Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI JAMAAH HAJI DAN UMROH DALAM PERJANJIAN PERJALANAN IBADAH MELALUI PT. ZAFA MULIA MANDIRI (STUDI PADA CABANG KETIGA ZAFA TOUR PT. ZAFA MULIA MANDIRI) Segara, Andika; Cholidi, Cholidi; Erniwati, Erniwati
Muamalah Vol 6 No 1 (2020): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.703 KB)

Abstract

Legal Protection for Hajj and Umrah Pilgrims in the Worship Travel Agreement through PT. Zafa Mulia Mandiri (Study at the Third Branch of Zafa Tour PT. Zafa Mulia Mandiri). In this case, it is undeniable that in Indonesia, there has been a lot of neglect of the congregation, the absence of the congregation, and other fraud committed by the bureau that organizes the Umrah worship. So this study aims to review legal protection and responsibility for Haj and Umrah pilgrims by Zafa Tour PT. Zafa Mulia Mandiri. The focus of this research is legal protection. This type of research is field research. The data sources of this research are primary data and secondary data. Data collection techniques used in this study, namely observation, interview, and documentation. This research data analysis technique used qualitative research with qualitative descriptive method. The results showed that (1) Mechanism of Legal Protection Agreement for Hajj and Umrah Pilgrims at PT. Zafa Mulia Mandiri. The validity of the agreement between the Zafa Tour and the congregation after the DP and repayment made by the congregation according to the departure schedule he chose. (2) In the Sharia Economic Law Review on Legal Protection for Hajj and Umrah Pilgrims of PT. Zafa Mulia Mandiri is in accordance with the laws of Hifdz Diin (safeguarding religion) and Hifdz Nafs (guarding the soul) of sya'rah, where the settlement is by deliberation, does not harm one another and is in accordance with the provisions of the Laws and Regulations of the Minister of Religion of the Republic of Indonesia
Pengaruh Religiusitas dan Fundraising terhadap Minat Berwakaf Uang dengan Kesadaran Sebagai Variabel Intervening pada Pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Dwi Kurniawati; Cholidi Zainuddin; Rika Lidyah
Intelektualita Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i1.8607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarnya minat Pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan dalam berwakaf uang. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner terhadap 50 pegawai menggunakan metode insidental Sampling untuk mengetahui tanggapan responden dengan variabel yang ada. Analisis dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa religiusitas tidak terdapat pengaruh terhadap minat berwakaf uang, fundraising berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwakaf uang, religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran pegawai berwakaf uang, fundraising berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran, dan variabel kesadaran berpengaruh signifikan dalam memediasi antara religiusitas terhadap minat berwakaf dan fundraising terhadap minat wakaf.
Pola dan Teknis Baru Pendistribusian Zakat di Indonesia Cholidi Cholidi; Zuraidah Zuraidah
Intizar Vol 24 No 2 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i2.2843

Abstract

The provision of zakat aims to improve the economic condition of mustahik (zakat recipient) and overcome some of the problems they face. From year to year, there is an increase in the amount of zakat received by the institutions that manage it. However, up to now there are still many mustahik who are still living under a decent and adequate line. This shows that the role of zakat in improving the economic condition of mustahik is not yet very visible. Or in other words the performance of zakat is not yet maximal in controlling poverty. It is more ironic that disasters sometimes occur in the zakat distribution area. This event implies that there is a mistake in the management of zakat, especially in the field of distribution. Is there a mistake in distributing zakat in Indonesia? Therefore, the question arises: Is there no clue from the Qur'an and or hadith about the pattern and technical distribution of zakat? This research will found the pattern and technical conclusions in: (1) Zakat pick-up (2) Do not move zakat (3) Circles (spirals) like conch shells.
Implementasi Hidden Curriculum Melalui Ekstrakurikuler Keagamaan: Studi Kasus Achmad Syarifuddin; Dede Sutisna; Ani Cahyadi; Padjrin Padjrin; Cholidi Cholidi
Intizar Vol 27 No 1 (2021): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v27i1.8741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pembinaan keberagamaan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan implementasi hidden curriculum di Madrasah Aliyah Patra Mandiri Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif analitis, maka dalam pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan analisis datanya menggunakan analisis data model Milles dan Huberman, yaitu melalui proses reduksi, display dan verifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi hidden curriculum dalam ekstrakurikuler keagamaan melalui tiga cara yaitu 1) kegiatan rutin yaitu doa bersama, salat zuhur berjamaah, salat Duha, salaman pagi, dan silaturahmi siswa dengan guru; 2) kegiatan mingguan yaitu Tahsinul Qur’an, Marhaba, Barzanji. Muhadhoroh, dan salat Jumat; dan 3) keteladanan guru yaitu kedisplinan, silaturahmi dewan guru, berpakaian rapi dan sopan, dan hidup Bersih.
Pengaruh Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Rohani Islam (ROHIS) Terhadap Perilaku Keberagamaan Siswa di SMA Negeri 12 Palembang Siska Widowati; Cholidi Zainuddin; Fajri Ismail
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 3 No 2 (2020): Muaddib : Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v3i2.6653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan dan pengaruh kegiatan ekstrakurikuler Rohani Islam terhadap perilaku keberagaman siswa di SMA Negeri 12 Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan penelitian mix method, menggabungkan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan angket serta analisis data dengan menggunakan uji T. Dari hasil pelaksanaan penelitian dapat diketahui bahwa hasil angket dari dua kelompok yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Skor angket Perilaku Beragama Mahasiswa yang tidak mengikuti ROHIS sebanyak 10 mahasiswa (12%), mahasiswa skor sedang 56 (63%), dan skor rendah 22 mahasiswa (25%). Sedangkan skor angket Perilaku Beragama Mahasiswa Rohis dengan kategori skor tinggi 62 mahasiswa (71%), skor sedang 24 mahasiswa (27%), dan skor rendah 2 mahasiswa (2%). Kemudian untuk melihat perbandingan kedua kelompok tersebut dianalisis dengan uji T dan didapatkan nilai to yang diperoleh adalah 5,156 yang berarti lebih besar dari tt baik pada taraf 5% 1,654 dan baik pada taraf 1% 2,348. maka hipotesis nol yang diajukan ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang tidak mengikuti kegiatan spiritual dengan kelompok yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler spiritual yang menunjukkan nilai yang signifikan. Jadi pelaksanaan kegiatan spiritual Islam berpengaruh terhadap keberagaman siswa di SMA Negeri 12 Palembang.
Hukum Perempuan Sholat Berjamaah di Masjid Cholidi Cholidi; Zuraidah Zuraidah
Muqaranah Vol 7 No 1 (2023): Muqaranah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muqaranah.v7i1.18221

Abstract

Congregational prayers in Islam have added value. Likewise praying in the mosque has additional appreciation from Allah Subhanahu wa Ta'ala. Especially if the prayers are performed in congregation and carried out in the mosque. But in daily reality there are those who judge that congregational prayers performed at the mosque by women are not a good deed. Therefore, this article discusses the issue of how the law holds congregational prayers for women in mosques according to the perspective of madhhab scholars. The purpose of this study was to examine the legal basis for congregational prayers at the mosque for women based on the opinion of the Islamic scholars. This research is a literature research by examining the treasures of the book referred to by the school's scholars. From searching this article, it was found that the opinion of madhhab scholars absolutely prohibits (forbids) women from participating in congregational prayers at the mosque.
Implementasi Sistem Pencegahan Kecurangan Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Kota Prabumulih Pada Masa Pandemi Covid 19 Fadliana Fathinuddin; Arief Wisnu Wardhana; Cholidi Zainuddin
Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional
Publisher : BPJS Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53756/jjkn.v3i1.124

Abstract

Fraud in financing of health insurance is alleged to have burdened the cost of health services. The government issued Permenkes 16 of 2019 concerning prevention and handling of fraud and administrative sanctions against fraud in the implementation of JKN in an effort to prevent fraud. However, there is still potential for fraud to increase with pandemic conditions. This research aims to determine the implementation of the JKN Claim and Covid-19 Claim fraud prevention system and forms of fraud at the Prabumulih City Hospital during the Covid. This research can be useful theoretically and practically both in the field of health law politics and used by the Government, BPJS Health and Hospitals in an effort to improve fraud prevention system. The research method is empirical research with primary data sources from interviews with Prabumulih City Health Office, Prabumulih City Health BPJS and 4 Hospitals in Prabumulih. Results of the study shown that implementation of the fraud prevention system for health services at Prabumulih City Hospital during  Covid at the Health Service and BPJS Health KC Prabumulih was quite good, but in Prabumulih City Hospital  needed to be improved. Forms of fraud that can occur during the Covid-19 Pandemic at the Prabumulih City Hospital are fee contributions to participants for the Covid-19 antigen screening examination, extending the length of treatment for Covid-19 claims, submitting repeated claims to both JKN and covid claims and use the identity of another participant by not using the finger print in the participant's eligibility check.
Pengaruh Attitude dan Subjective Norm Terhadap Intensi Muzakki Membayar Zakat Maal Di Kota Lubuklinggau dengan Religiusitas Sebagai Variabel Moderasi Rachmiya Saputri; Cholidi Cholidi; Dinnul Alfian Akbar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.445 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i12.5153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Intensi Muzakki Dalam Membayar Zakat Maal Di Kota Lubuklinggau. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan meyebarkan kuesioner terhadap 65 responden muzakki di kota Lubuklinggau menggunakan metode insidental Sampling untuk mengetahui tanggapan responden terhadap variabel yang ada. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) berbasis partial least square (PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa attitude tidak terdapat pengaruh terhadap intensi muzakki dalam membayar zakat maal, subjective norm berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi muzakki dalam membayar zakat maal. Dan variabel religiusitas berpengaruh positif dan signifikan dalam memoderasi antara attitude terhadap intensi dan subjective norm terhadap intensi muzakki dalam membayar zakat maal
Pelaksanaan Zakat Fitrah Melalui Masjid di Kota Palembang Cholidi, Cholidi
Intizar Vol 28 No 2 (2022): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v28i2.22051

Abstract

Begitu pantingnya zakat dalam ajaran Islam hingga dijadikan salah satu dari lima pilar Islam, syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Dengan tegasnya Rosulullah saw menyebutkan bahwa Islam dibangun diatas lima pilar tersebut. Penetapan lima pilar itu bukan hasil ijtihad para ulama, tetapi langsung disebutkan Rosulullah saw dengan kata buniya (بني) yang berarti dibangun atau dibina. Dalam pelaksanaan zakat fitrah, sampai hari ini masih terdapat ketidakkonsistenan para muzakki. Lihat saja misalnya mereka yang mengaku sebagai penganut setia mazhab Syafi'iy tetapi dalam membayar zakat fitrah mereka merambah ke mazhab Hanafiy. Oleh karena itu,, layak dipertanyakan sejauh mana ketidakkonsitenan terjadi pada penganut mazhab Syafi'iy dalam pelaksanaan pembayaran zakat fitrah melalui masjid di koa Palembang. Tulisan ini berbasis penelitian yang dilakukan di kota Palembang. Pengumpulan data dilakuan dengan metode wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi. Data didiskusikan dan dianalisis dengan menggunakan teori kebutuhan, jual beli dalam fikih, talfiq dan kaidah fiqhiyah hukm al qodli yarfa’ al khilaf. Dari perbincangan dan diskusi dalam tulisan ini menyimpulkan: (1) Amil zakat fitrah yang ada di masjid lebih tepat disebut sebagai panitia zakat fitrah. (2) Besaran tarif zakat fitrah yang dibayarkan bervariasi, 2,5 kilogram, 2,7 kilogram, dan 3 kilogram. (3) Untuk membayar zakat fitrahnya para muzakki mengantarkan sendiri zakat fitrah mereka kepada panitia, sementara panitia hanya menunggu di masjid (pasif). (4) Pendistribusian zakat fitrah kepada para penerima manfaat (mustahiq) secara proporsional. (5) Teknis pendistribusian zakat fitrah pada umumnya mustahiq mendatangi panitia di masjid.
REKONSTRUSI PANDANGAN HUKUM ULAMA MAZHAB TENTANG PEMINDAHAN ZAKAT cholidi, cholidi; zuraidah, zuraidah
Al-muamalah Vol 9 No 1 (2023): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muamalah.v9i1.18137

Abstract

Dengan keuniversalannya ajaran Islam diyakini dan sudah terbukti mampu mampu menjangkau seluruh manusia dengan beragam suku dan beraneka bangsa selama menghuni belahan bumi ini. Tidak ada penduduk bumi ini --di sudut manapun dia berdomisili dan kapanpun masanya-- yang keberadaannya ditolak oleh Agama Islam. Semua manusia di muka bumi ini diundang untuk menganut Agama Islam. Bahkan semua warga bumi --apapun jenisnya, benda mati atau benda hidup-- dijamin akan mendapat pelayanan, pengayoman, dan perlindungan dari Agama Islam. Karakter ini ditunjuk langsung dengan jelas oleh firman suci dalam al Qur`an surat al Anbiyaa' (21) ayat ke 107 dan surat Saba` (34) ayat ke 28): [1] Sementara itu, surat al An’am (6) ayat ke 38 menyebutkan bahwa ajaran Islam telah membuktikan kekomprehensifannya. Islam mampu memberi arah, memberikan bimbingan kepada segenap pemeluknya dalam berbagai lini kehidupan. Tentu dengan syarat bahwa kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan yang diartikan sebagai pengabdian kepada Allah SWT yang sekaligus sebagai pelayanan antar sesama makhluk warga bumi.[2] [1] Surat al Anbiyaa' (21) ayat ke 107 dan Ayat srat Saba` (34) ayat ke 28: وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ Alih bahasa: Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam [21:107]. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ Alih bahasa: Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui [34:28]. Surat al An’am (6) ayat ke 38: ... مَّا فَرَّطْنَا فِي الكِتَابِ مِن شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ Alih bahasa: …Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan [6:38].