Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Newton-Maxwell Journal of Physics

Peta Sebaran Intensitas Anomali Magnetik Di Daerah Prospek Geothermal Kepahiang Berdasarkan Survei Metode Geomagnet Parjuangan Simbolon; Refrizon Refrizon; Nanang Sugianto
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 1 No. 1: November 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.927 KB) | DOI: 10.33369/nmj.v1i1.14290

Abstract

Kabupaten Kepahiang merupakan salah satu daerah yang berada di ring of fire Pacific sehingga memiliki potensi geothermal yang cukup potensial untuk menghasilkan energi terbarukan agar dapat dipergunakan untuk daya penyuplai listrik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola sebaran anomali magnetik daerah yang diduga sebagai distribusi dan reservoir panas bumi Kepahiang secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan Proton Precission Magnetometer (PPM) yang tersebar di 143 titik pengukuran. Nilai anomali total yang tinggi dari hasil pengukuran dominan berada di bagian timur, tenggara, selatan, barat daya dan barat daerah penelitian dengan nilai 0 nT sampai 1500 nT, sedangkan pada bagian barat laut, utara dan timur laut di dominasianomali total rendah dengan nilai 0 nT sampai -1500 nT. Pada peta sebaran intensitas anomali magnetik total dominan bernilai rendah dengan nilai 0 nT sampai -1500 nT yang berarti daerah tersebut dipengaruhi oleh panas bumi. Sedangkan nilai anomali magnetik di sekitar Sesar Musi dominan tidak dipengaruhi oleh panas bumi karena bernilai tinggi yaitu 0 nT sampai 600 nT. Pada daaerah mata air panas sumber aliran berasal dari barat laut dengan nilai 0 nT sampai 300 nT
Peta Anomali Magnetik Daerah Mineralisasi Emas Di Desa Tambang Sawah Kecamatan Lebong Utara Berdasarkan Pengukuran Magnetik Delia Septi Evani Mukazairo; Refrizon Refrizon; Nanang Sugianto
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 1 No. 1: November 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.109 KB) | DOI: 10.33369/nmj.v1i1.14292

Abstract

Sebaran zona mineralisasi emas menjadi permasalahan yang serius bagi penambang tradisional emas di Desa Tambang Sawah Kabupaten Lebong. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola sebaran zona mineralisasi emas di Desa Tambang Sawah Kecamatan Lebong Utara yang didasarkan pada anomali magnetik yang memiliki hubungan fisis terhadap mineralisasi emas. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Proton Precession Magnetometer (PPM) yang terdiri dari 165 titik pengukuran. Koreksi IGRF (International Geomagnetics Reference Field) dan koreksi variasi harian dilakukan untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali magnetik tinggi berada pada nilai 238,4 nT sampai 533,3 nT. Anomali magnetik tinggi teridentifikasi pada bagian barat laut dan timur daerah penelitian. Anomali rendah menyebar dari arah barat hingga arah timur dengan rentang nilai anomali magnetik -503 nT hingga -19 nT. Nilai intensitas anomali magnetik rendah yang bernilai -503,2 nT hingga 102,4 nT diduga sebagai zona pembentukan mineral emas. Berdasarkan sebaran nilai anomali magnetik, zona mineralisasi emas di daerah Tambang Sawah merupakan mineralisasi emas sulfidasi rendah yang berhubungan dengan geothermal yang ada disekitarnya.
Pemetaan Sebaran Indeks Pencemaran Air di Perairan Muara Sungai Jenggalu Kota Bengkulu Vedina Delima Purba; Liza Lidiawati; Nanang Sugianto
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 2 No. 2: Oktober 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.489 KB) | DOI: 10.33369/nmj.v2i2.17757

Abstract

Muara Sungai Jenggalu merupakan salah satu muara sungai di Kota Bengkulu yang mengalami pencemaran. Penelitian ini mengidentifikasi kadar kualitas air dan indeks pencemaran di Muara Sungai Jenggalu berdasarkan parameter fisika dan kimia. Data penelitian diperoleh berdasarkan pengukuran secara langsung, analisis laboratorium dan perhitungan indeks pencemaran. Pengukuran dilakukan pada 9 titik yang tersebar di Muara Sungai Jenggalu. Data hasil penelitian ini dibandingkan dengan baku mutu PP 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran. Kemudian perhitungan nilai indeks pencemaran untuk mengetahui indikasi pencemaran pada Muara Sungai Jenggalu berdasarkan Kepmen LH Nomor 115 Tahun 2003. Hasil pengukuran kadar salinitas tertinggi sebesar 26,8‰ dan terendah 12,8‰, kadar DO tertinggi sebesar 6,3 mg/l dan terendah sebesar 5 mg/l, kekeruhan tertinggi 5,4 NTU dan terendah sebesar 0,9 NTU, Kadar TDS tertinggi sebesar 872 mg/l dan terendah sebesar 743 mg/l, kadar pH tertinggi sebesar 7,5 dan terendah 7,2 dan suhu tertinggi sebesar 30,7°C dan terendah sebesar 29,1°C. Selain itu nilai kecepatan arus tertinggi sebesar 0.25 m/s dititik 2 dan terendah sebesar 0,1 m/s dititik 7dan titik 8 dan debit air sebesar 139,8 m³/s. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai indeks pencemaran di Muara Sungai Jenggalu sebesar 1,28 dengan kondisi tercemar ringan.