Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Permen Jeli Berbasis Sawo, Kurma dan Jahe sebagai Pangan Fungsional Imunitas Tubuh Yunieswati, Wilda; Suryaalamsah, Inne Indraaryani; Kusumaningati, Walliyana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1001

Abstract

Setelah masa pandemi Covid-19 berakhir, kalangan masyarakat masih membutuhkan makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas tubuh yang berasal dari buah-buahan dan rempah. Kandungan antioksidan digunakan sebagai upaya pencegahan dalam meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah infeksi virus. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan formulasi, menganalisis karakteristik sensori dan kandungan gizi dan antioksidan permen berbasis buah sawo dan kurma dengan penambahan sari jahe. Penelitian ini menggunakan desain experimental study dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu proses formulasi, uji organoleptik dan analisis kandungan gizi serta antioksidan. Komposisi bahan dalam setiap formula terdiri dari buah sawo, kurma, jahe, gelatin, gula pasir, dan asam sitrat. Penelitian ini menggunakan panelis semi-terlatih sebanyak 35 orang yaitu mahasiswa/i Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sensori, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji mutu hedonik, ada perbedaan nyata pada warna dan aroma pada karakteristik permen jeli. Sedangkan berdasarkan hasil uji hedonik, terdapat perbedaan nyata pada aroma permen jeli, Formula terbaik dari permen jeli dengan menggunakan metode MPE yaitu F3 (40% buah sawo : 60% kurma). Berdasarkan hasil uji kandungan gizi menunjukkan bahwa permen jeli memiliki kandungan energi 259,85 kkal per 100gram. Aktivitas antioksidan permen jeli yaitu 152,6 mg/kg dan kadar abu pada permen jeli 0.86%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa formula terbaik permen jeli yaitu F3 dengan aktivitas antioksidan permen jeli berada dalam kategori lemah dan kadar abu permen jeli sudah memenuhi standar mutu kembang gula lunak yaitu SNI 3547.2-2008
Formulasi Crackers Berbasis Tepung Umbi Bit dan Tepung Ikan Patin sebagai Kudapan Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil: Formulation of Crackers Based on Beetroot Flour and Patin Fish Flour as a Snack for Preventing Anemia in Pregnant Women Septianingsih, Alfini; Yunieswati, Wilda
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.252-267

Abstract

Berdasarkan RISKESDAS prevalensi ibu hamil anemia pada tahun 2013 adalah sebesar 37,1% dan pada tahun 2018 prevalensi ibu hamil anemia meningkat 48,9%. Alternatif crackers dengan penambahan tepung umbi bit dan tepung ikan patin, dapat menjadi produk makanan selingan yang tinggi zat besi dan protein serta dapat menjadi peluang usaha. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dari produk crackers. Penelitian experimental menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan. Uji organoleptik menggunakan metode pengujian sensori. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjutan Mann-Whitneyy. Pada uji mutu hedonik formula terpilih yaitu F1 yaitu memiliki mutu warna coklat kekuningan, aroma lemah, tekstur renyah dan rasa hambar sedikit gurih serta uji hedonik F1 dengan nilai kesukaan keseluruhan 3,83 (agak suka atau netral). Kandungan gizi crackers per 100 g zat besi (Fe) 5,1 mg, kadar abu 4,23%, energi dari lemak 168,25 kkal, kadar lemak total 18,69%, kadar air 5,3%, energi total 455 kkal, karbohidrat 60,39% dan kadar protein 11,38%.
Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Gizi Biskuit Rempah dengan Penambahan Sari Kurma Sebagai Pangan Fungsional untuk Imunitas Tubuh Yuliarti, Nurul Azizah Tri; Dainy, Nunung Cipta; Yunieswati, Wilda
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 3, No 2 (2022): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.3.2.62-72

Abstract

Latar belakang: Imunitas tubuh yang kuat dibutuhkan agar terhindar dari paparan virus, bakteri dan parasit. Asupan gizi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh yaitu antioksidan. Rempah dan kurma merupakan salah satu pangan sumber antioksidan. Tujuan: Menganalisis aktivitas antioksidan dan kandungan gizi biskuit rempah dengan penambahan sari kurma untuk imunitas tubuh. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat lima formula biskuit rempah dengan perlakuan yang berbeda yaitu F0 (tanpa sari kurma), F1 (20 gram sari kurma), F2 (30 gram sari kurma), F3 (40 gram sari kurma), F4 (50 gram sari kurma) yang diujikan kepada 30 panelis semi terlatih. Analisis data menggunakan uji Anova dan uji lanjut Duncan. Analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode AEAC, dan analisis kandungan gizi menggunakan uji proksimat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa F2 dengan penambahan sari kurma 30gram merupakan formula yang paling disukai panelis dengan aktivitas antioksidan (IC50) 513,8 ppm, kandungan energi 478 kkal/100 g, kadar protein 4,69%, dan kadar lemak total 25,09%. Simpulan: Biskuit rempah terpilih dengan penambahan sari kurma 30 gram, memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah (513,8 ppm) dengan kadar protein, kadar air, dan kadar abu yang belum memenuhi SNI biskuit.
Evaluasi Sensori dan Gizi Es Krim Berbasis Pisang Kepok–Porang sebagai Camilan Penderita Diabetes: Sensory and Nutritional Evaluation of Banana–Porang-Based Ice Cream as a Snack for Individuals with Diabetes Yunieswati, Wilda; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.114-124

Abstract

Diabetes mellitus merupakan kondisi kadar gula darah menjadi tinggi akibat kekurangan atau resistensi insulin. Salah satu upaya dalam mengontrol kadar gula darah yaitu mengonsumsi makanan rendah gula dan karbohidrat. Es krim dengan bahan rendah gula dan rendah indeks glikemik seperti tepung pisang kapok, tepung porang, dan susu kedelai dapat menjadi alternatif produk yang cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik mutu sensori dan kandungan gizi dari produk es krim berbasis tepung pisang kepok dan tepung porang. Penelitian ini menggunakan desain experimental study dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 3 perlakuan dengan rasio F1 (90% tepung pisang kepok:10% tepung porang), F2 (80% tepung pisang kepok:20% tepung porang), dan F3 (70% tepung pisang kepok:30% tepung porang). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu proses formulasi, uji organoleptik dan analisis proksimat, kadar gula dan serat pangan. Penelitian ini menggunakan panelis semi-terlatih sebanyak 35 orang yaitu mahasiswa/i Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sensori, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji mutu hedonik, ada perbedaan nyata pada warna, aroma, rasa, tekstur pada karakteristik es krim. Berdasarkan hasil uji hedonik, terdapat perbedaan nyata pada rasa dan tekstur es krim. Formula terbaik yang dipilih menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE) yaitu F2. Berdasarkan hasil uji kandungan gizi menunjukkan bahwa produk es krim memiliki kandungan energi 98 kkal per 100 g. Kandungan gula total 2,49% dan serat pangan 3,32%. Kandungan karbohidrat, protein, lemak dan gula total pada formula terpilih belum memenuhi SNI Es Krim 01-3713-1995 dan syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes. Sementara itu, komponen serat pangan berada diatas syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes.
STATUS ANTROPOMETRI DENGAN BEBERAPA INDIKATOR PADA MAHASISWA TPB-IPB Yunieswati, Wilda; Briawan, Dodik
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 9 No. 3 (2014)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.236 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2014.9.3.%p

Abstract

The objective of this study was to analyze the anthropometry status, and body fat percentage of first year students in IPB. The subjects of this study were 117 IPB first year students. The result shows that most of the male subjects has a normal body mass index (75.0%), normal waist circumference (87.5%) and normal waist-hip-ratio (93.8%). Most of the male subjects has a normal body fat percentage (37.5%). In the meanwhile, most of the female subjects has normal body mass index (83.2%), normal waist circumference (98.0%) and normal waist-hip-ratio (95.0%). Most of the female subjects had a normal body fat percentage (56.0%). There was a significant correlation between body mass index, waist circumference, waist hip ratio, and percentage of body fat (p<0.05). 
Nutritional Status, Health Status, and Work Productivity of Cocoa Farmers in Polewali Mandar, Indonesia Yunieswati, Wilda; Marliyati, Sri Anna; Setiawan, Budi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 15 No. 3 (2020)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.988 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2020.15.3.169-174

Abstract

The objective of this study was to analyze the associations between nutritional status, health status, other determining factors with work productivity of cocoa farmers. This cross-sectional study involved 58 male cocoa farmers aged 18–65 years old in two districts of Polewali Mandar. Data on food consumption and habit as well as health status were collected via structured interviews. While, blood pressure and anthropometric parameters were measured using standard equipment of blood pressure meter, weight scale, and height scale. Spearman’s test and Principal Components Regression (PCR) analysis were implemented to explore factors associated with farmers’ work productivity. There was no relationship between Body Mass Index (BMI) and work productivity. However, there was a significant positive association between central obesity with days of absent (r=0.275; p=0.037). We also found negativeassociation between blood pressure and the amount of cocoa picked daily (r=-0.366; p=0.005). PCR statistical analysis results showed that the amount of cocoa picked per day were significantly associated with smaller waist circumference, coffee consumption, and good exercise habit. While, decrease in consumption of fruits and vegetables was significantly associated with the number of absence days due to health problems. Thus, it can be concluded that work productivity of male cocoa farmers was associated with food consumption, physical activity, and lifestyle factors.
Relationships between Nutritional Status, Beverage Consumption Habits, and Disease Frequency in High School Students Yunieswati, Wilda; Kushargina, Rosyanne; Rizqiya, Fauza
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 18 No. Supp.1 (2023)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2023.18.Supp.1.117-119

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between nutritional status, beverage consumption habits, and disease frequency in high school students. Data were collected through an online questionnaire to explore the characteristics of the subjects: weight, height, beverage consumption habits, and disease frequency. The subjects were 78 students at SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, Banten. This study has discovered nutritional status and nutritious beverage consumption habits are not related to disease frequency (p>0.05). Meanwhile, herbal beverage consumption habits are related to disease frequency (p<0.05). The herbal drink contains antioxidants that can improve immunity and cause less frequent disease.
Pengembangan Produk Minuman Sinbiotik Yoghurt Kacang Kedelai (SOYGHURT) dengan Penambahan Kulit Melinjo (Gnetum Gnemon L.) Maharani, Cakra; Yunieswati, Wilda
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 17, No 01 (2025): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v17i01.8274

Abstract

Pangan menjadi bagian penting dalam kehidupan yang dapat berpengaruh dalam kehidupan. Namun dengan meningkatnya kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM), pangan tidak hanya menjadi pemenuhan kebutuhan gizi utama, tetapi juga menjadi pangan yang memiliki fungsi untuk kesehatan tubuh yang mengkonsumsinya sehingga dinamakan pangan fungsional. Sinbiotik, gabungan prebiotik dan probiotik, menjadi salah satu pangan fungsional yang jarang ditemukan di pasaran dan menarik untuk dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengembangan produk sinbiotik yoghurt sari kacang kedelai (soyghurt) dengan penambahan kulit melinjo (gnetum gnemon L.). Soyghurt dibuat dengan membuat satu kontrol dan tiga perlakuan, serta tiga kultur bakteri starter, yaitu Lactobacillus Bulgaricus, Streptococcus Thermophilis, dan Lactobacillus Acidophilus. Pembuatan soyghurt dimulai dari pembuatan sari kacang kedelai, lalu diinokulasi dengan sari kulit melinjo dan bakteri starter setelah dipasteurisasi. Parameter analisis meliputi uji organoleptik dan analisis kandungan gizi. Data yang dianalisis tidak berdistribusi normal sehingga menggunakan analisis kruskal wallis dilanjutkan uji lanjut mann-whitney, serta menentukan formula terpilih menggunakan Metode Perbandinag Eksponensial (MPE). Terdapat perbedaan antara F0 dengan F1, F2 dan F3 terhadap mutu warna, aroma, rasa, dan tekstur, namun tidak terdapat perbedaan antara F1, F2 dan F3. Hasil uji hedonik dan MPE didapatkan formula yang paling disukai adalah F2 (80 gr kacang kedelai dan 20 gr kulit melinjo) dengan hasil kandungan gizi energi total 78.08 kkal, kadar abu 0.54%, kadar lemak total 3.99%, kadar air 84.94%, karbohidrat 4.18%, kadar protein 6.36%, serat pangan 2.75%, dan total BAL 1.5x108dan takaran saji 125 ml.