Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP KUALITAS AIR KOLAM PENDEDERAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio, Linnaeus) Nia Normahyani Anjeliani; Suhaili Asmawi; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang mempunyai peluang pengembangan budidaya untuk meraih potensi pasar yang terus meningkat. Pengukuran kualitas air pada kolam pendederan benih ikan mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) dengan dosis pupuk yang berbeda didapatkan bahwa pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam terhadap kualitas air kolam pendederan benih ikan mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) telah memenuhi persyaratan pembenihan ikan mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) berdasarkan Standar Nasional Indonesia Pembenihan Ikan Mas 01-6137-1999 dan berdasarkan penelitian sebelumnya (menurut para ahli). Dosis pupuk kandang ayam memberikan perbedaan kualitas air pada keadaan suhu, pH, DO dan amoniak. Goldfish (Cyprinus carpio, Linnaeus) is one of the freshwater fish species that has the opportunity to develop aquaculture to reach the market potential that continues to increase. Measurement of water quality in carp (Cyprinus carpio, Linnaeus) seed nursery ponds with different fertilizer doses, it was found that the effect of chicken manure manure on the water quality of carp (Cyprinus carpio, Linnaeus) nursery ponds met the requirements of carp hatchery (Cyprinus carpio, Linnaeus) based on the Indonesian National Standard for Carp Hatchery 01-6137-1999 and based on previous research (according to experts). The dose of chicken manure gave differences in water quality in conditions of temperature, pH, DO and ammonia.
ANALISIS PANJANG DAN BERAT UNTUK PENILAIAN PERTUMBUHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsskal) YANG DI BUDIDAYAKAN DI KECAMATAN KERSIK PUTIH, KABUPATEN TANAH BUMBU Atika Resti Ningtyas; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ringkasan penelitian ini menganalisis panjang-berat terhadap pertumbuhan Bandeng yang dibudidayakan di Kecamatan Kersik Putih, Kabupaten Tanah Bumbu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pertumbuhan berdasarkan panjang dan berat tubuh ikan budidaya. Ikan yang dilakukan uji yaitu ikan bandeng (Chanos chanos Forsskal). Analisis dilakukan dengan mengukur panjang dan berat tubuh ikan bandeng. Pengambilan data dilakukan di tiga lokasi tambak yang berbeda dengan jumlah sampel sebanyak 50 ekor/ tambak. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola prtumbuhan ikan bandeng pada masing masing tambak menunjukkan pola allometrik negatif This research summary analyzes the length and weight of the growth of milkfish cultivated in the District of Kersik Putih, Tanah Bumbu Regency. The purpose of this study was to analyze growth patterns based on the length annd bpdy weight of cultured fish. The fish that was tested was milkfish (Chanos chanos Forsskal). The analysis was carried out by measuring the length and weight of milkfish. Data were collected at three different pond locations with a total sample of 50 tfish / pond. The results of the analysis showed that the growth pattern of milkfish in each pond showed a negative allometric.
ANALISIS LOGAM BERAT BESI (Fe), MANGAN (Mn), TEMBAGA (Cu) PADA PERAIRAN SUNGAI NEGARA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Guinever Castle Angela Mangalik; Suhaili Asmawi; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Analisis Logam Berat Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu) di perairan Sungai Negara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kadar pencemaran logam berat yaitu Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu) pada badan air Sungai Nagara dan didukung dengan adanya hasil data parameter kualitas air yaitu Suhu, pH, DO, COD, TDS. Penelitian ini menggunakan metode Indeks Pencemaran sebagai penentu tingkat pencemaran terhadap parameter kualitas air dan juga di uji menggunakan rumus korelasi untuk mengetahui tingkat hubungan antar parameter logam berat dengan parameter pendukung kualitas air. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa parameter kualitas air berupa Logam berat Besi, DO, pH, COD dan beberapa stasiun untuk hasil logam berat tembaga (Cu) telah melewati batas baku mutu yang telah di tetapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hasil dari indeks pencemaran juga menunjukan bahwa untuk semua stasiun di sungai negara termasuk dalam kategori tercemar ringan. Research on the Analysis of Heavy Metals of Iron (Fe), Manganese (Mn), Copper (Cu) in thes waters of Negara River in Hulu Sungai Selatan Regency, South Kalimantan Province has been carried out. This study aims to determine the content of heavy metal pollution levels, namely Iron (Fe), Manganese (Mn), Copper (Cu) in the Negara River water body and is supported by the results of water quality parameter data, namely Temperature, pH, DO, COD, TDS. This study used the Pollution Index method as a determinant of the level of pollution to water quality parameters and was also tested using a correlation formula to determine the level of relationship between heavy metal parameters and water quality supporting parameters. The results of this study show that water quality parameters in the form of Ferrous heavy metals, DO, pH, COD and several stations for copper heavy metal products (Cu) have exceeded the quality standard limit set by Government Regulation Number 22 of 2021 concerning the Implementation of Environmental Protection and Management. The results of the pollution index also show that all stations in the country's rivers are included in the category of lightly polluted.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA KOLAM TANAH DAN KOLAM BETON BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linnaeus) DI UPTD-PBAPL KARANG INTAN, DESA JINGAH HABANG KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Lita Selviana; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Nila (Oreochromis niloticus, Linnaeus) merupakan ikan konsumsi yang memiliki tingkat pertumbuhan cepat dan mudah dikembangbiakkan dalam budidaya serta tahan terhadap perubahan kondisi lingkungan yang salah satu pakannya diambil dari pakan alami yaitu plankton. Oleh karena itu, ikan nila biasanya dibudidayakan oleh masyarakat dengan media kolam, baik kolam tanah dan kolam beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas plankton pada kolam tanah dan kolam beton budidaya ikan nila, mengetahui kesesuaian kualitas air pada kolam budidaya ikan nila untuk kehidupan plankton dan mengetahui perbedaan struktur komunitas plankton antara kolam tanah dan kolam beton budidaya ikan nila. Data yang diambil berupa data kualitas air dan analisis plankton. Analisi data yang digunakan dalam perhitungan struktur komunitas plankton adalah uji t untuk kelimpahan plankton (N), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E) dan indeks dominasi (D). Hasil dari perhitungan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan untuk nilai N pada fitoplankton antar kedua kolam, sedangkan pada nilai H’, E dan D tidak menunjukkan ada perbedaan antar kedua kolam. Untuk nilai N, H’ dan E pada zooplankton menunjukkan ada perbedaan antar kedua kolam, akan tetapi untuk nilai D tidak menunjukkan adanya perbedaan. Selanjutnya, variabel kualitas air yang diukur meliputi kecerahan, suhu, pH, DO, BOD, nitrat (NO3) dan fosfat (PO4) dengan hasil bahwa variabel DO dan BOD masih belum sesuai untuk kehidupan plankton. Nila fish or Tilapia (Oreochromis niloticus, Linnaeus) is a consumable fish that has a fast growth rate and is easy to breed in cultivation and is resistant to changes in environmental conditions, one of which is taken from natural feed, namely plankton. Therefore, tilapia is usually cultivated by the community with pond media, both ground ponds and concrete ponds. The purpose of this study is to determine the structure of plankton communities in soil ponds and concrete ponds for tilapia farming, determine the suitability of water quality in tilapia farming ponds for plankton life and find out the differences in plankton community structure between soil ponds and tilapia farming concrete ponds. The data taken are water quality data and plankton analysis. The data analysis used in the calculation of the structure of plankton communities is the t test for plankton abundance (N), diversity index (H'), uniformity index (E) and dominance index (D). The results of the calculations showed that there was a difference for the value of N in phytoplankton between the two pools, while the values of H', E and D did not show any difference between the two pools. The N, H' and E values in zooplankton show that there is a difference between the two pools, but the value of D does not indicate a difference. Furthermore, the measured water quality variables include temperature, brightness, pH, DO, BOD, nitrate (NO3) and phosphate (PO4) variables with the result that the DO and BOD variables are still not suitable for plankton life.
PENGARUH HYDRILLA VERTICILLATA TERHADAP KUALITAS AIR DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) DI UPTD-PBAPL KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Putri Khofifah; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Pelaksanaan Teknis Budidaya Air Payau dan Laut Karang Intan merupakan instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang budidaya perikanan. Salah satu komoditas ikan yang dibudidayakan yaitu ikan gurami (Osphronemus gouramy). Kegiatan budidaya perikanan yang dilakukan erat kaitannya dengan kualitas air kolam untuk menunjang kelangsungan hidup ikan dan kegiatan tersebut tentunya tak lepas dari permasalahan kualitas air. Penggunaan hydrilla verticillata untuk memperbaiki kualitas air kolam dapat terlihat adanya peningkatan oksigen terlarut hingga 5,3 mg/l dan menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi senilai 50% pada perlakuan bobot hydrilla verticillata 150gr selama 28 hari pemeliharaan. The Technical Implementation Unit for Brackish Water and Marine Aquaculture of Karang Intan is a government agency engaged in aquaculture. One of the fish commodities cultivated is gourami fish (Osphronemus gouramy). Aquaculture activities carried out are closely related to the quality of pond water to support fish survival and these activities certainly cannot be separated from water quality problems. The use of hydrilla verticillata to improve pond water quality can be seen an increase in dissolved oxygen up to 5.3 mg/l and produce the highest survival rate of 50% in the treatment of 150gr hydrilla verticillata weight for 28 days of maintenance.
KELIMPAHAN DAN KERAGAMAN PLANKTON DI SUB DAS RIAM KANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Surya Saputra; Suhaili Asmawi; Rizmi Yunita
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub DAS Riam Kanan merupakan aliran air dari hulu waduk Riam Kanan hinnga bagian hilir waduk Riam Kanan yang terletak di Desa Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sub DAS Riam Kanan banyak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan manusia yang tentunya dapat menyebabkan perubahan faktor fisika, kimia, dan biologi. Tujuan dari penelitian mengetahui status trofik perairan, kualitas air, dan plankton berdasarkan kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominasi di Sub DAS Riam Kanan. Metode yang digunakan yaitu metode deskripsi dan metode purposive sampling. Pengambilan data bulan Agustus-September 2022. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan fitoplankton berada dalam kategori sedang dan kelimpahan zooplankton dalam kategori kurang subur. Keanekaragaman fitoplankton berada dalam kategori sedang, keanekaragaman zooplankton berada dalam kategori rendah. Keseragaman fitoplantkon berada dalam kategori merata dan zooplankton dalam kategori cukup merata. Dominasi pada fitoplankton berada dalam kategori rendah sedangkan pada zooplankton dominasi dalam kategori rendah hingga tinggi. Kualitas air Sub DAS Riam Kanan dalam kategori baik. Status trofik perairan berdasarkan kecerahan, nitrat, fosfat, dan kelimpahan plankton Sub DAS Riam Kanan dalam kategori eutrofik. The Riam Kanan sub-watershed is a stream of water from the upper reaches of the Riam Kanan reservoir and the downstream of the Riam Kanan reservoir located in Aranio Village, Banjar Regency, South Borneo. The Riam Kanan Sub-Watershed is widely used for various human activities which can certainly cause changes in physical, chemical, and biological factors. The purpose of the study was to determine the trophic status of waters, water quality, and plankton based on abundance, diversity index, uniformity index, and dominance index in the Riam Kanan Sub-Watershed. The methods used are the description method and the purposive sampling method. Data collection for August-September 2022. The results showed that phytoplankton abundance was in the moderate category and zooplankton abundance was in the less fertile category. Phytoplankton diversity is in the moderate category, zooplankton diversity is in the low category. The uniformity of phytoplantkons is in the category of evenly distributed and zooplankton in the category is quite even. The dominance in phytoplankton is in the low category while in zooplankton the dominance is in the low to high category. The water quality of the Riam Kanan Sub-Watershed is in the good category. Trophic status of waters based on brightness, nitrate, phospate, and abundance of plankton Riam Kanan Sub-watershed is in the rutrophic category.
STATUS MUTU DAN KELAYAKAN PERAIRAN DI AREA KARAMBA JARING APUNG KAWASAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARTAPURA DESA BATU KAMBING KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Andre Hidayat; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub DAS martapura adalah anak sungai dari Sungai Barito, yang muara sungainya terletak di Kota Banjarmasin dan hulunya terletak di Kabupaten Banjar, dan memiliki panjang kurang lebih mencapi 80 KM. Sub DAS Martapura adalah jenis Sub DAS yang berbentuk paralel yang tersusundari percabangan dua Sub Das maupun sungai yang cukup besar di bagian hulu, tetapi menyatu di bagian hilir. Daerah hulu adalah daerah yang memiliki potensial budidaya perikanan dengan media keramba jaring apung (KJA). Menjaga kualitas air khususnya di area keramba jaring apung (KJA) untuk mencapai kualitas air (pH, Suhu, DO dan Kecerahan) yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan tingkat mutu air yang diinginkan, perlu adanya upaya pelestarian dan pengendalian. Pelestarian kualitas air diperlukan upaya untuk memelihara fungsi air agar kualitas perairan tetap pada kondisi alamiah. The Martapura sub-watershed is a tributary of the Barito River, whose mouth is located in Banjarmasin City, and its upstream is located in Banjar Regency and has a length of approximately 80 KM. The Martapura sub-watershed is a type of sub-watershed in a parallel form composed of the branches of two sub-watersheds as well as rivers that are quite large upstream but merge downstream. Upstream areas are areas that have aquaculture using floating net cages (KJA). Maintaining water quality, especially in floating net cages (KJA) areas to achieve water quality (pH, temperature, DO, and brightness) that can be used sustainably according to the desired water quality level, conservation and control efforts are needed. Preservation of water quality requires efforts to maintain the function of water so that water quality remains in natural conditions.
KESUBURAN PERAIRAN KOLAM BENIH DAN INDUK KOLAM IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) BERDASARKAN KANDUNGAN NITRAT, FOSFAT, SERTA KELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA UPTD-PBAL KARANG INTAN, DESA JINGAH HABANG, KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN S Krisna Wahyu Anjani; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit pelaksanaan teknis daerah perikanan budidaya air payau dan laut karang intan adalah salah satu instansi yang berkegiatan pada ranah budidaya perikanan, mulai dari pemijahan hingga pembesaran. Kegiatan budidaya tak lepas kaitannya dengan kesuburan perairan serta pakan alami yang terkandung didalamnya. Fitoplankton sebagai organisme autotrof yang dapat memproduksi makanan melalui proses fotosintesis, sehingga menjadikannya sebagai produsen perairan atau pakan alami bagi organisme air lainnya. Fitoplankton dapat ditumbuhkan melalaui proses pemupukan pada kolam budidaya. Pupuk mengandung unsur nitrogen, fosfor dan kalium yang dibutuhkan oleh fitoplankton. Perairan dapat dikatakan subur apabila dapat memproduktivitas pakan alami serta terdapat kandungan unsur hara berupa nitrat dan fosfat. Kandungan kadar nitrat fosfat serta kelimpahan pakan alami yaitu fitoplankton dapat menjadi indikator kesuburan pada perairan. The technical implementation unit for brackish water and coral diamond marine aquaculture is one of the agencies that engages in aquaculture activities, from spawning to rearing. Cultivation activities cannot be separated from the fertility of the waters and the natural food contained therein. Phytoplankton as autotrophic organisms that can produce food through the process of photosynthesis, thus making it a producer of waters or natural food for other aquatic organisms. Phytoplankton can be grown through the fertilization process in aquaculture ponds. Fertilizer contains nitrogen and phosphorus elements needed by phytoplankton. Waters can be said to be fertile if they can produce natural feed and contain nutrients in the form of nitrates and phosphates. The content of nitrate phosphate levels and the abundance of natural feed, namely phytoplankton, can be an indicator of fertility in the waters.
FLUKTUASI SUHU DAN DERAJAT KEASAMAN PADA BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN DIDESA BANYU IRANG KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT Purwanto Purwanto; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi suhu dan derajat keasaman (pH) perairan bekas galian tambang intan di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut, dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi dalam perencanaan dan pengelolaan sumberdaya perairan, data yang diperoleh dari hasil pengukuran selama pengamatan diolah dengan menggunakan metode tabel dan grafik, sedangkan analisa deskriptif dilakukan terhadap tabel dan grafik untuk melihat perubahan selama pengamatan dari parameter-parameter tersebut sehingga terlihat jelas adanya perubahan pada setiap pengukuran, adapun hasil pengamatan pada bekas galian tambang intan tersebut selama 72 jam dengan waktu interval satu jam berdasarkan parameter yang diamati dengan nilai rerata suhu selama satu hari yaitu 28.8 °C dan dihari kedua dengan nilai rerata 29.1 °C dan dihari ketiga dengan nilai rerata 28.8°C, sedangkan untuk nilai dari derajat keasaman dengan pengukuran selama 72 jam dengan waktu interval satu jam pada hari pertam mendapatkan nilai rerata 5.6 pada hari kedua didapatkan nilai rerata 5.5 dan pada hari ketiga didapatkan nilai rerata 5.2 jadi kesimpulan untuk fluktuasi nilai rerata suhu dan derajat keasaman (pH) perhari mengalami perubahan namun tidak terlalu signifikan. This study aims to determine the conditions of temperature and acidity (pH) of ex-diamond mine excavated waters in Banyu Irang Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency, The results of this study are expected to be used as information material in the planning and management of aquatic resources, the data obtained from the measurement results during the observations were processed using the table and graph method, while descriptive analysis is carried out on tables and graphs to see changes during the observation of these parameters so that it is clear that there are changes in each measurement, As for the results of the observations on the former diamond mine excavation for 72 hours with an interval of one hour based on the parameters observed, the average temperature value for one day is 28.8 °C and on the second day with an average value of 29.1 °C and on the third day with an average value of 28.8°C , while for the value of the degree of acidity with measurements for 72 hours with an interval of one hour on the first day getting an average value of 5.6 on the second day the average value is 5.5 and on the third day an average value of 5.2 is obtained, so the conclusion for fluctuations in the average value of temperature and degree of acidity ( pH) per day changes but not to significant.
TINGKAT PENCEMARAN PERAIRAN MENGGUNAKAN METODE INDEKS PENCEMARAN (IP) DI DANAU TAMIYANG, KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Mastika Wati; Suhaili Asmawi; Dini Sofarini; Yunandar Yunandar
Fish Scientiae Vol 13 No 1 (2023): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fishscientiae.v13i1.210

Abstract

Danau Tamiyang memiliki inlet berasal dari aliran Sungai Riam Kanan dan memiliki outlet yang berada di bendungan karang intan. Informasi terkait tingkat pencemaran perairan di Danau Tamiyang masih sangat minim dengan adanya berbagai aktivitas masyarakat yang diperkirakan menyebabkan penurunan kualitas air. Penelitian berlandaskan pada parameter kualitas air secara fisika dan kimia menggunakan tujuh parameter seperti suhu, TSS, pH, DO, BOD, COD, dan nitrat. Tingkat pencemaran perairan Danau Tamiyang berdasarkan metode indeks pencemaran (IP) pada semua stasiun termasuk kategori cemar ringan dengan nilai indeks berkisar antara 3,03-4,37, yang diketahui bahwa parameter BOD adalah yang paling dominan menyebabkan pencemaran air. Hasil analisa menggunakan uji t pada taraf signifikan 0,05 terdapat parameter BOD yang menunjukkan nilai thitung>ttabel, yang artinya terdapat perbedaan antara stasiun 1 dan 2, sedangkan di taraf signifikan 0,01 perbandingan nilai semua parameter pada kedua stasiun tidak berbeda nyata Lake Tamiyang has an inlet originating from the flow of the Riam Kanan River and has an outlet located at the diamond coral dam. Information related to the level of water pollution in Lake Tamiyang is still very minimal with various community activities that are thought to cause a decrease in water quality. The research was based on physical and chemical water quality parameters using seven parameters such as temperature, TSS, pH, DO, BOD, COD, and nitrate. The level of pollution of Lake Tamiyang waters based on the pollution index (IP) method at all stations is categorized as lightly polluted with index values ranging from 3.03-4.37, which is known that the BOD parameter is the most dominant cause of water pollution. The results of the analysis using the t test at a significant level of 0.05 there is a BOD parameter that shows the value of tcount>ttabel, which means there is a difference between stations 1 and 2, while at a significant level of 0.01 the comparison of the values of all parameters at the two stations is not significantly different