Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Fasilitasi Kesehatan Pencegahan Hipertensi di Kampung Nangleng, Desa Lemah Duhur, Kabupaten Bogor Stefani Yulita Leftungun; Ayu Suranti Listriyani; Dini Auliana Manenti; Felix Sandya; Intan Cahyani; Luqman Yoga Prawira; Sabiha Mawaddah Sopian; Winanda Alifiana; Nina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 02 Nomor 03 Juli 2023
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v2i3.115

Abstract

Latar belakang: Angka prevalensi hipertensi di Provinsi Jawa Barat merupakan angka prevalensi hipertensi tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya yang ada di Indonesia, yaitu sebesar 39,6%. Kota Bogor merupakan kota atau kabupaten di Jawa Barat yang memiliki jumlah penderita hipertensi tertinggi, yaitu sebanyak 830.741 orang. Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membangkitkan semangat peserta untuk menambah pengetahuan dan memperbaiki aktivitas fisik serta pola makan melalui program CERDIK. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan menggunakan metode fasilitasi dengan pendekatan FGD melalui media lembar balik. Hasil: Hasil pre-test dan post-test dimana dari 14 ibu-ibu usia produktif sebanyak ada 9 peserta (64,28%) yang pengetahuannya cukup baik. Setelah dilakukan penjelasan dengan media lembar balik didapatkan peningkatan pengetahuan menjadi 80% atau 11 peserta (78,57%) pengetahuan baik tentang hipertensi. Kesimpulan: Dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu-ibu tentang pencegahan hipertensi di Kampung Nangleng, Desa Lemah Duhur, Kabupaten Bogor.
Peningkatan Literasi Kebijakan Kesehatan pada Remaja untuk Mencapai Ketahanan Kesehatan di Jabodetabek Astrid Novita Haryanto; Nina; Nur Rizky Ramadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 02 Nomor 03 Juli 2023
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v2i3.119

Abstract

Latar Belakang: Masalah perilaku kesehatan remaja meliputi konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, pola makan sehat, sanitasi atau kebersihan pribadi atau sekolah atau kesehatan reproduksi, kesehatan mental remaja, kesehatan reproduksi, aktivitas fisik, dan merokok. Survei literasi pertama di Indonesia tahun 2013-2014 menunjukkan bahwa 64% dari 1.029 responden memiliki tingkat literasi kesehatan yang rendah (tidak memadai dan bermasalah), dan proposisi mayoritas berusia 15-18 tahun (72%). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kompetensi kepada remaja/siswa dan guru agar secara mandiri mampu melakukan perilaku preventif dan juga penanganan masalah kesehatan dasar yang berkaitan dengan remaja sehingga status kesehatan remaja di wilayah Jabodetabek. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi kegiatan sosialisasi, FGD, pre and post-test dan deklarasi komitmen. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 3 SMA dan SMK di wilayah Jabodetabek. Hasil: Kegiatan peningkatan literasi dan advokasi kesehatan masyarakat pada remaja di 3 (tiga) sekolah telah terlaksana dengan baik dan mendapat respon positif dan baik dari pihak sekolah, dan peserta (siswa) yang mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian besar dari mereka menunjukkan bahwa para peserta dapat berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan pendidikan. Sebagai hasil dari kegiatan ini, beberapa komitmen diajukan dan disepakati oleh kedua belah pihak. Kesimpulan: Terjadinya perubahan pengetahuan dari para peserta pada saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Tindak lanjut dari keberlanjutan program pengabdian masyarakat ini adalah dengan penguatan sistem monitoring dan evaluasi komitmen sekolah.
Baju Rompi (Berantas Nyamuk dengan Lilin Aroma Therapy) Nina; Dinda Fenia Sindhi Rahayu; Firda Azkia Rahma; Mutiara Nandini; Ratu Alfiyatul Bariyah; Luqman Yoga Prawira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume Nomor 02 Nomor 04 Oktober 20
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v2i4.139

Abstract

Latar belakang: Peningkatan kasus DBD di Indonesia membuat banyak produsen menciptakan produk pengusir nyamuk hingga alat dan obat yang dapat untuk membunuh nyamuk dengan berbagai jenis produk dan merek. Namun produk yang banyak di jual di pasaran, dapat dikatakan kurang baik bagi kesehatan dikarenakan banyak mengandung bahan insektida atau bahan kimia lain yang kurang ramah lingkungan. Tujuan: Memberikan fasilitas kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan DBD melalui Program Gerakan Sehat Lingkungan (GERSLING) dengan Baju Rompi (Berantas Nyamuk dengan Aedes aegypti). Metode: Metode pelaksanaan adalah ceramah, dengan melalui permainan engklek dan lagu “AYO CEGAH DBD. Hal tersebut dikarenakan motorik kasar merupakan salah satu perkembangan anak usia dini yang penting untuk menunjang aktivitas anak secara fisik. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan anak-anak kelas 6 untuk melakukan kegiatan fasilitasi dengan metode ceramah, lembar balik, Poster dan pembuatan produk lilin aroma therapy. Penyampaian informasi dengan poster diharapkan dapat diterapkan dengan baik oleh anak-anak dalam pencegahan DBD. Hasil: Tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan fasilitasi kesehatan dari 72 siswa/siswi (72%) dengan tingkat pengetahuan baik sebelum diberikan fasilitasi meningkat menjadi 89 responden (89%). Untuk variabel tingkat pengetahuan cukup, yang sebelum diberikan fasilitasi yaitu sebanyak 25 siswa/siswi (25%) menjadi 10 siswa/sisiwi (10%). Dan untuk variabel tingkat pengetahuan  kurang terjadi penurunan yang sebelumnya sebanyak 3 responden (3%) menjadi 1 responden (1%). Kesimpulan: Pemberian materi serta diskusi dalam fasilitasi kesehatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa- siswi dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue.
Sosialisasi Modul Diet Triple J Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2022 Judika Pakpahan; Nina; Gina Octavianie; Tari Maspupah; Trinita Debora Siagian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 03 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v3i1.174

Abstract

Pendahuluan: Pola Makan menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dan berhubungan erat dengan kejadian diabetes, dengan kata lain bahwa pola makan yang buruk memiliki 10 kali lipat risiko terhadap kejadian diabetes melitus (DM) terutama DM Tipe 2. Penatalaksanaan diet pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Cibinong yang baik harus menjadi perhatian yang serius. Salah satu alternatif masalah untuk penatalaksanaan diet pasien diabetes adalah dengan modifikasi diet Triple J (3J), yaitu jadwal makan, jenis makan, dan jumlah makanan. Tujuan: Untuk memberikan alternatif penyelesaian masalah pola makan dengan modul diet Triple J kepada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cibinong. Metode: Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialiasi tentang modul Triple J. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Puskesmas Cibinong Kabupaten Bogor. Kegaiatan dilaksanakan pada  18 November tahun 2022. Populasi target kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peserta klub program pengelolaan penyakit  kronik (Prolanis). Peserta kegiatan dihadiri oleh 14 orang peserta klub Prolanis. Materi sosialisasi penyuluhan ini adalah diet pasien diabetes melitus dengan pedoman 3J yang dikemas dalam sebuah modul. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah sosialisasi modul, diskusi  dan tanya jawab. Media yang digunakan dalam sosialisasi adalah modul dan leaflet. Evaluasi hasil pengababdian kepada masyarakat dilakukan dengan pemberian pre-test dan post-test kepada kelompok sasaran. Hasil: Dari hasil evaluasi kegiatan 12 dari 14 peserta mengalami peningkatan sebesar 27,14% hasil post-test dari hasil pre-test, yang artinya penyuluhan berdampak pada pengetahuan peserta, hal tersebut terbukti dari persentase banyaknya jumlah jawaban yang benar saat setelah dilakukan penyuluhan. Responden dapat mengetahui dan menjawab pertanyaan dengan benar, terutama dalam hal pemilihan jenis, jumlah dan jadwal makan pada penderita diabetes melitus. Kesimpulan: Setelah kegiatan pengabdian masyarakat selesai yang dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, maka dapat disimpulkan bahwa responden yang mengikuti kegiatan dapat memahami modifikasi diet 3J bagi penderita diabetes melitus.
Fasilitas Kesehatan Tangga Manis untuk Pencegahan Diabetes Mellitus pada Anak di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tapos, Depok: The 'Sweet Ladder' Health Facility as a Preventive Measure for Diabetes Mellitus Among Children in the Service Area of UPTD Tapos Primary Health Center, Depok Nina; Hidayat; Cici Demiyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume Nomor 02 Nomor 04 Oktober 20
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v2i4.231

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya Diabetes Melitus (DM), kini tidak hanya menyerang usia dewasa, tetapi juga mulai muncul pada usia anak-anak. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, serta minimnya aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar. Upaya pencegahan sejak dini menjadi sangat penting dilakukan melalui pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik anak. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang gaya hidup sehat dan risiko penyakit DM melalui media permainan edukatif yang menyenangkan. Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 7 Januari 2023 di Posyandu Anggrek RW 11, Kelurahan Tapos, Kota Depok, dengan melibatkan 24 anak sebagai peserta. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap: observasi awal dan pengumpulan data, pelaksanaan permainan edukatif “Tangga Manis” sebagai media intervensi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Media “Tangga Manis”, yang dimodifikasi dari permainan ular tangga dengan muatan edukasi seputar DM, berhasil menarik minat peserta dan menciptakan suasana belajar yang interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan setelah permainan dilakukan. Selain itu, anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, memahami pesan kesehatan yang disampaikan, dan mampu menyebutkan kembali contoh makanan sehat serta perilaku pencegahan DM. Kesimpulan: Permainan “Tangga Manis” terbukti efektif sebagai media edukasi kesehatan yang menyenangkan dan mudah diterima oleh anak-anak. Media ini dapat dijadikan salah satu strategi promotif dan preventif dalam mengedukasi anak usia dini mengenai bahaya diabetes dan pentingnya pola hidup sehat.
Fasilitas Kesehatan Remaja Siaga Cegah Diabetes (FRESHIMA) pada Santri Yayasan Cahaya Yatim Al-Ikhlas Bogor: Adolescent Health Education Facility “FRESHIMA” for Diabetes Prevention Among Santri at Cahaya Yatim Al-Ikhlas Foundation, Bogor Nina; Hidayat; Cici Demiyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 03 Nomor 03 Juli 2024
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v3i3.232

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi Diabetes Melitus Tipe 2 (T2DM) di kalangan remaja meningkat akibat gaya hidup tidak sehat, termasuk konsumsi minuman berpemanis dan rendahnya kesadaran gizi. Perilaku ini banyak dijumpai pada anak dan remaja di lembaga pendidikan dan asrama.. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai risiko konsumsi gula berlebih serta upaya pencegahan T2DM melalui edukasi interaktif berbasis fasilitasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Cahaya Yatim Al-Ikhlas, Bogor, pada 25 Agustus 2024 dengan melibatkan santri sebagai peserta. Intervensi dilakukan menggunakan metode fasilitasi seperti ceramah interaktif, simulasi membaca label nutrisi, diskusi ORIK, serta kompetisi edukatif dengan media lembar balik FRESHIMA. Evaluasi dilakukan melalui observasi awal dan post-test. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran santri dalam mengenali kandungan gula dalam minuman serta dampaknya terhadap kesehatan. Santri mampu menyebutkan gejala awal T2DM, menghitung kadar gula berdasarkan label nutrisi, dan menunjukkan preferensi terhadap pilihan minuman yang lebih sehat. Antusiasme tinggi juga ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam simulasi dan kompetisi kelompok. Kesimpulan: Program FRESHIMA efektif dalam meningkatkan pemahaman dan mendorong perubahan perilaku konsumsi santri melalui pendekatan edukatif-partisipatif. Edukasi berbasis simulasi dan visual terbukti menjadi strategi yang tepat untuk memperkenalkan pencegahan T2DM sejak usia remaja.
Fasilitas Kesehatan Pencegahan Diabetes Mellitus dengan Media “Tangga Manis” pada Siswa SDN Pamekang, Serang: Diabetes Mellitus Prevention Through the “Tangga Manis” Educational Game Among Students of SDN Pamekang, Serang Nina; Hidayat; Andreanda Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume Nomor 02 Nomor 04 Oktober 20
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v2i4.233

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 (T2DM) di kalangan remaja meningkat akibat gaya hidup tidak sehat, termasuk konsumsi minuman berpemanis dan rendahnya kesadaran gizi. Perilaku ini banyak dijumpai pada anak dan remaja di lembaga pendidikan dan asrama. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai risiko konsumsi gula berlebih serta upaya pencegahan T2DM melalui edukasi interaktif berbasis fasilitasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Cahaya Yatim Al-Ikhlas, Bogor, pada 25 Agustus 2024 dengan melibatkan santri sebagai peserta. Intervensi dilakukan menggunakan metode fasilitasi seperti ceramah interaktif, simulasi membaca label nutrisi, diskusi ORIK, serta kompetisi edukatif dengan media lembar balik FRESHIMA. Evaluasi dilakukan melalui observasi awal dan post-test. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran santri dalam mengenali kandungan gula dalam minuman serta dampaknya terhadap kesehatan. Santri mampu menyebutkan gejala awal T2DM, menghitung kadar gula berdasarkan label nutrisi, dan menunjukkan preferensi terhadap pilihan minuman yang lebih sehat. Antusiasme tinggi juga ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam simulasi dan kompetisi kelompok. Kesimpulan: Program FRESHIMA efektif dalam meningkatkan pemahaman dan mendorong perubahan perilaku konsumsi santri melalui pendekatan edukatif-partisipatif. Edukasi berbasis simulasi dan visual terbukti menjadi strategi yang tepat untuk memperkenalkan pencegahan T2DM sejak usia remaja.
Upaya Pencegahan Hipertensi Usia Produktif dengan Media Booklet GEBRAK SEHATI di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tapos Nina Nina; Widya Rachma Pramudita; Fadhillah Fathan; Alicia Hera Ramadhani; Rizky Aranda; Miranti Blandin Laleda; Muhammad Gian Purnama
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v7i1.1444

Abstract

The prevalence of hypertension in Indonesia continues to rise, affecting not only the elderly but also young adults. Preliminary studies indicate that the low public interest in health promotion is a major factor contributing to the increased risk of hypertension among individuals in their productive years. Based on the results of Field Study Practice (PBL) stages 1 and 2, this issue stems from the use of less engaging media. To address this problem, a health education program titled Gerakan Berantas Hipertensi untuk Usia Produktif (GEBRAK SEHATI) was conducted on July 31, 2024, in the service area of UPTD Puskesmas Tapos, with 18 participants. The program aimed to increase public interest and participation in preventing and managing hypertension. The method employed was Focus Group Discussion (FGD) using flip charts and booklet dissemination. The results showed a significant improvement in participants' understanding, with the average pre-test score of 80 increasing to 90 in the post-test. This improvement indicates that the GEBRAK SEHATI program successfully enhanced public awareness and understanding of hypertension. It is hoped that with continued and effective educational methods, this program will further improve public interest in health promotion, thereby reducing the prevalence of hypertension among productive-age individuals.