Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Green Algae to Green Fuel: Optimizing the Composition of Bio-Oil Additive Mixture from the Pyrolysis Process and RON 90 for Enhanced Engine Performance Amrullah, Apip; Irawansyah, Herry; Ghofur, Abdul; Subagyo, Rachmat; Mahmud, Rizal; Farobie, Obie
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 4, No 2 (2024): (October)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jmesi.2024.v4i2.6487

Abstract

This study explores the optimization of bio-oil additives derived from the pyrolysis of Ulva lactuca algae, blended with RON 90 gasoline to enhance engine performance and reduce emissions. Addressing the urgent need for sustainable energy, the research focuses on a relatively unexplored area—using algae-derived bio-oils in gasoline engines. The study aimed to identify the optimal blend ratio of bio-oil and gasoline to improve engine metrics such as brake specific fuel consumption (BSFC), thermal efficiency, and volumetric efficiency, while minimizing emissions like CO, CO2, and NOx. Experiments were conducted with bio-oil blended at 5%, 10%, and 15% by volume with RON 90 gasoline in a single-cylinder gasoline engine. Results showed that increasing bio-oil concentration led to improved fuel efficiency and thermal efficiency, along with significant reductions in CO and HC emissions. However, NOx emissions presented a complex trend, increasing at lower bio-oil ratios but decreasing significantly at the highest concentration. These findings suggest that algae-derived bio-oil can effectively enhance gasoline engine performance and reduce environmental impact, offering a novel, sustainable alternative fuel option. The study underscores the importance of optimizing blend ratios to maximize benefits and manage emissions, contributing valuable insights to sustainable energy research.
Definition and Role of Sustainable Materials in Reaching Global Sustainable Development Goals (SDGs) Completed with Bibliometric Analysis Ragadhita, Risti; Nandiyanto, Asep Bayu Dani; Farobie, Obie; Kurniawan, Teguh; Bilad, M. Roil
ASEAN Journal for Science and Engineering in Materials Vol 5, No 1 (2026): AJSEM: Volume 5, Issue 1, March 2026
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainable materials are essential in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in clean energy, water purification, waste reduction, and green infrastructure. This study investigates the role of material innovation in supporting the SDGs using a Systematic Literature Review (SLR) and bibliometric analysis (from Scopus database (2015–2025) using keywords “Sustainable Material,” “Green Material,” and “SDGs”). The findings showed a growing research trend, especially after the COVID-19 pandemic, with significant contributions from chemistry, engineering, and environmental sciences. Materials like nanomaterials, biomaterials, biodegradable polymers, and waste-derived products contribute to SDG 6, 7, 9, 12, and 13. Innovations such as green nanotechnology, bio-based materials, and circular material design show strong potential to address global sustainability challenges. These materials not only support emission reduction and waste valorization but also encourage green job creation and sustainable production. This study highlights interdisciplinary pathways to align material science with sustainable development.
PEMANFAATAN BIODIESEL-EMULSI AIR SEBAGAI BAHAN BAKAR PENGERINGAN KARET REMAH Hanifarianty, Sherly; Handayani, Hani; Falaah, Asron Ferdian; Maspanger, Dadi Rosadi; Andriani, Woro; Farobie, Obie; Rusli, Meika Syahbana
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 43, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v43i1.949

Abstract

Emulsi biodiesel-air dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk pengeringan karet remah. Biodiesel yang digunakan merupakan campuran 70% solar dan 30% FAME (B30) serta campuran 60% solar dan 40% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) (B40) dari minyak sawit mentah (CPO). Potensi penggunaan biodiesel untuk pengeringan karet remah tidak kurang dari 90-120 juta liter per tahunnya. Namun penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar pengeringan remah karet masih perlu dikaji karena banyak mengandung NOx dan PM (partikel) yang berpotensi menurunkan kualitas karet.Penggunaan air dimaksudkan untuk ditingkatkan penghematan bahan bakar dan meminimalkan emisi Nitrogen Oksida (NOx) dan partikel udara yang berpotensi menurunkan kualitas karet. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu untuk membuat emulsi minyak-air solar dengan menggunakan surfaktan, maka pada penelitian ini dikembangkan metode preparasi emulsi biodiesel B30-air dan emulsi biodiesel B40-air dengan menggunakan campuran surfaktan Span 80 dan Tween 80, dengan rasio antara biodiesel dan air yaitu 90:10 (v/v). Emulsi biodiesel-air yang homogen dan stabil yaitu emulsi B30-air dan B40-air diperoleh dengan menambahkan emulsifier 5% yang terdiri dari campuran Span 80 dan Tween 80 sebagai surfaktan sehingga membentuk emulsi B30-air dan B40-air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biodiesel B30-emulsi air dan emulsi B40-air dengan kadar air 10% dapat disintesis menggunakan kombinasi surfaktan SPAN 80 dan TWEEN 80 sebanyak 5% dengan cara diaduk menggunakan mixer kecepatan tinggi (23.000 rpm) selama 1-2 menit hingga menghasilkan emulsi yang stabil lebih dari 30 hari (untuk emulsi air B30) dan sampai dengan 5 hari (untuk emulsi air B40) untuk pengeringan 130 - 135ºC. Untuk emulsi B30-air dan B40-air dengan kadar air 10% layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengeringan karet remah. Kualitas karet remah kering yang dihasilkan memenuhi standar persyaratan sesuai SNI 1903:2017.
PENGOLAHAN SAMPAH PADAT TPAS MANGGAR MENJADI PRODUK BIOPELLET (REFUSE-DERIVED FUEL) DENGAN MESIN PELLETIZER BERBASIS SISTEM PENGGERAK ROLLER Ernawati, Lusi; Ginting, Rizqy Romadhona; Lestari, Rizka; Raihan, Muhammad; Sianturi, Hizkia Gunawan Parulian; Kurniawati, Diniar Mungil; Amrullah, Apip; Farobie, Obie; Prawisudha, Pandji
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31314

Abstract

Abstrak: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan memperingatkan bahwa kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar diperkirakan akan mencapai batas maksimal pada tahun 2026 apabila tidak dilakukan upaya pengelolaan yang lebih optimal. Beberapa cara mengkonversi limbah padat menjadi bahan bakar telah dilakukan untuk mengurangi volume sampah padat yang semakin meningkat. Namun, tidak menunjukkan hasil yang signifikan, sehingga upaya pengolahan sampah padat terus dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya komunitas pengelola sampah TPAS Manggar, dengan melatih mereka membuat produk biopellet menggunakan mesin pelletizer yang berbasis sistem penggerak roller. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan melibatkan 25 peserta dari komunitas pengelola sampah TPAS Maggar. Kegiatan ini mencakup penyampaian materi teori, yang meliputi sosialisasi mengenai sampah padat, pemilahan sampah, dan manajemen pengolahannya. Selain itu, dilakukan demonstrasi penggunaan alat pelletizer, praktik langsung pembuatan biopellet, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Dengan menggunakan analisis statistik Paired Two Sample for Means, terdapat peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan serta keterampilan anggota kelompok pelatihan. Perbedaan rerata skor pre-test dan post-test yang secara statistik signifikan mengindikasikan bahwa program pelatihan tersebut memiliki dampak yang positif terhadap kemampuan para peserta. Dengan hasil evaluasi ini, pelatihan serupa diharapkan dapat direplikasi di komunitas lain sebagai upaya peningkatan kesadaran lingkungan dan penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah.Abstract: The Balikpapan Environmental Agency (DLH) has issued a warning that the Manggar Final Waste Processing Site (TPAS) may reach full capacity by 2026 unless more effective waste management strategies are implemented. Although various methods of converting solid waste into fuel have been attempted to address the growing waste volume, these efforts have yet to produce significant results. Consequently, solid waste processing initiatives remain ongoing.In response, a community service program was initiated to enhance the capabilities of local residents, particularly members of the Manggar TPAS waste management team. This initiative focused on training participants in the production of biopellets using a pelletizer machine equipped with a roller drive system. A total of 20 community members took part in this program. The training included the presentation of theoretical material covering topics such as solid waste management, sorting procedures, and waste processing techniques. It also featured hands-on sessions where participants practiced operating the pelletizer and producing biopellets. To assess the program’s effectiveness, participants underwent pre- and post-training evaluations. Using the Paired Two Sample for Means statistical method, the data revealed a significant improvement in the participants’ knowledge and skills. The measurable increase in average test scores demonstrates the positive impact of the training. Based on these findings, it is advisable to implement similar initiatives in other communities to encourage environmental awareness and the use of sustainable waste management technologies.
Phycocyanin production from Galdieria sulphuraria 009 in palm oil mill effluent: growth, extraction, and antioxidant activity: Produksi fikosianin dari Galdieria sulphuraria 009 dalam limbah cair pabrik kelapa sawit: pertumbuhan, ekstraksi, dan aktivitas antioksidan Rahman, Delicia Yunita; Praharyawan, Swastika; Apriastini, Marsiti; Nurcahyani, Puji Rahmawati; Nafisyah, Ayu Lana; Fatriasari, Widya; Amrullah, Apip; Farobie, Obie
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i5.63115

Abstract

Limbah cair industri kelapa sawit (palm oil mill effluent atau POME) di Indonesia menghasilkan volume yang tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan. Mikroalga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk biomassa yang bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimum POME bagi pertumbuhan mikroalga Galdieria sulphuraria 009, mengevaluasi produksi fikosianin, serta menilai aktivitas antioksidannya. Penelitian ini diawali dengan penapisan awal menggunakan 5–50% POME untuk mengidentifikasi kondisi pertumbuhan mikroalga yang optimum; budi daya dalam bioreaktor dengan variasi konsentrasi (2,5; 5,0; dan 7,5%) untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan; dan analisis aktivitas antioksidan serta kandungan pigmen dalam biomassa. Penapisan awal menunjukkan bahwa POME 5% merupakan konsentrasi optimal, sedangkan konsentrasi lebih tinggi menghambat pertumbuhan akibat berkurangnya penetrasi cahaya. Pada budidaya lanjutan, mikroalga dalam POME 2,5% menunjukkan hasil sebanding dengan kontrol (Allen pH 2), sedangkan konsentrasi lebih tinggi menghambat pertumbuhan akibat penaungan dan toksisitas amonia. Produksi fikosianin per volume kultur tertinggi diamati pada mikroalga yang dibudidayakan dalam POME 2,5%, dengan hasil yang sebanding dengan media kontrol. Uji aktivitas antioksidan mengonfirmasi bahwa semua ekstrak fikosianin memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan, dengan aktivitas tertinggi pada POME 7,5%. Kandungan karotenoid dan klorofil a dievaluasi dalam biomassa segar dan residu setelah ekstraksi. Karotenoid lebih melimpah dalam biomassa segar, sedangkan klorofil a lebih tinggi dalam residu biomassa. Penelitian ini menunjukkan bahwa G. sulphuraria 009 berpotensi sebagai sumber fikosianin yang layak dalam budidaya berbasis POME, serta memberikan wawasan mengenai pemanfaatan limbah industri dan pengembangan produk bioteknologi berkelanjutan.
Peningkatan kesadaran sanitasi masyarakat pedesaan melalui diseminasi pembuatan sabun transparan Farobie, Obie; Saprudin, Deden; Firmansyah, Shaeful
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i1.13822

Abstract

Pengembangan suatu wilayah perlu dilakukan dari satuan terkecil, yaitu pembangunan pedesaan. Desa Tonjong merupakan salah satu dari 410 desa di Kabupaten Bogor yang memiliki potensi yang baik di sektor pertanian, namun masyarakatnya masih memiliki kesadaran yang rendah terkait sanitasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi dan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga hidup bersih serta transfer pengetahuan terkait pembuatan sabun transparan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan responden terhadap sabun transparan serta mengevaluasi pemahaman warga terkait proses pembuatan sabun transparan. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan, pelatihan pembuatan sabun transparan, dan pelaksanaan evaluasi kegiatan. Hasil uji organoleptik terhadap produk sabun transparan menunjukkan bahwa tingkat kesukaan tinggi pada warna, kelembapan, aroma, dan kehalusan namun rendah pada tingkat kemampuan busa. Hasil evaluasi keseluruhan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang bahan baku pembuatan sabun (dari 30% menjadi 100%), tata cara pembuatan sabun transparan (dari 5% menjadi 100%), serta manfaat sabun untuk kesehatan (dari 5% menjadi 100%).
Pengaruh Variasi Pulsed-Spray Time dengan Water Coolant Pada Media Pendinginan Terhadap Efisiensi dan Temperatur Panel Surya Ansyah, Pathur Razi; Cahyono, Gunawan Rudi; Budianto, Akhmad Ghiffary Budianto; Amrullah, Apip; Farobie, Obie; Jamalulail, Nanda; Lukmana, Wahyu
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.1.18-38

Abstract

Teknologi panel surya memungkinkan konversi cahaya matahari menjadi energi listrik. Akan tetapi, ada masalah yang dapat muncul pada kinerja panel surya, misalnya peningkatan suhu panel surya melebihi batas kerjanya sendiri. Suhu yang semakin meningkat akan membuat kinerja panel surya semakin berkurang. Maka, penting menjaga suhu panel surya sangat diperlukan agar performanya tetap optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh delay timing back and front surface spray cooling terhadap temperatur rata – rata, daya output, dan pengoptimalan energi panel surya. Pengujian ini menghasilkan temperatur panel surya sangat menurun ketika delay timing spray 10 menit senilai 58,95°C, ketika delay timing spray 20 menit senilai 70,78°C, sedangkan ketika delay timing spray 30 menit senilai 78,63°C. Metode pendinginan yang dilakukan selama 1 menit dengan variasi delay timing spray 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Uji eksperimental ini dapat menurunkan suhu panel surya, pada delay timing spray 10 menit menjadi 58,95°C, pada delay timing spray 20 menit menjadi 70,78°C, dan pada delay timing spray 30 menit menjadi 78,63°C. Metode pendinginan dilakukan selama 1 menit dengan delay timing spray yang bervariasi yaitu 10 menit, 20 menit dan 30 menit. Melalui pengujian ini juga diperoleh nilai energi total. Apabila delay timing spray 10, 20 dan 30 menit masing-masing sebesar 8,61 x 10-3 kWh (30982,06 Joule), 8,03 x 10-3 kWh (28890,32 Joule) dan 7,61 x 10-3 kWh (27408,06 Joule). Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah delay timing spray yang paling optimal delay timing spray selama 10 menit dengan suhu rata-rata sebesar 58,95°C, dan optimalisasi energi terbaik adalah dengan energi total sebesar 30982,06 Joule atau 8,61 x 10 -3kWh.
How to Integrate Nanotechnology into Chemical Engineering Education: A Bibliometric and Technological Review of Curriculum Standards, Research Trends, Pedagogical Challenges, and Future Prospects Nandiyanto, Asep Bayu Dani; Kurniawan, Teguh; Bilad, Muhammad Roil; Al-Obaidi, Abdulkareem Sh. Mahdi; Farobie, Obie; Hammouti, Belkheir
ASEAN Journal of Educational Research and Technology Vol 5, No 2 (2026): (ONLINE FIRST) AJERT: VOLUME 5, ISSUE 2, September 2026
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the integration of nanotechnology into chemical engineering education and its implications for future curriculum development. A bibliometric and technological review was conducted using publications from major scientific databases, with standardized datasets and mapped collaboration and keyword networks to identify pedagogical and curricular trends. The findings indicate a steady growth of interdisciplinary research linking nanoscale concepts with process engineering, accompanied by increasing adoption of virtual laboratories, computer simulations, and intelligent tutoring systems. Nevertheless, challenges remain, including uneven faculty preparedness, limited access to advanced instrumentation, and the lack of unified competency frameworks across institutions. These constraints are largely driven by macro-centric teaching traditions, resource limitations, and inconsistent curriculum standards. To address these gaps, the study proposes targeted updates to core and elective courses that emphasize nano-centric content, sustainability, and digital pedagogy. Overall, the paper presents a practical framework aligned with Safe-by-Design principles and the United Nations Sustainable Development Goals.
Sintesis keton dari asam lemak stearat dengan katalis layered double hydroxide (LDH) Mg-Al-Cu Soejana, Firman Arief; Hambali, Erliza; Farobie, Obie
AGROINTEK Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i2.17108

Abstract

The synthesis of ketones from stearic fatty acids using the fatty acid decarboxylation method to ketones has been carried out to increase the added value of palm oil derivative products. One of the derivative products of palm oil is Crude Palm Oil which can be converted into fatty acids through the triglyceride hydrolysis process. Palm fatty acids are Indonesia's most potentially environmentally friendly raw material. This research aims to synthesize ketones from palm fatty acids using a catalyst. Ketone compounds were synthesized using a solid base catalyst as a double hydroxide layer based on Mg-Al-Cu. Identification of the presence of a C=O ketone group was carried out by testing the Fehling test, Tollens, spectrophotometer (FTIR), and computing the yield. The results showed the success of ketone synthesis using the fatty acid decarboxylation method into ketones through a test of Fehling's on stearic fatty acid ketone products. Meanwhile, in the Tollens test, there wasn't a change in the silver mirror. Furthermore, the spectrophotometer test (FTIR) showed the presence of a C=O bond or a carbonyl group at the peak wave 1707 cm-1. Ketone's synthesis produced was 95.09%.