Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Language Production in a Parkinson's Disease Patient in Banjarnegara: A Psycholinguistic Analysis Nurharyani, Octaria Putri; Nugroho, Bivit Anggoro Prasetyo; Marahayu, Nila Mega
Jurnal Lingua Idea Vol 16 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2025.16.1.13751

Abstract

Parkinson's Disease (PD) is a condition caused by damage to the nervous system, which impacts speech functions and is marked by slow movement and speech (bradykinesia). This condition relates to the brain's ability to process speech functions and linguistic information. Parkinson's affects both motor and cognitive abilities, which are integral to speech production and linguistic processing. The research was conducted in Banjarnegara on a 70-year-old patient suffering from Parkinson's Disease. This study employs a qualitative descriptive method, followed by field observations and interviews using audiovisual recording and note-taking techniques. The aim is to analyze the language production produced by a Parkinson's patient as an initial step to identify what language disorders appear. So it is hoped that the results of this identification can be used to follow up on what stage of speech therapy should be given. The data is in the form of language production, consisting of speech in the form of words and sentences. The results of the study found that a Parkinson's patient experienced a decrease in cognitive abilities, which was indicated by difficulty in producing speech when answering questions. Patients try to remember by repeating the words "what is that", "anu", "what is it" at the beginning and in the middle of each utterance. In addition, the speech is not perfectly structured in its syntax, so it requires careful attention to what is conveyed. For example, "So if I think it’s stiff, my legs feel tight, my hands trembled too. So I can't, I can't think anymore. Maybe it's the brain's nerves, yes, it's the brain's nerves". The results of the study showed that language production in a Parkinson's patient experienced a decrease in cognitive ability in the process of uttering words and sentences. However, there has been no decrease in pronunciation in the form of phonological phonemes.
Sedekah Bumi Sebagai Konvensi Tradisi Masyarakat Adat Kasepuhan Kalitanjung dalam Pelestarian Budaya Lokal (Kajian Etnolinguistik) Resticka, Gita Anggria; Nurdiyanto, Erwita; Junawaroh, Siti; Yanti, Sri Nani Hari; Oktaviana, Ika; Nurharyani, Octaria Putri
Salingka Vol 21, No 1 (2024): SALINGKA, Edisi Juli 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i1.1082

Abstract

This research aims to describe the relationship between language and society, especially in relation to the earth alms tradition as a traditional convention of indigenous peoples. This research describes the cultural classifications and concepts of life reflected in the Javanese lexicon in the Kasepuhan Kalitanjung indigenous community, Tambaknegara Banyumas. The method used in this research is descriptive qualitative with an ethnographic approach as a basis for identifying cultural meanings in the earth alms tradition. Data collection was carried out using literature studies using sources such as books and journal articles to collect concrete data related to the research problem. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The result of this research is the implementation of character education through conventional values in the earth charity tradition in the Kalitanjung indigenous community, namely instilling the value of gratitude by being grateful for the blessings of  safety, health  and agricultural  products as well as educating the community to share or give alms to each other. Apart from that, the local wisdom values that can be seen from the earth alms tradition are the value of mutual cooperation, the value of togetherness and a high work ethic.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara bahasa dan masyarakat khususnya berkaitan dengan tradisi sedekah bumi sebagai konvensi tradisi masyarakat adat. Penelitian ini mendeskripsikan klasifikasi kultural dan konsep hidup yang tercermin dari leksikon bahasa Jawa di masyarakat adat Kasepuhan Kalitanjung, Tambaknegara Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi sebagai pijakan untuk mengidentifikasi makna kultural dalam tradisi sedekah bumi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi literatur menggunakan sumber-sumber seperti buku dan artikel jurnal untuk mengumpulkan data konkret yang berkaitan dengan masalah penelitian. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi pendidikan karakter melalui nilai-nilai konvensi dalam tradisi sedekah bumi di masyarakat adat Kalitanjung yaitu menanamkan nilai syukur dengan mensyukuri nikmat keselamatan, nikmat kesehatan dan hasil-hasil pertanian serta mendidik masyarakat supaya mau saling berbagi atau bersedekah. Selain itu, nilai-nilai kearifan lokal yang dapat terlihat dari tradisi sedekah bumi ini yaitu nilai gotong royong, nilai kebersamaan dan etos kerja tinggi.
Hegemoni Kekuasaan Kamandaka dalam Menaklukkan Pasir Luhur Ryolita, Widya Putri; Nurharyani, Octaria Putri
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 3 (2022): (September 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.743 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v12i3.15744

Abstract

Penelitian mengenai Hegemoni Kekuasaan Kamandaka dalam Menakhlukan Pasir Luhur merupakan salah satu penelitian yang mengangkat bentuk praktek kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang agar penguasa tersebut senantiasa menjadi subjek. Dengan metode deskriptif dengan fokus hegemoni kekuasaan, penelitian ini bertujuan membongkar bagaimana strategi Kamandaka dalam menakhlukan Pasir Luhur sehingga Kamandaka menjadi penguasa tanpa ada permusuhan dengan penguasa Pasir Luhur. Hasil yang diperoleh, Kamandaka berhasil menakhlukan Pasir Lihur dan menjadi adipati menggantikan Kandhadaha. Strategi yang dilakukan yaitu dengan menakhlukan Ciptarasa, merebut hatinya dan menikahinya. Strategi ini berhasil karena Kamandaka sebelumnya sudah mengetahui silsilah Pasir Luhur. Adipati Kandhadaha hanya memiliki 24 putri dan sudah menikah semua dengan raja dari kerajaan lain. Tersisa Ciptarasa yang baru mau akan dilamar oleh Pulebahas. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Kamandaka. Akhirnya dia mencoba masuk ke Pasir Luhur dan berhasil menahlukan Ciptarasa dan menggantikan Kandhadaha sebagai Adipati selanjutnya..Kata-kata kunci : Legenda Kamandaka; Hegemoni; Kekuasaan
Peningkatan Produktivitas Beretorika pada Pemuda Karang Taruna Andika Desa Karanganyar Madukara Banjarnegara Nurharyani, Octaria Putri; Marahayu, Nila Mega; Resticka, Gita Anggria; Nurdiyanto, Erwita
Pamasa : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.pamasa.2025.3.2.19197

Abstract

Produktivitas beretorika merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki pemuda dalam menghadapi tantangan sosial, organisasi, dan pembangunan masyarakat. Retorika tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mencakup keterampilan menyusun gagasan, mengelola bahasa, serta menyampaikan pesan secara persuasif dan efektif. Pemuda Karang Taruna Andika Desa Karanganyar, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, memiliki peran strategis dalam kegiatan kemasyarakatan, namun masih ditemukan kendala berupa rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan teknik berbicara, serta kurangnya pemahaman mengenai prinsip dasar retorika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas beretorika pemuda melalui pelatihan komunikasi yang sistematis dan berbasis praktik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, pelatihan teknik retorika, simulasi pidato dan diskusi, praktik berbicara di depan umum, serta evaluasi kemampuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek keberanian berbicara, kemampuan menyusun argumen, kelancaran berbahasa, serta efektivitas penyampaian pesan. Selain itu, pemuda menjadi lebih aktif dan percaya diri dalam berpartisipasi pada kegiatan organisasi dan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, program peningkatan produktivitas beretorika ini berkontribusi positif dalam membentuk pemuda Karang Taruna Andika yang komunikatif, kritis, dan berdaya saing, serta mampu mendukung pembangunan sosial di Desa Karanganyar.
Peralatan Tradisional dalam Produksi Batik Cap Sebagai Warisan Budaya Banyumas Suryaningrum, Novita; Azzahra, Aisyah; Rahmah, Rizky Batrisyia; Narendra, Tantra Adhinata; Lusiana, Yusida; Nurharyani, Octaria Putri
Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural Vol 4 No 1: BATIK April 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/batik.v4i1.2134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan peralatan tradisional dalam proses pembuatan batik cap di Rumah Batik R, Sokaraja, Banyumas. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, data diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralatan tradisional seperti kompor tanah liat, wajan logam, canting cap tembaga, dan meja kayu masih digunakan secara konsisten. Peralatan tersebut memiliki nilai historis dan simbolik dalam kebudayaan lokal dan memenuhi standar teknis. Hasil penelitian tambahan menunjukkan bahwa Rumah Batik R mendukung pelestarian melalui pelatihan dan kelas untuk generasi muda, serta adaptasi pemasaran digital. Studi ini menekankan bahwa pelindungan dan pengembangan budaya lokal sangat penting untuk mengatasi tantangan modernisasi dalam industri kreatif.
Perkembangan Fonologi Bahasa Jawa Banyumasan Anak Usia Dini melalui Pertunjukan Wayang Bebek Joyce Artha Kafi; Octaria Putri Nurharyani; Ika Oktaviana
HUMANIKA Vol 33, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v33i1.82464

Abstract

This study aims to describe the phonological development of Banyumasan Javanese in children aged 6–8 years through exposure to the traditional performance Wayang Bebek Banyumas. The research employed a qualitative descriptive method with a psycholinguistic approach. The subjects were 5 first-grade students of SD Muhammadiyah Cipete. Data were collected through observation, interviews, and audio-video recordings of children’s pronunciations of Banyumasan Javanese vocabulary before and after watching the Wayang Bebek Banyumas performance entitled Balapan Renang. The data were analyzed using an interactive analysis model by comparing phonetic transcriptions across the two conditions. The results show a clear improvement in children’s phonological abilities after the performance, indicated by increased accuracy and consistency in pronunciation, particularly in producing Banyumasan-specific sounds such as vowels, nasal consonants, and glottal stops. Children also demonstrated better imitation of onomatopoeic sounds relevant to the cultural context. These findings suggest that Wayang Bebek Banyumas serves as an effective linguistic stimulus that supports children’s phonological development while contributing to the preservation of Banyumasan Javanese as a regional language.
Performasi Sintaksis pada Anak Tunagrahita Ringan dan Sedang di SLB Budi Asih Gombong Silvi Anggiasari; Octaria Putri Nurharyani; Erwita Nurdiyanto
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 23 No. 1 (2024): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 23 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.231.08

Abstract

Language is the main communication tool to communicate with humans. Language acquisition is a process that occurs directly in children when they acquire language from their mother or first language, then children will get a second language through language learning. Children with special needs have language delays compared to normal children. This study aims to describe a language production, especially at the syntactic level for children with mild mental retardation. The source of the data from this study was from mild mentally retarded children at SLB Budi Asih Gombong. The data taken isn in the from of utterances that occur naturally from mild mentally retarded children. This qualitative descriptive research uses the method of gathering data of watching and fishing rods with basic tapping techniques. Then these utterances will be used for further research, to obtain language production skills specifically at the level of competence in form and function of syntax. Based on the result of the analysis, it shows that children with mild mental retardation can produce declarative, imperative, interrogative sentences in single and compound sentences