Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DIVERSIFIKASI PRODUK UMKM KUE SOES MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ROTI DAN KUE UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Multazami, Annisa Alia; Ferdyansyah, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30104

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional kerap menghadapi tantangan stagnasi bisnis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui diversifikasi produk berbasis pelatihan roti dan kue. Mitra dalam program ini adalah UMKM Kue Soes AlGhani, usaha mikro yang dikelola oleh seorang pemilik usaha di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung. Metode PKM mencakup tiga tahap: (1) pra-kegiatan (identifikasi masalah); (2) pelaksanaan (pelatihan pemilihan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan modern-higienis, dan diversifikasi produk sesuai tren pasar); dan (3) pasca-kegiatan (evaluasi). Dampak program meliputi peningkatan varian produk dari 2 menjadi 16 jenis, kenaikan omset tiga kali lipat (Rp10-12 juta per bulan), dan peningkatan keterampilan mitra-hard skills (teknik produksi) dari 60% menjadi 93% dan soft skills (pemecahan masalah, pemasaran) dari 67% menjadi 87%. Kendala utama mencakup ruang produksi terbatas dan fluktuasi kualitas bahan baku. Simpulan PKM menunjukkan bahwa pelatihan praktis efektif mendorong diversifikasi produk dan ketahanan usaha. Rekomendasi mencakup pendampingan lanjutan serta integrasi inovasi produk dan strategi pemasaran untuk keberlanjutan UMKM.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), as a national economic pillar, often face challenges of business stagnation. This Community Service Program (PKM) aims to enhance the competitiveness of MSMEs through product diversification based on bread and cake training. The program partner is UMKM Kue Soes AlGhani, a micro-business managed by a single owner in Cileunyi Wetan Village, Bandung Regency. The PKM method consists of three stages: (1) pre-activity (problem identification); (2) implementation (training on selecting quality raw materials, modern-hygienic processing techniques, and product diversification aligned with market trends); and (3) post-activity (evaluation). The outcomes include an increase in product variants from 2 to 16 types, a threefold rise in monthly revenue (IDR 10-12 million per month), and improved partner skills-hard skills (production techniques) from 60% to 93% and soft skills (problem-solving, marketing) from 67% to 87%. Key constraints include limited production space and fluctuations in raw material quality. The PKM findings demonstrate that practical training effectively drives product diversification and business resilience. Recommendations include continued mentoring and the integration of product innovation and marketing strategies for MSME sustainability.
Modifikasi Pati Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) dengan Dual Annealing dan Heat Moisture Treatment Subroto, Edy; Supriyadi, Yadi; Indiarto, Rossi; Huda, Syamsul
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.3

Abstract

Umbi gadung adalah komoditas pangan lokal yang dapat digunakan sebagai sumber pati, namun pati gadung memiliki stabilitas yang rendah sehingga di perlukan modifiikasi untuk memperbaiki sifat fungsional dan stabilitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik pati gadung termodifikasi dual annealing (ANN), dual heat moisture treatment (HMT), dan kombinasi annealing dan HMT (ANN+HMT) yang memiliki sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia yang lebih baik. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan modifikasi dual HMT, dual Annealing maupun kombinasi ANN + HMT berpengaruh terhadap sifat fungional dan amilografi pati gadung. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan dalam sifat amilografi, termasuk suhu awal gelatinisasi, viskositas pasta panas, viskositas pasta dingin, dan breakdown viscosity pada pati gadung yang telah dimodifikasi. Namun, modifikasi ini juga menyebabkan penurunan kecerahan warna pada pati hasil modifikasi dual HMT dan kombinasi ANN + HMT. Modifikasi dual HMT merupakan perlakuan terbaik yang menunjukkan kestabilan pada suhu tinggi. Perlakuan ini ditandai dengan penurunan viskositas breakdown sebesar 74,22 kali. Selain itu, modifikasi dual HMT ini juga meningkatkan nilai swelling volume sebesar 1,29 kali, dan nilai KPA pada modifikasi dual HMT meningkat sebesar 1,71 kali daripada pati gadung alami. Dengan demikian modifikasi dual HMT efektif memperbaiki sifat fungsional dan stabilitas pati gadung.
Pengaruh Rasio Bahan-Pelarut dan Waktu Ekstraksi terhadap Mutu Ekstrak Tembakau (Nicotiana tabacum L.) dengan Microwave-Assisted Extraction (MAE) Wulandari, Endah; Subroto, Edy; Djali, Mohammad; Fauziah, Hana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.9

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia. Ekstrak tembakau dapat diaplikasikan dalam produk untuk membantu berhenti merokok. Metode ekstraksi berbantu microwave (MAE) memiliki keunggulan dalam mempersingkat waktu ekstraksi dan penggunaan energi serta penggunaan pelarut yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh waktu ekstraksi dan rasio bahan baku-pelarut terhadap rendemen, warna, kandungan alkaloid, serta kadar nikotin pada ekstrak tembakau menggunakan Microwave-Assisted Extraction (MAE). Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio 1:3 (b/v) memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai rendemen tinggi, sedangkan rasio 1:9 (b/v) mampu menghasilkan rendemen yang lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. Warna ekstrak tembakau menunjukkan nilai L*, a*, dan b* yang bervariasi, kecenderungan warna mengarah ke merah gelap. MAE menghasilkan kadar nikotin yang lebih rendah dibandingkan maserasi, tetapi tetap lebih efektif karena dapat mencapai hasil yang mendekati hanya dalam waktu ekstraksi 15 menit. Rasio bahan bakupelarut dan waktu ekstraksi terbukti memengaruhi rendemen, warna, dan kandungan alkaloid pada ekstrak tembakau. Perlakuan dengan hasil rendemen tertinggi (29.54%) serta intensitas sedang senyawa alkaloid yang terdeteksi diperoleh dari rasio bahan baku-pelarut 1:9 (b/v) selama 5 menit.
Mikroenkapsulasi Lemak Kaya Monolaurin dari Stearin Kelapa Menggunakan Oven Vakum Subroto, Edy; Waliyyurahiim, Muhammad Tsabit; Indiarto, Rossi; Huda, Syamsul
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.13

Abstract

Monoasilgliserol (MAG) sangat dibutuhkan oleh berbagai industri, termasuk industri pangan sebagai emulsifier. MAG dalam bentuk gliserol monolaurate atau juga dikenal monolaurin memiliki fungsi lain sebagai antimikroba, antivirus, dan imun modulator. Monolaurin dapat dihasilkan dari gliserolisis minyak kelapa, namun monolaurin dapat mengalami kerusakan selama penyimpanan. Oleh sebab itu diperlukan enkapsulasi untuk melindungi monolaurin dari kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio antara lemak kaya monolaurin dengan enkapsulan maltodekstrin yang menghasilkan mikrokapsul dengan efisiensi enkapsulasi dan karakteristik terbaik. Mikroenkapsulasi dilakukan pada rasio lemak kaya monolaurin terhadap maltodekstrin yaitu 1:4, 1:6, 1:8, 1:10, dan 1:12 dengan pengeringan menggunakan oven vakum. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari rasio lemak kaya monolaurin dan maltodekstrin dalam proses mikroenkapsulasi. Rendemen tertinggi sebanyak 54,67% dan pH terbaik di 6,87 dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:4. Warna dengan luminance tertinggi 96,16% dan kadar air terendah di 11,58% dihasilkan rasio pengeringan 1:6. Kecepatan larut terbaik 8,5 × 10-3g/detik dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:12. Kelarutan tertinggi 88,28% dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:10. Efisiensi mikroenkapsulasi terbaik dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:4 yaitu sebesar 77,44%. Mikroenkapsulasi lemak kaya monolaurin dengan maltodekstrin menggunakan oven vakum efektif menghasilkan mikrokapsul dengan karakteristik yang baik.