Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sifat Fisikokimia dan Fungsional Tepung Nanopartikel Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Dari Kategori Mutu Edel dan Bulk Terfermentasi Djali, Mohamad; Mooira, Lumongga; Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Fetriyuna, Fetriyuna; Utama, Gemilang Lara; Lembong, Elazmanawati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.7

Abstract

Kulit biji kakao merupakan hasil samping agroindustri yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung senyawa bioaktif penting seperti polifenol (katekin, epikatekin, antosianin, tannin), alkaloid (theobromine dan kafein), serat pangan, protein, serta mineral esensial yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Melalui teknologi nano, kulit biji kakao dapat dimodifikasi menjadi nanopartikel sehingga memiliki sifat fisikokimia, fungsional, dan amilografi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia nanopartikel kulit biji kakao terfermentasi dari kategori mutu edel, bulk, serta campuran keduanya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pendekatan deskriptif menggunakan tiga jenis sampel dan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kategori mutu tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia. Namun, kategori mutu edel memiliki nilai kelarutan (41,27%), swelling volume (96 mL/g), dan daya serap air (3,05 g/g) tertinggi. Hal ini diduga terkait dengan kadar serat dan amilosa yang lebih tinggi serta kadar lemak yang lebih rendah. Secara umum, ketiga sampel menunjukkan profil viskositas rendah yang menandakan kemampuan pengembangan terbatas, namun memiliki kapasitas penyerapan air yang tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kulit biji kakao, khususnya kategori edel, berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional dalam bentuk nanopartikel yang aplikatif untuk industri.
Karakteristik Solid Lipid Nanoparticle Fe-Sulfat Berbasis Asam Stearat dan Lemak Kaya Monolaurin dengan Metode Evaporasi Pelarut Subroto, Edy; Hartini, Deta; Cahyana, Yana; Indiarto, Rossi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.17

Abstract

Zat besi sangat penting bagi tubuh manusia, terutama untuk mencegah anemia atau defisiansi zat besi. Hal ini dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi atau produk terfortifikasi zat besi, tetapi zat besi memiliki rasa dan bau menyengat sehingga tidak disukai. Nanoenkapsulasi menawarkan teknik enkapsulasi dimana bahan aktif terperangkap di dalam nanopartikel, diantaranya dalam sistem Solid Lipid Nanoparticle (SLN) berbasis asam stearat dan lemak kaya monolaurin menggunakan metode evaporasi pelarut. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi lemak kaya monolaurin dan konsentrasi Fe-sulfat yang menghasilkan SLN dengan efisiensi enkapsulasi yang optimal dan sifat fisikokimia yang baik. Lemak kaya monolaurin digunakan pada konsentrasi 20%, 30% dan 40% (b/b lipid), sedangkan Fe-sulfat pada konsentrasi 10%, 20% dan 30% b/b total lipid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi lemak kaya monolaurin dan konsentrasi Fe-sulfat mempengaruhi karakteristik SLN Fe-sulfat. Perlakuan konsentrasi lemak kaya monolaurin 40% dengan konsentrasi Fe-sulfat 2% menghasilkan karakteristik SLN terbaik, yaitu nilai Z-Average sebesar 128,40 nm, polydispersity index (PI) sebesar 0,877, dan efisiensi enkapsulasi 97,38%. SLN Fe-sulfat memiliki morfologi partikel berbentuk bulat dan nilai loading capacity sebesar 0,17% dimana zat besi yang terkandung di dalamnya sebesar 12,97%. Dengan demikian, enkapsulasi Fe-sulfat berbasis asam stearat dan lemak kaya monolaurin dengan metode evaporasi pelarut efektif menghasilkan SLN dengan efisiensi enkapsulasi yang tinggi dan karakteristik fisikokimia yang baik.
Physicochemical and Sensory Characteristics of Biscuits with Cocoa Bean Shell Flour Addition: Pengaruh Penambahan Tepung Kulit Biji Kakao terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Biskuit Lembong, Elazmanawati; Subroto, Edy; Djali, Mohamad; Nazhifa Az-Zahra, Nisrina
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agroindustrial and Biosystem Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2026.014.02.3

Abstract

Abstract Biscuits are widely consumed convenience foods, but often have limited nutritional value. This study aimed to evaluate the effect of cocoa bean shell (CBS) flour as a partial substitute for wheat flour on the physicochemical and sensory properties of biscuits and to determine the best formulation. The study employed a Completely Randomized Design with five treatments: A (0% CBS/control), B (5%), C (10%), D (15%), and E (20%), each conducted in triplicate. The parameters analyzed included proximate composition, texture (hardness and fracturability), color (L*, a*, b*, and ∆E), and sensory evaluation. The results showed that increasing CBS concentration significantly (p<0.05) increased moisture, ash, protein, and fat content, as well as hardness and fracturability of the biscuits. In contrast, carbohydrate content and sensory acceptability decreased with higher CBS levels. The lightness value (L*) decreased, indicating a darker biscuit color. The best formulation based on sensory evaluation was treatment B (5% CBS), while treatment D (15% CBS) showed the best results based on proximate composition.   Abstrak Biskuit merupakan produk pangan praktis yang banyak dikonsumsi, namun umumnya memiliki kandungan gizi yang kurang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung kulit biji kakao (KBK) sebagai substitusi parsial tepung terigu terhadap sifat fisikokimia dan sensoris biskuit serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, yaitu A (0% KBK/kontrol), B (5%), C (10%), D (15%), dan E (20%) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi analisis proksimat, tekstur (hardness dan fracturability), warna (L*, a*, b*, dan ∆E), serta uji sensoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi KBK secara signifikan (p<0,05) meningkatkan kadar air, abu, protein, dan lemak, serta meningkatkan nilai hardness dan fracturability biskuit. Sebaliknya, kadar karbohidrat dan tingkat kesukaan panelis (sensoris) menurun seiring peningkatan KBK. Nilai kecerahan (L*) menurun, menunjukkan warna biskuit menjadi lebih gelap. Formulasi terbaik berdasarkan uji sensoris adalah B (5% KBK), sedangkan berdasarkan parameter proksimat adalah D (15% KBK).
MODIFIKASI PATI HANJELI (Coix lacryma-jobi L.) BERPORI MELALUI ULTRASONIKASI DAN OZONASI Subroto, Edy; Indiarto, Rossi; Wulandari, Endah; Astari, Astri Puji
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 14, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.773 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v14i2.54338

Abstract

Adlay (Coix lacryma-jobi L.) is a potential source of starch but has not been utilized optimally. Native adlay starch has several weaknesses such as functional properties of low swelling volume and solubility, prone to retrogradation, and low stability. Physical modification of ultrasonication and chemical modification by oxidation using ozone can be an alternative to improve the functional properties of adlay starch through the formation of porous starch. The aim of this research was to produce porous adlay starch by ultrasonication and ozonation. The study consisted of several different treatments on hanjeli starch (ozonation starch, ultrasonication of 15 minutes, ultrasonication of 30 minutes, combined ultrasonication of 15 minutes and 30 minutes with ozonation). The results showed the appearance of pores on the surface of the granules of modified adlay starch with the best results being modified combination of ultrasonication 30 minutes and ozonation, which resulted in a decrease in swelling volume from 18.13 ± 3.98 mL/g to 15.71 ± 0.35 mL/g, an increase in solubility from 6.76 ± 0.62% to 9.59 ± 0.44%, and a decrease in water absorption capacity from 1.25 ± 0.02 g/g to 1.13 ± 0.02 g/ g. Modification of adlay starch by ultrasonication, ozonation, and their combination effectively produced porous starch granules, but did not cause the formation of new functional groups in starch.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM KUE BERBASIS INOVASI DIGITAL DALAM PEMASARAN Rossi Indiarto; Edy Subroto; Muhammad Fedryansyah; Rubiah Al Adawiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29127

Abstract

Abstrak: UMKM Soes AlGhani menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan pasar akibat rendahnya kesadaran merek dan pemahaman mengenai strategi pemasaran berbasis inovasi digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui penerapan inovasi digital adaptif. Metode pelaksanaan mencakup observasi, wawancara dengan 10 pertanyaan terstruktur, pelatihan, dan pendampingan mitra. Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Soes AlGhani yang berlokasi di Desa Cileunyi Wetan. Solusi yang ditawarkan meliputi pengelolaan akun bisnis dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek, serta penerapan layanan pembayaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan frekuensi tayangan konten pada platform Instagram hingga 7 kali lipat, dengan total tayangan di TikTok melebihi 10.300 kali. Omzet bulanan mitra juga meningkat lebih dari 3 kali lipat. Selain itu, kemampuan mitra dalam memahami strategi pemasaran digital mengalami peningkatan sekitar 80%. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan inovasi digital adaptif dalam strategi pemasaran tidak hanya meningkatkan daya saing dan kesadaran merek, tetapi juga mendukung kelangsungan usaha di era digital.Abstract: Soes AlGhani MSME faces challenges in expanding its market reach due to low brand awareness and a lack of understanding of digital innovation-based marketing strategies. This community service program aims to enhance the competitiveness of MSMEs through the implementation of adaptive digital innovations. The methods employed include observation, structured interviews with 10 questions, training, and mentoring for the partner. The partner in this activity is Soes AlGhani MSME, located in Cileunyi Wetan Village. The proposed solutions involve managing business accounts and social media to strengthen brand awareness, as well as implementing digital payment services. Evaluation results show a sevenfold increase in content impressions on the Instagram platform, with total views on TikTok exceeding 10,300. The partner’s monthly revenue also surged by more than threefold. Additionally, the partner’s understanding of digital marketing strategies improved by approximately 80%. These results demonstrate that the application of adaptive digital innovations in marketing strategies not only enhances competitiveness and brand awareness but also supports business sustainability in the digital era.