Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi Penggunaan Kortikosteroid yang Benar dan Tepat di Kelurahan Candirejo, Kabupaten Semarang Yandri Eklemis Batukh; Dedi Haswan; Naitul Maghfirah; Silfia Duratun Nadifah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8853

Abstract

Penggunaan kortikosteroid secara tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena berpotensi menimbulkan berbagai efek samping serius. Berdasarkan hasil identifikasi awal, masyarakat di Kelurahan Candirejo diketahui masih menggunakan obat yang mengandung kortikosteroid tanpa konsultasi dan pengawasan tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan kortikosteroid secara rasional serta memetakan tingkat pengetahuan masyarakat terkait penggunaan obat tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2025 di RT 12 RW 01 Desa Siroto, Kelurahan Candirejo, Kabupaten Semarang dengan melibatkan 35 peserta yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pembagian leaflet edukatif, serta pengisian kuesioner sebelum pelaksanaan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta mengenai penggunaan kortikosteroid masih rendah. Sebagian besar peserta belum mengetahui penggunaan kortikosteroid jangka panjang tanpa pengawasan tenaga kesehatan (91,4%), pentingnya penghentian obat secara bertahap (tapering off) (94,3%), penyesuaian dosis sesuai kondisi pasien (88,6%), serta risiko ketergantungan akibat penggunaan yang tidak sesuai aturan (85,7%). Namun, sebanyak 51,4% peserta telah mengenali dokter dan apoteker sebagai sumber informasi yang paling tepat. Kegiatan edukasi berlangsung dengan baik dan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang tercermin dari keterlibatan aktif serta kemampuan menjawab pertanyaan pada sesi evaluasi akhir. Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mendukung penggunaan kortikosteroid yang aman dan rasional di masyarakat.
Edukasi dan Skrining Asam Urat untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Pencegahan Hiperurisemia di Posyandu Sekarwangi 2 Wujil, Kabupaten Semarang Dedi Haswan; Olif Rina Susanti; Astriyani Puji Astuti; Dwi Ayuningtyas
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9290

Abstract

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Asam urat yang tinggi dapat disebabkan oleh multifaktorial yang berasal dari makanan, minuman, usia dan aktivitas sehari – hari. Permasalahan yang ditemukan pada lokasi pengabdian di Posyandu Sekarwangi 2 Wujil – Kabupaten Semarang adalah minimnya sosialisasi terkait dengan asam urat, sehingga diperlukan tindakan berupa pengecekan kadar asam urat dan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahun masyarakat. Berdasarkan hasil temua dalam pengabdian dengan peserta lansia, diperoleh sekitar 9 peserta memiliki kadar urat tinggi dari 43 peserta. Hasil dari pre test menggambarkan bahwa peserta masih belum cukup paham terkait dengan asam urat. Berdasarkan pengabdian ini, identifikasi dan peningkatan pengetahun dalam bidang kesehatan tentang asam urat sangat penting untuk dilakukan secara rutin agar kualitas hidup lansia semakin meningkat.
Generasi Bebas Stunting dengan Peningkatan Pengetahun Remaja Putri Melalui Edukasi Pencegahan Stunting Sejak Dini Dedi Haswan; Indah Kurniawati; Setiaji Wisnu Wardana; Andi Pradana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhuan dan perkembangan anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Stunting bisa ditandai dengan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya. Stunting terjadi karena multifaktor yang berkaitan dengan gangguan gizi kronis. Stunting dapat menyebabkan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif pada anak menjadi terhambat. Kecamatan Bringin yang berada di Kabupanten Semarang menjadi salah satu Kecamatan dengan angka stunting yang masih relatif tinggi dibandingkan dengan kecamatan lain. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan stunting pada remaja putri yang menempuh pendidikan di SMK NU Tunas Bangsa, Bringin. Metode yang digunakan pada kegiatan ini seperti pre-test, ceramah dua arah, game TESABEN dan postest. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata – rata skor pre-test sebesar 60,69 poin dan rata-rata skor post test sebesar 90 poin, serta p-value <0,001 <0,005, sehingga kegiatan ini dengan kombinasi berbagai metode pendekatan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pencegahan stunting.