Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran Media Massa dalam Mendukung Upaya Diplomasi Indonesia terhadap Isu Perbatasan dengan Cina Kusumajanti Kusumajanti; Asep Kamaluddin Nashier
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 2 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i2.2829

Abstract

Kepulauan Natura yang berada di wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau masih menjadi menjadi perbincangan dunia dikrenakan Cina mengklaim secara sepihak sebagian wilayah Natuna merupakan kedaulatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran media massa dalam mendukung upaya diplomasi Indonesia terhadap Isu Perbatasan dengan Cina. Wilayah perbatasan Indonesia di Laut Natuna Utara belakangan ini menjadi perbincangan dunia. Peristiwa masuknya kapal-kapal Cina ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Laut Natuna Utara menjadi peringatan bahwa penguatan kapasitas pemerintah kabupaten Natuna guna menghadapi tantangan di wilayah perbatasan. Media Nasional maupun internasional banyak memberitakan tentang permasalahan ini. Framing yang dilakukan oleh media-media Indonesia secara online dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat diplomasi perbatasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Peran Komunikasi Kelompok Istri Nelayan P. Pari Dalam Mendukung Keberhasilan Ekowisata Kusumajanti Kusumajanti; Ni Putu Eka Widiastuti; Asep Kamaluddin Nashir
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.902 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan fenomena kekuatan komunikasi kelompok di kalangan nelayan kecil di P. Pari dalam upaya meningkatkan penghasilan keluarga. Kehidupan seorang nelayan kecil yang usaha sehari-harinya menangkap ikan guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Nelayan kecil meggunakan kapal perikanan berukuran paling besar 5 Gross Tonnage (GT). Ukuran kapal yang kecil membuat nelayan tidak dapat menangkap ikan ke perairan yang lebih jauh dan jumlah ikan tangkapannya pun terbatas. Kebutuhan ekonomi keluarga memaksa agar para nelayan kecil mencari solusi penambahan penghasilan. Teori Strukturasi Pengambilan Keputusan dari Mashall Scott membantu dalam memberikan gambaran proses dalam pembuatan keputusan oleh anggota kelompok. Pendekatan Fenomenologi dipergunakan untuk menggali informasi dan pengalaman nelayan-nelayan kecil yang tergabung dalam kelompok. wilayah peraian P. Pari yang memiliki banyak tempat-tempat menarik sebagai destinasi wisata di Kepulauan Seribu. Para nelayan kecil didampingi oleh Tim Pengabdi dalam proses mengambil keputusan bersama. Para nelayan mengambil keputusan bahwa pada hari Sabtu dan Minggu mereka akan beralih profesi dari nelayan tangkap dan budidaya menjaadi tour guide. Implikasi dari pengambilan keputusan tersebut pada peningkatan penghasilan nelayan kecil di P. Pari.
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Bogor dalam Mewujudkan Desa Edutainment Kusumajanti Kusumajanti; Asep Kamaluddin Nashir; Ni Putu Eka Widiastuti
Indonesian Journal of Society Engagement Vol. 3 No. 3: Desember 2022
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/ijse.v3i3.93

Abstract

Curug Village, Gunung Sindur District, Bogor is geographically in the middle of an industrial environment. The diverse profiles of the people in Curug Village have encouraged the Curug Village Head to optimize his environmental resources. The Curug Village Government wants to empower the environment and its people so that their Regional Original Income can increase. Departing from the aspirations of the people and government officials of Curug Village to have a tourist area that has an impact on increasing people's income and regional original income. PPDM in Curug Village as a form of implementation of research results related to. Optimization of groups in the community that are in accordance with the urgency of the needs of the Curug Village community. The PPDM team provides solutions to the problems of the Curug Village community who want to increase community income with a holistic approach based on research in the fields of Communication, Negotiation and Diplomacy, and Finance, as well as BUMDes. Thus it is hoped that by using the formation assistance approach, empowering groups based on the economy, tourism, by utilizing the resources of Curug Village in the form of land which is the location for Edutainment Tourism. Diverse human resources are an added value for providing assistance so that the community has independence and is able to accelerate village development in the areas of goat/sheep livestock, rabbit farming, fish farming, ornamental plant cultivation, processing of fish products, and self-employment. The final results in the first year are expected that Curug Village can have an agreement for an edutainment-based science-techno-park model.
DIPLOMASI PERDAGANGAN INDONESIA DAN PAKISTAN PERIODE 2017-2019. Studi Kasus: Respon Indonesia Terhadap Rencana Kebijakan Pelarangan Vanaspati Ghee Mohammad Nabil Hibatullah; Asep Kamaluddin Nashir
Dauliyah: Journal of Islam and International Affairs Vol 6, No 1 (2021): Dauliyah Journal of Islamic and International Affairs
Publisher : UNIDA Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dauliyah.v6i1.5585

Abstract

Indonesia and Pakistan have a trade history that can be said to be potentially and beneficial for both parties. One of the potential sectors and mainstay of Indonesia in Pakistan is the palm oil sector. However, a plan to ban palm oil products in Pakistan could threaten the sustainability of cooperation and disrupt Indonesia’s trade balance. Various attempts were made by the Indonesian government through a number of ways so that the planned ban was stopped and cooperation between the two parties can run smoothly again and is expected to develop in the future.
Indonesia’s Public Diplomacy in Increasing the Number of Visits of Singapore Tourists Sherina Amellia; Asep Kamaluddin Nashir; Rizky Hikmawan
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v13i1.1-12

Abstract

Singapore is the most significant contributor to tourist visits to Indonesia, but in 2015-2016, the number of tourist visits from Singapore decreased from around 1,59 million people to 1,51 million people. This study aims to determine the efforts of Indonesia's public diplomacy in increasing the number of tourist visits from Singapore through Wonderful Indonesia as nation branding. This research is focused on 2016 to 2019. This research used a descriptive qualitative method by using data collection techniques in the form of interviews, and document collection, such as official documents from private sources and internet sources in the form of articles in relevant journals and publications, and can be ascertained their validity. The author also uses three stages of data analysis according to Miles and Huberman (1994), including data reduction, data presentation, and drawing conclusions or data verification by data triangulation to explain the data obtained from the field in detail and clearly. The study found that Indonesia's public diplomacy efforts, which involved non-state actors by promoting Wonderful Indonesia, had a positive impact on tourism from Singapore. These efforts not only increased the number of tourist visits, but also boosted the country's foreign exchange income and earned recognition for the actors involved. Overall, the objective of these initiatives was to promote Indonesian culture, foster good relations with the Singaporean public, and create a favourable impression of Indonesia as a tourist destination. However, this promotional activity still has several obstacles due to the lack of infrastructure conditions in Indonesia around tourist destinations and Indonesia's level of security, as well as a small promotion budget.
BIMBINGAN KONSELING TERHADAP KORBAN KEKERASAN DAN PELECEHAN SEKSUAL DI KABUPATEN TANGGERANG TAHUN 2022 Laode Muhamad; Asep Kamaluddin Nashir; Anicqotul Ummah
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v1i2.4753

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini bertemakan Pelecehan dan Kekerasan Seksual yang terjadi dimasyarakat pada akhir-akhir ini. Implikasi dari berdampak negatif terkhusus kepada korban. Generasi muda khususnya perempuan banyak mengalami kejadian ini dan sering ditutupi sebagai aib di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman, pengetahuan dan komitmen kami untuk meminimalisir kejadian amoral seperti itu. Kami bermitra dengan Karang Taruna Benteng di Cisauk Tanggerang Banten bersama komunitas perempuan peduli pelecehan dan kekerasan seksual berharap bisa berkontribusi terhadap persoalan ini. Sehingga, tidak ada lagi predator amoral seksual yang bertentangan dengan nilai moral dan etika universal. Hasil yang didapatkan bahwa Sebagian besar terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual terjadi karena kebutuhan seksual yang tidak terakomodir dengan baik. Kemudian adanya kesempatan, tingkat stress yang tinggi dan masalah ekonomi yang sedang dialami. Kebanyakan pelecehan seksual dilakukan oleh kaum laki-laki baik kepada ibu-ibu, gadis dan bahkan anak kecil sekalipun. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa bermanfaat buat masyarakat untuk mengetahui penyebab dan implikasi terhadap pelecehan seksual.
Pengelolaan Aset Tidak Berwujud dalam Keberlanjutan Ekowisata Masyarakat Pesisir: Studi Ekowisata Kabupaten Bekasi Ni Putu Eka Widiastuti; Kusumajanti Kusumajanti; Asep Kamaluddin Nashir
Jati: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia JATI Vol 7, No 1: March 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jati.v7i1.19168

Abstract

Studi ini berupaya menganalisis pengelolaan aset tidak berwujud community investment dalam keberlanjutan ekowisata masyarakat pesisir Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus ekowisata Sunge Jingkem. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tidak terstruktur terhadap 7 aktor kunci, observasi lapangan yang mendalam di lokasi ekowisata, dan Focus Group Discussion terhadap 12 orang penggiat ekowisata. Studi ini menemukan bahwa community investment yang didominasi oleh kelompok pemuda penggiat wisata merupakan aset tidak berwujud utama dalam keberlanjutan Ekowisata Sunge Jingkem. Implementasi konsep CIDBER (Community Investment for The Development of Bekasi Regency) dalam pengelolaan ekowisata masyarakat pesisir Kabupaten Bekasi mampu meningkatkan pembangunan ekowisata dan mempertahankan keberlanjutannya melalui harmonisasi perilaku manusia (three parties: pemerintah, masyarakat, dan wisatawan). Studi ini memberikan kebaruan pada ilmu akuntansi keperilakuan, yaitu menggunakan informasi harmonisasi three parties dalam mewujudkan konsep akuntansi ekowisata berkelanjutan, baik dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan.
Cooperation Of Indonesia - Iran In The Oil And Gas Energy Sector 2015-2017 Kamaluddin, Asep; Muhammad Fathun, Laode; Nadirah Rahladhani, Utami
Journal of International Relations on Energy Affairs Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Department of International Relations Universitas Pertamina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51413/jisea.Vol1.Iss2.2020.194-210

Abstract

This research is conducted to discuss about the Cooperation between Indonesia and Iran in oil and gas energy sector period 2015-2017. This research uses qualitative research method with descriptive approach type. The purpose on this research is to explain the shape of cooperation between Indonesia and Iran in oil and gas energy sector. This research also uses bilateral cooperation theory, national interest theory, and energy security concept. From this research, According to the result from this research, the cooperation between Indonesian and Iran in oil and gas energy sector in the period of 2015-2017, the first is Purchasing of Liquified Petroleum Gas (LPG) and Crude Oil form Iran with Competitive Price, second, Oil Refinery Development located in Situbondo (East Java) and the last is Management of Ab-Teymour and Mansouri field. With this cooperation, Indonesia has achieve national interest because the production of oil and gas in Indonesia is increased and the people requirement of oil and gas can be fulfilled. Then in this research, it is also known that the cooperation between Indonesia and Iran in the energy sector will continue even in the wider sector again.
Kerjasama Uni Eropa-Indonesia: Implementasi European Council Regulation 1005/2008 dalam Aktivitas Perikanan Pelabuhan Nizam Zachman Yulia, Lisda; Nashir, Asep Kamaluddin; Kusumajanti, Kusumajanti
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.48108

Abstract

Komoditas ikan tangkap di Indonesia dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan perikanan, namun dari segi pengelolaannya, perikanan tangkap masih terkendala oleh hambatan-hambatan internal dan eksternal, sehingga membuat sertifikasi hasil tangkap ikan rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak ratifikasi Europeaan Council regulation (ECR) 1005/2008 sebagai satu upaya meningkatkan sertifikasi hasil tangkap ikan dan mendukung ekspansi pasar ekspor ikan Indonesia. Penelitian ini masuk kedalam fokus studi Bisnis Internasional, oleh karena itu penulis menggunakan konsep kerjasama internasional untuk menganalisis dampak ratifikasi hukum internasional ECR 1005/2008 di Indonesia dan menggunakan teori perdagangan internasional keunggulan kompetitif untuk menganalisis indikator perdagangan sempurna komoditas perikanan tangkap di lokus penelitian. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal di lokus penelitian Pelabuhan Nizam Zachman. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara tidak terstruktur terhadap 3 informan dan observasi mendalam. Hasil temuan penelitian menunjukkan ratifikasi ECR 1005/2008 di Pelabuhan Nizam Zachman mampu meningkatkan sertifikasi hasil tangkap ikan yang diperoleh dengan mengedepankan sinergi antara Dewan Uni Eropa, Pelabuhan Perikanan, dan Unit Pengolah Ikan.
Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi Digital: Tinjauan terhadap ASEAN Digital Economy Framework Agreement Darmastuti, Shanti; Nidatya, Nurfarah; Saraswati, Dini Putri; Nashir, Asep Kamaluddin
Jurnal MADANI: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora Vol 7 No 2: September 2024
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/madani.v7i2.375

Abstract

The development of the digital economy requires every country to be responsive and able to adopt technological developments quickly to capture opportunities from the digital economy. Various efforts and policies are made to take advantage of digital economic developments that can contribute to economic growth. ASEAN is one form of regional cooperation that intensively pays attention to the development of the digital economy in the region. One of the cooperative framework efforts currently in process is the ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Through the ASEAN DEFA, it is expected that there will be harmonization among ASEAN member countries in digital economy policies. On the other hand, regarding the digital economy, ASEAN countries are still faced with several challenges in developing the digital economy, both in terms of access to digital technology and the skills of human resources in adapting to the development of digital technology. Therefore, this study aims to analyze the future cooperation of ASEAN DEFA, which is faced with several challenges by ASEAN member countries. Through analysis of various sources from previous research, journal articles, and other secondary data sources, the study's results show that there are still several digital economy challenges in the region, such as digital economy infrastructure development, the digital divide, the role of MSMEs in the digital economy, and policy harmonization. The region's variety of digital economy challenges requires mapping the readiness of ASEAN countries, collaboration and cooperation, and policy harmonization. This needs to be done so that member countries can benefit from implementing ASEAN DEFA in the future. Abstrak Perkembangan ekonomi digital menuntut setiap negara untuk responsif dan dapat melakukan adopsi perkembangan teknologi secara cepat dalam menangkap peluang dari ekonomi digital. Berbagai upaya dan kebijakan dibuat untuk memanfaatkan perkembangan ekonomi digital yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. ASEAN menjadi salah satu bentuk kerja sama regional yang secara intensif memberikan perhatian terhadap perkembangan ekonomi digital di kawasan. Salah satu upaya kerangka kerja sama yang saat ini sedang berproses adalah ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Melalui ASEAN DEFA diharapkan nantinya terdapat harmonisasi antarnegara anggota ASEAN dalam kebijakan ekonomi digital. Di sisi lain, sehubungan dengan ekonomi digital, negara-negara ASEAN masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi digital baik dari sisi akses terhadap teknologi digital sampai dengan keterampilan sumber daya manusia dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerja sama ASEAN DEFA ke depan yang dihadapkan dengan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh negara anggota ASEAN. Melalui analisis dari berbagai sumber dari penelitian terdahulu serta artikel jurnal dan sumber data sekunder lainnya, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa tantangan ekonomi digital di kawasan seperti pembangunan infrastruktur ekonomi digital, kesenjangan digital, peran UMKM dalam ekonomi digital, sampai dengan harmonisasi kebijakan di kawasan. Beragamnya tantangan ekonomi digital di kawasan membutuhkan adanya pemetaan kesiapan negara-negara ASEAN, kolaborasi dan kerja sama, serta harmonisasi kebijakan. Hal ini perlu dilakukan sehingga negara anggota dapat memperoleh manfaat dari implementasi ASEAN DEFA ke depannya. Kata Kunci: ASEAN DEFA, Ekonomi Digital, Kerja sama, Tantangan