Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Sejarah widiastuti, eko heri
PAWIYATAN Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan Lokal sebagai suatu modal sosial suatu kelompok masyarakat yang berisi berbagai budaya yang berkembang dalam suatu kelompok masyarakat penuh dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan tata kehidupan kelompok tersebut. Makna-makna yang terkandung sangat penting untuk dipahami oleh setiap anggota kelompok. Usia  remaja (atau usia anak SMP atau SMA) merupakan usia yang rawan, karena mereka berusaha untuk menemukan identitas atau jati dirinya. Agar mereka dapat menemukan identitas atau jati dirinya secara tepat dan sesuai dengan lingkungannya, maka mereka juga harus memahami kearifan lokal lingkungannya. Pendidikan di sekolah merupakan salah satu cara untuk menanamkan pemahaman kearifan lokal ini, sehingga dalam setiap proses pembelajaran seorang guru hendaknya menyinggung nilai-nilai ini. Mata Pelajaran Sejarah merupakan salah satu Mata Pelajaran yang dapat dijadikan pintu masuknya penyampaian kearifan lokal, sebab sejarah dapat dijadikan sarana untuk menemukan jati diri suatu bangsa. Oleh karenanya dalam pengembangan materi pembelajarannya sebaiknya disisipkan nilai-nilai kearifan lokal.
IbM LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) PENJAHIT GARMEN DI KECAMATAN GUNTUR KABUPATEN DEMAK widiastuti, eko heri; Marliyah, Lili; Suharyanto, Yohanes
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.713 KB)

Abstract

Masalah ketenagakerjaan merupakan masalah yang penting, terutama menyangkut masalah SDM, sebab saat ini kualitas SDM menjadi modal utama pencari kerja. Rendahnya kualitas tenaga kerja medorong LKP Bilqis dan LKP Bintang Novi untuk ikut berperan dalam meningkatkan SDM pencari kerja khususnya di bidang garmen. Permasalahan yang dihadapi LKP Bilqis terdiri dari pemenuhan sarana prasarana dan proses pembelajaran dalam hal ini SDM instruktur serta managemen organisasi LKP. Permsaahan LKP Bintang Novi adalah dalam hal pemenuhan sarana prasarana dan proses pembelajaran dalam hal ini adalah tidak tersedianya kurikulum yang digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran serta rendahnya SDM instruktur dan managmen organisasi LKP. Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut maka SDM instruktur dan pengelola perlu ditingkatkan, maka target dari kegiatan ini adalah meningkatnya soft skill dan hard skill mereka, sedangkan luarannya adalah kurikulum yang disempurnakan, modul pelatihan dan sertifikat sebagai standar kualifikasi instrutur dan pengelola. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan terhadap instruktur dan pengelola LKP. Kegiatan tersebut meliputi sarasehan tentang perbaikan kurikulum, pelatihan untuk meningkatkan kualitas instruktur, pelatihan tentang pengembangan penyelenggaraan lembaga kursus dan pelatihan (LKP), pendampingan dalam menentukan strategi perluasan kemitraan. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dan penuh keterbukaan, sehingga permasalahan yang dihadapi mitra dapat terpecahkan bersama dengan tim. Hasil dari kegiatan yang dilakukan tim, terlihat pada kemampuan instruktur dan pengelola mengalami peningkatan hal ini terlihat dari cara instruktur dalam mendampingi peserta kursusu, penambahan sarana dan prasarana, tersusunnya kurikulum pad level 3 dan pengelolan LKP yang semakin baik. Hal ini dibuktikan ditunjukkan kedua LKP ini untuk menyelenggarakan Program Kecakapan Kerja (PKK) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Demak.
Tingkat Kinerja Guru Dengan Tugas Tambahan di MTs Al Hikmah Singorojo Kabupaten Kendal Novita Sari; Lili Marliyah
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Vol 1 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/jeee.v1i2.1400

Abstract

Abstrak Guru dengan tugas tamabahan selain melakukan tugas pokok yang diwajibkan juga memiliki tugas terkait dengan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah. Beban mengajar yang belum sesuai dengan peraturan pemerintah menyebabkan kurang optimalnya kinerja guru dengan tugas tambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja guru yang mendapat tugas tambahan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala yayasan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan siswa MTs Al Hikmah Singorojo. Hasil penelitian menunjukkan sesuai Permendikbud No. 15 Th 2018 sebagai dasar kebijakan sekolah terkait beban mengajar guru dengan tugas tambahan; Kinerja guru dengan tugas tambahan cukup baik dalam kualitas kerja, komunikasi dan kemampuan kerja namun kurang optimal pada kecepatan atau ketepatan kerja serta inisiatif dalam kerja; Pembiayaan sekolah yang belum stabil dan rendahnya dukungan orang tua dan masyarakat merupakan kendala yang dialami; Pelaksanaan dana sukarela dan pendekatan komunikasi door to door merupakan upaya yang dilakukan oleh sekolah. Hasil penelitian ini dapat diajadikan dasar untuk melakukan penelitian lanjutan dalam meningkatkan kinerja guru yang mendapat tugas tambahan menjadi lebih baik. Abstract A teacher not only do the task principal who is obliged to himself but also has a performance that is associated with the implementation of the task addition that is relevant to functioning of the school. As a teacher with additional assignment, getting teaching hours that are not in accordance with government regulations cause the teacher to be less than optimal in carrying out his obligations as a teacher. The purpose of research it is to determine the policy of the school concerning the burden of teaching the teachers with task addition, the performance of teachers with the task addition, the constraints are experienced and attempt were made school. Research qualitatively with methods of descriptive, tehnical collection of data is done through manual observation, guidance interview, and study documentation. Subject study is the head of the foundation, the head of school, deputy head of the school, teaches and student of MTs Al Hikmah Singorojo. Results of the study were found: Permendikbud No. 15 Th 2018 are used as guidelines for the policy of school related burden of teaching ang teachers with the task extra; Performance of teaches with the task of supplementary good enough in quality of work, communication and the ability to work, bur less than optimal in speed or accuracy of the work and initiatives in the workplace; Financing school that has not been stable and low support of the parents and the community is a constaint that is experienced; Iplementation of the funds voluntarily and approach communication door to door is an effort that is made by the school.
Pengaruh Sikap Sosial terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Jati Kudus Angella Jelita Nirwana; Lili Marliyah
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Vol 1 No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/jeee.v1i1.1220

Abstract

Masalah rendahnya sikap sosial siswa perlu dilakukan perbaikan melalui pendidikan. Seorang guru tidak hanya dituntut mampu menanamkan aspek pengetahuan saja dalam proses pembelajaran akan tetapi juga menanamkan sikap social agar berdampak baik pada hasil pembelajaran. Diharapkan ada kontribusi pada pembelajaran mata pelajaran IPS yang mengajarkan konsep-konsep esensi ilmu sosial untuk membentuk peserta didik memiliki sikap sosial yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap sosial siswa terhadap hasil belajar siswa Mata Pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 2 Jati Kudus. Jenis penelitian pendekatan kuantitatif dengan 139 sampel serta metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) tingkat sikap sosial sebesar 47% cukup baik, (2) hasil belajar Mata Pelajaran IPS sebesar 45% cukup baik, (3) ada pengaruh positif signifikan sikap sosial terhadap hasil belajar Mata Pelajaran IPS, dengan koefisien determinasi (R2) 0,057. Hal ini menunjukkan bahwa 5,7% hasil belajar Mata Pelajaran IPS dipengaruhi oleh sikap sosial, sedangkan 94,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tifak dibahas dalam penelitian.
Motivasi Belajar Siswa Melalui Media Pembelajaran Google Classroom pada Mata Pelajaran IPS Ekonomi Kelas XI Aulia Qusnul; Sri Widayati; Lili Marliyah
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Vol 2 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/jeee.v2i2.1921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Motivasi Belajar Siswa Melalui Media Pembelajaran GoogleClassroom Pada Mata Pelajaran IPS Ekonomi Kelas XI yaitu (1) Bagaimana Google Classroom digunakan sebagai media pembelajaran IPS Ekonomi belajar siswa?, (2) Bagaimana respon siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media Google Classroom?, (3) Bagaimana motivasi siswa dalam pembelajaran IPS penggunaan Google Classroom sebagai media pembelajaran selama masa pandemi Covid-19?, (4) Kendala yang dihadapi guru dan siswa serta orang tua dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan media Google Classroom selama masa pandemic Covid- 19?, (5) Upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi pada pembelajaran IPS dengan menggunakan Google Classroom? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: (1) Implementasi penggunaan GoogleClassroom pada pembelajaran IPS-Ekonomi sudah dilaksanakan dengan baik, (2) Respon siswa terhadap penggunaan GoogleClassroom merasa senang dengan media pembelajaran yang digunakan oleh guru, media pembelajaran yang menarik, materi akan lebih mudah di pahami jika di modifikasi, (3) Motivasi siswa pada penerapan media pembelajaran google classroom siswa semangat dalam melakukan pembelajaran karena memberikan warna baru dalam proses belajar mengajar terlebih akibat pandemi covid-19, (4) Kendala guru dalam mengimplementasikan google classroom secara daring dalam mata pelajaran IPS-Ekonomi yaitu kehabisan kuota internet, sulinya guru mengoperasikan alat teknologi, jaringan kurang stabil, melakukan praktikum mandiri dirumah dengan alat dan bahan seadanya, singkatnya sosialisasi serta kurangnya instruktur dalam pendampingan pembelajaran daring dari pemerintah serta banyaknya tugas guru di luar jam pembelajaran di kelas, (5) Solusi yang dilakukan dalam mengimplementasikan google classroom yaitu memberikan bantuan kuota geratis dari sekolah, dilakukannya home visit terhadap beberapa siswa yang memilki kendala dalam pembelajaran daring, dan disediakannya tempat untuk pembelajaran offline di sekolah untuk anak-anak yang memang tidak memungkinkan belajar online namun tetap memenuhi protokol kesehatan.
Efektivitas Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran Ekonomi di MA An-Nur Bakalrejo Demak Miftahur Rizqa; Lili Marliyah; Sri Setyaningsih
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Vol 2 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/jeee.v2i2.1922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi strategi pembelajaran daring, (2) capaian hasil belajar belajar siswa pada pembelajaran daring, (3) faktor kendala strategi pembelajaran daring, serta (4) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan startegi pembelajaran Mata Pelajaran Ekonomi di MA An-Nur Bakalrejo Demak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, informan penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran ekonomi, dan empat siswa. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan reduksi data, penyusunan data, dan kategorisasi. Hasil penelitian meliputi: (1) pembelajaran online dilaksanakan secara daring dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencaan yaitu membuat materi dan soal evaluasi, sedangkan pelaksanaan yaitu mengirim materi dan tugas ke group whatsapp dan evaluasi yaitu dilakukan di google classroom agar hasilnya langsung tersampaikan ke guru. (2) Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa tidak semua siswa dapat menjalankan pembelajaran online dan hasil belajar siswa tidak tercapai disebabkan beberapa faktor yaitu terkendala sinyal dan kesadaran siswa akan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas. (3) Kendala pembelajaran online yakni kesulitan akses internet dan keterbatasan kuota internet sehingga siswa sulit untuk belajar dari rumah. Siswa kesulitan dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan guru. (4) Upaya yang dilakukan pihak sekolah dengan memberikan kuota gratis kepada siswa agar siswa belajar dengan mudah dan materi yang diberikan sehari sebelum pembelajaran dilakukan sangat membantu siswa agar siswa lebih bisa memahami materi yang disampaikan guru.
Hakekat Teori dalam Riset Sosial Lili Marliyah
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Vol 2 No 1 (2021): July 2021
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/jeee.v2i1.1691

Abstract

Problem-problem sosial di masyarakat dapat dicarikan solusi dan evaluasinya melalui riset sosial. Cakupan riset sosial meliputi hubungan inter unit dan hubungan intra unit melalui berbagai komponen-komponen sosial. Fenomena yang terjadi di lingkungan sosial peneliti, dikaji secara ilmiah yang didasari dua aspek yaitu aspek teoritis dan pengumpulan data. Seorang periset sosial biasanya tertarik pada masalah-masalah pragmatis dan teoritis. masalah-masalah teoritis pada akhirnya akan bermuara pada tujuan dari sebuah sains yaitu teori-teori. Sebuah teori bisa didefinisikan sebagai serangkaian proposisi yang saling berhubungan, bisa duji secara empiris. Hubungan antar konsep dalam sebuah proposisi merupakan hubungan covariasional dan kausal. Pentingnya seuah teori dalam penelitian sosial dapat dilihat dari tujuan dan peran atau fungsi teori itu sendiri. Fungsi teori yaitu menjelaskan dan memprediksikan sesuatu yang akan terjadi serta teori dapat dijadikan sebagai alat bedah data, teori juga dapat membimbing peneliti membuat kesimpulan dari analisis data, karena teori berfungsi menjelaskan apa yang seharusnya terjadi (what ought to question) ma upun untuk menggambarkan senyatanya (what is question). Melalui strategi kausal, komposisional dan strategi klasifikasi, teori digunakan tidak sekedar meningkatkan atau mengembangkan pengetahuan, juga sebagai dasar argumentasi pemecahan masalah penelitian dan tugas teori yang penting adalah membebaskan manusia dari segala bentuk perbudakan dan menuju peradaban yang lebih baik. Kata Kunci : teori, riset sosial
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN IPS Eko Heri Widiastuti
Satya Widya Vol 33 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.899 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2017.v33.i1.p29-36

Abstract

Mata pelajaran IPS merupakan suatu mata pelajaran yang menggunakan pendekatan terpadu yang didalamnya memadukan empat bidang kajian yaitu ekonomi, sosiologi, geografi dan sejarah. Pembejaran terpadu dimaksudkan untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik dan dalam penyampaiannya guru memilih tema atau topik tertentu, pendekatan pembelajaran ini memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan otentik. Cara guru mengemas pembelajaran sangat berpengaruh pada kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. Lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sangat menguntungkan bagi proses pembelajaran IPS, hal ini disebabkan karena sumber belajar dekat dengan siswa, sehingga siswa lebih mudah dalam proses memahami sumber belajar. Lingkungan mampu  memberikan sebuah gambaran yang sifatnya holistik dan autentik, kondisinya sangat heterogenitas, sehingga menunjukkan suatu sumber pembelajaran yang memerlukan keterpaduan antar materi pembelajaran. Potensi lingkungan ini bisa berupa lingkungan sosial, ekonomi, budaya dan geografi. Mengkaitkan kelas dengan lingkungan masyarakat memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk mempelajari kemampuan dasar untuk melakukan tindakan (action) di masyarakat dalam bentuk partisipasi. 
Pengaruh Model Peran Kewirausahaan Terhadap Sikap, Norma Subyektif, dan Kontrol Perilaku Della Arny Novera; Purbayu Budi Santosa; Lili Marliyah
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 16 No 2 (2020): JBK-Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jbk.v16i2.1999

Abstract

Human capital serta innovation process sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan serta kualitas institusi pendidikan yang baik. Pentingnya peranan perguruan tinggi dikarenakan kurangnya wirausahawan yang kompeten terhadap kualitas ilmu dan kuantitas memadai di bidang pertanian. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan poin utama untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan berperan dalam membantu mengelola sumber daya ekonomi. Berdasarkan hal tersebut perlu diperhatikan untuk para pengajar di universitas/pendidikan tinggi dalam mendorong mahasiswanya memiliki semangat/jiwa berwirausaha sehingga mahasiswa juga memiliki kemampuan dalam menciptakan lapangan kerja yang bermanfaat untuk masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model peran kewirausahaan terhadap sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro melalui kuesioner online. Teknik pengambilan sampling menggunakan incidental sampling dan teknik analisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model peran kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap norma subyektif, sedangkan sikap dan kontrol perilaku tidak dipengaruhi secara signifikan.
PERAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Eko Heri Widiastuti; Nuryanti Nuryanti; Zusrotin Zusrotin
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTHistory Education Study Program is not a favorite study program in a university, especially at this time in the era of the industrial revolution 4.0, an increasingly modern era with science and technology that continues to develop. Through historical learning, the young generation is expected to be wise in responding to opportunities and challenges in every changing era. An understanding of the history of the nation can strengthen a sense of nationalism or strengthen identity as a nation, so that students or young people have a strong personality or principle in facing the era of the industrial revolution 4.0. In fact, the History Education Study Program is still in demand, even though the enthusiasts are not as big as other study programs such as the PPKn study program or the Economic Education Study Program, there are several reasons that motivate entry to the History Study Program, among others: because they were motivated by history teachers when they were in schools before, but there are those who are genuinely interested because they understand the function of the History subject as a means of strengthening the national identity. The Industrial Revolution 4.0 is a challenge for prospective history teachers, because they must have technological competence to support history learning. Strong motivation and positive perceptions of the existence of the History Study Program can help graduates adapt to technology so that they have competence. Keywords: Historical Education, Industrial Revolution 4.0