Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN MANOKWARI (STUDI KASUS DISTRIK MANOKWAARI BARAT) Maleke, Jeniffer Austina; Malik, Andy A. M.; Sondakh, Julianus A. R.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56037

Abstract

ABSTRAK Distrik Manokwari Barat merupakan salah satu distrik yang ada di Kabupaten Manokwari dengan jumlah penduduk paling tinggi, dimana sebagian besar wilayahnya berfungsi sebagai kawasan permukiman yang berdekatan dengan fasilitas perdagangan dan jasa. Hal ini tentu menghasilkan jumlah volume sampah yang besar. Meskipun telah disiapkan berbagai fasilitas persampahan serta sistem yang telah diterapkan, nyatanya ruas – ruas jalan serta saluran drainase masih dipenuhi dengan sampah. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan masyarakat dalam pengolahan sampah yang dapat dimulai dari rumah masing-masing dan tiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting sistem persampahan di Distrik Manokwari Barat serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode skoring dalam mengukur tingkat partisipasi masyarakat yang ditinjau dari aspek pengetahuan, kemauan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting sistem persampahan di Distrik Manokwari Barat pada sistem pewadahan dan pemilahan memiliki nilai index 66%; sistem pengumpulan dan penampungan sampah memiliki nilai index 63%; sistem pengangkutan sampah memiliki nilai index 69%; sistem pengolahan sampah adalah 36%; dan Kegiatan Pemrosesan Akhir yang dilakukan di TPA menggunakan sistem timbun. Sedangkan tingkat partisipasi masyarakat berdasarkan aspek pengetahuan memiliki nilai indeks 86%; aspek kemauan sebesar 75%; dan sikap sebesar 50%. Dapat disimpulkan bahwa memiliki nilai 59% berada di interval netral. Sedangkan untuk tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah memiliki skor 353,5 yang berada pada tingkat kemitraan dengan derajat partisipasi pada kekuatan masyarakat. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Partisipasi Masyarakat, Distrik Manokwari Barat ABSTRACT West Manokwari District has the highest number of population in Manokwari Regency, with most of the territory serves as settlement area adjacent to trade and service facilities. In this case It produces a great amount of waste volumes. Despite of the various facilities and systems that have been applied, the streets and drainage canel are still filled with waste. Hence the effort of waste management requires the involvement of the public that can start from home. The study aims are to find out the condition of the waste system in West Manokwari Distrik and to analyze the level of citizen participation. This research used Qualitative descriptive with scoring method to measure the level of participation reviewed from the aspect of knowledge, willingness and attitude. The result shows that the condition of waste system in receptacle has an index value of 66%, accumulation with index value of 63%, conveyance with index value of 69%, waste treatment with index value of 36%, and final processing in landfill using open dumping. Whereaas the participation rate in knowledge aspect has an index value of 86%, willingness of 75%, and attitude of 50%. In conclusion the condition of waste system in West Manokwari Distrik has a rating of 59% which is in the neutral interval. Whereas for the rate of citizen participation has a score of 353,5 which is at the level of partnership in the degree of citizen power. Keywords: Waste Mangement, Citizen Participation, West Papua District
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN MANOKWARI (STUDI KASUS DISTRIK MANOKWAARI BARAT) Maleke, Jeniffer Austina; Malik, Andy A. M.; Sondakh, Julianus A. R.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56037

Abstract

ABSTRAK Distrik Manokwari Barat merupakan salah satu distrik yang ada di Kabupaten Manokwari dengan jumlah penduduk paling tinggi, dimana sebagian besar wilayahnya berfungsi sebagai kawasan permukiman yang berdekatan dengan fasilitas perdagangan dan jasa. Hal ini tentu menghasilkan jumlah volume sampah yang besar. Meskipun telah disiapkan berbagai fasilitas persampahan serta sistem yang telah diterapkan, nyatanya ruas – ruas jalan serta saluran drainase masih dipenuhi dengan sampah. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan masyarakat dalam pengolahan sampah yang dapat dimulai dari rumah masing-masing dan tiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting sistem persampahan di Distrik Manokwari Barat serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode skoring dalam mengukur tingkat partisipasi masyarakat yang ditinjau dari aspek pengetahuan, kemauan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting sistem persampahan di Distrik Manokwari Barat pada sistem pewadahan dan pemilahan memiliki nilai index 66%; sistem pengumpulan dan penampungan sampah memiliki nilai index 63%; sistem pengangkutan sampah memiliki nilai index 69%; sistem pengolahan sampah adalah 36%; dan Kegiatan Pemrosesan Akhir yang dilakukan di TPA menggunakan sistem timbun. Sedangkan tingkat partisipasi masyarakat berdasarkan aspek pengetahuan memiliki nilai indeks 86%; aspek kemauan sebesar 75%; dan sikap sebesar 50%. Dapat disimpulkan bahwa memiliki nilai 59% berada di interval netral. Sedangkan untuk tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah memiliki skor 353,5 yang berada pada tingkat kemitraan dengan derajat partisipasi pada kekuatan masyarakat. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Partisipasi Masyarakat, Distrik Manokwari Barat ABSTRACT West Manokwari District has the highest number of population in Manokwari Regency, with most of the territory serves as settlement area adjacent to trade and service facilities. In this case It produces a great amount of waste volumes. Despite of the various facilities and systems that have been applied, the streets and drainage canel are still filled with waste. Hence the effort of waste management requires the involvement of the public that can start from home. The study aims are to find out the condition of the waste system in West Manokwari Distrik and to analyze the level of citizen participation. This research used Qualitative descriptive with scoring method to measure the level of participation reviewed from the aspect of knowledge, willingness and attitude. The result shows that the condition of waste system in receptacle has an index value of 66%, accumulation with index value of 63%, conveyance with index value of 69%, waste treatment with index value of 36%, and final processing in landfill using open dumping. Whereaas the participation rate in knowledge aspect has an index value of 86%, willingness of 75%, and attitude of 50%. In conclusion the condition of waste system in West Manokwari Distrik has a rating of 59% which is in the neutral interval. Whereas for the rate of citizen participation has a score of 353,5 which is at the level of partnership in the degree of citizen power. Keywords: Waste Mangement, Citizen Participation, West Papua District
Strategi Pengembangan Objek Wisata Budaya di Kabupaten Minahasa Sorongan, Josua; Wuisang, Cynthia E. V.; Sondakh, Julianus A. R.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i2.59252

Abstract

AbstrakKabupaten Minahasa merupakan wilayah yang di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki berbagai macam budaya yang terkandung pada wilayah tersebut. Dengan keberagaman budaya yang ada, melatarbelakangi penulis untuk meneliti lebih lanjut tentang objek wsiata budaya yang ada di Kabupaten Minahasa. Tercatat dalam Perataruan Daerah Kabupaten Minahasa No. 1 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah bahwa di Minahasa memiliki 8 kawasan peruntukan untuk objek wisata budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil evaluasi kondisi objek wisata budaya di Kabupaten Minahasa dan Menentuan strategi yang tepat dalam pengembangan objek wisata budaya kedepannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Deskriptif Kualitatif. Dalam penelitian ini, pertama-tama di identifikasi setiap objek wisata budaya yang ada kemudian diklasifikasikan selanjutnya di evaluasi Komponen penyusun wisatanya dengan menggunakan teori 4A, yaitu Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Ancilary. Kemudian, dibuat Matriks SWOT dari setiap objek wisata budaya yang ada. Untuk mengetahui strategi pengembangan yang cocok dan tepat untuk objek wisata budaya yang ada di Kabupaten Minahasa, dilakukan dengan analisis SWOT IFAS dan EFAS, dengan hasil strategi pengembangan yang di dapat ialah strategi W-O atau mengurangi kelemahan dan memanfaatkan peluang, atau Strategi Stabilitas.Kata kunci: Strategi Pengembangan, Objek Wisata Budaya, Kabupaten Minahasa AbstractMinahasa Regency is an area in North Sulawesi Province that has various cultures within it. The cultural diversity present has prompted the author to further research the cultural tourism objects in Minahasa Regency. According to the Minahasa Regency Regional Regulation No. 1 on Spatial Planning, Minahasa has 8 designated areas for cultural tourism objects. The purpose of this research is to evaluate the condition of cultural tourism objects in Minahasa Regency and to determine the appropriate strategies for the future development of these cultural tourism objects. The method used in this research is Descriptive Qualitative. In this study, each cultural tourism object is first identified and then classified. Subsequently, the components of each tourism object are evaluated using the 4A theory: Attraction, Accessibility, Amenity, and Ancillary. A SWOT Matrix is then created for each cultural tourism object. To determine the suitable and precise development strategies for the cultural tourism objects in Minahasa Regency, SWOT IFAS and EFAS analyses are conducted, resulting in the development strategy of W-O (Weakness-Opportunity) or reducing weaknesses and utilizing opportunities, or Stability Strategy.Keyword: Development Strategy, Tourist Attraction, Minahasa Regency.
Re-desain Terminal Tipe A Malalayang Di Manado “Complexity and Contradiction” Takahindangen, Heriyanto; MT, Surjono; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15644

Abstract

Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, transportasi memiliki peranan yang penting dalam strategi pembangunan serta mempunyai hubungan yang erat dan saling ketergantungan dengan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Melihat pentingnya transportasi maka perencanaan  dan pembangunanya perlu ditata dalam satu kesatuan sistem yang terpadu, untuk terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda secara lancar dan tertib maka, ditempat-tempat tertentu perlu dibangun atau diselenggarakan terminal, dengan demikian lalu lintas dan angkutan jalan dapat dikelola dan ditata secara baik untuk kepentingan masyarakat umum         Menjawab masalah transportasi yang terjadi di kota Manado, maka penulisan ini berisi konsep-konsep perancangan Terminal Tipe A Malalayang di Manado pada lokasi yang sama yang sesuai peruntukan lahan dengan mengangkat tema “Complexity and Contradiction”, yang prosesnya dimulai dari memahami objek perancangan lebih dalam, mempelajari serta menganalisis lokasi/ site, serta membahas tema yang digunakan dalam perancangan terminal yang akan menghasilkan konsep-konsep perancangan berupa konsep programatik, konsep site development dan konsep desain/ konsep bentukan awal rancangan. Kata kunci            : Transportasi, Terminal, Manado, Complexity and Contradiction.
PUSAT PERBELANJAAN DI KOTAMOBAGU. Konservasi Energi pada Bangunan Komersial Paransi, Kurniawan; Sondakh, Julianus A. R.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17272

Abstract

Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi utara, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2007 pada tanggal 2 Januari 2007. Kota Kotamobagu secara administratif terbagi kedalam 4 kecamatan dan 32 desa/kelurahan. Luas keseluruhannya mencapai 184,33 KM2 dengan Jumlah penduduk yaitu sebesar 108.794.Seiring perkembangan zaman serta peningkatan jumlah penduduk di Kotamobagu maka kebutuhan masyarakat di bidang fashion semakin terbuka lebar. Namun, kurangnya pusat perbelanjaan yang lengkap dengan menawarkan berbagai kebutuhan masyarakat.Berdasarkan hal tersebut, maka diangkatlah sebuah judul untuk Tugas Akhir Perancangan Arsitektur yaitu Pusat Perbelanjaan Di Kotamobagu dengan Tema Konservasi Energi Pada Bangunan Komersial.Konsep perencanaan pusat perbelanjaan ini adalah suatu karya rancangan bangunan yang memanfaatkan sumber energi yang ada dalam bangunan agar digunakan secara cermat dan efisien. Serta mampu memanfaatkan dan mendayagunakan sumber energi dan kondisi iklim dilingkungan sekitar yang merupakan sebagian dari proses pembangunan operasional dan perawatan dari suatu bangunan tanpa harus mengorbankan kenyamanan dari pengguna bangunan tersebut kemudian di kembangkan lagi fungsinya yang tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan tapi juga menjadi pusat rekreasi, dan hiburan.Kata Kunci : Kota Kotamobagu, Pusat Perbelanjaan, Hemat Energi 
GELANGGANG REMAJA DI MANADO. Pendekatan Psikologi Arsitektur Londo, Febryanti A.; Waani, Judy O.; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17598

Abstract

Banyak sekali komunitas, klub dan even remaja yang diadakan di Kota Manado, hal ini merupakan tanda bahwa remaja setempat memiliki potensi untuk menunjukan kreativitas maupun eksistensinya. Fenomena ini perlu diimbangi dengan penyediaan berbagai fasilitas untuk mewadahi kegiatan remaja seperti fasilitas olahraga, fasilitas kesenian dan fasilitas komunitas. Meskipun sudah ada beberapa bangunan yang diperuntukan untuk generasi muda di Kota Manado, namun pada kenyataanya bangunan yang sudah ada belum bisa menarik perhatian para remaja untuk datang dan melakukan kegiatan positif ditempat tersebut.Perancangan Gelanggang Remaja di Manado ini bertujuan untuk mendapatkan desain bangunan yang dapat memberikan fasilitas kegiatan olahraga, kesenian serta kegiatan komunitas ke dalam bentuk bangunan yang mampu mewadahi psikologi remaja guna meningkatkan kreativitas remaja. Persoalan desain adalah: bagaimana ekspresi ruang dan bentuk bangunan yang mewadahi psikologi remaja agar lebih kreatif dapat diterjemahkan ke dalam desain wadah Gelanggang Remaja di Manado, dan Psikologi Arsitektur sebagai solusi desain arsitektural. Prinsip-prinsip Psikologi Arsitektur yang diterapkan pada Gelanggang Remaja ini diharapkan dapat menghadirkan desain bangunan yang mampu mewadahi psikologi remaja agar lebih kreatif dalam berkegiatan di dalamnya.Kata Kunci: Remaja, Kreativitas, Psikologi Arsitektur, Gelanggang Remaja, Manado
PASAR TRADISIONAL DI TALAUD. Green Architecture Tamalihis, Olvis; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18030

Abstract

Perkembangan pembangunan kabupaten Talaud semakin meningkat tiap tahunnya. Khususnya sektor industri perdagangan dan jasa, pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kabupaten Talaud sangat besar maka hadirlah konsep perencanaan Pasar Tradisional di Kabupaten Talaud, yang mengacu dari  kebutuhan akan barang dan jasa sebagai penunjang kebutuhan masyarakat sehari-hari.Berangkat dari tujuan perancangan objek ini maka tema yang digunakan adalah Green Architecture, yang diharapkan dapat menciptakan sesuatu objek yang baru dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. salah satunya dengan menghadirkan pasar tradisional mengusung konsep.            Dengan hadirnya perancangan pasar tradisional di talaud ini, dapat menunjang keperluan masyarakat akan barang dan jasa, serta menambah pendapatan daerah. Pasar tradisional ini mampu menampung masyarakat kabupaten talaud dalam mencari kebutuhan sehari-hari, karna pasar ini dirancang sesuai dengan standard kebutuhan di dalam pasar tradisional.Kata Kunci : Pasar Tradisional, Green  Architecture.
YOUTH CENTER DI TONDANO. Arsitektur Feminisme Manopo, Regina D.; Sondakh, Julianus A. R.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20822

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus, namun fenomena kenakalah-kenakalan remaja di Tondano kerap kali menjadi masalah. Dimana sering kali ditemui kasus-kasus kenakalan remaja yang dapat dikategorikan sebagai kasus krimunal. Hal tersebut terjadi karena kurangnya wadah untuk para remaja menyalurkan bakat dan minatnya untuk kegiatan yang positif yang bermanfaat serta membangun karakter remaja. Tondano merupakan ibu kota Minahasa yang memiliki warisan budaya yang beragam, namun pada saat ini kurang di ajarkan kepada generasi mudah untuk melestarikan budaya tersebut seperti tarian tradisional dan musik tradisional Minahasa. Untuk itu dengan adanya Youth Center di Tondano ini dapat menjadi wadah untuk menampung kegiatan seni dan olahraga yang dapat menjadi tempat yang menunjang bagi para remaja di Tondano membentuk bersosialisasi, berbagi pendapat dan mengembangkan jiwa sosial mereka. Dengan penerapan Arsitektur Feminisme pada Youth Center di Tondano ini diharapkan bisa menjadi daya tarik untuk remaja dan wisatawan. Gaya dari arsitektur feminisme sendiri sangat berbeda dengan gaya arsitektur di Tondano dimana arsitektur feminisme ini menghasilkan gaya arsitektural yang modern dan lebih kekinian yang akan lebih menarik perhatian anak muda. Kata kunci : Youth Center di Tondano, Remaja, Arsitektur Feminisme, Seni Budaya Minahasa
REDESAIN MUSEUM NEGERI PROVINSI SULAWESI UTARA. Regionalisme dalam Arsitektur Oktaviana, Eka; Sela, Rieneke L. E.; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20825

Abstract

Proses merancang kembali sebuah museum guna merubah penampilan atau fungsi bangunan agar bisa melestarikan warisan budaya dari wilayah provinsi Sulawesi Utara untuk tujuan studi, penelitian, dan kesenangan atau hiburan dengan tema regionalisme dalam arsitektur yang merupakan upaya menampilkan kembali gaya arsitektur kedaerahan ke dalam bangunan masa kini. Saat ini di Provinsi Sulawesi Utara terutama kota Manado masih kurangnya keberadaan bangunan yang didesain dengan menampilkan kembali ciri kedaerahannya salah satunya museum negeri provinsi sulawesi utara. Tujuan penulisan ini untuk meredesain kembali museum yang modern yang memperlihatkan identitas budaya setempat dan memenuhi persyaratan ruang yang belum terpenuhi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur, observasi/surveying, studi kasus, studi komparasi, dan analisa. Hasil yang dicapai, sebuah museum yang memiliki identitas budaya setempat melalui bentuk atau ornamen pada fasade bangunan, dan adanya penambahan unsur yaitu unsur rekreatif sehingga masyarakat lebih tertarik lagi untuk datang ke museum. Tidak hanya sekedar melihat pameran tapi juga bisa merasakan fasilitas lain yaitu fasilitas rekreasi agar tidak terpaku pada suasana yang terkesan monoton.Kata kunci : Redesain, Museum, Regionalisme, Arsitektur
PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. Ekspresi Bentuk Munir, Meylita F.; Makarau, Vicky H.; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20839

Abstract

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang. Tanpa ilmu seseorang tidak bisa mengerti atau melakukan sesuatu. Masa nak-anak merupakan masa yang sangat penting, karena pada masa inilah intelektual anak mengalami pertumbuhan yang amat pesat yang tak akan pernah teralami lagi pada masa berikutnya. Sejak awal perkembangannya, anak perlu diberikan rangsangan-rangsangan berupa psikososial dan pendidikan agar kelak anak tersebut menjadi manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, sudah sepantasnya pendidikan harus menjadi perhatian utama kita, karena bangsa ini akan menjadi kuat salah satunya adalah adanya sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Maka dari itu perkembangan kreatifitas dan minat anak perlu di salurkan sejak dini.Kreatifitas dan bakat pada diri anak perlu dipupuk dan dikembangkan. Karena dengan Karena dengan kreativitas dan bakat yang dimilikinya itu mereka dapat menjadi pribadi-pribadi yang kreatif. Sebagai pribadi yang kreatif ,kelak mereka bukan saja dapat meningkatkan kualitas pribadinya,tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dan negara.Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan disegala bidang, yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas, mutu, dan efisiensi kerja.(Kata kunci : Pendidikan, Anak, Kreatif)