Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HOTEL WISATA DI MANADO (Implementasi Konsep Taman Gantung Babylonia) Palit, Rhamanda P. S.; Sondakh, Julianus A. R.; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam ilmu sejarah arsitektur dikenal dengan peradaban arsitektur Mesopotamia dengan ciri khas arsitekturalnya yaitu taman gantung babilonia (Hanging Garden Of Babylon) yang merupakan ikon dari arsitektur hijau di jaman purbakala. Dewasa ini perancangan arsitektur semakin berkembang kepada gaya arsitektur yang tanggap akan lingkungan. Hal tersebut didasari oleh semakin diperlukannya tindakan nyata ataupun tanggapan terhadap kerusakan yang telah disebabkan oleh manusia. Implementasi konsep Taman Gantung Babylonia pada Hotel Wisata di Kota Manado merupakan salah satu wujud nyata dari arsitektur yang tanggap akan lingkungan di masa kini. Tujuan dari Penerapan konsep Taman Gantung Babylonia yaitu untuk menunjang visi ekowisata yang merupakan program dari pemerintah Kota Manado sekaligus membentuk hubungan yang bersinergi antara bangunan dan alam. Upaya ini tentunya tak lepas dari keberadaan Kota Manado sendiri yang memiliki potensi pariwisata yang baik karena ditunjang dengan kekayaan sumber daya alam dan budaya yang besar sehingga menjadikan Kota Manado Sebagai salah satu kota tujuan pariwisata di Indonesia. Dengan dihadirkannya desain Hotel Wisata di Kota Manado diharapkan dapat menunjang kegiatan pariwisata yang ada ataupun dapat menjadi alternatif objek wisata baru dengan penerapan dari tema perancangannya. Kata kunci : Arsitektur Mesopotamia, Taman Gantung Babilonia,Hotel Wisata.
Panti Rehabilitasi Korban Ketergantungan NAPZA di Manado (Aktualisasi sistem pelayanan terapi dan rehabilitas pecandu secara terpadu) Gerungan, Gloria G. F.; Makainas, Indradjaja; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Panti Rehabilitasi Korban Ketergantungan NAPZA adalah tempat terapi untuk penyembuhan dan pemulihan para korban NAPZA. Perancangan bangunan panti rehabilitasi NAPZA dikarenakan semakin banyaknya para korban NAPZA di kota Manado tidak diperlakukan selayaknya korban penderita penyakit ketergantungan yang membutuhkan perhatian untuk pelayanan rehabilitasi baik fisik maupun non-fisik, sehingga sampai saat ini korban NAPZA selalu meingkat dari tahun ke tahun dikarenakan pembinaan untuk khasus NAPZA yang tidak diwadahi dengan tepat. Dari identifikasi masalah tersebut, maka dapat diambil satu rumusan permasalahan yaitu bagaimana merancang bangunan panti rehabilitasi NAPZA yang dapat membantu proses penyembuhannya para korban NAPZA dan bagaimana aktualisasi sistem pelayanan terapi dan rehabilitasi pecandu secara terpadu dengan berkonsep pada prilaku arsitektur di perancangan panti rehabilitasi NAPZA. Untuk mendapatkan data-data mengenai obyek tentang panti rehabilitasi NAPZA dilakukan studi komparasi, serta obyek tentang panti rehabilitasi NAPZA secara langsung yang memiliki kesamaan fungsi. Dalam perancangan ini diharapkan bisa memenuhi fungsinya sebagai tempat rehabilitasi. Kata Kunci : NAPZA, Panti Rehabilitasi, Perancangan  
MUSEUM BUDAYA DI TONDANO (Eksplorasi Arsitektur Tradisional Minahasa) Tendean, Marco G.; Sondakh, Julianus A. R.; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya suatu masyarakat merupakan penentu kualitas bahkan kadar kebahagian manusia dalam masyarakat itu. Budayanyalah yang akan menentukan kualitas politik suatu negara serta daerahnya, sehatnya sistem demokrasi, tegaknya penegakan hak asasi manusia, kerukunan antar golongan masyarakat, berkembangnya sistem hukum yang lebih benar, adil tertib dan berkepastian. Demikian halnya dalam bidang ekonomi, sejarah berperan sangat penting dalam membangun sumber daya manusianya yang lebih produktif dan inovatif meskipun di tengah keterbatasan sumber daya alamnya. Sedemikian besar dan pentingnya peran kebudayaan, namun sayang sekali sedemikan pula kebudayaan tersebut kurang mendapat perhatian dari pihak pemerintah dan masyarakatnya. Bertolak dari kenyataaan yang memprihatinkan itulah Museum budaya di Tondano akan di bangun untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya warisan leluhur masyarakat Minahasa. Objek yang akan di bangun nantinya akan mengambil lokasi di kota Tondano yang merupakan ibukota dari kabupaten Minahasa.Site perancangan Museum Budaya Minahasa ini berada Jalan Langowan-Tondano, Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Timur. Dalam proses perancangan nantinya akan dikaji dan di Eksplorasi  aspek-aspek dalam Arsitektur tradisional Minahasa dan akan dipakai dalam konsep perancangan. Dan diharapkan dapat menghadirkan kembali hal-hal yang telah hilang atau telah memudar dalam kaitannya dengan aspek sejarah masyarakat Minahasa Kata Kunci: Kota Tondano, Museum Budaya, Eksplorasi Budaya Minahasa.
DESAIN TIPOLOGI KAMPOENG KAIN BENTENAN ‘TRANSFORMASI VISUAL ART DENGAN MOTIF BENTENAN’ Suhono, Jessica T.; Sondakh, Julianus A. R.; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Sulawesi Utara telah menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia, salah salah satu ciri khas daerah Sulawesi Utara adalah Kain Bentenan. Namun saat ini keberadaan para penenun kain Bentenan belum didukung oleh sarana dan prasarana untuk mengembangkan keahlian mereka agar bisa dilestarikan turun-temurun.Kampoeng kain Bentenan merupakan salah satu solusi, dengan menghadirkan suatu kawasan pendukung bagi desa Bentenan yang didalamnya terdapat sarana dan prasarana yang bisa menunjang Desa tersebut untuk menjadi daerah tujuan wisata. Untuk menghasilkan desain yang optimal maka dipilih tema yang berhubungan erat dengan objek yaitu ‘transformasi visual art dengan motif Bentenan’. Dengan tema tersebut maka menghasilkan objek dengan desain yang berkarakter yang sarana dan prasarana yang ada didalamnya mampu memfasilitasi pemakai, pengelolah dan para penenun yang akan melesarikan warisan budaya daerah.  Kata Kunci : Kampoeng, Kain Bentenan, ‘transformasi visual art dengan motif Bentenan’
GRAHA SENI MUSIK KONTEMPORER DI MANADO (EKSPOSE STYLISTIKA MELALUI METODE EKSPRESIONISME ARSITEKTURAL) Mamasung, Christy; Tondobala, Linda; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak unsur-unsur kebudayaan Indonesia yang dapat dikembangkan. Salah satu unsur yang dapat menonjolkan sifat khas dan mutu serta sangat cocok sebagai unsur utama dari kebudayaan nasional adalah kesenian, baik kesenian nasional maupun kesenian daerah, yang kuno maupun yang kontemporer. Salah satu bentuk kesenian adalah seni musik. Seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi, maka perindustrian musik di Indonesia juga kian mengalami perkembangan, diantaranya adalah seni musik kontemporer. Seni Musik Kontemporer sebagai suatu jenis seni musik kekinian yang terus berkembang dan bebas dari batasan-batasan baku, dianggap perlu untuk disediakan wadah dalam perkembangannya, khususnya di kota Manado yang merupakan kota berkembang di era global saat ini. “Graha Seni Musik Kontemporer” adalah objek desain yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Tema yang menampilkan Langgam Arsitektur melalui Metode Ekspresionisme Arsitektural diimplementasikan ke dalam bangunan untuk memperkuat impresi visual objek perancangan. Untuk menghadirkan objek perancangan, perencanaannya melewati berbagai proses, seperti analisa hingga transformasi yang melibatkan banyak aspek perancangan. Tujuannya ialah menghadirkan Graha Seni Musik Kontemporer sebagai wadah yang dapat menampung beragam kegiatan seni musik kontemporer di Manado. Kata Kunci : Seni, Musik Kontemporer, Ekspresionisme.
PUSAT KONSERVASI EKSITU TAMAN NASIONAL WASUR DI MERAUKE (Simbiosisme Arsitektural) Liem, Adrianus; Sondakh, Julianus A. R.; Mononimbar, Windy; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daya tarik alam Papua secara umum dan Kabupaten Merauke secara lebih khusus merupakan anugerah dan warisan alam yang sangat menjanjikan dan sepatutnya harus dijaga untuk keberlangsungannya kedepan. Provinsi Papua  dan Papua Barat memiliki luas hutan terluas di Indonesia, Taman Nasional Wasur di Kabupaten Merauke sendiri memiliki luas mencapai 413.800. Taman nasional ini merupakan aset kabupaten merauke untuk menjamin kestabilan alam dari segala interaksi sosial masyarakat disekitarnya, Tetapi dalam kenyataannya keberadaan Taman Nasional Wasur ini sendiri mulai mendapat ancaman yang dapat mengganggu kehidupan ekosistem didalamnya, sehingga upaya pelestarian warisan alam ini tentu menjadi tidak mudah dengan permasalahan yang ada Dari berbagai latar belakang permasalahan yang ada maka perlu di hadirkan sebuah sarana yang dapat menjadi wadah arsitektural sebagai Pusat Konservasi Eksitu yang melindungi dan menjamin kelestarian ekosistem didalamnya, dan juga sebagai sarana informasi untuk masyarakat umum. Kata Kunci: Taman Nasional Wasur, Pusat Konservasi Eksitu.
ARSITEKTUR TRANSISI ABAD-19 SAMPAI AWAL ABAD KE-20 Prasuthio, Kristian; Sondakh, Julianus A. R.
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArsitektur transisi biasanya berlangsung sangat singkat, sehingga sering terlupakan dalam catatan sejarah (arsitektur). Meskipun demikian bentuk arsitektur transisi yang berlangsung cukup singkat tersebut sangat menarik untuk dipelajari, karena arsitektur transisi pada hakekatnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah perkembangan arsitektur secara keseluruhan. Bentuk arsitektur transisi yang dibahas kali ini adalah bentuk arsitektur di Hindia Belanda dari akhir abad 19 sampai awal abad ke 20.Bentuk arsitektur ini sering lepas dari perhatian kita. Hal ini disebabkan karena dua hal. Yang pertama adalah minimnya dokumentasi waktu itu. Yang kedua dikarenakan waktunya sangat singkat sekali (antara 20 sampai 30 th). Tulisan ini akan membahas bentuk arsitektur peralihan tersebut,yang pada saat transisi itu indonesia telah memasuki jaman modern.Berbicara tentang arsitektur modern dapat didefinisikan sebagai totalitas daya, upaya dan karya dalam bidang arsitektur yg dihasilkan dari alam pemikiran modern yang dicirikan dengan sikap mental yang selalu menyisipkan hal-hal baru, progresif, dan kontemporer sebagai pengganti dari tradisi dan segala bentuk pranatanya. Pemikiran modern tersebut kemudian didukung oleh adanya perubahan yang selaras dalam perkembangan teknologi, politik, sosial, ekonomi yang pesat.Perubahan yang selaras dalam perkembangan kehidupan pada awal abad 19 (Jaman modernisasi) ini ditandai dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi, industrialisasi, urbanisasi dan juga meningkatnya komplektisitas sistem sosial ekonomi.Keywords: Transition, Architecture
FLAT MAHASISWA DI MANADO (PENGEMBANGAN PERSONAL SPACE DALAM KONTEKS TEORI TERITORIALITAS) Kansil, Evander G.; Sondakh, Julianus A. R.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Upaya menghadirkan hunian representatif bagi mahasiswa merupakan sasaran utama yang hendak dicapai dalam penulisan ilmiah ini. Kebutuhan tersebut menjadi persoalan setiap perguruan tinggi di seluruh indonesia. Dalam merancang suatu bangunan, seorang Arsitek tentunya tidak hanya berdasarkan pada imajinasinya sendiri. Hasil kreasi seorang arsitek membentuk suatu kesatuan yang harmonis dalam berbagai dimensi, terutama dimensi kenyamanan dan keamanan. Ketika merancang, seorang arsitek harus memperhitungkan secara rinci seberapa besar kebutuhan manusia, memperkirakan bagaimana mereka berperlaku, bergerak dalam lingkungannya, kemudian memutuskan bagaimana bangunan tersebut dapat menjadi lingkungan yang sehat  terhadap manusia pemakainya. Sebagian mahasiswa dinilai lebih suka privasi atau ingin menjaga kenyamanannya  dalam belajar sehingga bentuk flat merupakan wadah yang cocok untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. Sesuai dengan fungsi dan karakteristiknya, maka wadah ini dinamakan “Flat Mahasiswa Di Manado” kemudian, kajian perancangan terhadap objek dibatasi secara ilmu arsitektural dan penyesuain dengan perilaku manusia. Persyaratan fisik dan psikis serta faktor-faktor lainnya perlu di perhatikan, agar fungsi bangunan menjadi optimal. Hasil yang diperoleh yaitu bangunan Flat, lengkap dengan perabotan interior dan fasilitas umum, memiliki tiga tipe hunian (T-Small, T-medium, T-Large) serta kapasitas daya tampung diasumsikan 5% dari jumlah mahasiswa yang ada ditiap-tiap universitas di Manado. Berikut juga sarana dan prasarana utilitas bangunan. Berdasarkan hasil wawancara dan pengmatan, kebutuhan mahasiswa semakin kompleks, hal itu seiring dengan perkembangan zaman. Mahasiswa bukan hanya membutuhkan tempat tinggal semata tapi juga kebutuhan yang menunjang aktivitas lainnya. Sebab itu itu perlu juga dibangun fasilitas penunjang yang memadai. Dalam hal ini ruang personal yang berkembang dari konteks teritorialitas menjadi titik acuan dalam perancangan objek bangunan. Dengan kata lain perilaku manusia dapat diarahkan kearah yang lebih baik bila nilai – nilai positif dari lingkungan atau bentuk arsitektur dapat membentuk kepribadian serta perilaku yang memiliki nilai positif.   Kata kunci : Merancang, Kebutuhan, Mahasiswa, Perilaku.
GRAHA SENI DI KOTA MANADO (Metafora Dalam Rancangan Arsitektur) Usman, Kevin; Sondakh, Julianus A. R.; Rogi, Octavianus H. A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni terlahir dan terbentuk dari peradaban manusia. Hal tersebut mencerminkan kesenian daerah yang ada di Indonesia saat ini, yang mendapat apresiasi yang lebih dari masyarakatnya. Jumlah peminat seni yang semakin bertambah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam bidang seni. Hal tersebut bertolak belakang dengan Kesenian daerah di kota Manado. Hal ini dilihat dari perkembangannya yang masih dibawah dari pariwisata di Manado yang berkembang cukup pesat. Padahal kepariwisataan kota Manado bisa menjadi potensi berkembangnya seni daerah. Aspek indikator sosial budaya dalam bidang kesenian perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah dalam hal memberi ruang apresiasi dalam kreativitasnya para peminat seni di kota Manado. Hal ini memberi peluang bagi pihak pemerintah kota Manado untuk memfasilitasi kegiatan seni dengan gedung yang presentatif yaitu dengan menghadirkan “Graha Seni” yang mampu mengangkat kesenian daerah di Manado. Untuk mendukung konsep ini maka tema perancangan yang diambil untuk perancangan ini yaitu Metafora dalam rancangan arsitektur. Proses desain yang dipakai dalam perancangan ini yaitu proses desain generasi II, yang terdiri dari 2 fase, yang pertama adalah fase pengembangan wawasan komprehensif, yaitu pengkajian tipologi objek, tapak dan lingkungan, serta tema Metafora dalam Arsitektur, lalu dilanjutkan ke fase kedua yaitu fase konseptualisasi, dengan mekanisme siklus image-present-test menurut John Zeisel, yang diawali dengan pemikiran konsep (imaging), dilanjutkan dengan penyajian konsep ke dalam bentuk gambar (presenting), lalu mengevaluasi konsep berdasarkan kriteria pengujian tertentu (testing). Proses tersebut dilakukan secara berulang dengan memperbaiki setiap hasil evaluasi, hingga perancang memutuskan untuk mengakhiri proses pada siklus tertentu. Konsep gubahan masa bangunan Graha Seni ini diambil dari bentuk menyerupai seekor burung yan sedang terbang terinspirasi dari lukisan-lukisan seni rupa. Bentuk ini diterapkan pada tampak atas dan tampilan eksterior Graha Seni dengan spesifikasi tema yaitu metafora kombinasi menurut Anthony C Antoniades. Sehingga bangunan ini terlihat menarik sesuai dengan fungsi dan karakter bangunan ini. Kata kunci : Seni, Metafora, Manado
PERKEMBANGAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN (PKP) PADA KAWASAN SEKITAR JALAN RINGROAD 2 MANADO Pakpahan, Ruicosta P; Takumansang, Esli D; Sondakh, Julianus A. R.
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Housing and Settlement Areas (PKP) are the forerunners of cities that have existed for thousands of years which aim to provide better protection to a large number of residents from various community groups. Housing and residential areas in Indonesia are growing, which are largely influenced by the community itself. The development of housing and settlement areas (PKP) in North Sulawesi, especially in the city of Manado, is growing. Where housing and settlement areas are marked by the increasing number of residents and residential houses that were formerly vacant land become residential land. With the increase in population, it is accompanied by the development of housing and residential areas as well as infrastructure, facilities or utilities. The research objectives are to identify housing conditions and residential areas in the area around Manado RingRoad 2 road and analyze the pattern of housing development and residential areas in the area around Manado Ring Road 2 road. The analytical methods in this study include spatial time series analysis to determine the development of housing and settlement areas and use the nearest neighbor calculation analysis to determine the pattern of housing development and settlement areas. The results of the study showed that there was a development of housing conditions and residential areas increased by 305.54 ha from 2011-2021. The pattern of housing development and residential areas in 2011-2021 experienced a housing pattern from clustered to random.Keywords : Development, Pattern, Housing and Settlement Area