Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ETIKA MEDIA MASSA ERA GLOBAL Silvia Riskha Fabriar
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.278 KB) | DOI: 10.34001/an.v6i1.174

Abstract

Abstract The mass media was a means of delivering information simultaneously and could be accessed by the public at large. As a means of fulfilling people??s right to information, media should have rules as standardizations and commitments in accordance with the values and norms. The mass media had a lot of influence in the daily life today. Audiences were highly correlated and depended on the media that was consumed by a lot of people. Many of the issues were raised and packaged in such a way by the media to create new things. Thus, ethics became an important thing to keep the media and media actors were on the right track. Self-control of media actors through the existing ethics would be more solid if it was based on religious teachings. The Qur??an discussed each issue in all aspects of life, one of them was about how perceived the concept of mass media ethics. Keyword: media, ethics, global era, the Islamic perspective Media massa merupakan sarana penyampaian informasi secara serentak dan dapat diakses masyarakat secara luas. Sebagai sarana pemenuhan hak masyarakat atas informasi, media massa harus memiliki aturan sebagai standarisasi dan komitmen sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Media massa memiliki banyak pengaruh di dalam kehidupan saat ini. Khalayak sangat berhubungan dan bergantung terhadap media yang dikonsumsi orang banyak. Banyak hal yang diangkat dan dikemas sedemikian rupa oleh media untuk menciptakan hal-hal baru. Dengan demikian, etika menjadi satu hal penting untuk menjaga media massa dan para pelaku media berada dalam jalur yang benar dan semestinya. Kontrol diri insan media melalui etika yang ada akan lebih mantap apabila dilandasi dengan ajaran agama. Al-Qur??an membahas setiap masalah dalam segala aspek kehidupan, salah satunya tentang bagaimana memandang konsep etika media massa. Keyword: Media massa, etika, era global, perspektif Islam
‘MENOLAK LUPA’: POTRET KEPEMIMPINAN POLITIK PEREMPUAN LINTAS SEJARAH Kurnia Muhajarah; Silvia Riskha Fabriar
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.68 KB) | DOI: 10.21580/jpw.v3i2.11764

Abstract

Sejarah politik Islam adalah sejarah dakwah, yakni berbagi amar ma`ruf nahi munkar. Pemerintahan Islam merupakan kepemimpinan moral yang sangat peduli dalam perwujudan keadilan dan kesejahteraan. Pemerintahan ini adalah sebuah upaya penegakan kebajikan pada muka bumi, khususnya terhadap perempuan. Tujuan berdasarkan penulisan ini merupakan menganalisa mengenai bagaimana persepsi ulama mengenai keterlibatan perempuan pada bidang politik yang merujuk pada keadilan, kesetaraan, dan kepemimpinan, dan bagaimana keterlibatan perempuan pada bidang politik di masa Rasulullah, Khalifah, dan peran perempuan Indonesia pada masa pra Kemerdekaan sampai masa kini. Studi ini memakai jenis penelitian kepustakaan, bersifat kualitatif pada pendekatan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa kajian literatur dan pendapat ulama, tidak ada nash dalam islam yang melarang keterlibat perempuan dalam politik, utamanya dalam pemerintahan suatu negara. Perempuan juga bertanggung jawab membangun pemerintah sebagaimana yang disinyalir dalam Surat at-Taubah ayat 71. Salah satu bukti yang bisa dipaparkan melalu konteks lintas sejarah, mulai dari jaman Rasulullah SAW, hingga saat ini, khususnya di Indonesia terlihat peran serta aktif beberapa tokoh perempuan dalam dunia politik dan pemerintahan.
The Uniqueness of Islamic Journalism at the Indonesian Islamic Universities in the Digital Age Najahan Musyafak; Mustofa Hilmi; Silvia Riskha Fabriar
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 5 No 1 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v5i1.1133

Abstract

Islamic journalism has been intensely discussed among Islamic Universities in Indonesia. This study at least can be identified into three models. First, is the study of Islamic journalism as an activity that informs issues, events and phenomena related to Islamic values. Second, is the study of Islamic journalism as an Islamic way and method of journalistic activities. Third, the study of journalism as Islamic principles is the basis for journalistic activities. This study aims to complement the previous studies that gave few concerns to a comprehensive understanding of Islamic journalism, particularly the different concept with journalism studies. This study relies on primary and secondary data using a qualitative descriptive approach. Primary data was taken from Focus Group Discussion (FGD) by inviting 6 heads of the Islamic Journalism Study Program of Islamic Universities, lecturers, practitioners of journalistic and media, alumni, and communication students. At the same time, the secondary data was taken from the academic curriculum of several journalistic programs across the archipelago, namely UIN Walisongo Semarang, UNPAD Bandung, UGM Yogyakarta, UNDIP Semarang, UNAIR Surabaya, UI Jakarta, and other online sources. This study found that each university has uniqueness in formulating its curriculum, especially in integrating the concepts of Journalism and Islam.
AGAMA, MODERNITAS DAN MENTALITAS: Implikasi Konsep Qana’ah Hamka Terhadap Kesehatan Mental Silvia Riskha Fabriar
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 3 No 02 (2020): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v3i02.465

Abstract

Human life increasingly modern along with the times. However, modernity leads them to become unsafe and uncomfortable living life. Peace of life can only be achieved through the right attitude towards the treasures and sparkles of the other world. This attitude is known as qana'ah, which means feeling sufficient and satisfied for what he has. This study aims to describe the study of qana'ah according to Hamka and to determine its implications in mental health. It is a literature study that using descriptive qualitative methods. The results of this study indicate that qana'ah according to Hamka is an attitude that accepts what it is, but still must make the effort. Qana'ah requires the sincerity of the heart in accepting what is owned by accompanied by maximum effort. If someone practices the concept of qana'ah Hamka, then a healthy mental will be formed. The application of qana'ah in daily life can make a person always optimistic, never give up and not greedy in everything. Someone has control in his own life with qana’ah. Keywords: Qana’ah, Hamka, Mental Hygiene, Mental Health
PODCAST: ALTERNATIF MEDIA DAKWAH ERA DIGITAL Silvia Riskha Fabriar; Alifa Nur Fitri; Ahmad Fathoni
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an-nida.v14i1.3212

Abstract

Aktivitas dakwah semakin berkembang sesuai dengan kondisi masyarakat. Berbagai macam metode perlu dirumuskan agar dakwah mampu berjalan dengan maksimal. Podcast merupakan salah satu media pilihan untuk berdakwah di era modern yang sarat akan kecanggihan teknologi ini. Tulisan ini bertujuan untuk melihat media podcast menjadi salah satu pilihan untuk menyampaikan materi dakwah di zaman yang semakin modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa podcast mulai diminati dan menjadi pilihan beberapa kalangan termasuk dalam menyampaikan dakwah. Podcast dipilih karena bentuknya yang praktis, efisien, bisa didengarkan kapan pun, bahkan dapat dikolaborasikan dengan berbagai macam platform lain di media online. Podcast menjadi sarana lanjutan berdakwah disamping aktivitas dakwah yang dilakukan secara konvensional.
Strategi dan Manajemen Dakwah Majelis Tafsir Al Qur’an melalui MTA TV Surakarta Silvia Riskha Fabriar; Kurnia Muhajarah
Journal of Islamic Management Vol. 1 No. 2 (2021): July
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.818 KB) | DOI: 10.15642/jim.v1i2.555

Abstract

Da'wah can be done with various strategies according to the state of mad'u. Management in the organization is structured in such a way that da'wah activities run well and according to purpose. The Qur'an Tafsir Council (MTA) is one of the da'wah institutions that carry out its da'wah with various methods, one of which is through television media among other da'wah media. MTA TV presents various da'wah programs in accordance with the vision of the MTA institution. The purpose of this study is to see how the MTA propaganda strategy through television is also side by side with other media. The author uses a qualitative descriptive research method. The findings of this study indicate that MTA through MTA TV can carry out their da'wah effectively because they are able to reach a wider audience. MTA TV is also able to adapt to the times so that this channel can survive, in addition to utilizing social networks that are in great demand by the public. However, on the other hand, the audience of listeners is still limited among Muslims who are members of this da'wah institution and the variety of programs is not so diverse.
Konstruksi Media terhadap Kasus Pemberitaan Penistaan Agama oleh Muhamad Kece di TV One Mustofa Hilmi; Ifa Rohmiatun; Silvia Riskha Fabriar
Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol 5 No 2 (2022): Islamic Sociology and Culture
Publisher : LPPM Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/almada.v5i2.2540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frame yang dibuat oleh tvOne dalam memberitakan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Muhamad Kece edisi 22 Agustus 2021. Sumber data diperoleh dari empat berita Kece yang diunggah tvOne dalam kanal youtubenya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis framing model Robert N. Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frame yang dibuat tvOne dalam memberitakan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Muhamad Kece adalah dengan berpihak kepada umat Islam dengan menganggap Kece sebagai pelaku penistaan agama dan masuk ke ranah hukum pidana. Hal ini dapat diketahui dari narasumber yang dihadirkan, pemilihan judul berita, penonjolan isu berita dan pemilihan kutipan berita. Meski pada 22 Agustus 2021 belum ada kejelasan hukum berupa keputusan pengadilan atas tindakan Kece, namun media telah menilai Kece sebagai penista agama. Media mengkonstruksi Kece sebagai seseorang yang telah melakukan tindakan yang tidak benar baik di mata agama, sosial, maupun hukum.
Religious Commodification through Hadis of Siwak and Its Halal Branding (Unity of Sciences Perspective) Kurnia Muhajarah; Moh. Erfan Soebahar; Noorsafuan Che Noh; Ali Muhtarom; Silvia Riskha Fabriar
Jurnal Hikmatuna Vol 8 No 2 (2022): HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2022
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.084 KB) | DOI: 10.28918/hikmatuna.v8i2.6297

Abstract

This research is motivated by the idea that commodification is a process of changing the value of a product which previously only had a use value and then becomes an exchange value where the demand for the product is determined by the price, designed by the manufacturer. The formulation of the research problem is how to commodify the religion of siwak products through halal labels and how to analyze media and advertisements related to the religious commodification of siwak products. The research method is library research. The results showed that currently siwak has turned into toothpaste. Toothpaste has become one of the people's daily needs. The habit of brushing teeth has existed since ancient times and people prefer to use siwak wood. Currently there are several toothpaste products that offer halal products, which contain the siwak content taught by the Prophet Muhammad and have a halal certificate from Indonesian Ulama Council. From the realm of media, technological, media and economic developments play an important role in the religious commodification. This is also one way of advertising by playing with the psychology of viewers by choosing halal products, it will show high faith.
Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Pembubaran FPI di Media Online Fitri Fitri; Alifa Nur Fitri; Silvia Riskha Fabriar
IQTIDA : Journal of Da'wah and Communication Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Dakwah, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Central Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.785 KB) | DOI: 10.28918/iqtida.v1i1.3760

Abstract

This study intends to describe the structure of the text in the news of the Disbandment of FPI: DPR's Attitude, NU and Muhammadiyah Responses to Rizieq's Instructions on Tribunnews.com and Prohibited in NKRI All FPI activities will be stopped on Detik.com. This research is a qualitative descriptive study. The data collection method is done by library research. The data were analyzed based on the critical discourse analysis of Teun A. Van Dijk. The results showed that the structure of the text on Tribunnews.com and Detik.com agreed with the dissolution of FPI by the government. The social cognition of the two online media displays group and institutional knowledge, while at the level of the social context Tribunnews.com and Detik.com contain the practice of power and access with the actors, namely the government and FPI as community organizations.
Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Upacara Pernikahan Nayuh Hilmi, Mustofa; Fabriar, Silvia Riskha; Soleha, Dena Walda
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol 13 No 02 (2022): Religion and Social Development
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v13i02.2498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai dakwah dalam tradisi upacara pernikahan nayuh pada masyarakat adat Lampung Suku Saibatin Kabupaten Pesisir Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik Analisis data menggunakan model Miles dan A. Michel Huberman dimana terdapat tiga tahapan yang harus dilakukan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai dakwah dalam tradisi nayuh yakni nilai ibadah, nilai silaturahmi, nilai shadaqoh, nilai keikhlasan dan nilai kebersamaan. Kajian ini berperan penting sebagai sarana untuk menjaga integritas dan merawat keharmonisan serta persatuan atas khazanah budaya bangsa.