Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kajian Karakteristik Produk Chocolate Compound dengan Penambahan Inulin (Fat Replacer) dan Stevia (Sweetener) Fadjar Ramadhan; Tien Muchtadi; Edy Subroto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.88 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.11805

Abstract

Produk cokelat merupakan salah satu produk konfeksionari yang menggandung lemak dan gula yang tinggi. Adanya komponen tersebut dapat memicu gangguan kesehatan pada tubuh. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi terhadap penggunaan komponen bahan baku yang bertujuan untuk mengurangi kandungan lemak dan rendah kalori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik produk cokelat imitasi/compound yang dihasilkan dengan menggunakan inulin sebagai fat replacer dan stevia sebagai sweetener pada berbagai taraf. Penelitian yang dilakukan meliputi 2 tahapan yaitu tahap pertama dengan pembuatan produk chocolate compound menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan analisis yang meliputi respon kimia (kadar air bebas, kadar lemak, Solid Fat Content – SFC), respon fisik (tekstur), dan respon sensoris (uji hedonik untuk parameter warna, aroma, rasa manis dan kelelehan) dengan tujuan untuk mengetahui respon terbaik terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian tahap kedua adalah melakukan analisa terhadap mikrostruktur kristal yang terbentuk pada produk dengan respon terbaik melalui pengujian Differencial Scanning Calorimeter (DSC), Polarized Light Microscope (PLM), dan Scanning Electorn Microscope (SEM). Hasil pengamatan terhadap respon terbaik memiliki nilai kadar air bebas sebesar 0,81-0,91%, kadar lemak sebesar 18,80 – 19,19%; Solid Fat Content (SFC) 0% (meleleh sempurna) pada suhu 400C, kekerasan sebesar 30,19-31,63N; atribut warna 3,30-3,42; aroma 2,80 – 2,84; rasa manis 3,08-3,15; kelelehan 2,78-2,82 dan memiliki struktur yang padat, berukuran kecil dengan celah aliran lemak terbatas dan tidak ada bunga kristal tajam yang terbentuk (indicator fat bloom).
Empowering the residents of Aptrans Batujajar in training in dairy and meat product to support business independence Putri Widyanti Harlina; Edy Subroto; Rossi Indiarto; Fetriyuna Fetriyuna
Community Empowerment Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10603

Abstract

Milk and meat are animal food sources that are rich in important nutrients for the health of the human body. However, because they are included in the perishable foods category, these two food ingredients are vulnerable to contamination and damage. Therefore, further processing is needed to increase the nutritional value and extend the shelf life of processed products. This community service program aims to transfer knowledge and skills in processing milk (yogurt) and meat (sausages) to partner communities, namely the residents of Aptrans Batujajar. Through training and mentoring, the main goal is to increase public awareness and creativity in processing dairy and meat foods. The method used in this program involves hands-on training in the manufacture of dairy and meat products. Additionally, assistance and monitoring are carried out to ensure in-depth understanding and increase community creativity in utilizing the knowledge gained. Through this program, a new product of economic value was successfully created, namely yogurt. This product has the potential to be further developed as an independent business that can support entrepreneurial creativity in the community.
PENINGKATAN MUTU, PRODUKSI, DAN DAYA SAING UKM OLAHAN PISANG DAN SINGKONG DALAM UPAYA KEBANGKITAN UKM PASCA PANDEMI Subroto, Edy
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i1.12067

Abstract

Kondisi pemulihan pasca pendemik Covid-19 menuntut usaha kecil menengah (UKM) untuk bangkit, termasuk kelompok UKM olahan pisang dan singkong yang ada di Desa Cileunyi Kulon, Kabupaten Bandung. Oleh sebab itu, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu UKM olahan pisang dan singkong tersebut dalam meningkatkan mutu, produksi, dan daya saing. Kegiatan dilakukan melalui modernisasi mesin dan peralatan produksi serta pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan sanitasi pada proses pengolahan. Modernisasi mesin dan peralatan produksi meliputi mesin pengemas kontinyu, mesin perajang keripik pisang dan singkong, mesin pengemas double fungsi (sealing dan cuting), pengemas vakum, serta penepung bumbu. Mesin dan peralatan telah diujicobakan dan dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat digunakan oleh pelaku UKM dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Sedangkan pelatihan CPPOB dan sanitasi telah meningkatkan pemahaman pelaku UKM dalam menjaga mutu dan keamanan pangan. Secara umum, kegiatan ini telah membantu pelaku UKM olahan pisang dan olahan  singkong di Desa Cileunyi Kulon untuk meningkatkan mutu, produksi, dan daya saing untuk terus bangkit dan berkembang pasca pandemi Covid-19.
PELATIHAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) PADA PELAKU USAHA KECIL MENENGAH DI DESA CIMEKAR, KABUPATEN BANDUNG Subroto, Edy; Andoyo, Robi; Indiarto, Rossi; Pangawikan, Aldila Din
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i1.12624

Abstract

Desa Cimekar merupakan salah satu Desa di Kabupaten Bandung yang memiliki berbagai usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi berbagai produk olahan pangan, seperti keripik dan aneka cemilan, aneka sambal, madu, kopi, dan lain-lain. Beberapa UKM tersebut belum mengaplikasikan prinsip cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan memberikan edukasi atau pelatihan CPPOB kepada kelompok UKM olahan pangan di Desa Cimekar agar dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk. Kegiatan PPM ini merupakan bagian dari program pengabdian yang didukung oleh Universitas Padjadjaran dengan dibantu beberapa mahasiswa yang terlibat. PPM yang dilakukan meliputi survey kondisi UKM olahan pangan di Desa Cimekar, penyampaian materi pelatihan dan diskusi terkait berbagai permasalahan UKM, dan pendampingan serta evaluasi program. PPM ini telah meningkatkan pemahaman pada pelaku UKM terhadap penerapan CPPOB, sanitasi, keamanan pangan, dan aturan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP). Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi UKM olahan pangan di Desa Cimekar untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produknya sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan usaha.
PELATIHAN CARA PENGOLAHAN PANGAN YANG BAIK (CPPB) PADA KELOMPOK UKM OLAHAN PANGAN DI DESA CILEUNYI KULON, JAWA BARAT Subroto, Edy; Marta, Herlina; Indiarto, Rossi
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.7948

Abstract

Desa Cileunyi Kulon memiliki beberapa usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang pengolahan pangan, diantaranya memproduksi keripik singkong, keripik pisang, baso goreng (basreng), roti, kerupuk, dan lain-lain. Namun demikian proses pengolahannya masih banyak yang belum menerapkan cara pengolahan pangan yang baik (CPPB). Oleh sebab itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada kelompok UKM tersebut untuk memperbaiki proses produksi yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas produk dan daya saing UKM. Kegiatan dilakukan melalui skema pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang terintegrasi dengan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Padjadjaran. Kegiatan dimulai dengan survey pada para pelaku UKM, pemaparan materi pelatihan dan diskusi interaktif, dan pendampingan pada para pelaku UKM. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan para pelaku UKM terkait dengan Cara pengolahan pangan yang baik, kerusakan dan bahaya penggunaan minyak goreng bekas, sanitasi dan keamanan pangan, serta manajemen dan pemasaran. Kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa KKN dalam pembelajaran bermasyarakat, dan meotivasi pelaku UKM pengolahan pangan di Desa Cileunyi Kulon untuk terus bangkit, tumbuh, dan berkembang.
PERBAIKAN PRODUKSI DAN PEMASARAN PADA UKM ANEKA CEMILAN DI KECAMATAN CILEUNYI, KABUPATEN BANDUNG Subroto, Edy; Indiarto, Rossi; Ernah, Ernah
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.6663

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia termasuk kelompok usaha kecil menengah (UKM). UKM aneka cemilan “Hikmah”, yang memproduksi dan menjual berbagai macam cemilan juga mengalami penurunan produksi dan penjualan lebih dari 50%. Kegiatan ini bertujuan membina kelompok UKM dalam memperbaiki produksi, mutu produk, serta menerapkan digital marketing sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, praktis, dan sangat cocok diterapkan di era adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19. Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan pada Mitra UKM aneka cemilan yaitu peningkatan penggunaan teknologi modern dengan diberikan alat-alat produksi penunjang produktivitas UKM, diantaranya adalah mesin penggiling bumbu dengan kapasitas 500 gram/menit, dan mesin perajang bawang yang beroperasi secara kontinyu. Keterampilan mitra UKM juga mengalami peningkatan melalui pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan pelatihan digital marketing dengan konsep Less Contact Economy. Melalui kegiatan ini mitra UKM dapat memperbaiki proses produksi, mutu produk, dan penjualan melalui digital marketing sehingga dapat bertahan ditengah pandemi Covid 19.
PENINGKATAN MUTU, KEMASAN, DAN DIGITAL MARKETING PADA UKM KERIPIK PISANG DALAM UPAYA KEBANGKITAN EKONOMI PASCA PANDEMIK Rossi Indiarto; Muhammad Fedryansyah; Edy Subroto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20672

Abstract

Abstrak: Pasca pandemik COVID–19 menuntut pelaku usaha kecil menengah (UKM) pangan untuk bangkit kembali, termasuk pada UKM Marin keripik pisang sebagai mitra utama. Namun yang menjadi permasalahan adalah kualitas produk tidak konsisten, kurang informasi dalam label kemasan, dan aspek pemasaran. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan ketrampilan mitra dalam memproduksi keripik pisang yang efektif dan efisien melalui praktik dan modernisasi mesin pengolahan keripik pisang, meningkatkan daya saing produk melalui labelisasi nutrition facts, dan meningkatkan pengetahuan mitra melalui pelatihan digital marketing, standar pangan untuk ekspor dan penguatan kelembagaan. Metode yang digunakan meliputi wawancara, praktik teknologi tepat guna dan pelatihan tentang digital marketing, standar pangan untuk ekspor dan penguatan kelembagaan yang diikuti 10 pelaku UKM pangan di sekitar Bandung. Hasil yang dicapai menunjukkan terjadi peningkatan ketrampilan mitra dalam mengolah pisang secara efektif dan efisien yang ditunjukkan penurunan lama waktu pemotongan pisang, penirisan minyak, dan pencampuran ingredien masing-masing hingga 87,5%, 96,7%, dan 90,0%. Sedangkan kapasitas bahan baku dan keripik pisang yang dihasilkan mengalami peningkatan masing–masing 66,7% dan 50,0%. Penggunaan continuous sealer dan labelisasi nutrition facts pada kemasan keripik pisang meningkatkan omset penjualan hingga 50,0%. Peserta pelatihan UKM pangan, 100% menyatakan sangat puas terhadap kegiatan ini karena meningkatkan pengetahuan yang baru dan bermanfaat sehingga perlu diadakan kembali pelatihan lanjutan.Abstract: After the COVID-19 pandemic, small and medium food enterprises (SMEs) are required to revive themselves, including Marin SMEs and banana chips as the main partners. However, the problems are inconsistent product quality, lack of information on packaging labels, and marketing aspects. This activity aims to improve partner skills to produce effective and efficient banana chips through the practice and modernization of banana chip processing machines, increase product competitiveness through labeling nutrition facts, and increase partner knowledge through digital marketing training, food standards for export, and institutional strengthening. The methods used included interviews, appropriate technology practices and training on digital marketing, food standards for export, and institutional strengthening, which were attended by ten food SMEs around Bandung. The results achieved show an increase in partners' skills in processing bananas effectively and efficiently, as indicated by a reduction in the length of time for cutting bananas, draining oil, and mixing ingredients by up to 87.5%, 96.7%, and 90.0%, respectively. The capacity of raw materials and banana chips produced also increased by 66.7% and 50.0%, respectively. The use of continuous sealer and nutrition facts labeling on banana chip packaging increases sales turnover by up to 50.0%. The 100% of the training participants from Food UKM stated that they were very satisfied with this activity because it increased new and useful knowledge, so further training was needed. 
The Influence of Temperature and Drying Time on The Physical and Chemical Characteristics of Cocoa Pod Tea Theobroma (Cacao, L.) Lembong, Elazmanawati; Nurhasanah, Siti; Subroto, Edy; Maharani, Dewanti; Fadhillah, Ayesha Nur
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.asci2818

Abstract

Cocoa is one of the plantation products that plays an important role in the Indonesian economic sector because it contains many nutrients that provide health effects on the body, one of which is high antioxidant content. Processing of cocoa shell waste in the food industry can be optimized. One process of utilizing cocoa shell waste is processing it into tea. The drying process affects the resulting cocoa husk tea. In addition, drying temperature also affects the antioxidant content of a food product. The drying process for this research used a food dehydrator. It produces a large driving force of drying air so that it can remove the water content in the ingredients. This research aims to determine the temperature and drying time using a food dehydrator, which produces cocoa husk tea and has characteristics according to Indonesian National Standard (SNI). The research methods used experimental and descriptive analysis. The treatment used in this research employed a food dehydrator temperature, by 50°C, 55°C, 60°C, and 65°C with a drying time of 4.5 hours and 6 hours respectively. The results of this research indicated that the temperature and drying time were 50°C and 4.5 hours to produce cocoa husk tea according to SNI with 8,018% water content and 7,98% ash content.
MODERNISASI PERALATAN PRODUKSI DAN PELATIHAN PENGGUNAANNYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM KUE SUS Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Fedryansyah, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28852

Abstract

Abstrak: UMKM Kue Soes AlGhani menghadapi tantangan dalam efisiensi dan kualitas produksi akibat penggunaan alat manual, seperti hand mixer dan hand sealer, serta kurangnya pemahaman mengenai sanitasi dalam proses produksi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui modernisasi peralatan dan pelatihan intensif. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi produksi, edukasi sanitasi, dan pendampingan operasional, dengan melibatkan mitra UMKM Kue Soes AlGhani, yang berlokasi di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dengan jumlah tenaga kerja 2-3 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat, dari 2.500 gram menjadi 7.500 gram per batch. Efisiensi waktu pencampuran adonan meningkat sebesar 50%, dari 30 menit menjadi 15 menit per batch, dan efisiensi waktu pengemasan berkurang dari 10 menit menjadi 5 menit per batch berkat penggunaan alat yang lebih modern. Dalam aspek sanitasi, mitra mulai menerapkan standar kebersihan, seperti pembersihan rutin meja stainless steel, penggunaan sarung tangan, dan penyimpanan bahan baku secara higienis. Hasil ini mendukung kualitas produk yang lebih baik dan meningkatkan daya saing di pasar lokal.Abstract: Soes AlGhani Cake MSMEs face challenges in production efficiency and quality due to the use of manual tools such as hand mixers and hand sealers, as well as a lack of understanding of hygiene in the production process. This community service program aims to improve productivity and competitiveness through equipment upgrading and intensive training. Methods used include socialization, technical training, production simulation, hygiene education, and operational support, involving partners of Soes AlGhani Cake MSMEs located in Cileunyi Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency, with a workforce of 2-3 people. Evaluation results showed a threefold increase in production capacity, from 2,500 grams to 7,500 grams per batch. Dough mixing time efficiency increased by 50%, from 30 minutes to 15 minutes per batch, and packaging time efficiency decreased from 10 minutes to 5 minutes per batch, thanks to more modern tools. Regarding sanitation, the partners began implementing hygiene standards such as regular cleaning of stainless-steel tables and gloves and hygienic storing of raw materials. These results support better product quality and increased competitiveness in the local market.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM KUE BERBASIS INOVASI DIGITAL DALAM PEMASARAN Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Fedryansyah, Muhammad; Al Adawiah, Rubiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29127

Abstract

Abstrak: UMKM Soes AlGhani menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan pasar akibat rendahnya kesadaran merek dan pemahaman mengenai strategi pemasaran berbasis inovasi digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui penerapan inovasi digital adaptif. Metode pelaksanaan mencakup observasi, wawancara dengan 10 pertanyaan terstruktur, pelatihan, dan pendampingan mitra. Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Soes AlGhani yang berlokasi di Desa Cileunyi Wetan. Solusi yang ditawarkan meliputi pengelolaan akun bisnis dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek, serta penerapan layanan pembayaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan frekuensi tayangan konten pada platform Instagram hingga 7 kali lipat, dengan total tayangan di TikTok melebihi 10.300 kali. Omzet bulanan mitra juga meningkat lebih dari 3 kali lipat. Selain itu, kemampuan mitra dalam memahami strategi pemasaran digital mengalami peningkatan sekitar 80%. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan inovasi digital adaptif dalam strategi pemasaran tidak hanya meningkatkan daya saing dan kesadaran merek, tetapi juga mendukung kelangsungan usaha di era digital.Abstract: Soes AlGhani MSME faces challenges in expanding its market reach due to low brand awareness and a lack of understanding of digital innovation-based marketing strategies. This community service program aims to enhance the competitiveness of MSMEs through the implementation of adaptive digital innovations. The methods employed include observation, structured interviews with 10 questions, training, and mentoring for the partner. The partner in this activity is Soes AlGhani MSME, located in Cileunyi Wetan Village. The proposed solutions involve managing business accounts and social media to strengthen brand awareness, as well as implementing digital payment services. Evaluation results show a sevenfold increase in content impressions on the Instagram platform, with total views on TikTok exceeding 10,300. The partner’s monthly revenue also surged by more than threefold. Additionally, the partner’s understanding of digital marketing strategies improved by approximately 80%. These results demonstrate that the application of adaptive digital innovations in marketing strategies not only enhances competitiveness and brand awareness but also supports business sustainability in the digital era.