Titin Novayanti Dey
Institut Kesehatan Medistra

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai Perawatan Paliatif pada Penderita Kanker: Literature Review WIdyanata, Komang Agus Jerry; Artawan, I Kadek; Gautama, Made Satya Nugraha; Noviantari, Komang; Dey, Titin Novayanti; Theresia, Theresia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5816

Abstract

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran sel yang tidak normal, tidak terkendali dan dapat menyebabkan kematian apabila penyebarannya tidak terkontrol. Prevalensi kanker di Indonesia yakni 1,4 per 1000 penduduk serta termasuk pencetus kematian nomor 7 sebanyak (5,7 %) dari seluruhnya pemicu kematian. Penyebab kanker bersifat multifaktorial, yang mencakup faktor genetik dan lingkungan, serta riwayat keluarga dengan kanker. Pasien yang terdiagnosis kanker mengalami masalah pada pemenuhan kebutuhan sehingga memiliki risiko tinggi mengalami depresi, kecemasan, hingga nyeri sehingga berpengaruh pada kualitas hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hasil penelitian berkaitan dengan pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai perawatan paliatif pada penderita kanker. Metode literature review ini mencakup kajian literatur terbaru yaitu 5 tahun terakhir tentang efek terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) pada pasien kanker, kata kunci yang digunakan adalah “SEFT”, “Spiritual Emotional Freedom Technique”, “Palliative Care” dan “Cancer” yang dikombinasikan dengan “AND”. Pengumpulan data dirangkum menggunakan prisma flowchart yang menjelaskan hasil seleksi artikel dari proses identifikasi, penyaringan, hingga evaluasi kelayakan. Artikel temuan yang diulas menyatakan bahwa efektivitas penerapan dari intervensi SEFT pada pasien kanker dapat berpengaruh pada aspek kualitas hidup pasien kanker baik pada aspek fisiologis (peningkatan kualitas tidur dan istirahat, serta penurunan nyeri), dan psikologis (penurunan tingkat kecemasan atau ansietas, stres, depresi, dan peningkatan relaksasi) setelah diberlakukannya intervensi ini. Terapi SEFT dapat digunakan sebagai intervensi perawatan paliatif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien khususnya pada pasien kanker.
Determinants of HIV/AIDS knowledge among early adolescents in junior high school: A cross-sectional study Laksmi, Ni Putu Citra; Dey, Titin Novayanti; Dyantari, Putu Eva Yuni; Mestika, Luh Citrarasmi Dara; Sumiati, Sumiati; Armayanti, Luh Yenny
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v8i1.6975

Abstract

HIV/AIDS infection remains a crucial global public health issue, with a significant increase in cases every year in Indoneia, and adolescents occupy vulnerable positions. Limited knowledge related and the burden of social stigma hinders the effectiveness of intervention programs. This study aims to find out in depth the level of knowledge of junior high school adolescents about HIV/AIDS. This descriptive quantitative research uses a cross-sectional design with purposive sampling technique. The sample consisted of 52 grade IX students of SMP 1 Sawan. The results showed that the majority of respondents were 15 years old (55.8%) and female (67.3%). The level of adolescent knowledge about HIV/AIDS is mostly in the moderate category (65.4%), with the lowest score being 60, the highest score being 83.3, the mean being 68.3, and the median being 70. This indicates that there is still a need to provide information related to HIV/AIDS. The topic of HIV transmission has the highest proportion of wrong answers, followed by the signs and symptoms of HIV/AIDS. It is recommended that schools, parents, and the government work together in efforts to improve comprehensive and sustainable education, including strengthening Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).