Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

TARIAN LEKE WAI WO’OT DALAM PERKAWINAN ADAT DI DESA WATULIWUNG KECAMATAN KANGAE KABUPATEN SIKKA Dentis, Yosef
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5 No 1 (2020): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v5i1.1348

Abstract

Konsep maupun praksis kebudayaan mengandaikan suatu sistem pengetahuan yang kompleks karena di dalamnya termanifestasi berbagai unsur budaya. Salah satu di antaranya adalah tentang ritual-ritual adat yang dipandang memiliki nilai yang inheren bagi masyarakatpendukungnya. Bertolak dari pokok pikiran di atas, maka permasalahan pokok yang diajukan di dalam riset ini adalah isi kesadaran masyarakat Watuliwung terhadap tarian Leke Wai Wo’ot dan relevansinya terhadap adat perkawinan pada masyarakat setempat. Tujuan dari Penelitian ini adalah membangun intimitas dan melestarikan kearifan budaya lokal. Identitas budaya lokal mengandaikan nilai-nilai persatuan, kekeluargaan, persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan perilaku manusia peristiwa atau tempat secara jelas dan akurat. Pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebudayaan yang dianggap sebagai abstraksi dari keseluruhan kecakapan bertindak manusia telah diwarisi dari generasi ke generasi. Tarian Leke Wai Wo’at dalam adat perkawinan lokal merepresentasikan internalisasi nilai persatuan kesatuan, kekerabatan dan kebersamaan dalam ikatan kolektivitas.
KEBIASAAN BO BEDIL PADA SAAT ORANG MENINGGAL DUNIA DI DESA GOLO WEDONG KECAMATAN KUWUS BARAT KABUPATEN MANGGARAI BARAT Atul, Pius Hadino; Dentis, Yosef; Djandon, Maria Gorety
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7 No 1 (2022): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v7i1.1962

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana asal-usul kebiasaan bo bedil pada saat orang meninggal dunia? (2) Apa persepsi tua adat tentang perubahan dalam tradisi bo bedil pada saat orang meninggal dunia? Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui asal-usul kebiasaan bo bedil pada saat orang meninggal dunia (2) mengetahui persepsi tua adat tentang perubahan dalam tradisi bo bedil pada saat orang meninggal dunia.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan teknik: (1) Wawancara (2) Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Sesuai dengan fokusnya, maka yang menjadi subjek penelitian ini terdiri dari informan kunci daninforman pendukung, yang terdiri dari Tua golo, Tua tembongsekaligusTua teno, dan informan pendukung dari warga Desa Golo Wedong.Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi bo bedil pertama kali ada sejak zaman penjajahan dan persepsi tua adat mengenai perubahan dalam tradisi bo bedil, bahwa perubahan itu terjadi karena perkembangan zaman yang semakin pesat dengan munculnya teknologi baru untuk memudahkan segala kegiatan manusia.
ALAT MUSIK TRADISIONAL SASANDO DI TENGAH MARAKNYA INDUSTRI MUSIK MODEREN DI DESA BOLATENA KECAMATAN LANDU LEKO KABUPATEN ROTE NDAO Rully, Elda Elodia; Dentis, Yosef; Anita, Anita
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2889

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut 1) Bagaimana upaya mengatasi alat musik Tradisional Sasando di tengah maraknya Industri alat musik moderen di Desa Bolatena Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao. 2) Apa nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando di Desa Bolatena Kecamatan Landu leko Kabupaten Rote Ndao. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui alat musik tradisional Sasando di tengah maraknya industri musik moderen 2) untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando di desa Bolatena Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pengumpulan data, redukasi data, (data reducation ), pengajian data (dispalai data ) dan verifikasi atau penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) upaya mengatasi alat musik Tradisonal Sasando di tengah maraknya indutri musik moderen yaitu: (1) upaya upacara adat 2) melalui penjemputan tamu penting yang berasal dari luar daerah 3) upaya mengajak siswa siswi dan kaum remaja untuk mempelajari alat musik Sasando. Sementara itu nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando, 1) Nilai budaya 2) Nilai histori 3) Nilai estetik.
DINAMIKA SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DALAM RITUS LOHOR ME DESA TEKA IKU KECAMATAN KANGAE KABUPATEN SIKKA Dentis, Yosef
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2993

Abstract

Manusia dan kebudayaan merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena manusia adalah pendukung keberadaan suatu kebudayaan. Manusia lahir dan hidup di dalam suatu kebudayaan tertentu. Hidup manusia tidak hanya berjalan, tetapi dia mengerti ,menguasai dan campur tangan terhadap lingkungannya. Manusia diciptakan oleh kebudayaan tertentu dan didalam lingkungan kebudayaan tertentu. Manusia lahir didunia ini belum dikatakan manusia melainkan harus dijadikan manusia. Kebudayan suatu masyarakat harus senantiasa memiliki fungsi yang dapat menunjang pemenuhan kebutuhan bagi para anggota pendukung kebudayaan. Bertolak dari pokok pikiran di atas maka permasalahan yang dipaparkan dalam riset ini adalah berakar dari dinamika sosial budaya yang membawa dampak pada tatanan inovasi kehidupan masyarakat di desa Teka Iku Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka Tujuan dari penelitian ini adalah memotret pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan yang membawa pada perubahan pola perilaku dan tingkahlaku yang mengandalkan pendekatan sosial budaya pada masyarakat masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mendeksripsikan perilaku manusia dan identitas lingkungan yang secara factual dan jelas. Pengumpulan data melalui Teknik wawancara, dokumentesi, observasi . hasil penelitian menunjukan bahwa kebudayaan sebagai sesuatu yang sangat urgen dan nyata komunikasi masyarakat yang membentuk kepribadian kebudayaan yang selalu membawa pada perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan kehidupan zaman. Dinamika sosial budaya masyarakat desa Teka Iku adalah bentuk gerak hidup dan mobilitas interaksi nyata yang selalu membawa pada perubahan.
RITUAL LODONG ANA : PENGUKUHAN MARGA ANAK SUKU LIWUN DI DESA BALUKHERING KECAMATAN LEWOLEMA KABUPATEN FLORES TIMUR Liwun, Antonius Dugo; Dentis, Yosef; Sulaiman, Hasti
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 2 (2023): Sajaratun. Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i2.3629

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses ritual Lodong Ana sebagai pengukuhan marga anak suku Liwun di Desa Balukhering Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur? 2) Apa makna dari ritual Lodong Ana sebagai pengukuhan marga anak suku Liwun di Desa Balukhering Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur? 3) Apa fungsi dari ritual Lodong Ana sebagai pengukuhan marga anak suku Liwun di Desa Balukhering Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur? Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui proses, makna dan fungsi dari ritual Lodong Ana sebagai pengukuhan marga anak suku Liwun di Desa balukhering Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunkan metode penelitian deskriptif kualitatif.Subjek dalam penelitian ini 1 orang kepala suku dan 2 orang ibu-ibu yang pernah mengalami atau melaksakan ritual Lodong Ana sebagai informan kunci sedangkan informan pendukung terdiri dari satu orang kepala keluarga yang mewakili keluarga yang pernah melakukan ritual Lodong Ana dan dua orang para tetua dari suku Liwun. Karena mereka inilah yang berhubngan langsung dengan pelaksanaan ritual Lodong Ana. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Reduksi Data 2) Penyajian Data (Display) 3) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: ritual Lodong Ana yang dilakukan oleh suku Liwun merupaka ritual pengukuhan marga anak yang baru lahir menjadi anggota suku Liwun yang sah menurut adat. Dalam Ritual Lodong Ana memiliki tiga tahapan dalam pelakasanaanya, yaitu pra upacara, upacara inti, dan upacara penutup. Fungsi ritual Lodong Ana dalam masyarakat adat Desa Balukhering khususnya suku Liwun yaitu fungsi religi , fungsi solidaritas dan fungsi persatuan.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBUATAN RUMAH ADAT PADA MASYARAKAT KAMPUNG WOLOROWA KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA Itu, Maria Andriani; Dentis, Yosef; Se, Bonaventura R. Seto
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4372

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pembuatan rumah adat pada masyarakat Kampung Wolorowa Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada? 2) Apa saja nilai-nilai pendidikan karakter dalam proses pembuatan rumah adat di Kampung Wolorowa Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada? Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui bagaimanakah proses pembuatan rumah adat pada masyarakat Kampung Wolorowa Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. 2) Untuk mengetahui apa saja nilai-nilai pendidikan karakter dalam proses pembuatan rumah adat di Kampung Wolorowa Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Sarasedu dengan jumlah informan sebanyak 3 orang key informan (tokoh adat, tokoh masyarakat dan masyarakat). Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) pengumpulan data, 2) Reduksi Data, 3) Display Data (penyajian data), 4) Verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukan bahwa: Rumah adat (sa,o adha) adalah rumah adat yang pada dasarnya berbentuk seperti panggung dan material pembangunan mengunakan kayu, bambu, alang-alang, ijuk dan batu. Rumah adat di kampung Wolorowa tediri dari tiga bagian yaitu, ruang inti (one), ruang tengah (teda one) dan ruang depan (teda wewa). Ada tiga tahap dalam proses pembuatan rumah adat yaitu persiapan, inti dan penutup, dan 6 nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam proses pembuatan rumah adat yakni nilai pendidikan karakter Religius, Peduli Sosial, Tanggung Jawab, Kedisiplinan, Demokratis, Dan Kreatif. Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam proses pembuatan rumah adat tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terlibat dalam proses pembuatan rumah adat.
HISTORIOGRAFI DESA TEKA IKU DALAM REKAM JEJAK POTRET LAWATAN SEJARAH DAN KEMAH ILMIAH MAHASISWA SEJARAH FKIP UNIVERSITAS FLORES Dentis, Yosef
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4566

Abstract

Penelitian ini membahas tentang rekam jejak potret perjalanan aktivitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dalam Kemah Ilmiah dan Lawatan Sejarah ,Historiografi Dinamika Kehidupan Masyarakat Desa Teka Iku Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka. Masyarakat nusantara adalah bentukan masyarakat atau hasil pembentukan melalui proses waktu panjang yang telah ditempuh oleh semua kelompok masyarakat menurut jenis dan intensitas pengaruh berlainan. Konsep masyarakat Indonesia tumbuh dari suatu proses perjalanan masa yang panjang oleh betukan sejarah,k keanekaragaman dan keseragaman tradisi, serta modernisasi untuk sampai pada keadaan seperti sekarang ini. Tentang hal itu, kajian tentang masyarakat Indonesia sudah banyak dilakukan oleh para ilmuwan, termasuk ilmuwan sosial.Pada masa konolial iala memperoleh pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan penduduk pribumi untuk berbagai kepentingan pemerintah jajahan, sedangkan dalam masa mengisi kemerdekaan ini bertujuan untuk meningkatkan persatuan dan mendukung pembangunan melalui modernisasi masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mendeksripsikan perilaku manusia dan identitas lingkungan yang secara factual dan jelas. Pengumpulan data melalui Teknik wawancara, dokumentesi, observasi . hasil penelitian menunjukan bahwa kebudayaan sebagai sesuatu yang sangat urgen dan nyata komunikasi masyarakat yang membentuk kepribadian kebudayaan yang selalu membawa pada perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan kehidupan zaman dalam sejarah perjalanan manusia.
PERAN LEMBAGA ADAT DU’A MO’AN WATU PITU-MAHE UDEK RANG HUBIN DESA TEKA IKU MAUMERE (MAKNA REKONTRUKSI SEJARAH) Dentis, Yosef
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 10 No 1 (2025): SAJARATUN: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran Lembaga Adat Du’a Moan Watu Pitu serta konsep Mahe Udek Rang Hubin dalam kehidupan masyarakat desa Teka Iku Maumere, sebagai upaya merekonstruksi sejarah dan identitas budaya lokal. Lembaga ini memegang fungsi sentral dalam menjaga nilai-nilai tradisi, hukum adat, serta relasi sosial antarwarega, terutama dalam kontek ritus, pewarisan tanah, dan struktur kekuasaan lokal. Konsep Mahe Udek Rang Hubin dipahami sebagai simbol keterikatan kekerabatan, pengabdian, dan tangunggjawab kolektif antar komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil studi menunjukan bahwa rekonstruksi sejarah melalui praktik adat dan narasi lisan menjadi sarana penting dalam memperkuat jati diri masyarakat serta melestarikan kearifan lokal yang terancam oleh perubahan zaman. Dengan demikian, peran Lembaga Adat dan Simbolisme budaya lokal menjadi fondasi dalam merawat kesinambungan sejarah dan identitas masyarakat desa Teka Iku.  
The Art of Ikat Weaning, Women, and the Transformation of Changes in Community's Socio-Cultural Life Sikka Maumere Flores NTT (Historical, Social, and Cultural Studies) Dentis, Yosef
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 12, No 1 (2024): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v12i1.8887

Abstract

This research discusses the art of Ikat weaving, women, the meaning, and context of changes in the social cultural life of the people of Sikka Maumere Flores, NTT. The study uses qualitative descriptive methods in order to answer all the main problems in research using interview, observation, and documentation techniques. The main problem is the lack of actualization of growth and changes in Ikat Weaving Arts activities and contributions to society. The aim of the research is to find positive solutions for historical, socio-economic, and cultural change in Sikka Maumere. Sikka women are used as symbols who have a sense of artistry and are always articulate in weaving activities, showing a partner system that conveys the truth of the Flores tribe as an integral part of the Indonesian nation, directed at partners and co-workers with local cultural identity. The results of the research are significant: Women have had a positive impact on changes in Sikka Maumere Women's and Weaving Arts activities as an effort to preserve and develop a culture that adopts a global mindset but still acts to maintain local wisdom.
The Role of Academic Historians in Growing National and State Awareness Reflections Record Tracks in Remembering Historical Events: Media, Methods of Field Trips in the Soekarno Porch and Historiography of Introduction to History Yosef Dentis
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 2 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i2.4853

Abstract

This research identifies the study of Intermediate Learning in History by helping students get to know historical knowledge directly and making history learning more real, clear, viral, interesting, and lively. It also helps sensitivity to the problems of the community environment outside the campus towards causal relationships that make history learning more permanent. This article was prepared using a qualitative descriptive research method. Data collected through direct and in-depth interviews and supported by archival documentation of photos and recordings. Research has found that the location of Serambi Soekarno is lacking and has not even been widely known and interested by the community, both the campus community and the wider community. The use and application of media and work-tour learning models in historical tours is a top program for students of the History Education Study Program in adding innovative and advanced means of enjoyment and interest in learning. Some of the studies that will be raised regarding: Profile of the Soekarno Porch, Function of Learning Media in the Soekarno Porch, The Role of Campus Communities and Academic Historians in Utilizing the Soekarno Site as a Collective Study of Introduction to History. Seeing the learning model with field trips gives innovative meaning in learning real history and rebuilding the history and oral traditions of local communities.