Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resource Management/HRM) dari pendekatan administratif menuju pengambilan keputusan berbasis data dan kolaborasi antara manusia dengan sistem cerdas. Meskipun implementasi AI menawarkan peningkatan efisiensi dalam proses rekrutmen, seleksi, manajemen kinerja, pembelajaran, serta perencanaan tenaga kerja, berbagai tantangan seperti bias algoritma, privasi data, transparansi, akuntabilitas, dan penerimaan karyawan masih menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai peluang, risiko, serta arah penelitian masa depan terkait kolaborasi AI-manusia dalam HRM dengan memberikan implikasi khusus bagi perusahaan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Emerald Insight, SpringerLink, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2018–2026. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi sesuai pedoman PRISMA. Studi yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi operasional HRM, kualitas pengambilan keputusan, personalisasi pengembangan karyawan, serta efektivitas talent management. Namun demikian, implementasi AI juga menghadirkan risiko berupa diskriminasi algoritmik, rendahnya transparansi keputusan, ancaman terhadap privasi data, perubahan kompetensi SDM, serta persoalan tata kelola organisasi. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi AI dalam HRM tidak bergantung pada teknologi semata, tetapi pada kemampuan organisasi membangun kolaborasi yang seimbang antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan melalui pendekatan Human-Centered AI. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual dan agenda penelitian masa depan yang relevan bagi transformasi HRM di perusahaan Indonesia menuju era Industry 5.0.