Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Majelis Sholawat Al-Banjari: Etno-Religius dan Identitas Urang Banjar Perantauan Di Serdang Bedagai Aulia Rahmi; Faisal Riza; Ismail; Rholand Muary; Muhammad Jailani
Getpress Management Journals Vol 3 No 3 (2025): As-Salam: Journal Islamic Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Salam Cerdas Al-Fattah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66867/as.v3i3.123

Abstract

This study aims to examine the role of the Majelis Sholawat Al-Banjari (MSB) within the Banjar community in Serdang Bedagai. MSB has become an essential part of Banjar identity, which is widely recognized as a community deeply devoted to shalawat, influenced by the teachings of Tuan Guru Syaikh Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul). This research employs a qualitative method with an ethnographic approach, involving participatory observation and the researcher’s direct engagement in MSB activities. The findings reveal that the etno-religious identity of the Banjar people in Serdang Bedagai has long been shaped by the tradition of Aruh Maulud, practiced well before the establishment of MSB. The presence of MSB has further reinforced this identity through the recitation of Maulid Simtudduror. Beyond serving as a medium for preserving religious traditions, MSB also functions as a space that strengthens the ties of Banjar migrants and acts as a “reminder” of their ancestral homeland in Kalimantan. This etno-religious identity becomes even more deeply embedded through the practice of shalawat inherited from Abah Guru Sekumpul, making shalawat not only a form of spiritual expression but also a symbol of the Banjar people’s collective identity in Serdang Bedagai.
Students’ Informal Learning Practices and Social Interaction in a University Library: A Qualitative Case Study Star Level Rambe; Faisal Riza
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v6i1.1789

Abstract

University libraries can support individual study as well as informal interaction, but evidence from a single setting should not be used to infer an institutional transformation. This study examines how students describe and enact “intellectual hangout” practices at the Library of Universitas Pembangunan Panca Budi. A qualitative case study design was used. Data were drawn from observation, interviews with 12 students and 2 librarians, and documentation. The available data show that participants combined social interaction with academic activities, particularly assignment discussions, collaborative work, information exchange, internet use, and computer use. Students also described the library as relatively comfortable and conducive to focusing. These findings indicate observed academic-social practices and several characteristics associated with an informal learning space and, more cautiously, a third place. However, the study does not establish that the library has fully transformed into a third place or that these activities improve academic performance. Practical implications concern zoning, flexible collaborative areas, digital access, and routine user-feedback mechanisms.
Keterlibatan Fkub Kota Medan Dalam Penyelesaian Dinamika Konflik Aktivitas Peribadatan Jamaa’t Elim Di Suzuya Marelan Mudrikah Aulia Sitepu; Faisal Riza; Rholand Muary
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 2 (2024): NJMS - September 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini mendeskripsikan pada keterlibatan serta peran dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan dalam penyelesaian dinamika konflik peribadatan di Suzuya Marelan. Konflik peribadatan dan izin pembangunan rumah ibadah masih kerap terjadi terutama kota besar seperti Kota Medan. Konflik yang terjadi di Kecamatan Medan Marelan tepatnya di sekitaran Suzuya Marelan ini merupakan konflik agama antara kaum mayoritas Islam dengan kaum minotitas Kristen. Mengingat tepatnya di Kelurahan Tanah Enam Ratus yang merupakan titik berdirinya Suzuya Marelan mayoritas nya adalah pemeluk agama Islam. Masyarakat sekitaran Suzuya Marelan merasa keberatan jika adanya aktivitas keagamaan akan didirikannya gereja di tempat perbelanjaan, mengingat Suzuya Marelan merupakan pusat perbelanjaan dan hiburan bagi masyarakat Kecamatan Medan Marelan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang digunakan yaitu teori konflik oleh Ralf Dahrendrof, dalam teori ini terdapat 3 pendekatan dalam penyelesaian konflik yaitu : konsiliasi, mediasi dan abitrase. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan mediasi dalam upaya penyelesaian konflik, dimana FKUB Kota Medan sebagai mediator guna upaya penyelesaian konflik. Dari penelitian ini, peneliti menemukan sejarah FKUB Kota Medan, asal usul konflik jema’at elim di Suzuya Marelan dan peran serta keterlibatan FKUB Kota Medan. Berdasarkan hasil penelitian, didapati didapati peran dan keterlibatan FKUB Kota Medan dan faktor apa saja yang menjadi pemicu terjadinya konflik GEKI