Claim Missing Document
Check
Articles

PARITAS SEBAGAI PREDIKTOR ADOPSI MHEALTH PADA IBU HAMIL DALAM DETEKSI DINI RISIKO KEHAMILAN Nining Tunggal Sri Sunarti; Silvia Ari Agustina; Reni Tri Lestari; Eny Retna Ambarwati
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.38319

Abstract

Pemanfaatan teknologi kesehatan seluler (mobile health/mHealth) melalui aplikasi kehamilan memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas deteksi dini risiko kehamilan, namun tingkat adopsinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik obstetri seperti paritas. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam menyoroti peran paritas sebagai determinan utama dalam adopsi mHealth, khususnya perbedaan perilaku antara ibu dengan pengalaman reproduksi rendah dan tinggi yang masih terbatas dibahas pada studi sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh paritas terhadap adopsi mHealth sebagai sarana deteksi dini risiko kehamilan. Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 254 ibu hamil, dengan pengumpulan data melalui kuesioner terkait karakteristik obstetri dan perilaku penggunaan aplikasi, serta analisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara paritas dan penggunaan aplikasi kehamilan (P-value 0,001), di mana ibu dengan paritas rendah (nulipara dan primipara) memiliki peluang 7,071 kali lebih besar untuk menggunakan aplikasi dibandingkan ibu multipara (OR = 7,071; 95% CI = 3,157–15,841). Kesimpulannya, paritas merupakan prediktor signifikan dalam adopsi mHealth selama kehamilan, di mana ibu dengan paritas rendah cenderung lebih bergantung pada informasi digital, sementara rendahnya adopsi pada ibu multipara menunjukkan perlunya pendekatan edukasi digital yang lebih inovatif untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam pemantauan risiko kehamilan secara mandiri.
Peran Perawatan Kebidanan Pascapersalinan dalam Mencapai Keberhasilan Menyusui: Scoping Review Anugerah Destia Trisetyaningsih; Riadini Wahyu Utami; Nining Tunggal Sri Sunarti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/w4kgca65

Abstract

Menyusui adalah metode pemberian makan bayi yang paling bermanfaat dapat meminimalisir terjadinya infeksi pada anak, membantu perkembangan anak yang lebih baik dan meningkatkan kesehatan ibu. Meskipun manfaat pemberian ASI sudah banyak diketahui, namun beberapa negara terutama negara maju terus mengalami angka pemberian ASI yang rendah. Keberlanjutan pemberian ASI esklusif bersifat multifaktorial, peran dan dukungan bidan selama periode pascapersalinan dianggap sebagai komponen penting. Tujuan scoping review untuk mengetahui peran perawatan kebidanan pascapersalinan dalam mencapai keberhasilan menyusui. Ulasan ini menggunakan metodologi untuk peninjauan pengelompokan seperti yang disarankan oleh Arksey dan O’Malley. Lima tahapan tersebut diantaranya: mengidentifikasi pertanyaan penelitian, mengidentifikasi studi yang relevan, pemilihan studi, memetakan data, menyusun, meringkas dan melaporkan hasilnya. Pencarian literatur sistematis menggunakan PubMed, Wiley, Scient Drirect dan Google Scholar. Study design yang digunakan adalah study kualitatif. Hasil diperoleh enam artikel publikasi. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci. Kami mengelompokkan konsep-konsep kunci tersebut kedalam empat tema yang muncul: dukungan pemberian informasi sebelum persalinan, dukungan bidan pada ibu nifas dan menyusui, hambatan yang dialami bidan, harapan ibu. Secara keseluruhan, keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh kualitas perawatan kebidanan pascapersalinan yang berkelanjutan, berpusat pada ibu dan keluarga, serta didukung oleh kebijakan dan sistem pelayanan yang kondusif. Breastfeeding is the most beneficial method of infant feeding, as it can reduce the risk of infections in children, support optimal child development, and improve maternal health. Although the benefits of breastfeeding are well recognized, several countries, particularly high-income countries, continue to experience low breastfeeding rates. The continuation of exclusive breastfeeding is multifactorial, and the role and support of midwives during the postpartum period are considered key components. This scoping review aimed to identify the role of postpartum midwifery care in achieving breastfeeding success. The review followed the scoping review methodology proposed by Arksey and O’Malley, which includes five stages: identifying the research question, identifying relevant studies, study selection, data charting, and collating, summarizing, and reporting the results. A systematic literature search was conducted using PubMed, Wiley, ScienceDirect, and Google Scholar. The study designs included were qualitative studies. Six published articles were included in the review. Thematic analysis was used to identify key concepts, which were grouped into four emerging themes: provision of antenatal breastfeeding information, midwives’ support for postpartum and breastfeeding mothers, barriers experienced by midwives, and mothers’ expectations. Overall, breastfeeding success is strongly influenced by the quality of continuous postpartum midwifery care that is woman- and family-centered, and supported by conducive health policies and service systems.
Penerapan perawatan perineum terhadap proses penyembuhan luka pada ibu nifas Agnes Lasmi; Eny Retna Ambarwati; Kurniasari Pratiwi; Nining Tunggal Sri Sunarti
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 2 (2026): July: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i2.204

Abstract

Pendahuluan: Masa nifas merupakan periode pemulihan organ reproduksi setelah persalinan yang berlangsung sekitar enam minggu dan menjadi fase yang rentan terhadap infeksi, terutama pada ibu dengan luka perineum. Nyonya N sebagai seorang primigravida mengalami luka perineum pascapersalinan, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam proses penyembuhan. Kondisi ini menuntut adanya perawatan perineum yang tepat untuk mencegah infeksi serta mendukung penyembuhan luka. Tujuan: Mengetahui penerapan perawatan perineum pada Nyonya N dalam asuhan kebidanan masa nifas di Klinik Widuri Sleman untuk mendukung proses penyembuhan luka perineum, mencegah infeksi, dan meningkatkan kenyamanan ibu nifas.. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan satu responden yaitu Nyonya N di Klinik Widuri Sleman, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data berupa distribusi frekuensi dan Persentase. Hasil: Setelah dilakukan perawatan perineum secara rutin pada Nyonya N dengan menggunakan teknik bersih dan kering, kondisi luka perineum mengalami perbaikan. Nyeri pada luka perineum yang dirasakan ibu berangsur-angsur berkurang, serta tidak ditemukan tanda-tanda infeksi. Proses penyembuhan berlangsung dalam waktu 8 hari sejak terjadinya luka dan dapat dikategorikan sebagai penyembuhan luka yang normal. Kesimpulan: Perawatan perineum yang dilakukan secara tepat dan teratur dengan teknik bersih dan kering terbukti efektif dalam mencegah terjadinya infeksi dan mendukung proses penyembuhan luka perineum. Dengan demikian penerapan teknik bersih dan kering disarankan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk perawatan luka perineum, sehingga dapat menjadi alternatif tindakan yang sederhana, aman, mudah diterapkan, dan mendukung proses penyembuhan luka pada ibu nifas.