Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Tren Dakwah Nawaning di Era New Media Fabriar, Silvia Riskha; Muhajarah, Kurnia
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 10, No 1 (2024): Jurnal SMaRT : Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/smart.v10i1.2224

Abstract

Sophistication in technology and media allows Islamic boarding school people to reach a wider audience, engage in religious discussions, and build networks with communities that have similar interests. The affects the daily activities of Islamic boarding school women, especially Nawaning, including da’wah. Nawaning is starting to exist in various places and in digital media. Previously, da’wah carried out around Islamic boarding schools, but now it can be heard by a large audience through new media. The article aims to explore the trend of Nawaning da'wah in the new media era. This study is qualitative research with a media ecology approach. Primary data obtained from several nawanings in Central Java and parts of Nawaning Nusantara or JPPPM. Secondary data from Nawaning’s social media accounts and related online and offline documents. Data collected by interviews and documentation. The results of this article show that the trend of da’wah among Ning in the new media era is preaching using social media. They deliver a variety of material, with da'wah methods according to the tendencies of each nawaning and with an approach tailored to the purpose of the da’wah. The reformulation of Nawaning da'wah through new media is a significant step in efforts to carry out da'wah that is more relevant, inclusive, and effective in an increasingly connected and rapidly changing environment.
ANALISIS FRAMING ROBERT N. ENTMAN PADA PEMBERITAAN BANJIR KALIMANTAN SELATAN DI MEDIA ONLINE TEMPO.CO Fabriar, Silvia Riskha; Muharisah, Sodikotul; Hilmi, Mustofa
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v14i1.11257

Abstract

Banjir kembali menggenangi wilayah Indonesia. Tanggal 9 Januari 2021 banjir melanda wilayah Kalimantan Selatan. Berbagai media meliput peristiwa Banjir Kalimantan Selatan sebagai headline di portal webnya, termasuk Tempo.co. Realitas bencana banjir Kalimantan Selatan telah dikonstruksikan dalam berbagai media, sehingga masyarakat perlu lebih berupaya untuk memahami berita yang disajikan oleh media. Konstruksi berita yang disajikan oleh media memiliki dampak yang signifikan terhadap cara pandang dan pengetahuan masyarakat, terlebih dalam suasana mencekam dan panik karena bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konstruksi pemberitaan banjir Kalimantan Selatan di media online Tempo.co pada periode 14-28 Januari 2021. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis framing Robert N Entman. Pengumpulan data dengan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co mengkonstruksi banjir Kalimantan Selatan sebagai kesalahan pemerintah yang tidak mampu melakukan tindakan pencegahan terhadap banjir. Pemberitaan banjir di Kalimantan Selatan mengangkat isu peran pemerintah dalam pengelolaan banjir dengan menonjolkan aspek-aspek yang cenderung mempengaruhi pemberitaan dengan bingkai negatif. Delapan berita dianalisis dan enam di antaranya berisi wacana yang menuntut, mendesak, dan mempertanyakan peran pemerintah dalam pengendalian banjir di Kalimantan Selatan.
Religious Commodification through Hadis of Siwak and its Halal Branding: Unity of Sciences Perspective Kurnia Muhajarah; Moh. Erfan Soebahar; Noor Safuan Che Noh; Ali Muhtarom; Silvia Riskha Fabriar
Hikmatuna : Journal for Integrative Islamic Studies Vol 8 No 2 (2022): Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2022
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/hikmatuna.v8i2.6297

Abstract

This research is motivated by the idea that commodification is a process of changing the value of a product which previously only had a use value and then becomes an exchange value where the demand for the product is determined by the price, designed by the manufacturer. The formulation of the research problem is how to commodify the religion of siwak products through halal labels and how to analyze media and advertisements related to the religious commodification of siwak products. The research method is libraryresearch. The results showed that currently siwak has turned into toothpaste. Toothpaste has become one of the people's daily needs. The habit of brushing teeth has existed since ancient times and people prefer to use siwak wood. Currently there are several toothpaste products that offer halal products, which contain the siwak content taught by the Prophet Muhammad and have a halal certificate from Indonesian Ulama Council. From the realm of media, technological, media and economic developments play an important role in thereligious commodification. This is also one way of advertising by playing with the psychology of viewers by choosing halal products, it will show high faith.
Managing cultural diversity through communication: A face negotiation perspective on Muslim and Aboge interactions in Wonosobo Fabriar, Silvia Riskha; Nur Fitri, Alifa; Fitri, Fitri; Rachmawati, Farida
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.25360

Abstract

This research discusses the communication between Muslims and Aboge adherents in Mudal Urban Village, Wonosobo, using the Face Negotiation theory. The main focus of this research is how effective communication creates social harmony in the midst of community diversity. This research uses a descriptive qualitative approach, with data obtained through observation, interviews, and documentation. The results show that harmonious communication patterns are realized through facework that prioritizes respect for other groups and mindfulness. Traditions such as selametan and community service become interaction spaces that strengthen emotional relationships with a collectivist approach and a combination of direct and indirect communication. Face negotiation strategies play an important role in maintaining group honour while managing differences without conflict. Effective communication allows Muslim and Aboge communities to coexist inclusively, strengthening social cohesion and making diversity an asset for community harmony. This study contextualizes the Face Negotiation Theory in a local context while emphasizing the role of communication in building social harmony based on cultural values. ***** Penelitian ini mengkaji komunikasi antara masyarakat Muslim dan penganut adat Aboge di Kelurahan Mudal, Wonosobo, dengan menggunakan teori negosiasi wajah. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana komunikasi efektif menciptakan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi harmonis terwujud melalui facework yang mengedepankan penghormatan terhadap kelompok lain dan mindfulness. Tradisi seperti selametan dan kerja bakti menjadi ruang interaksi yang memperkuat hubungan emosional, dengan pendekatan kolektivisme dan kombinasi komunikasi langsung dan tidak langsung. Strategi face negotiation memainkan peran penting dalam menjaga kehormatan kelompok sambil mengelola perbedaan tanpa konflik. Komunikasi yang efektif memungkinkan masyarakat Muslim dan Aboge untuk hidup berdampingan secara inklusif, memperkuat kohesi sosial, dan menjadikan keberagaman sebagai aset harmoni masyarakat. Penelitian ini berkontribusi untuk mengontekstualisasikan teori negosiasi wajah dalam konteks lokal sekaligus menegaskan peran komunikasi dalam membangun harmoni sosial berbasis nilai budaya.
Potret Komunikasi Antarbudaya Muslim dan Adat Aboge Mudal di Wonosobo Asep Dadang Abdullah; Silvia Riskha Fabriar; Farida Rachmawati; Mafriha Azida
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 13 No. 01 (2023): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2023.13.01.133-165

Abstract

This study aims to explore a portrait of social communication in the Muslim community and the Aboge community in Binangun Hamlet, Mudal Village, Mojotengah District, Wonosobo Regency. This study is qualitative research using a sociological approach. Religious leaders, Aboge traditional leaders, as well as village heads in Mudal were decided to be key informants and primary data sources, while other various elements within both communities as secondary sources. The results illustrate that Muslim and the Aboge community communicate using verbal and nonverbal means, with primary, secondary, circular and omnidirectional network (star) patterns. The collectivity and social cohesiveness among people occurred because of their ability to use adaptation or integration strategy. Both Muslim and Aboge communities have high intercultural communication competence, so they are able to dwell in unity and help each other most of the time.
The Uniqueness of Islamic Journalism at the Indonesian Islamic Universities in the Digital Age Musyafak, Najahan; Hilmi, Mustofa; Fabriar, Silvia Riskha
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic journalism has been intensely discussed among Islamic Universities in Indonesia. This study at least can be identified into three models. First, is the study of Islamic journalism as an activity that informs issues, events and phenomena related to Islamic values. Second, is the study of Islamic journalism as an Islamic way and method of journalistic activities. Third, the study of journalism as Islamic principles is the basis for journalistic activities. This study aims to complement the previous studies that gave few concerns to a comprehensive understanding of Islamic journalism, particularly the different concept with journalism studies. This study relies on primary and secondary data using a qualitative descriptive approach. Primary data was taken from Focus Group Discussion (FGD) by inviting 6 heads of the Islamic Journalism Study Program of Islamic Universities, lecturers, practitioners of journalistic and media, alumni, and communication students. At the same time, the secondary data was taken from the academic curriculum of several journalistic programs across the archipelago, namely UIN Walisongo Semarang, UNPAD Bandung, UGM Yogyakarta, UNDIP Semarang, UNAIR Surabaya, UI Jakarta, and other online sources. This study found that each university has uniqueness in formulating its curriculum, especially in integrating the concepts of Journalism and Islam.
Peningkatan Literasi Digital Masyarakat dalam Pemanfaatan MediaDigital untuk Informasi dan Promosi Ni'mah, Nilnan; Fabriar, Silvia Riskha; Fitri, Alifa Nur; Pangestu, Arief Cahyo
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat: In-Progress
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i2.5281

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, dengan tujuan meningkatkan literasi digital pemerintah desa dalam mengelola media sebagai sarana informasi dan promosi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang memanfaatkan aset dan potensi desa yang sudah ada seperti sumber daya manusia yang cukup melek digital dan memiliki website dan media sosial untuk publikasi informasi dan promosi potensi desa. Kegiatan meliputi pelatihan dan pendampingan dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD), kunjungan Diskominfo, dan pelatihan teknis dan strategi konten digital. Pemerintah desa dilatih untuk menggali potensi lokal, merancang strategi komunikasi, dan menciptakan konten menarik. Program ini melibatkan kolaborasi dengan institusi pendidikan, Diskominfo Wonosobo, dan konten kreator lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan dan keterampilan literasi digital aparatur desa. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah konten yang dipublikasikan secara konsisten di website dan akun Instagram desa setelah pendampingan, meningkatnya trafik kunjungan media desa dibandingkan sebelum program, serta testimoni positif dari peserta pelatihan yang menyatakan bahwa pendampingan membantu mereka memahami strategi komunikasi digital, produksi konten, dan pemanfaatan media untuk informasi dan promosi desa secara lebih efektif. 
ANALISIS FRAMING ROBERT N. ENTMAN PADA PEMBERITAAN BANJIR KALIMANTAN SELATAN DI MEDIA ONLINE TEMPO.CO Silvia Riskha Fabriar; Sodikotul Muharisah; Mustofa Hilmi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v14i1.11257

Abstract

Banjir kembali menggenangi wilayah Indonesia. Tanggal 9 Januari 2021 banjir melanda wilayah Kalimantan Selatan. Berbagai media meliput peristiwa Banjir Kalimantan Selatan sebagai headline di portal webnya, termasuk Tempo.co. Realitas bencana banjir Kalimantan Selatan telah dikonstruksikan dalam berbagai media, sehingga masyarakat perlu lebih berupaya untuk memahami berita yang disajikan oleh media. Konstruksi berita yang disajikan oleh media memiliki dampak yang signifikan terhadap cara pandang dan pengetahuan masyarakat, terlebih dalam suasana mencekam dan panik karena bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konstruksi pemberitaan banjir Kalimantan Selatan di media online Tempo.co pada periode 14-28 Januari 2021. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis framing Robert N Entman. Pengumpulan data dengan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co mengkonstruksi banjir Kalimantan Selatan sebagai kesalahan pemerintah yang tidak mampu melakukan tindakan pencegahan terhadap banjir. Pemberitaan banjir di Kalimantan Selatan mengangkat isu peran pemerintah dalam pengelolaan banjir dengan menonjolkan aspek-aspek yang cenderung mempengaruhi pemberitaan dengan bingkai negatif. Delapan berita dianalisis dan enam di antaranya berisi wacana yang menuntut, mendesak, dan mempertanyakan peran pemerintah dalam pengendalian banjir di Kalimantan Selatan.
Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Upacara Pernikahan Nayuh: Studi Kasus Masyarakat Adat Lampung Suku Saibatin Kabupaten Pesisir Barat Mustofa Hilmi; Silvia Riskha Fabriar; Dena Walda Soleha
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol. 13 No. 02 (2022): Religion and Social Development
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v13i02.2498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai dakwah dalam tradisi upacara pernikahan nayuh pada masyarakat adat Lampung Suku Saibatin Kabupaten Pesisir Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik Analisis data menggunakan model Miles dan A. Michel Huberman dimana terdapat tiga tahapan yang harus dilakukan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai dakwah dalam tradisi nayuh yakni nilai ibadah, nilai silaturahmi, nilai shadaqoh, nilai keikhlasan dan nilai kebersamaan. Kajian ini berperan penting sebagai sarana untuk menjaga integritas dan merawat keharmonisan serta persatuan atas khazanah budaya bangsa.
Strategi dan Manajemen Dakwah Majelis Tafsir Al Qur’an melalui MTA TV Surakarta Riskha Fabriar, Silvia; Muhajarah, Kurnia
Journal of Islamic Management Vol. 1 No. 2 (2021): July
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.818 KB) | DOI: 10.15642/jim.v1i2.555

Abstract

Da'wah can be done with various strategies according to the state of mad'u. Management in the organization is structured in such a way that da'wah activities run well and according to purpose. The Qur'an Tafsir Council (MTA) is one of the da'wah institutions that carry out its da'wah with various methods, one of which is through television media among other da'wah media. MTA TV presents various da'wah programs in accordance with the vision of the MTA institution. The purpose of this study is to see how the MTA propaganda strategy through television is also side by side with other media. The author uses a qualitative descriptive research method. The findings of this study indicate that MTA through MTA TV can carry out their da'wah effectively because they are able to reach a wider audience. MTA TV is also able to adapt to the times so that this channel can survive, in addition to utilizing social networks that are in great demand by the public. However, on the other hand, the audience of listeners is still limited among Muslims who are members of this da'wah institution and the variety of programs is not so diverse.