di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara Tampubolon*, Manotar; Silalahi, Fernando; Simanjuntak, Nelson; Damanik, Lamria; Tobing, Tumpal H.; Sitompul, Nancy Olivia
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24706

Abstract

Narkoba tidak terlepas dari daerah wisata internasional sehingga berkontribusi terhadap kejahatan lokal, kemiskinan dan ketidaksetaraan sosial di komunitas setempat. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kabupaten Toba, Sumatera Utara sebagai salah satu destinasi wisata internasional tentang narkoba dan akibatnya bagi masyarakat setempat, penyuluhan hukum narkoba dilakukan dengan metode partisipatif, menyampaikan materi yang berhubungan dengan narkoba dan diikuti dengan seri tanya-jawab. Pengetahuan peserta tentang narkoba meningkat baik dari sisi promotif maupun preventif. Penyuluhan hukum destinasi wisata internasional bebas narkoba meningkatkan pengetahuan masyarakat Kabupaten Toba baik promotif maupun preventif. Disarankan agar perangkat desa, Lembaga Swadaya Masyarakat Anti Narkoba dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba tetap mengedukasi masyarakat tentang anti narkoba sehingga Kabupaten Toba terwujud menjadi destinasi wisata internasional bebas narkoba
Corruption in Batak Na Raja Perspective Simanjuntak, Nelson; Silalahi, Fernando; Tampubolon, Manotar
Journal of Universal Community Empowerment Provision Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Universal Community Empowerment Provision
Publisher : Pusat Studi Pembangunan dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jucep.v4i1.335

Abstract

This article describes the results of anti-corruption legal counseling in Lumban Dolok Village, Silaen District, Toba Regency, North Sumatra. This counseling aims to raise public awareness about the dangers of corruption and the importance of integrity, by adopting Batak Na Raja cultural values that emphasize anti-corruption attitudes. Corruption is viewed from the perspective of Batak Na Raja as behavior that not only violates the law, but also the customs and morality of the Batak community. A person's motive for committing corruption is often related to economic needs, existing opportunities, and weak supervision. GONE (Greed, Opportunity, Need, and Exposure) and Fraud Triangle (pressure, opportunity, and rationalization) theories are used to analyze the motives and driving factors of corruption. This counseling emphasized that, in accordance with the values of Batak Na Raja, the Toba people are expected to uphold honesty, responsibility, and transparency. By understanding and internalizing these values, society is expected not only to reject corruption but also actively prevent it. This counseling succeeded in instilling an understanding that corruption damages social and economic order, and is contrary to the Batak philosophy of life that upholds honesty and honor. It is hoped that, through a cultural approach and intensive legal education, the Toba people can become the frontline in eradicating corruption, strengthening good governance, and realizing sustainable welfare in their region.
URGENSI KEPAMONGPRAJAAN DALAM PREVENSI MUNCULNYA PATOLOGI BIROKRASI Olga, Cindy; Simanjuntak, Nelson
Jurnal Konstituen Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v5i2.3800

Abstract

Peran penting budaya birokrasi dalam membentuk mindset dan karakter kepemimpinan beriringandengan penurunan angka patologi birokrasi yang terjadi di Indonesia. Praktik korupsi menjadipenyumbang besar dalam konstruksi patologi birokrasi yang sifatnya berkepanjangan, karena padaprinsipnya patologi birokrasi muncul akibat adanya budaya birokrasi yang tidak sehat yang ditandaidengan rantai hierarki yang panjang, spesialisasi dan formalisasi birokrasi serta kinerja birokrasi yangtidak linear sehingga berdampak pada pola birokrasi yang paternalistik, boros dan merugi,penganggaran yang tidak tepat sasaran, sistem prosedur yang cenderung rumit, dan pelaksanaankewenangan yang bias. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memahami seberapa besarurgensi kepamongprajaan atau pendidikan kepamongprajaan dalam prevensi patologi birokrasi.Menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kepustakaan, hasil penelitiankepustakaan ini menemukan bahwa kepamongprajaan atau pendidikan kepamongprajaan dapatmenjadi solusi yang efektif dalam membentuk karakter dan mental calon birokrat. Hal ini ditunjukandengan pola pendidikan dan pengajaran sejak dini bagaimana seorang calon pemimpin memahamidan menghayati tugas dan tanggungjawabnya sebagai pelayan publik melalui pendidikan karakter,pendidikan revolusi mental, pendalaman etika birokrasi dan materi-materi pemerintahan secarasubstantial.Kata Kunci: Prevensi, Patologi Birokrasi, Kepamongprajaan, Budaya Birokrasi
REFORMULATION OF THE MONEY POLITICS PROHIBITION NORM TO ACHIEVE DEMOCRATIC REGIONAL HEAD ELECTIONSI IN INDONESIA Simanjuntak, Nelson; Pieris, John; Siahaan, Chontina; Hardjono, Hardjono
International Journal of Social Service and Research Vol. 4 No. 9 (2024): International Journal of Social Service and Research
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v4i9.931

Abstract

This study is aimed at determining whether the implementation of the norm prohibiting money politics in Indonesia has been enforced in accordance with existing laws and regulations, and why they have not succeeded in curbing the practice of money politics. This study uses a normative legal research method or doctrinal legal research, supported by empirical research, with a statutory approach and case studies. The study uses secondary data obtained from the literature, including official documents, books, research results in the form of reports, and other forms of data. The results of this study reveal that the very limited time limit, namely 5 working days at Bawaslu to obtain two pieces of evidence and 14 days for the police to conduct an investigation, is the main factor in the low performance of law enforcement for money politics, and the failure of the application of administrative sanctions against candidates who are proven guilty of violating the prohibition on political money in a TSM manner.
PENETAPAN KADAR NATRIUM PADA BUAH PISANG EMAS (Musa acuminate Colla.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Purwandari, Vivi; Hafizullah, Ahmad; Sofwan, Ahmad Gazali; Simanjuntak, Nelson; Veronica, Wantri
Jurnal Farmanesia Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v6i2.2755

Abstract

Bananas are the most consumed fruit by the people of Indonesia. This fruit has many health benefits including improving digestion, treating anemia, healthy bones, and improving nerve function. The nutritional content contained in bananas is carbohydrates, sugar, dietary fiber, fat, protein, vitamins, and minerals such as sodium, calcium, magnesium, phosphorus, potassium, and zinc. This study aims to determine the sodium content in golden bananas. The assay was carried out using an air-acetylene flame atomic absorption spectrophotometer. Quantitative analysis of sodium was carried out at a wavelength of 589.6 nm. The results of the study concluded that the sodium content of golden bananas was 1.8647 mg/100g. The results of the relative standard deviation test are 15% and have good precision because the results obtained for analytes with levels of parts per million are not more than 16% (Harmita, 2004).
PENETAPAN KADAR NATRIUM PADA BUAH PISANG EMAS (Musa acuminata Colla.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Simanjuntak, Nelson; Marpaung, Jon Kenedy; Nasution, Pandapotan; Pratiwi, Tiara
Jurnal Farmanesia Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v7i1.2759

Abstract

Bananas are the most consumed fruit by the people of Indonesia. This fruit has many health benefits including improving digestion, treating anemia, healthy bones, and improving nerve function. The nutritional content contained in bananas is carbohydrates, sugar, dietary fiber, fat, protein, vitamins, and minerals such as sodium, calcium, magnesium, phosphorus, potassium, and zinc. This study aims to determine the sodium content in golden bananas. The assay was carried out using an air-acetylene flame atomic absorption spectrophotometer. Quantitative analysis of sodium was carried out at a wavelength of 589.6 nm. The results of the study concluded that the sodium content of golden bananas was 1.8647 mg/100g. The results of the relative standard deviation test are 15% and have good precision because the results obtained for analytes with levels of parts per million are not more than 16% (Harmita, 2004).
THE ROLE OF SUBDISTRICT HEAD (CAMAT) IN EARTHQUAKE DISASTER MANAGEMENT: A Case Study in Garut Regency Tahir, M. Irwan; Martini, Ani; Setyasih, Endang Try; Simanjuntak, Nelson; Karmila, Cut Laila; Poniman, Ade; Sugiani, Deni
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v11i1.59863

Abstract

The September 18, 2024, earthquake in Garut Regency, West Java, Indonesia, highlighted the crucial role of subdistrict heads (Camat) in disaster management. This study explores their role in coordinating and collaborating with various stakeholders, identifying challenges, and evaluating their effectiveness. The research emphasizes the Camat's leadership in mobilizing resources, facilitating inter-agency coordination, and engaging communities to ensure a swift and effective disaster response. Findings reveal significant barriers, including bureaucratic inefficiencies and limited resources, but also highlight successful strategies employed by Camat to overcome these challenges. The study concludes with actionable recommendations to enhance disaster management practices in Indonesia's decentralized governance framework
Optimalisasi Penyelesaian Permasalahan Regulasi dalam Indeks Kebutuhan Peraturan Daerah Isma, Ivo Arzia; Simanjuntak, Nelson; Pieris , John
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/.v12i3.2756

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memberikan suatu gambaran dalam penyelanggaraan Pemerintahan Daerah, Peraturan Daerah memiliki makna sangat penting jika dikaitkan dengan kekuasaan Pemerintahan Daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi. Itu berarti kebutuhan Pemerinatahan Daerah atas Peraturan Daerah sebagai instrumen dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintahan Daerah dapat dibenarkan secara yuridis dengan meilihat kembali pada hakikat fungsionalnya. Adapun metode dalam penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, yaitu penelitian law in book atau studi kepustakaan dengan pendekatan melalui peraturan perundang-undangan (statute approach atau legislation regulation approach), konseptual (conceptual approach), sejarah (historical approach), dan sistem (system approach). Relevansi dalam penelitian ini menitik beratkan pada optimalisasi penyelesaian permasalahan regulasi dalam indeks kebutuhan peraturan daerah. Sehingga implikasinya dalam penggunaan diskresi sebagai konsekuensi diterimanya prinsip kebebasan bertindak pada akhirnya akan memunculkan kewenangan negara untuk melakukan diskresi hukum atau suatu proses "kebijakan" dalam penataan indek kebutuhan peraturan daerah.
URGENSI KEPAMONGPRAJAAN DALAM PREVENSI MUNCULNYA PATOLOGI BIROKRASI Olga, Cindy; Simanjuntak, Nelson
Jurnal Konstituen Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v5i2.3800

Abstract

Peran penting budaya birokrasi dalam membentuk mindset dan karakter kepemimpinan beriringandengan penurunan angka patologi birokrasi yang terjadi di Indonesia. Praktik korupsi menjadipenyumbang besar dalam konstruksi patologi birokrasi yang sifatnya berkepanjangan, karena padaprinsipnya patologi birokrasi muncul akibat adanya budaya birokrasi yang tidak sehat yang ditandaidengan rantai hierarki yang panjang, spesialisasi dan formalisasi birokrasi serta kinerja birokrasi yangtidak linear sehingga berdampak pada pola birokrasi yang paternalistik, boros dan merugi,penganggaran yang tidak tepat sasaran, sistem prosedur yang cenderung rumit, dan pelaksanaankewenangan yang bias. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memahami seberapa besarurgensi kepamongprajaan atau pendidikan kepamongprajaan dalam prevensi patologi birokrasi.Menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kepustakaan, hasil penelitiankepustakaan ini menemukan bahwa kepamongprajaan atau pendidikan kepamongprajaan dapatmenjadi solusi yang efektif dalam membentuk karakter dan mental calon birokrat. Hal ini ditunjukandengan pola pendidikan dan pengajaran sejak dini bagaimana seorang calon pemimpin memahamidan menghayati tugas dan tanggungjawabnya sebagai pelayan publik melalui pendidikan karakter,pendidikan revolusi mental, pendalaman etika birokrasi dan materi-materi pemerintahan secarasubstantial.Kata Kunci: Prevensi, Patologi Birokrasi, Kepamongprajaan, Budaya Birokrasi
Quo Vadis Polisi Pamong Praja di NKRI Dibutuhkan atau Nisbi Simanjuntak, Nelson; Pratama, Rivaldo Agung
Jurnal Tatapamong Jurnal Tatapamong, Vol. 7, No. 1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Hukum Tata Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jurnaltatapamong.v7i1.4678

Abstract

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan perangkat daerah yang dibentuk untuk melaksanakan urusan pemerintahan dalam bidang ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat, serta memiliki mandat utama dalam menegakkan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah. Dalam konteks otonomi daerah yang menekankan prinsip desentralisasi kewenangan, posisi dan eksistensi Satpol PP semakin kompleks karena harus menyesuaikan diri dengan dinamika pemerintahan daerah yang otonom dan demokratis. Namun, efektivitas kinerjanya kerap dipertanyakan, terutama terkait independensi institusional, profesionalisme sumber daya manusia, serta pendekatan yang masih bersifat represif dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana relevansi keberadaan Satpol PP di era otonomi daerah serta bagaimana arah reposisi kelembagaan yang seharusnya dijalankan guna menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis regulasi, penelitian ini menemukan bahwa Satpol PP tetap memiliki urgensi kelembagaan yang signifikan, namun diperlukan reformulasi fungsi dan pendekatan melalui penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kompetensi personel, serta pergeseran paradigma penegakan hukum yang lebih humanis, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Oleh karena itu, reposisi Satpol PP menjadi aktor yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang efektif, adaptif, dan berbasis pada prinsip-prinsip good governance merupakan suatu keharusan yang mendesak.