Jekson Berdame
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

“SITOU TIMOU TUMOU TOU”: MISI PERDAMAIAN SEBAGAI PIONIR MERETAS KEKERASAN DI MANADO Jekson Berdame; Melki Tarumampen; Meily Meiny Wagiu; Remalia Putri Matsino; Gledis Elisabeth Brigita Djarang
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 6 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v6i2.2417

Abstract

Kemajuan teknologi dan merebaknya perkembangan globalisasi yang menghantar ke dalam dimensi kehidupan yang serba mudah adalah salah satu kemajuan positif yang dapat terlihat, namun dalam dimensi lain ada hal-hal negative yang timbul akibat perkembangan dunia yang pesat ini. Kekerasan dan pemberontakkan terjadi di mana-mana karena tuntutan hidup yang semakin beragam. Bentuk-bentuk kekerasan fisik, psikis, emosional, seksual sudah menjadi hal yang sering didengar dan terjadi dalam konteks hidup orang-orang belakangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menguraikan falsafah orang manado dalam kaitannya dengan merosotnya kekerasan di mana-mana. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui studi teologis. Penelitian ini juga menggunakan sumber primer kajian pustaka seperti buku, jurnal dan sumber sekunder seperti Facebook, Youtube, Instagram dan lain sebagainya.  Hasil penelitian ini dapat menemukan eksistensi falsafah orang Manado lewat teologi kasih dalam konteks kekristenan di tengah-tengah gemparnya kekerasan dalam berbagai lini kehidupan, serta menawarkan bentuk refleksi praktis bagi masyarakat untuk membangun budaya damai dan mendorong penyelesaian konflik yang inklusif dan saling menghargai.
MERAJUT TRADISI DI TENGAH TRANSISI: PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM BUDAYA MAPALUS SUKU MINAHASA Berdame, Jekson; Lombogia, Charles A. Ray
Tumou Tou Vol. 7 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.886 KB)

Abstract

Merajut tradisi dimaknai sebagai tindakan untuk mengembalikan pemahaman masyarakat tentang makna keutamaan sebagai manusia berdasarkan perspektif kearifan lokal atau nilai-nilai kebudayaan yang kian hari kian terkikis oleh globalisasi dan strukturalisme. Masa ini disebut sebagai transisi karena keberdaan manusia yang tidak dapat lepas dari perubahan yang didorong oleh semangat zaman atau ilmu pengetahuan dan teknologi. Penulis memahami bahwa hambatan dan kesulitan dalam menerjermahkan konsep ekologis dalam pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan disebabkan oleh degradasi budaya. Oleh karena itu kapabilitas pendidikan lingkungan hidup dapat tercermin dari sejauh mana kearifan lokal bersama nilai-nilai yang terkandung didalamnya terimplementasi disetiap aspek kehidupan. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan bentuk deskritif dan dimaksudkan untuk mengidentifikasi peran kearifan lokal atau budaya dalam kerangka pembelajaran lingkungan hidup. Sehingga dapat di deskripsikan bahwa Pendidikan lingkungan hidup berbasis kearifan lokal memiliki pranata nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal yakni budaya mapalus suku Minahasa dan keterkaitan erat dengan mentalitas atau kesadaran masyarakat dalam memahami lingkungan hidup dan bahkan lebih jauh dari itu, kearifan lokal juga dapat menjadi barometer dalam memahami konsep lingkungan hidup di setiap tatanan masyarakat khususnya Minahasa.