Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN MUTU, PRODUKSI, DAN DAYA SAING UKM OLAHAN PISANG DAN SINGKONG DALAM UPAYA KEBANGKITAN UKM PASCA PANDEMI Subroto, Edy
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i1.12067

Abstract

Kondisi pemulihan pasca pendemik Covid-19 menuntut usaha kecil menengah (UKM) untuk bangkit, termasuk kelompok UKM olahan pisang dan singkong yang ada di Desa Cileunyi Kulon, Kabupaten Bandung. Oleh sebab itu, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu UKM olahan pisang dan singkong tersebut dalam meningkatkan mutu, produksi, dan daya saing. Kegiatan dilakukan melalui modernisasi mesin dan peralatan produksi serta pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan sanitasi pada proses pengolahan. Modernisasi mesin dan peralatan produksi meliputi mesin pengemas kontinyu, mesin perajang keripik pisang dan singkong, mesin pengemas double fungsi (sealing dan cuting), pengemas vakum, serta penepung bumbu. Mesin dan peralatan telah diujicobakan dan dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat digunakan oleh pelaku UKM dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Sedangkan pelatihan CPPOB dan sanitasi telah meningkatkan pemahaman pelaku UKM dalam menjaga mutu dan keamanan pangan. Secara umum, kegiatan ini telah membantu pelaku UKM olahan pisang dan olahan  singkong di Desa Cileunyi Kulon untuk meningkatkan mutu, produksi, dan daya saing untuk terus bangkit dan berkembang pasca pandemi Covid-19.
PELATIHAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) PADA PELAKU USAHA KECIL MENENGAH DI DESA CIMEKAR, KABUPATEN BANDUNG Subroto, Edy; Andoyo, Robi; Indiarto, Rossi; Pangawikan, Aldila Din
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i1.12624

Abstract

Desa Cimekar merupakan salah satu Desa di Kabupaten Bandung yang memiliki berbagai usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi berbagai produk olahan pangan, seperti keripik dan aneka cemilan, aneka sambal, madu, kopi, dan lain-lain. Beberapa UKM tersebut belum mengaplikasikan prinsip cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan memberikan edukasi atau pelatihan CPPOB kepada kelompok UKM olahan pangan di Desa Cimekar agar dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk. Kegiatan PPM ini merupakan bagian dari program pengabdian yang didukung oleh Universitas Padjadjaran dengan dibantu beberapa mahasiswa yang terlibat. PPM yang dilakukan meliputi survey kondisi UKM olahan pangan di Desa Cimekar, penyampaian materi pelatihan dan diskusi terkait berbagai permasalahan UKM, dan pendampingan serta evaluasi program. PPM ini telah meningkatkan pemahaman pada pelaku UKM terhadap penerapan CPPOB, sanitasi, keamanan pangan, dan aturan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP). Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi UKM olahan pangan di Desa Cimekar untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produknya sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan usaha.
PELATIHAN CARA PENGOLAHAN PANGAN YANG BAIK (CPPB) PADA KELOMPOK UKM OLAHAN PANGAN DI DESA CILEUNYI KULON, JAWA BARAT Subroto, Edy; Marta, Herlina; Indiarto, Rossi
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.7948

Abstract

Desa Cileunyi Kulon memiliki beberapa usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang pengolahan pangan, diantaranya memproduksi keripik singkong, keripik pisang, baso goreng (basreng), roti, kerupuk, dan lain-lain. Namun demikian proses pengolahannya masih banyak yang belum menerapkan cara pengolahan pangan yang baik (CPPB). Oleh sebab itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada kelompok UKM tersebut untuk memperbaiki proses produksi yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas produk dan daya saing UKM. Kegiatan dilakukan melalui skema pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang terintegrasi dengan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Padjadjaran. Kegiatan dimulai dengan survey pada para pelaku UKM, pemaparan materi pelatihan dan diskusi interaktif, dan pendampingan pada para pelaku UKM. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan para pelaku UKM terkait dengan Cara pengolahan pangan yang baik, kerusakan dan bahaya penggunaan minyak goreng bekas, sanitasi dan keamanan pangan, serta manajemen dan pemasaran. Kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa KKN dalam pembelajaran bermasyarakat, dan meotivasi pelaku UKM pengolahan pangan di Desa Cileunyi Kulon untuk terus bangkit, tumbuh, dan berkembang.
PERBAIKAN PRODUKSI DAN PEMASARAN PADA UKM ANEKA CEMILAN DI KECAMATAN CILEUNYI, KABUPATEN BANDUNG Subroto, Edy; Indiarto, Rossi; Ernah, Ernah
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.6663

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia termasuk kelompok usaha kecil menengah (UKM). UKM aneka cemilan “Hikmah”, yang memproduksi dan menjual berbagai macam cemilan juga mengalami penurunan produksi dan penjualan lebih dari 50%. Kegiatan ini bertujuan membina kelompok UKM dalam memperbaiki produksi, mutu produk, serta menerapkan digital marketing sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, praktis, dan sangat cocok diterapkan di era adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19. Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan pada Mitra UKM aneka cemilan yaitu peningkatan penggunaan teknologi modern dengan diberikan alat-alat produksi penunjang produktivitas UKM, diantaranya adalah mesin penggiling bumbu dengan kapasitas 500 gram/menit, dan mesin perajang bawang yang beroperasi secara kontinyu. Keterampilan mitra UKM juga mengalami peningkatan melalui pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan pelatihan digital marketing dengan konsep Less Contact Economy. Melalui kegiatan ini mitra UKM dapat memperbaiki proses produksi, mutu produk, dan penjualan melalui digital marketing sehingga dapat bertahan ditengah pandemi Covid 19.
PENINGKATAN MUTU, KEMASAN, DAN DIGITAL MARKETING PADA UKM KERIPIK PISANG DALAM UPAYA KEBANGKITAN EKONOMI PASCA PANDEMIK Rossi Indiarto; Muhammad Fedryansyah; Edy Subroto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20672

Abstract

Abstrak: Pasca pandemik COVID–19 menuntut pelaku usaha kecil menengah (UKM) pangan untuk bangkit kembali, termasuk pada UKM Marin keripik pisang sebagai mitra utama. Namun yang menjadi permasalahan adalah kualitas produk tidak konsisten, kurang informasi dalam label kemasan, dan aspek pemasaran. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan ketrampilan mitra dalam memproduksi keripik pisang yang efektif dan efisien melalui praktik dan modernisasi mesin pengolahan keripik pisang, meningkatkan daya saing produk melalui labelisasi nutrition facts, dan meningkatkan pengetahuan mitra melalui pelatihan digital marketing, standar pangan untuk ekspor dan penguatan kelembagaan. Metode yang digunakan meliputi wawancara, praktik teknologi tepat guna dan pelatihan tentang digital marketing, standar pangan untuk ekspor dan penguatan kelembagaan yang diikuti 10 pelaku UKM pangan di sekitar Bandung. Hasil yang dicapai menunjukkan terjadi peningkatan ketrampilan mitra dalam mengolah pisang secara efektif dan efisien yang ditunjukkan penurunan lama waktu pemotongan pisang, penirisan minyak, dan pencampuran ingredien masing-masing hingga 87,5%, 96,7%, dan 90,0%. Sedangkan kapasitas bahan baku dan keripik pisang yang dihasilkan mengalami peningkatan masing–masing 66,7% dan 50,0%. Penggunaan continuous sealer dan labelisasi nutrition facts pada kemasan keripik pisang meningkatkan omset penjualan hingga 50,0%. Peserta pelatihan UKM pangan, 100% menyatakan sangat puas terhadap kegiatan ini karena meningkatkan pengetahuan yang baru dan bermanfaat sehingga perlu diadakan kembali pelatihan lanjutan.Abstract: After the COVID-19 pandemic, small and medium food enterprises (SMEs) are required to revive themselves, including Marin SMEs and banana chips as the main partners. However, the problems are inconsistent product quality, lack of information on packaging labels, and marketing aspects. This activity aims to improve partner skills to produce effective and efficient banana chips through the practice and modernization of banana chip processing machines, increase product competitiveness through labeling nutrition facts, and increase partner knowledge through digital marketing training, food standards for export, and institutional strengthening. The methods used included interviews, appropriate technology practices and training on digital marketing, food standards for export, and institutional strengthening, which were attended by ten food SMEs around Bandung. The results achieved show an increase in partners' skills in processing bananas effectively and efficiently, as indicated by a reduction in the length of time for cutting bananas, draining oil, and mixing ingredients by up to 87.5%, 96.7%, and 90.0%, respectively. The capacity of raw materials and banana chips produced also increased by 66.7% and 50.0%, respectively. The use of continuous sealer and nutrition facts labeling on banana chip packaging increases sales turnover by up to 50.0%. The 100% of the training participants from Food UKM stated that they were very satisfied with this activity because it increased new and useful knowledge, so further training was needed. 
The Influence of Temperature and Drying Time on The Physical and Chemical Characteristics of Cocoa Pod Tea Theobroma (Cacao, L.) Lembong, Elazmanawati; Nurhasanah, Siti; Subroto, Edy; Maharani, Dewanti; Fadhillah, Ayesha Nur
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.asci2818

Abstract

Cocoa is one of the plantation products that plays an important role in the Indonesian economic sector because it contains many nutrients that provide health effects on the body, one of which is high antioxidant content. Processing of cocoa shell waste in the food industry can be optimized. One process of utilizing cocoa shell waste is processing it into tea. The drying process affects the resulting cocoa husk tea. In addition, drying temperature also affects the antioxidant content of a food product. The drying process for this research used a food dehydrator. It produces a large driving force of drying air so that it can remove the water content in the ingredients. This research aims to determine the temperature and drying time using a food dehydrator, which produces cocoa husk tea and has characteristics according to Indonesian National Standard (SNI). The research methods used experimental and descriptive analysis. The treatment used in this research employed a food dehydrator temperature, by 50°C, 55°C, 60°C, and 65°C with a drying time of 4.5 hours and 6 hours respectively. The results of this research indicated that the temperature and drying time were 50°C and 4.5 hours to produce cocoa husk tea according to SNI with 8,018% water content and 7,98% ash content.
DIVERSIFIKASI PRODUK UMKM KUE SOES MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ROTI DAN KUE UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Multazami, Annisa Alia; Ferdyansyah, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30104

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional kerap menghadapi tantangan stagnasi bisnis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui diversifikasi produk berbasis pelatihan roti dan kue. Mitra dalam program ini adalah UMKM Kue Soes AlGhani, usaha mikro yang dikelola oleh seorang pemilik usaha di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung. Metode PKM mencakup tiga tahap: (1) pra-kegiatan (identifikasi masalah); (2) pelaksanaan (pelatihan pemilihan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan modern-higienis, dan diversifikasi produk sesuai tren pasar); dan (3) pasca-kegiatan (evaluasi). Dampak program meliputi peningkatan varian produk dari 2 menjadi 16 jenis, kenaikan omset tiga kali lipat (Rp10-12 juta per bulan), dan peningkatan keterampilan mitra-hard skills (teknik produksi) dari 60% menjadi 93% dan soft skills (pemecahan masalah, pemasaran) dari 67% menjadi 87%. Kendala utama mencakup ruang produksi terbatas dan fluktuasi kualitas bahan baku. Simpulan PKM menunjukkan bahwa pelatihan praktis efektif mendorong diversifikasi produk dan ketahanan usaha. Rekomendasi mencakup pendampingan lanjutan serta integrasi inovasi produk dan strategi pemasaran untuk keberlanjutan UMKM.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), as a national economic pillar, often face challenges of business stagnation. This Community Service Program (PKM) aims to enhance the competitiveness of MSMEs through product diversification based on bread and cake training. The program partner is UMKM Kue Soes AlGhani, a micro-business managed by a single owner in Cileunyi Wetan Village, Bandung Regency. The PKM method consists of three stages: (1) pre-activity (problem identification); (2) implementation (training on selecting quality raw materials, modern-hygienic processing techniques, and product diversification aligned with market trends); and (3) post-activity (evaluation). The outcomes include an increase in product variants from 2 to 16 types, a threefold rise in monthly revenue (IDR 10-12 million per month), and improved partner skills-hard skills (production techniques) from 60% to 93% and soft skills (problem-solving, marketing) from 67% to 87%. Key constraints include limited production space and fluctuations in raw material quality. The PKM findings demonstrate that practical training effectively drives product diversification and business resilience. Recommendations include continued mentoring and the integration of product innovation and marketing strategies for MSME sustainability.
Modifikasi Pati Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) dengan Dual Annealing dan Heat Moisture Treatment Subroto, Edy; Supriyadi, Yadi; Indiarto, Rossi; Huda, Syamsul
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.3

Abstract

Umbi gadung adalah komoditas pangan lokal yang dapat digunakan sebagai sumber pati, namun pati gadung memiliki stabilitas yang rendah sehingga di perlukan modifiikasi untuk memperbaiki sifat fungsional dan stabilitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik pati gadung termodifikasi dual annealing (ANN), dual heat moisture treatment (HMT), dan kombinasi annealing dan HMT (ANN+HMT) yang memiliki sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia yang lebih baik. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan modifikasi dual HMT, dual Annealing maupun kombinasi ANN + HMT berpengaruh terhadap sifat fungional dan amilografi pati gadung. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan dalam sifat amilografi, termasuk suhu awal gelatinisasi, viskositas pasta panas, viskositas pasta dingin, dan breakdown viscosity pada pati gadung yang telah dimodifikasi. Namun, modifikasi ini juga menyebabkan penurunan kecerahan warna pada pati hasil modifikasi dual HMT dan kombinasi ANN + HMT. Modifikasi dual HMT merupakan perlakuan terbaik yang menunjukkan kestabilan pada suhu tinggi. Perlakuan ini ditandai dengan penurunan viskositas breakdown sebesar 74,22 kali. Selain itu, modifikasi dual HMT ini juga meningkatkan nilai swelling volume sebesar 1,29 kali, dan nilai KPA pada modifikasi dual HMT meningkat sebesar 1,71 kali daripada pati gadung alami. Dengan demikian modifikasi dual HMT efektif memperbaiki sifat fungsional dan stabilitas pati gadung.
Pengaruh Rasio Bahan-Pelarut dan Waktu Ekstraksi terhadap Mutu Ekstrak Tembakau (Nicotiana tabacum L.) dengan Microwave-Assisted Extraction (MAE) Wulandari, Endah; Subroto, Edy; Djali, Mohammad; Fauziah, Hana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.9

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia. Ekstrak tembakau dapat diaplikasikan dalam produk untuk membantu berhenti merokok. Metode ekstraksi berbantu microwave (MAE) memiliki keunggulan dalam mempersingkat waktu ekstraksi dan penggunaan energi serta penggunaan pelarut yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh waktu ekstraksi dan rasio bahan baku-pelarut terhadap rendemen, warna, kandungan alkaloid, serta kadar nikotin pada ekstrak tembakau menggunakan Microwave-Assisted Extraction (MAE). Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio 1:3 (b/v) memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai rendemen tinggi, sedangkan rasio 1:9 (b/v) mampu menghasilkan rendemen yang lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. Warna ekstrak tembakau menunjukkan nilai L*, a*, dan b* yang bervariasi, kecenderungan warna mengarah ke merah gelap. MAE menghasilkan kadar nikotin yang lebih rendah dibandingkan maserasi, tetapi tetap lebih efektif karena dapat mencapai hasil yang mendekati hanya dalam waktu ekstraksi 15 menit. Rasio bahan bakupelarut dan waktu ekstraksi terbukti memengaruhi rendemen, warna, dan kandungan alkaloid pada ekstrak tembakau. Perlakuan dengan hasil rendemen tertinggi (29.54%) serta intensitas sedang senyawa alkaloid yang terdeteksi diperoleh dari rasio bahan baku-pelarut 1:9 (b/v) selama 5 menit.
Mikroenkapsulasi Lemak Kaya Monolaurin dari Stearin Kelapa Menggunakan Oven Vakum Subroto, Edy; Waliyyurahiim, Muhammad Tsabit; Indiarto, Rossi; Huda, Syamsul
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.13

Abstract

Monoasilgliserol (MAG) sangat dibutuhkan oleh berbagai industri, termasuk industri pangan sebagai emulsifier. MAG dalam bentuk gliserol monolaurate atau juga dikenal monolaurin memiliki fungsi lain sebagai antimikroba, antivirus, dan imun modulator. Monolaurin dapat dihasilkan dari gliserolisis minyak kelapa, namun monolaurin dapat mengalami kerusakan selama penyimpanan. Oleh sebab itu diperlukan enkapsulasi untuk melindungi monolaurin dari kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio antara lemak kaya monolaurin dengan enkapsulan maltodekstrin yang menghasilkan mikrokapsul dengan efisiensi enkapsulasi dan karakteristik terbaik. Mikroenkapsulasi dilakukan pada rasio lemak kaya monolaurin terhadap maltodekstrin yaitu 1:4, 1:6, 1:8, 1:10, dan 1:12 dengan pengeringan menggunakan oven vakum. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari rasio lemak kaya monolaurin dan maltodekstrin dalam proses mikroenkapsulasi. Rendemen tertinggi sebanyak 54,67% dan pH terbaik di 6,87 dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:4. Warna dengan luminance tertinggi 96,16% dan kadar air terendah di 11,58% dihasilkan rasio pengeringan 1:6. Kecepatan larut terbaik 8,5 × 10-3g/detik dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:12. Kelarutan tertinggi 88,28% dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:10. Efisiensi mikroenkapsulasi terbaik dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:4 yaitu sebesar 77,44%. Mikroenkapsulasi lemak kaya monolaurin dengan maltodekstrin menggunakan oven vakum efektif menghasilkan mikrokapsul dengan karakteristik yang baik.