Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Pendidikan Seks dalam Film Dua Garis Biru (Analisis Semiotika Roland Barthes) Eartha Beatricia Gunawan; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6880

Abstract

This study aims to describe the representation of sex education in the film Dua Garis Biru by director Gina S. Noer. This study uses a descriptive qualitative approach. The research method uses Roland Barthes's semiotic analysis with two-way significance and the meaning of denotation, connotation, and myth. The subjects of this study are Dara and Bima, the object of this study is a sign of sex education represented in scenes, dialogues, and characters in films. Methods of data collection by observation, literature study, interviews, and documentation. The film Dua Garis Biru tells the story of how Dara and Bima, two teenagers, must be responsible for the consequences that they did not think of before due to free sex. This film also illustrates the important role of parents in communicating information about sex to children. The results of this study indicate that there is a picture of sex education in the film Two Blue Lines. It was concluded that the side or form of sex education is displayed in scenes, dialogues, or characters that insert the importance of knowing sex education and knowing the consequences of every action related to sex. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan representasi pendidikan seks  dalam Film Dua Garis Biru karya sutradara Gina S. Noer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode penelitian menggunakan Analisis Semiotika Roland Barthes dengan signifikan dua arah dan pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos. Subjek penelitian ini adalah Dara dan Bima, objek penelitian ini adalah tanda pendidikan seks yang direpresentasikan dalam adegan, dialog, dan karakter dalam film. Metode pengumpulan data dengan observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Film Dua Garis Biru bercerita tentang bagaimana Dara dan Bima, dua remaja harus bertanggung jawab atas konsekuensi yang tidak mereka pikirkan sebelumnya karena melakukan seks pranikah. Film ini juga menggambarkan pentingnya peran orang tua dalam mengkomunikasikan informasi tentang seks kepada anak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat gambaran tentang pendidikan seks dalam film. Sisi atau bentuk pendidikan seks ditampilkan dalam cuplikan adegan, dialog, atau karakter tokoh yang menyisipkan pentingnya mengenal pendidikan seks dan mengetahui konsekuensi dari setiap perbuatan yang berhubungan dengan seks.
Ekploitasi Tubuh Perempuan dalam Iklan Mobil Hyundai Santa Fe di Youtube Monica Teppy Waworuntu; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10860

Abstract

Technology and communication continues to develop following the times. Many people spread creativity by giving birth to things that have artistic meaning. One of them is through advertisements that are presented to the wider community in both paper and video form. The Hyundai Santa Fe advertisement is an example of how an advertisement depicts a woman who can create perceptions or stereotypes. The hypodermic needle theory was an early concept of the mass communication effect. This theory assumes that the communication component has a very big influence in changing the attitudes and behavior of the audience. This study used a qualitative research approach. The subjects in this study were women in the Hyundai Santa Fe advertisement. The research object is the Hyundai Santa Fe advertising video on Youtube social media. This research shows that the female figure in the advertisement displays the sensuality and sexiness side of her attraction to a car. There are hidden signs in the advertisement, namely women's facial expressions that symbolize passion and can lead to various perceptions and stereotypes and exploitative.Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi dan komunikasi terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Banyak orang menyebarkan kreativitas dengan melahirkan hal-hal yang memiliki makna artistik. Salah satunya melalui iklan yang disajikan kepada masyarakat luas baik dalam bentuk kertas maupun video. Iklan Hyundai Santa Fe merupakan contoh bagaimana sebuah iklan menggambarkan sosok perempuan yang dapat menimbulkan persepsi atau stereotip. Teori jarum hipodermik adalah konsep awal dari efek komunikasi massa. Teori tersebut mengasumsikan bahwa komponen komunikasi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mengubah sikap dan perilaku khalayak. Pada penelitian ini digunakan pendekatan penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah perempuan dalam iklan Hyundai Santa Fe. Obyek penelitian adalah video iklan Hyundai Santa Fe pada media sosial Youtube. Penelitian ini menunjukkan bahwa stereotipe sosok perempuan dalam iklan menampilkan sisi sensualitas dan keseksian dalam ketertarikannya dengan sebuah mobil. Terdapat tanda - tanda tersembunyi di dalam iklan tersebut, yaitu ekspresi wajah perempuan yang melambangkan gairah dan menggambarkan stereotipe perempuan dan cenderung eksploitatif.
Implementasi Bahasa Jurnalistik pada Media Siber (Analisis Wacana pada Berita Okezone.com Kanal Perjalanan) Fatha Annisa; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15471

Abstract

The existence of online media is increasing. Online media is a product of cyber journalism that uses the internet to present news. In the stage of writing and editing news, the use of journalistic language becomes a very important aspect. However, online media often violates the rules of journalistic language. Okezone.com is one of the online media in Indonesia which still makes mistakes in applying journalistic language. This research was conducted to find out the language style of the Okezone.com Travel, analyze the implementation of journalistic language in their news, and find out how the editor handled errors in the application of journalistic language. The theories used include Journalistic Language, News, and Online Media. The research uses a qualitative research approach with discourse analysis research methods. The results show that Okezone.com's style is still guided by journalistic language, even though it is adjusted to the needs of reader segmentation and search engines. Several errors in the application of journalistic language were found in the news published by the Okezone.com Travel in the period 1 - 30 September 2021. News with errors will be withdrawn for correction and editing.Keberadaan media siber kian menjamur. Jenis media ini merupakan produk cyber journalism yang memanfaatkan internet untuk menyajikan berita. Dalam tahap penulisan dan penyuntingan berita, penggunaan bahasa jurnalistik menjadi aspek yang sangat penting. Kendati demikian, media siber kerap melanggar kaidah bahasa jurnalistik. Okezone.com merupakan salah satu media siber di Indonesia yang masih melakukan kesalahan penerapan bahasa jurnalistik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gaya bahasa media siber Okezone.com kanal perjalanan, menganalisis pengimplementasian bahasa jurnalistik pada berita yang ditayangkan, serta mengetahui cara redaksi menangani kesalahan dalam penerapan bahasa jurnalistik. Teori yang digunakan diantaranya bahasa jurnalistik, berita, dan media siber. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kanal perjalanan Okezone.com tetap berpedoman pada bahasa jurnalistik, meskipun gaya bahasanya disesuaikan dengan kebutuhan segmentasi pembaca serta mesin pencari. Beberapa kesalahan penerapan bahasa jurnalistik ditemukan dalam berita yang diterbitkan kanal perjalanan Okezone.com dalam rentang waktu 1 - 30 September 2021. Berita yang memiliki kesalahan akan ditarik kembali untuk diralat dan disunting.
Studi Fenomenologi Interaksi Sosial Perempuan Bercadar di Media Sosial Yusrina Zulfa; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3947

Abstract

Cadar dalam bahasa Arab yaitu Niqab yang berarti penutup wajah dari batas hidung dan digunakan oleh perempuan muslim. Dasar penggunaan cadar adalah untuk menjaga agar tidak menarik perhatian laki-laki yang bukan mahram dalam Islam. Keberadaan perempuan bercadar masih belum bisa diterima sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti gerakan radikal di Indonesia yang identik dengan cadar sehingga menimbulkan stigma negatif dalam masyarakat. Namun, pada perkembangan digital saat ini, media sosial sebagai media interaksi sekunder masyarakat dengan tangan terbuka menerima pilihan bercadar bagi muslimah. Di antara stigma negatif tentang cadar dalam masyarakat, justru tren cadar menjadi sebuah hal yang lumrah di media sosial Instagram. Fokus penelitian ini adalah bagaimana proses interaksi sosial perempuan bercadar dengan masyarakat maya yang aktif menggunakan media sosial Instagram. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi tidak langsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah interaksi sosial yang terjadi media sosial berbeda dengan interaksi sosial yang terjadi pada masyarakat sosial sebenarnya, namun tetap dikatakan sebagai interaksi sosial. Interaksi sosial yang dilakukan perempuan bercadar di media sosial Instagram dalam bentuk akomodasi toleran sehingga bersifat menghindari suatu perselisihan.
Pemberitaan Kasus Tindak Upaya Bunuh Diri di Media Siber Tahun 2018 (Studi Kasus Pedoman Peliputan Bunuh Diri oleh Dewan Pers) Laras Chandra Kencana; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6228

Abstract

Perkembangan media siber di Indonesia membuat rawannya tindak praktik penerapan kode etik jurnalistik oleh wartawan media siber. Pemberitaan yang diliput pun beragam, termasuk di dalamnya kasus tindak upaya bunuh diri. Pengetahuan masyarakat Indonesia tentang kesehatan mental terancam oleh pemberitaan wartawan yang terlalu detail dan terbuka. Dewan Pers sebagai lembaga khusus yang memiliki fungsi dan tanggung jawab mengawasi pers Indonesia, turut serta dalam pembatasan pemberitaan bunuh diri di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan gabungan dan menggunakan model studi kasus, metode analisis isi serta wawancara. Adapun sumber data primer dan sekunder penulis dapatkan dari wawancara, studi pustaka dan observasi. Penelitian ini menggunakan teori efek komunikasi massa. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penulis menemukan lima belas berita terkait pemberitaan tindak upaya bunuh diri yang belum mengikuti asas-asas Kode Etik Jurnalistik yang dapat menimbulkan efek behavioral berupa copycat suicide. Dewan Pers serta wartawan Indonesia diharapkan dapat terus mengawasi kesehatan pers serta menjalankan pedoman pemberitaan terkait tindak upaya bunuh diri.
Pembentukkan Konsep Diri Beauty Vlogger Laki-Laki Dalam Instagram Christivia HadiPutri; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3894

Abstract

Beauty vlogger merupakan sebutan untuk seseorang yang membagikan konten kecantikan di media sosial seperti Instagram dalam bentuk video maupun foto. Pada perkembangannya kini fenomena beauty vlogger tak lagi dilakukan oleh perempuan saja, tetapi laki-laki juga sudah mulai membagikan konten kecantikannya di media sosial Instagram. Adapun pada saat pengunggahan konten dilakukan, banyak yang memberikan respon dari pengikut maupun pengguna lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukkan konsep diri seorang beauty vlogger laki-laki di media sosial Instagram, sehingga teori yang digunakan adalah teori konsep diri. Metode yang digunakan adalah metode fenomenologi dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun metode pengumpulan data yang menggunakan wawancara mendalam dengan beberapa beauty vlogger laki-laki, observasi tanpa partisipasi langsung dan data online. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor citra orang lain yaitu, dukungan dari orangtua, teman-teman, serta para pengikutnya di Instagram. Selanjutnya dalam faktor perbandingan sosial, beauty vlogger laki-laki melihat kelemahan dan kelebihannya melalui perbandingan yang mereka lakukan dengan kompetitornya. Selain itu,  dalam faktor ajaran budaya, ada ajaran agama atau petuah-petuah yang dianut oleh orang tuanya dan diturunkan kepada para beauty vlogger lak-laki Kemudian faktor yang terakhir, yaitu faktor evaluasi diri, beauty vlogger laki-laki melihat bahwa makeup ini merupakan hal yang positif dan sesuai dengan apa yang mereka yakini.
Sudut Pandang Media Online Dalam Pemberitaan Mengenai Gerakan Sosial (Analisis Pemberitaan Kompas.Com Mengenai Aksi Kamisan) Yessica Yulia Kurniawan; Riris Loisa; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2049

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana sudut pandang yang dimiliki oleh sebuah media online dalam memberitakan mengenai suatu gerakan sosial Aksi Kamisan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan konsep-konsep tentang ideologi media, konstruksi realitas, framing dan jurnalisme makna dalam paradigma kritis. Metode yang digunakan yaitu analisis framing model Entman dengan empat perangkat utama yaitu Problem Identification, Causal Interpretation, Moral Evaluation, dan Treatment Recommendation. Hasil penelitian menunjukan bahwa ideologi humanis yang dimiliki dan dibangun oleh pemilik kompas.com mempengaruhi keseluruhan redaksi, sudut pandang, dan sikap para pekerja media dalam menanggapi suatu isu. Permasalahan mengenai isu HAM dalam Aksi Kamisan dianggap sebagai sesuatu yang wajib diketahui oleh masyarakat luas. Pemberitaan secara intens yang dilakukan kompas.com dalam membingkai dua pihak sebagai korban yaitu aktivis dan sebagai pelaku yaitu pemerintah menunjukkan bahwa ideologi dan konsep mengenai jurnalisme makna lebih diterapkan daripada Kode Etik Jurnalistik dalam keredaksian kompas.com. Hal ini mengakibatkan adanya sudut pandang kompas.com yang mendukung terhadap adanya gerakan sosial Aksi Kamisan.
EDUKASI PENGENALAN JURNALISTIK KEPADA GENERASI DIGITAL Ahmad Junaidi; Riris Loisa; Sinta Paramita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9602

Abstract

The digital generation is a generation whose lives depend almost entirely on internet access. The ease of accessing information has both negative and positive sides. The negative side is that the digital era is a generation that is prone to cybercrime and is easily exposed to hoaxes through internet networks. There has been a lot of research in Communication Science that discusses the negative side of technological development. But on the other hand, the digital generation can create exciting content through social media. Kanaan Christian Senior High School initiated this potential to develop extracurricular activities that could improve students' abilities in journalism. The problem arises when there are no teaching resources that can educate students in the world of journalism. Therefore, the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University seeks to inform people's lives through community service activities (PKM), to assist the Kanaan Christian High School in carrying out journalistic extracurricular activities by providing ongoing training. The movement was carried out on August 13, 2020, starting with an introduction to journalism, and the action was continued again on August 27, 2020, with the subject of getting to know the news. This activity increased students' understanding of the definition, the function of the press, the form of mass media, the purpose of the report, types of information, and the value of the news shown in statistical data. This activity is also a pilot project for the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University in managing the target area.ABSTRAKGenerasi digital adalah generasi yang hampir keseluruhan kehidupannya bergantung kepada akses internet. Kemudahan mengakses informasi memiliki sisi negatif dan positif. Sisi negatif adalah generasi digital adalah generasi yang rawan akan kriminalitas siber dan mudah terpapar hoaks melalui jaringan internet, sudah banyak riset dalam Ilmu Komunikasi yang membahas sisi negatif dari berkembangnya teknologi. Namun disisi lain generasi digital mampu menciptakan konten-konten melalui media sosial yang menarik. Potensi Inilah yang digagas oleh SMA Kristen Kanaan untuk menciptakan ekstrakurikuler yang mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam dunia jurnalistik. Permasalahan muncul ketika tidak tersedia sumber daya pengajar yang dapat memberikan edukasi dunia jurnalistik kepada siswa-siswi. Oleh sebab itu Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara berupaya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), untuk membantu Sekolah SMA Kristen Kanaan dalam menjalankan ekstrakurikuler jurnalistik dengan memberikan pelatihan secara berkelanjutan. Kegiatan dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2020 diawali dengan pengenalan tentang Jurnalistik dan kegiatan dilanjutkan lagi pada tanggal 27 Agustus 2020 dengan pokok bahasan mengenal berita. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman siswa-siswa terkait definisi, fungsi pres, bentuk media massa, definisi berita, jenis berita, dan nilai berita yang ditunjukkan dalam data statistik. Selain itu kegiatan ini menjadi pilot project bagi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara dalam mengelola wilayah binaan.
Pengaruh Instagram @Feminist Terhadap Perubahan Pandangan Standar Kecantikan Wanita Indonesia Andrea Yovanny Montana; Ahmad Junaidi
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15503

Abstract

The daily life of Indonesian people have been affected a lot by social media. Communication is more often done through social media than in person, especially during the pandemic. This makes social media have a big influence on people's perceptions. Social media that has a big influence on Indonesian society because of the large number of enthusiasts is Instagram. Instagram @FEMINIST is an account that discusses feminism issues. One of the worrying issues of feminism is about women's beauty standards. The purpose of this study is to determine the effect of Instagram @FEMINIST on changes in the views of Indonesian women's beauty standards. Quantitative methods is the method this study uses. The population in this study are followers of the @FEMINIST Instagram account. The sample taken is 100 respondents. Data was obtained by distributing questionnaires using a Likert scale with the indicators of Media Exposure and Body Image theory. The results of the Hypothesis Testing obtained using IBM SPSS version 22.0 For Windows obtained a significance value of 0.000 <0.05 with a t-count of 6.461 > 1.984 so it can be concluded that the hypothesis test or t-test is acceptable. So H0 is rejected and H1 is accepted, which shows that Instagram @FEMINIST exposure has a positive effect on the view of Indonesian women's beauty standards. Kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia telah banyak dipengaruhi media sosial. Komunikasi lebih sering dilakukan melalui media sosial dibandingkan secara langsung, terutama saat masa pandemi. Hal ini membuat media sosial memiliki pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat. Media sosial yang berpengaruh besar pada masyarakat Indonesia karena banyaknya peminat adalah Instagram. Instagram @FEMINIST merupakan akun yang membahas mengenai isu-isu feminisme. Salah satu isu feminisme yang mengkhawatirkan adalah tentang standar kecantikan wanita. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh instagram @FEMINIST terhadap perubahan pandangan standar kecantikan wanita indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah followers dari akun instagram @FEMINIST. Sampel yang diambil berjumlah 100 responden. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner yang menggunakan skala likert dengan indikator teori Terpaan Media dan Body Image. Hasil Uji Hipotesis yang didapat menggunakan IBM SPSS versi 22.0 For Windows diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan t hitung 6,461 > 1,984 kesimpulannya adalah uji t uji hipotesis atau uji hipotesis dapat diterima. Hasilnya H0 ditolak dan H1 diterima, yang bermaksud Terpaan Instagram @FEMINIST berpengaruh positif terhadap pandangan standar kecantikan wanita Indonesia.
Strategi Komunikasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) Dalam Menanggapi Kasus Sinetron Suara Hati Istri : Zahra hanny novita; Ahmad Junaidi
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15513

Abstract

With the development of technology, people's lives cannot be separated from the mass media. Television is one of them, television has a major influence on the development of society, especially in association. Soap operas that are liked by many people, one of which is the soap opera entitled "Suara Hati Wife: Zahra". This soap opera was reprimanded by the Indonesian Broadcasting Commission (KPI) because one of the players took the role of the third wife and was performed by an underage artist. According to the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, this soap opera has a large enough impact on the community so that early childhood stimulation emerges. The type of research method used by the researcher is a qualitative method using the case study method. The results of this study show that the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection carries out various communication strategies for child marriage in the case of the soap opera Zahra's wife's conscience. Dengan adanya perkembangan teknologi, kehidupan masyarakat tidak lepas dari media massa. Televisi salah satunya, Televisi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan masyarakat, terutama dalam pergaulan. Sinetron yang disukai oleh banyak orang salah satunya adalah sinetron berjudul "Suara Hati Istri : Zahra". Sinetron ini diberi teguran oleh pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena salah satu pemain yang mendapatkan peran sebagai istri ketiga dan dilakukan oleh artis yang berada di bawah umur. Menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sinetron ini memberikan dampak yang cukup besar di kalangan masyarakat sehingga muncullah stimulasi usia dini. jenis metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu metode kualitatif dengan memakai metode studi kasus Hasil dari penelitian ini menunjukkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan berbagai macam strategi komunikasi terhadap perkawinan anak dalam kasus sinetron suara hati istri Zahra.