Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sensitivitas Ekstrak Daun Rhizophora apiculata Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophila Henni Syawal; Yuharmen Yuharmen; Ronal Kurniawan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.932 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1467

Abstract

Tanaman mangrove Rhizophora apiculatamemiliki potensi yang sangat besar digunakan dalam bidang fitofarmakasebagai bahanantibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sensitivitas daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan 4 jenis bahan pelarut berbeda, yaitu etanol, air panas, etil asetat, dan n-heksana terhadap Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan pertama pembuatan ekstrakdaun R. apiculata dengan pelarut etanol 96%, yang selanjutnya dipartisi menggunakan pelarut air panas, etil asetat, dan n-heksana. Kemudian dilakukan uji sensitivitas (zona hambat)  ekstrak daunR. apiculata terhadap  A. hydrophila. Konsentrasi ekstrakdaun R. apiculata dari setiap jenis pelarut yang digunakan adalah 1000, 2000, 3000, 4000, 5000, 6000, 7000, 8000, 9000, 10000ppm, sebagai kontrol digunakan antibiotik oxytetracyclin, disc  blank yang digunakan berukuran 6mm. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan pelarut berbeda pada dosis 1000 sampai 10000 ppm mampu menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila, yakni berkisar antara 6,15-9,08 mm dengan pelarut etanol, air panas berkisar antara 6,20-8,50 mm, etil asetat berkisar antara 7,55-12,03 mm, dan n-heksana berkisar antara 6,15-8,45. Simpulan yang diperoleh bahwa ekstrak etil asetat lebih sensitif dibandingkan pelarut lainnya terhadap pertumbuhan A. hydrophila. Kata kunci :Rhizophora apiculata, Aeromonas hydrophila, Bahan Pelarut, dan                   Sensitivitas
Identifikasi Metabolit Sekunder Sekresi Jamur Lokal Tanah Gambut Riau Penicillium sp. LBKURCC34 Sebagai Antimikroba Yuana Nurulita; Yuharmen Yuharmen; Annisa Fitri; Iin Evita Sari; Dian Novita Sary; Titania Tjandrawati Nugroho
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n3.45994

Abstract

Penicillium sp. LBKURCC34 adalah jamur yang diisolasi dari tanah gambut hutan primer di Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSKBB), Cagar Biosfer di Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensinya sebagai penghasil antimikroba. Metode dilakukan melalui produksi metabolit sekunder dalam media cair, ekstraksi dalam larutan etil asetat, dan pemisahan ekstrak kasar dengan Kromatografi Kolom (CC). Ekstrak kasar dan fraksi diidentifikasi dengan KLT dan HPLC dan diuji aktivitas antimikrobanya dengan metode difusi cakram. Untuk mengidentifikasi senyawa aktif dilakukan uji fitokimia dan metode KLT-Bioautografi. Produksi tiga liter media menghasilkan 0,4 gram (0,0133% b/v) ekstrak etil asetat yang diidentifikasi sebagai terpenoid dan fenolat; dan mengandung senyawa semipolar berdasarkan uji KLT dan HPLC. Hasil KLT setelah disemprot dengan p-anisaldehida 0,5% menunjukkan adanya senyawa peptaibol (peptida). Ekstrak etil asetat dapat menghambat pertumbuhan kelima mikroba patogen yang diuji namun hanya 11-45% dibandingkan dengan kontrol positif. Uji bioautografi terhadap Escherichia coli menunjukkan noda aktif zona bening pada Rf sebesar 0,67. Sayangnya, dari Fraksi 1-5 yang terdapat noda dengan Rf 0,67 masih belum menunjukkan aktivitas berarti. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi struktur senyawa aktif dari isolat lokal ini.
Pengenalan Minyak Alpukat di SMKN 8 Pekanbaru Riryn Novianty; Jasril; Muhdarina; Silvera Devy; Yuharmen; Nuraini Ramadhani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1155

Abstract

SMKN 8 Pekanbaru merupakam salah satu sekolah yang harus melaksanakan pembelajaran online selama COVID-19. Salah satu jurusan yang paling diminati adalah jurusan tataboga yang mempelajari terkait dengan seni dalam menyiapkan, memasak dan menghidangkan makanan siap saji. Sehingga siswa diharuskan memiliki pengetahuan dalam ilmu pangan, nutrisi dan diet serta memiliki kreativitas dalam menyiapkan makanan yang menarik untuk dilihat. Adapun zat makanan yang penting dalam bidang kuliner dan diperlukan oleh tubuh adalah minyak. Minyak yang paling banyak digunakan adalah minyak dari pangan nabati. Hal ini dikarenakan minyak nabati memiliki nutrisi yang baik dan berpengaruh terhadap rasa maupun aroma pada makanan. satu jenis pangan nabati yang jarang untuk diolah dan digunakan sebagai minyak adalah buah alpukat. Berdasarkan literatur minyak pada buah alpukat banyak mengandung omega-3 selain itu, memiliki nutty quality dibandingkan dengan minyak zaitun tetapi agak sedikit grassy bite, sehingga sangat ideal untuk digunakan sebagai minyak untuk menumis, menggoreng ataupun ditambahkan pada makanan (seperti salad). Selain itu minyak alpukat juga sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti untuk perawatan rambut, kulit, menurunkan kadar low density lipoprotein (LDL) dan lain sebagainya. pengenalan minyak alpukat telah dilakukan secara luring kepada siswa tataboga di SMKN 8 Pekanbaru. Tim pengabdian melakukan demostrasi cara pembuatan minyak alpukat dan memberikan buah alpukat kepada peserta agar dapat dipraktekkan secara langsung. serta mampu meninggkatkan keterampilan siswa dalam mengolah makanan.
Biodegradasi Hidrokarbon Crude Oil di Kawasan PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu menggunakan Konsorsium Bakteri Indigen Riryn Novianty; Yuharmen Yuharmen
Sistem Informasi Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v13i2.5053

Abstract

Riau Province is one of the largest producing areas of crude oil. Drilling and refining petroleum often produce waste crude oil in large quantities. One method that can be used to degrade waste is biodegradation using a consortium of microorganisms. This study examined the effectiveness of a consortium of indigenous bacteria in degrading hydrocarbon compounds. Growth tests and the ability of isolates to degrade hydrocarbons were carried out by inoculating isolates in liquid Bushnell Haas media containing crude oil of about 5% and incubating for 16 days. The potency of the indigen bacterial consortium during the degradation process is influenced by several parameters, including pH, OD (Optical Density), dan CO2 observed on days 0, 4, 8, 12 and 16 days of incubation. KB4 is the superior consortium in degrading hydrocarbon crude oil. Based on the analysis using GC-MS instruments, the bacteria consortium can degrade two hydrocarbon compounds in crude oil.