Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PENGETAHUAN, KETERSEDIAAN FASILITAS DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PENERAPAN KEBIASAAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KELURAHAN SUKAMAJU BARU TAHUN 2022 Nathasya Echa Indriani; Nur Rizky Ramadhani; Nina Nina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2023): MARET
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v11i2.37665

Abstract

Handwashing with soap (CTPS) is a way to remove dirt and dust from both hands with water and soap. CTPS is very useful for preventing various diseases that cause death, for example Diarrhea and Upper Respiratory Tract Infection which are very often the cause of death in children. In addition, there are also several diseases caused by the lack of habit of washing hands with soap such as Hepatitis, Covid-19, Skin and Eyes. This study aims to determine the relationship between knowledge factors, availability of facilities and support from health workers to the implementation of handwashing habits with soap in the region of sukamaju baru in 2022. This research method is descriptive quantitative using a cross sectional design. The sampling technique in this study was simple random sampling and 67 samples were obtained. The data used is primary data disseminated through online questionnaires. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the Chi-square test. Based on statistical tests, there is 1 variable that shows a relationship, namely Knowledge with p-value = 0.010 (p<0.05) with OR = 0.240, while there are two variables that show no relationship, namely the availability of facilities with p-value = 0.417 (p>0.05) and health worker support with p-value = 0.135 (p>0.05). Based on the results of the study, it is hoped that the puskesmas with the Sukamaju Baru Village together with community leaders can work together to increase community knowledge in Sukamaju Baru Village by holding counseling and monitoring evenly in each RW so that more and more people have good knowledge and habits, especially in maintaining personal hygiene and health.
ANALISIS PERILAKU KESELAMATAN MENGEMUDI (SAFETY DRIVING) PADA PENGEMUDI DI PT. LEO JAYA TRANS Atila Sonmax; Nina; Marwanto; Haerul Anwar
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan lalu lintas masih banyak terjadi di Indonesia sehingga menimbulkan angka kematian yang cukup tinggi, safety driving merupakan cara yang efektif untuk menurunkan angka kejadian kecelakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan, pengalaman mengemudi, pelatihan mengemudi dan istirahat kerja terhadap perilaku safety driving di PT. Leo Jaya Trans Tahun 2021. Metode penelitian kuantitatif dengan desain pengumpulan data cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pengemudi yang berjumlah 51 orang, teknik pengambilan sampel adalah total populasi. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari pengisian kuisioner dan data sekunder yang bersumber dari PT Leo Jaya Trans. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan tingkat pendidikan (P-value=0,265 dan OR=1,9), pengalaman mengemudi (P-value=0,002 dan OR=16,933), pelatihan mengemudi (P-value=0,002 dan OR=6,735) dan istirahat kerja (P-value=0,004 dan OR=5,625) terhadap perilaku aman berkendara (safety driving). Di harapkan pihak PT Leo Jaya Trans selalu memberikan sosialisasi kepada pengemudi nya terkait masalah istirahat kerja yang sesuai bagi pengemudi, agar menciptakan produktivitas kerja yang optimal. Proses perekrutan pengemudi dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman kerja pengemudi. Pelatihan pelayanan dan keamaan mengemudi harus dilaksanakan secara berkala, sehingga mampu meminimalisir resiko kecelakaan.
Pengendalian Diri, Lingkungan dan Sumber Informasi terhadap Perilaku Seksual Remaja Anak Jalanan nina nina; Ajeng Setianingsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v7i04.171

Abstract

Abstrak Dinas Sosial tahun 2015, mencatat jumlah anak jalanan di Jawa Barat mencapai 6.899 anak dan 525 anak diantaranya berada di Kota Depok. Berdasarkan hasil studi pendahuluan ditemukan 8 dari 10 anak jalanan mengaku pernah dan telah berpacaran dengan bentuk perilaku seksual yang dilakukan antara lain; perpegangan tangan, berpelukan, berciuman dan 6 dari 10 anak jalanan mengaku telah melakukan hubungan seksual dengan partner seks mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengendalian Diri, Lingkungan dan Sumber Informasi Terhadap Perilaku Seksual Remaja Anak Jalanan di Kota Depok Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional dan analisa data secara univariat dan bivariat. Populasi adalah seluruh anak remaja jalanan di Kota Depok usia 10-19 tahun pada tahun 2017 yang telah terdata oleh Dinas Sosial Kota Depok yaitu sebanyak 333 orang, dipilih menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang mulai tanggal 4-11 Mei 2018 diberbagai titik disekitar Kota Depok seperti terminal, lampu merah, stasiun dan tempat yang sering dijadikan tempat berkumpulnya anak jalanan di Kota Depok. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada hubungan antara pengendalian diri (p-value= 0.006), sumber informasi (p-value= 0.021) dan lingkungan (p-value= 0.014) Terhadap Perilaku Seksual Remaja Anak Jalanan di Kota Depok Tahun 2017. Diperlukan kerjasama berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan perilaku seksual remaja anak jalanan di Depok yang lebih baik, melalui peningkatan pengetahuan dan keberadaan sumber informasi diharapkan mampu meningkatkan pengendalian diri remaja anak jalanan serta adanya penjaringan kesehatan pada kelompok berisiko sedini mungkin untuk menghindari penyebaran penyakit seksual serta faktor risiko lainnya.
Hubungan Pengetahuan, Sarana, dan Sosial Ekonomi dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada Masyarakat nina nina
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v8i01.206

Abstract

Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) termasuk salah satu contoh yang tidak sehat, sebagai upaya untuk merubah perilaku buang air besar yang masih belum memenuhi syarat kesehatan diperlukan berbagai strategi yang salah satunya adalah melalui penyuluhan. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat harus melaksanakan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan setiap individu, keluarga, dan lingkungan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara buang air besar sembarangan (BABS) dengan pengetahuan, sarana, dan sosial ekonomi di Desa Tugu Utara Dusun Rawa Gede Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain Cross Sectional berdasarkan perhitungan besar sampel, maka besar sampel minimal yang dibutuhkan adalah 98 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Analisis menggunakan Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan P=0,026; OR=0,382, sarana P=0,025; OR=384, sosial ekonomi P=0,004; OR=3,735 dengan perilaku buang air besar sembarangan. Salah satu strategi untuk menyelesaikan masalah buang air besar sembarangan (BABS) adalah open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan (stop BABS). Melihat keterbatasan di Desa TuguUtara Dusun Rawa Gede dibutuhkan sistem gotong royong dari setiap aspek pembangunan di Desa. Mengubah kesadaran masyarakat dengan cara menjelasakan bagaimana akibat dari buang air besar sembarangan (BABS).
Determinan Efektivitas Program Kader Kesehatan Remaja di SMAN 01 Dramaga Bogor Nina Nina; Rahmat Supriyatna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i02.948

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada remaja lebih banyak karena kecenderungan untuk berperilaku berisiko. Pemerintah melalui Kemenkes RI mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas dengan pelayanan komprehensif seperti kegiatan Posyandu atau Kader Kesehatan Remaja (KKR) di lingkungan Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan, peran tenaga kesehatan, motivasi dan dukungan guru Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap efektivitas program KKR di SMAN 01 Dramaga Bogor tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan analisis regresi logistik berganda. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Oktober 2020. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dalam format google form. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 01 Dramaga yang aktif menjadi KKR dengan pengambilan sampel menggunakan metode incidental sampling dan diperoleh sebanyak 96 responden. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh promosi kesehatan (Pv=0,000; OR=5,070), tenaga kesehatan (Pv=0,011; OR=4.280), motivasi (Pv=0,000; OR=11,000) dan dukungan guru BK (p-value=0,010; OR=3.021) dengan efektivitas program KKR. Analisis multivariat menunjukkan bahwa promosi kesehatan menjadi variabel paling dominan yang berpengaruh terhadap efektivitas Program KKR (B=0,377; Pv=0,000). Diperlukan adanya tinjauan manajemen pelaksanaan program KKR yang disertai pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bekerjasama berinovasi mewujudkan efektivitas program KKR.
Beban Kerja, Dukungan Rekan Kerja, Lingkungan Kerja dan Iklim Kerja terhadap Tingkat Stres Kerja Perawat Anna Riana; Nina Nina; Rindu Rindu
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i02.1334

Abstract

Stres kerja dapat mengakibatkan karyawan merasa tertekan dalam menghadapi pekerjaan dan bisa menurunkan kinerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besaran pengaruh beban kerja, dukungan rekan kerja, lingkungan kerja dan ikllim kerja terhadap tingkat stress perawat puskesmas dalam penanganan COVID-19. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan Struktural Equation Modelling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di 44 puskesmas wilayah Kabupaten Tangerang dengan jumlah perawat sebanyak 290 orang. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan jumlah 82 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Stres kerja dipengaruhi oleh beban kerja sebesar 18,07%, dukungan rekan kerja sebesar 17,59%, iklim kerja sebesar 19,70% dan lingkungan kerja sebesar 25,64%. Model mampu menjelaskan variabilitas data sebesar 99,74%, sedangkan 0,26% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Diharapkan perawat untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif seperti menjaga hubungan yang baik dengan sesama rekan perawat, saling mendukung dalam pencapaian prestasi kerja serekan sejawatnya dan menjaga fasilitas yang diberikan oleh puskesmas untuk menunjang kerja perawat.
Pengaruh Pemberian Jus Belimbing Manis Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Blok Ringkem RW 02 Cibinong Tahun 2023 Tita Tinara Ayu Lestari; Ahmad Rizal; Nina Nina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, terjadi ketika tekanan di pembuluh darah terlalu tinggi, hipertensi juga bisa menjadi penyakit yang serius jika tidak ditangani segera. Hipertensi dipicu oleh beberapa faktor yang bisa dikontrol dan tidak bisa dikontrol. Hipertensi bisa diobati menggunakan terapi farmakologi dan non farmakologi, salah satu terapi non farmakologi yaitu pemberian jus belimbing manis. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi jus belimbing manis terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Blok Ringkem RW 02 Cibinong Tahun 2023. Metode: Penelitian ini yaitu jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pre/post test. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian 20 responden di Blok Ringkem Cibinong. Hasil: Sebelum diberikan jus belimbing tekanan darah sistol 150-170 MmHg dan tekanan darah diastole 90-100 MmHg, sesudah diberikan jus belimbing manis didapatkan hasil tekanan darah sistol 140-160 MmHg dan tekanan darah diastol 80-90 MmHg. Uji normalitas yang di dapatkan 0,000 < 0,05 maka datanya tidak terdistribusi normal karena nilai sig. < 0,05. Uji statistik tidak bisa menggunakan uji t-dependen (paired t-test) maka uji alternatif statistik yang digunakan yaitu Uji Wilcoxon, output “Uji Statistik Wilcoxon” diketahui P-value 0,000. Karena nilai 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima, H0 ditolak“. Artinya ada perbedaan untuk pre test dan post test. Kesimpulan: Terapi hipertensi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah tinggi untuk penderita hipertensi yaitu bisa menggunakan terapi jus belimbing
Hubungan Pola Makan Dan Stress Dengan Kejadian Gastritis Pada Anak Usia 16-17 Tahun Di Smk Kesehatan Logos Tahun 2024 Teuku Ariq Haikal; Astrid Novita; Nina Nina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah pencernaan yang banyak di derita orang. Hampir 10% pasien datang ke instasi gawat darurat dengan gejala yang mengidentifikasikan dokter dengan diagnosa gastritis. Gastritis yang sering terjadi pada remaja salah satunya karena tidak memperhatikan pola makan dengan baik akibat banyak nya kegiatan dan kesibukan mereka sehingga menyebabkan meraka mempunyai kebiasaan pola makan tidak teratur. Stress berdampak pada perubahan pola makan yang menyababkan gastritis. Apabila seseorang mengalami stress maka orang tersebut akan kehilangan nafsu makan, karena akan selalu memikirkan permasalahan yang ada di pikirannya Untuk mengetahui Hubungan Pola Makan Dan Stress Dengan Kejadian Gastritis Pada Anak Usia 16-17 Tahun di SMK Kesehatan Logos. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif teknik pengambilan sampel menggunakan menggunakan total sampling jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 90 siswa/i SMK Kesehatan Logos dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-Square. Terdapat hubungan pola makan dengan Gastritis pada anak usia 16-17 tahun di SMK Kesehatan Logos  dengan P Value 0,000 ini berarti nilai P lebih kecil dari 0,05 dan Terdapat hubungan Stress Dengan Gastritis Pada Anak Usia 16-17 Tahun di SMK Kesehatan Logos P Value 0,000 ini berarti nilai P lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pola makan dan stress dengan kejadian gastritis. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya hubungan antara pola makan dan stress dengan kejadian gastritis di SMK Kesehatan Logos Tahaun 2024.
Analisis Interaksi Pola Makan Tinggi Gula Garam Lemak (GGL), Riwayat Genetik dan Obesitas terhadap Risiko Diabetes Melitus Nina; Agnesia Nelma; Anselma S Kartini Karang; Risda Riri; Rizky Ade Lina; Sartina H Djailan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4384

Abstract

Berdasarkan data UPTD Puskesmas Depok Jaya, kasus Diabetes Melitus (DM) meningkat dari 604 orang pada 2022 menjadi 804 orang pada periode Januari–Juni 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian DM dan upaya penanganannya di wilayah kerja Puskesmas Depok Jaya. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan tenaga kesehatan, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko utama DM pada masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Depok Baru meliputi pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) (41%), riwayat genetik (33,8%), serta status obesitas (10%). Meskipun berbagai upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif telah dilakukan, tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Berdasarkan analisis prioritas, intervensi yang direkomendasikan yaitu penyediaan fasilitas konsumsi aman GGL (gula, garam, lemak), program edukasi gizi di sekolah dan tempat kerja, serta dorongan bagi kantin untuk menyediakan makanan sehat.Penelitian menekankan pentingnya intervensi berkelanjutan melalui pendidikan masyarakat untuk menekan prevalensi DM serta memperkuat upaya penanganan penyakit tidak menular di tingkat puskesmas. Program fasilitas konsumsi aman GGL dinilai paling efektif dalam menjawab masalah pola makan masyarakat yang tinggi gula, garam, dan lemak. Implementasinya dapat berupa penyediaan makanan dan minuman rendah GGL di sekolah, kantor, dan pusat layanan publik serta pelabelan makanan dengan informasi kadar GGL yang jelas.
Hubungan Self-Efficacy, Dukungan Orang Tua Dan Dukungan Teman Sebaya Dengan Kecemasan Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju Tahun 2024 anggia sukma septian; Nina Nina; Susaldi susaldi
Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri, Volume 3 No.2 November 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Mandiri Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jksm.v3i2.1853

Abstract

Kecemasan merupakan gangguan kesehatan mental kedua tertinggi di Indonesia, di Provinsi DKI Jakarta terdapat 28,747 orang yang mengalami gangguan kecemasan hingga depresi menurut KemenKes. Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk menyelesaikan tugas akhir, ketika mahasiswa merasa persyaratan tugas akhir itu berat, mahasiswa cenderung mengalami kecemasan hingga stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy, dukungan orang tua dan dukungan teman sebaya dengan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi menggunakan spearmen dengan teknik pengambilan sampel total sebanyak 135 orang. Hasil penelitian ini menggambarkan tingkat kecemasan sedang 11.9%, berat 53.3% dan sangat berat 14.1%, Self-efficacy rendah 53.3%, mahasiswa yang tidak mendapatkan dukungan orang tua sebanyak 53.3%, dan mahasiswa yang tidak mendapatkan dukungan teman sebaya sebanyak 61.5%. Hal ini menunjukan adanya hubungan antara kecemasan dengan self-efficacy dengan p value 0.036 (<0.05), adanya hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan dengan p value 0.019 (<0.05) dan adanya hubungan dukungan teman sebaya dengan kecemasan dengan p value 0.027 (<0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara Self-Efficacy, dukungan orang tua, dan dukungan teman sebaya dengan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir, yang ditandai dengan peningkatan kecemasan ketika mahasiswa merasa tidak memiliki dukungan yang cukup dari orang tua dan teman sebaya, serta memiliki Self-Efficacy yang rendah.