Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Body Image, Perilaku Makan Dan Faktor Lainnya Dengan Status Gizi Lebih Pada Remaja Putri Di Smk Kesehatan Letris Annisa Oktaviani; Wilda Yunieswati
Jurnal Gizi dan Kuliner Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kuliner
Publisher : Program Studi Gizi UNSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/giziku.v4i2.10903

Abstract

This study investigates the relationship between body image, eating behavior, and physical activity with the nutritional status of adolescent girls at Letris 1 Health Vocational School, South Tangerang. The research involved 71 10th-grade teenage girls, and data was collected through a cross-sectional design and simple random sampling technique. Results showed that 23.9% of respondents were overweight and 11.3% obese. The study found a significant relationship between body image, eating behavior, and over-nutrition status. However, there was no significant relationship between protein intake, fat, carbohydrates, physical activity, and overnutrition status. The findings suggest that interventions promoting balanced nutrition and positive body image perceptions should be implemented in schools to encourage good eating behavior and positive body image perceptions among young women. Keywords: Body image, Eating Behaviour, Nutrition Status
Edukasi CERITA (Cegah Remaja Obesitas) Menggunakan Media Buku Saku di SMA Muhammadiyah 1 Jakarta Yunieswati, Wilda; Widhi, Anisa Sekar; Yulianingsih, Ika
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.688

Abstract

Obesitas dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Kejadian kegemukan dan obesitas pada remaja merupakan masalah yang sangat serius. Jika tidak ditangani akan berlanjut hingga dewasa. Obesitas banyak dikaitkan dengan kejadian penyakit tidak menular seperti penyakit Diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, hipertensi, hiperlipidemia, dan beberapa jenis kanker. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Agustus 2023 pada pukul 13.00 – 15.00 WIB berlokasi di SMA Muhammadiyah 1 Jakarta. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Jakarta sebanyak 54 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi menggunakan media buku saku CERITA (Cegah Remaja Obesitas). Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait pola makan yang benar dan sehat serta aktivitas fisik untuk mencegah kegemukan dan obesitas disertai dengan praktek aktivitas fisik dan perhitungan indeks massa tubuh (IMT). Hasil data pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait upaya pencegahan obesitas pada remaja pada peserta edukasi. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan nilai sebesar 39,6 poin jika dilihat dari rata-rata nilai pre-test dan post-test. Sementara itu, persentase jumlah orang yang mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi adalah 100%. Obesity can occur to anyone, including children and adolescents. The incidence of overweight and obesity in adolescents is a serious problem. If it is not treated, it will continue into adulthood. Obesity is associated with non-communicable diseases such as type 2 diabetes, cardiovascular disease, hypertension, hyperlipidemia, and several types of cancer. Community service activities held on Tuesday, August 22nd, 2023 at 13.00 – 15.00 WIB, located at SMA Muhammadiyah 1 Jakarta. All 50 students of class XI of SMA Muhammadiyah 1 Jakarta participated. The method used was lecturing and discussion using the pocketbook CERITA (Cegah Remaja Obesitas). Community service activities aim to increase teenagers' knowledge of healthy eating patterns and physical activity to prevent obesity, accompanied by the practice of physical activity and calculating body mass index (BMI). The results of the pre-test and post-test data showed an increase in knowledge regarding efforts to prevent obesity in adolescents among participants. This is shown by an increase in scores of 39.6 points when viewed from the average pre-test and post-test scores. Meanwhile, the percentage of people who experienced an increase in knowledge after education was 100%.
Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Es Krim Berbasis Tepung Pisang Kepok dan Tepung Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Bunga Telang dan Daun Kelor sebagai Alternatif Cemilan Penderita Diabetes: Sensory Characteristics and Nutritional Content of Ice Cream Based on Kepok Banana Flour and Kepok Banana Peel Flour with the Addition of Butterfly Pea Flowers and Moringa Leaves as an Alternative Snack for Diabetic Patients Monicha, Miranda; Yunieswati, Wilda
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 4 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.4.269-277

Abstract

Diabetes mellitus is a condition where blood sugar levels become high due to insulin deficiency or resistance. One way to control blood sugar levels is to eat foods low in sugar and carbohydrates. An alternative to ice cream with a low-sugar formulation or using natural ingredients with anti-diabetic activity can be a suitable product for consumption by diabeticians. Several ingredients have antidiabetic activity, including bananas, butterfly pea flowers, and Moringa leaves. The research aims to determine the sensory quality characteristics and nutritional content of ice cream products. The experimental study used a completely randomized design (CRD). The design consisted of 3 treatments with the ratio F1 (100% kepok banana flour:0% kepok banana peel flour), F2 (95% kepok banana flour:5% kepok banana peel flour), and F3 (90% kepok banana flour:10% kepok banana peel flour). The statistical test used the Kruskal Wallis test and the follow-up test used the Mann Whitney The best formula was selected, namely F3 which had hedonic qualities namely brownish gray, slightly fragrant banana aroma, soft texture, sweet taste, and slightly bitter aftertaste. The hedonic test shows results in the range of 3-4 (normal-rather like). The energy content of F3 ice cream is 106 kcal/100g, 5.84 grams of carbohydrates, 0.17 g of fat, 0.32 g of protein and 38,863.21 ppm of antioxidant activity.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Junk Food dan Faktor Lainnya dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di SMK 39 Jakarta: Relationship between Junk Food Consumption Habits and Other Factors with the Incidence of Overnutrition in Adolescents at State Vocational School 39 Jakarta Nugraha, Patra; Yunieswati, Wilda
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 3 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.3.209-215

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan untuk mengalami masalah gizi. Salah satu masalah gizi pada remaja adalah kelebihan berat badan dan obesitas yang disebabkan oleh penumpukan lemak yang berlebihan didalam tubuh yang ditandai dengan kelebihan berat badan. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi junk food, kebiasaan olahraga, dan pengetahuan gizi seimbang, dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMK Negeri 39 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 55 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja di SMK Negeri 39 Jakarta memiliki IMT/U dalam rentang lebih sebanyak 55,7%. yang mengalami gizi lebih pada variabel konsumsi junk food dengan kategori sering >3x/minggu sebanyak 57,1% (p-value=0,000). Selanjutnya pada variabel kebiasaan olahraga dengan kategori <3x/minggu sebanyak 61,8% (p-value=0,000). Variabel terakhir yaitu pengetahuan gizi dengan kategori kurang baik (<80) sebanyak 52,9% (p-value=0,000). Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa status gizi lebih mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel konsumsi junk food, kebiasaan olahraga, dan pengetahuan gizi.
Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Permen Jeli Berbasis Sawo, Kurma dan Jahe sebagai Pangan Fungsional Imunitas Tubuh Yunieswati, Wilda; Suryaalamsah, Inne Indraaryani; Kusumaningati, Walliyana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1001

Abstract

Setelah masa pandemi Covid-19 berakhir, kalangan masyarakat masih membutuhkan makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas tubuh yang berasal dari buah-buahan dan rempah. Kandungan antioksidan digunakan sebagai upaya pencegahan dalam meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah infeksi virus. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan formulasi, menganalisis karakteristik sensori dan kandungan gizi dan antioksidan permen berbasis buah sawo dan kurma dengan penambahan sari jahe. Penelitian ini menggunakan desain experimental study dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu proses formulasi, uji organoleptik dan analisis kandungan gizi serta antioksidan. Komposisi bahan dalam setiap formula terdiri dari buah sawo, kurma, jahe, gelatin, gula pasir, dan asam sitrat. Penelitian ini menggunakan panelis semi-terlatih sebanyak 35 orang yaitu mahasiswa/i Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sensori, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji mutu hedonik, ada perbedaan nyata pada warna dan aroma pada karakteristik permen jeli. Sedangkan berdasarkan hasil uji hedonik, terdapat perbedaan nyata pada aroma permen jeli, Formula terbaik dari permen jeli dengan menggunakan metode MPE yaitu F3 (40% buah sawo : 60% kurma). Berdasarkan hasil uji kandungan gizi menunjukkan bahwa permen jeli memiliki kandungan energi 259,85 kkal per 100gram. Aktivitas antioksidan permen jeli yaitu 152,6 mg/kg dan kadar abu pada permen jeli 0.86%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa formula terbaik permen jeli yaitu F3 dengan aktivitas antioksidan permen jeli berada dalam kategori lemah dan kadar abu permen jeli sudah memenuhi standar mutu kembang gula lunak yaitu SNI 3547.2-2008
Formulasi Crackers Berbasis Tepung Umbi Bit dan Tepung Ikan Patin sebagai Kudapan Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil: Formulation of Crackers Based on Beetroot Flour and Patin Fish Flour as a Snack for Preventing Anemia in Pregnant Women Septianingsih, Alfini; Yunieswati, Wilda
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.252-267

Abstract

Berdasarkan RISKESDAS prevalensi ibu hamil anemia pada tahun 2013 adalah sebesar 37,1% dan pada tahun 2018 prevalensi ibu hamil anemia meningkat 48,9%. Alternatif crackers dengan penambahan tepung umbi bit dan tepung ikan patin, dapat menjadi produk makanan selingan yang tinggi zat besi dan protein serta dapat menjadi peluang usaha. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dari produk crackers. Penelitian experimental menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan. Uji organoleptik menggunakan metode pengujian sensori. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjutan Mann-Whitneyy. Pada uji mutu hedonik formula terpilih yaitu F1 yaitu memiliki mutu warna coklat kekuningan, aroma lemah, tekstur renyah dan rasa hambar sedikit gurih serta uji hedonik F1 dengan nilai kesukaan keseluruhan 3,83 (agak suka atau netral). Kandungan gizi crackers per 100 g zat besi (Fe) 5,1 mg, kadar abu 4,23%, energi dari lemak 168,25 kkal, kadar lemak total 18,69%, kadar air 5,3%, energi total 455 kkal, karbohidrat 60,39% dan kadar protein 11,38%.
Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Gizi Biskuit Rempah dengan Penambahan Sari Kurma Sebagai Pangan Fungsional untuk Imunitas Tubuh Yuliarti, Nurul Azizah Tri; Dainy, Nunung Cipta; Yunieswati, Wilda
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 3, No 2 (2022): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.3.2.62-72

Abstract

Latar belakang: Imunitas tubuh yang kuat dibutuhkan agar terhindar dari paparan virus, bakteri dan parasit. Asupan gizi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh yaitu antioksidan. Rempah dan kurma merupakan salah satu pangan sumber antioksidan. Tujuan: Menganalisis aktivitas antioksidan dan kandungan gizi biskuit rempah dengan penambahan sari kurma untuk imunitas tubuh. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat lima formula biskuit rempah dengan perlakuan yang berbeda yaitu F0 (tanpa sari kurma), F1 (20 gram sari kurma), F2 (30 gram sari kurma), F3 (40 gram sari kurma), F4 (50 gram sari kurma) yang diujikan kepada 30 panelis semi terlatih. Analisis data menggunakan uji Anova dan uji lanjut Duncan. Analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode AEAC, dan analisis kandungan gizi menggunakan uji proksimat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa F2 dengan penambahan sari kurma 30gram merupakan formula yang paling disukai panelis dengan aktivitas antioksidan (IC50) 513,8 ppm, kandungan energi 478 kkal/100 g, kadar protein 4,69%, dan kadar lemak total 25,09%. Simpulan: Biskuit rempah terpilih dengan penambahan sari kurma 30 gram, memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah (513,8 ppm) dengan kadar protein, kadar air, dan kadar abu yang belum memenuhi SNI biskuit.
Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Biskuit Rempah dengan Substitusi Tepung Jagung sebagai Pangan Fungsional untuk Imunitas Tubuh Zizi Harisatunnasyitoh; Nunung Cipta Dainy; Wilda Yunieswati
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 3, No 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v3i2.17443

Abstract

Sistem kekebalan yang baik dapat melindungi kita dari patogen yang masuk ke dalam tubuh sejak awal untuk mencegah penyakit. Cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengonsumsi bahan-bahan alami seperti antioksidan. Salah satu antioksidan alami terdapat pada rempah-rempah. Inovasi dalam menghadirkan rempah – rempah dalam bentuk makanan masih terbatas. Biskuit rempah dipilih sebagai salah satu alternatif makanan agar mudah dinikmati oleh masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan formula biskuit rempah dengan substitusi tepung jagung sebagai pangan fungsional untuk meningatkan imunitas. Studi experimental menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan komposisi tepung jagung. Formula biskuit terdiri dari empat taraf, yaitu F0 (kontrol), F1 (25% tepung jagung), F2 (50% tepung jagung), F3 (75% tepung jagung), dan F4 (100% tepung jagung). Uji hedonik dan uji mutu hedonic dilakukan terhadap atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste. Uji statistic menggunakan ANOVA, dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test. Formula terbaik yaitu F2 memiliki mutu hedonik yang yaitu warna coklat muda – coklat agak tua, aroma agak harum, tekstur tidak renyah – agak tidak renyah, rasa pahit, dan aftertaste agak lemah. Pada uji hedonik didapatkan hasil pada rentang 3 – 4 (agak tidak suka – agak suka). Kandungan energi biscuit formula F2 adalah 455 kkal, dengan aktivitas antioksidan 880,11 ppm. Formula terpilih adalah F2 yaitu biscuit dengan tepung jagung 37,5 gr dan tepung terigu 37,5 gr, yang mengandung energi 455 Kkal dan aktivitas antioksidan 880,11 ppm
Evaluasi Sensori dan Gizi Es Krim Berbasis Pisang Kepok–Porang sebagai Camilan Penderita Diabetes: Sensory and Nutritional Evaluation of Banana–Porang-Based Ice Cream as a Snack for Individuals with Diabetes Yunieswati, Wilda; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.114-124

Abstract

Diabetes mellitus merupakan kondisi kadar gula darah menjadi tinggi akibat kekurangan atau resistensi insulin. Salah satu upaya dalam mengontrol kadar gula darah yaitu mengonsumsi makanan rendah gula dan karbohidrat. Es krim dengan bahan rendah gula dan rendah indeks glikemik seperti tepung pisang kapok, tepung porang, dan susu kedelai dapat menjadi alternatif produk yang cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik mutu sensori dan kandungan gizi dari produk es krim berbasis tepung pisang kepok dan tepung porang. Penelitian ini menggunakan desain experimental study dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 3 perlakuan dengan rasio F1 (90% tepung pisang kepok:10% tepung porang), F2 (80% tepung pisang kepok:20% tepung porang), dan F3 (70% tepung pisang kepok:30% tepung porang). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu proses formulasi, uji organoleptik dan analisis proksimat, kadar gula dan serat pangan. Penelitian ini menggunakan panelis semi-terlatih sebanyak 35 orang yaitu mahasiswa/i Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sensori, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji mutu hedonik, ada perbedaan nyata pada warna, aroma, rasa, tekstur pada karakteristik es krim. Berdasarkan hasil uji hedonik, terdapat perbedaan nyata pada rasa dan tekstur es krim. Formula terbaik yang dipilih menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE) yaitu F2. Berdasarkan hasil uji kandungan gizi menunjukkan bahwa produk es krim memiliki kandungan energi 98 kkal per 100 g. Kandungan gula total 2,49% dan serat pangan 3,32%. Kandungan karbohidrat, protein, lemak dan gula total pada formula terpilih belum memenuhi SNI Es Krim 01-3713-1995 dan syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes. Sementara itu, komponen serat pangan berada diatas syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes.
STATUS ANTROPOMETRI DENGAN BEBERAPA INDIKATOR PADA MAHASISWA TPB-IPB Yunieswati, Wilda; Briawan, Dodik
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 9 No. 3 (2014)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.236 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2014.9.3.%p

Abstract

The objective of this study was to analyze the anthropometry status, and body fat percentage of first year students in IPB. The subjects of this study were 117 IPB first year students. The result shows that most of the male subjects has a normal body mass index (75.0%), normal waist circumference (87.5%) and normal waist-hip-ratio (93.8%). Most of the male subjects has a normal body fat percentage (37.5%). In the meanwhile, most of the female subjects has normal body mass index (83.2%), normal waist circumference (98.0%) and normal waist-hip-ratio (95.0%). Most of the female subjects had a normal body fat percentage (56.0%). There was a significant correlation between body mass index, waist circumference, waist hip ratio, and percentage of body fat (p<0.05).