Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Strategi Pemasaran Berbasis Konten Terhadap Kesadaran Merek Dan Pembelian Konsumen Ahmad Taufik, Deni; Kartono, Thomas; Jacub Kartutu, Stenus; Wirasti Tenu, Moch; Sudana, I Wayan
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i2.625

Abstract

Di era digital ini strategi pemasaran tradisional semakin tergantikan dengan strategi pemasaran digital, salah satu strategi pemasaran digital yang populer adalah strategi pemasaran berbasis konten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran berbasis konten terhadap kesadaran merek dan pembelian konsumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket dan studi literatur. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji regresi menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pemasaran berbasis konten berpengaruh positif terhadap kesadaran merek dan strategi pemasaran berbasis konten berpengaruh positif terhadap pembelian konsumen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran berbasis konten dapat meningkatkan kesadaran merek dan pembelian konsumen. Perusahaan perlu menggunakan strategi pemasaran berbasis konten untuk meningkatkan kesadaran merek dan pembelian konsumen. Selain itu, perusahaan perlu membuat konten yang menarik dan bermanfaat bagi target konsumen.
Analisis Peran Statistika Terapan Dalam Bidang Bisnis, Kesehatan, Dan Lingkungan Kartomo, Thomas; Ahmad Taufik, Deni; Kartutu, Stenus .jacub; Wirasto Tenu, Moch; Sudana, i Wayan
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i2.626

Abstract

Statistika terapan merupakan cabang ilmu statistika yang fokus pada aplikasi statistika dalam berbagai bidang. Statistika terapan memiliki peran penting dalam membantu menyelesaikan berbagai masalah di berbagai bidang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran statistika terapan dalam bidang bisnis, kesehatan, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni dengan studi literatur. Teknik analisis data pada penelitian ini yakni melalui tiga tahapan diantaranya reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam berbagai bidang bisnis, medis, dan lingkungan, statistika memegang peranan penting. Di sektor bisnis, statistika digunakan untuk menganalisis keuangan perusahaan, merencanakan strategi pemasaran, dan meramalkan tren pasar. Sementara itu, dalam dunia medis, statistika menjadi kunci dalam merancang uji coba klinis dan mengembangkan terapi atau obat baru. Di ranah lingkungan, para ahli menggunakan statistika untuk memonitor polusi udara, air, dan tanah, serta mempelajari perubahan iklim. Penerapan statistika ini berkontribusi dalam pengambilan keputusan yang lebih akurat, meningkatkan efisiensi program-program, dan memperdalam pemahaman terhadap berbagai fenomena dan masalah yang kompleks.
Peningkatan Hasil Belajar Seni Grafis Melalui Metode Demonstrasi Bagi Siswa Kelas IX SMP Negeri 9 Bolaang Mongondow Utara Adam, Sri Nuryulistiani; Sudana, I Wayan; Dangkua, Suleman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19043

Abstract

The research aims to improve student learning outcomes in Graphic Arts subjects through demonstration learning methods. The research uses classroom action methods. Data were collected through observation, tests, and literature studies. Data analysis used the percentage of individual and classical learning completion. The results showed that after using the demonstration method, there was an increase in student learning outcomes in graphic arts subjects in the aspects of expression and appreciation. The increase in the expression aspect in cycle I reached 12.5%, from 50% to 62.50% and an increase in the appreciation aspect of 12.5%, from 50% to 62.5%. Although there was a significant increase, it had not yet reached the minimum learning completion set, which was ≥75%. Therefore, cycle II was carried out with several improvements from the shortcomings of cycle I. In cycle II, there was an increase in learning outcomes in the expression aspect of 20.83%, from 62.50% to 83.33%, and in the appreciation aspect of 29.16%, from 62.50% to 91.66%. It is concluded that the application of demonstration learning methods can improve student learning outcomes.
BUDAYA BIROKRASI PEMERINTAH DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN Sudana, I Wayan; Suacana, I Wayan Gede; Wiratmaja, I Nyoman
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami budaya birokrasi pemerintah dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kota Denpasar. Dalam pelayanan publik budaya birokrasi harus dapat memberikan harapan yang dapat memuaskan masyarakat pengguna jasa layanan. Oleh karena itu faktor pengawasan, konsistensi aparat birokrasi, dan komunikasi yang efektif menjadi sangat penting. Manfaat penelitian ini adalah memperkaya bahan studi terutama yang berkaitan dengan upaya peningkatan pelayanan publik. Memberikan kontribusi pemikiran sebagai rekomendasi peningkatan pelayanan publik. Memberikan pemahaman akan pentingnya budaya birokrasi pemerintah dalam pelayanan administrasi kependudukan. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dengan menggali berbagai bentuk dan model etika dalam pelayanan publik. Tahapan pertama, dilakukan pengumpulan data primer dan sekunder. Tahapan kedua, memilih teori untuk mengkaji data. Tahapan ketiga, menganalisis dan menginterpretasikan data yang telah diseleksi. Tahapan keempat, melakukan penulisan dan konstruksi hasil penelitian. Hasil peelitian menunjukkan penerapan beberapa budaya birokrasi pemerintah dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kota Denpasar tampak dalam peningkatan. Seiring kecenderungan semakin besarnya peran dan dinamika tuntutan masyarakat terhadap fungsi pelayanan oleh pemerintah baik secara kuantitatif maupun kualitatif dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara untuk melakukan berbagai perbaikan pelayanan temasuk meningkatkan komitmennya melalui berbagai standar pelayanan yang ditentukan atas dasar budaya pelayanan, aspirasi masyarakat dengan memperhatikan budaya organisasi aparatur pemerintah Beberapa budaya birokrasi pemerintah dalam pelayanan administrasi kependudukan yang tampak dalam pelayanan publik di Kota Denpasar adalah: 1) Sewaka Dharma, 2) Mengindahkan etika (fatsoen) pelayanan publik; 3) Semangat kerja sama; 4) Kesetaraan dan penghargaan atas hak-hak warga; 5) Transparansi dan akuntabilitas pemegang kekuasaan; dan 6) Partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik. Penerapan budaya birokrasi pemerintah dalam pelayanan administrasi kependudukan tampak dalam peningkatan pelayanan publik diharapkan lebih responsif terhadap kebutuhan dan dinamika yang semakin akselarasi serta lebih berkualitas dengan tetap memperhatikan beberapa parameter yaitu (a) Tangibles (fasilitas fisik); (b) Reliability (kehandalan); (c) Responsiveness (daya tanggap); (d) Assurance (jaminan) dan (e) Emphaty (empati).
Potensi dan Permasalahan dalam Pengembangan Seni Kerajinan Tiohu (Mendong) Gorontalo Sudana, I Wayan; Mohamad, Isnawati
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2206

Abstract

Tiohu craft (Fimbristylis globulosa) in Gorontalo has the opportunity to be developed into a creative industry, but in fact the craft just can survive without having significant development. The lack of development on the craft is assumed due to a problem hindering, while its survivability up to now is expected due to the potential that support it. This study aims to analyze the potential and problems in the development of tiohu crafts in Gorontalo. This study employs a qualitative research method with a case study model. Data were collected through observation, interviews, and literature review. Data were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusions. The results showed that the Gorontalo tiohu craft has the potential to be developed but there are problems that hindering. These potentials and problems are revealed from the basic aspects of the craft, namely: the condition of craftspeople, production technology, product form and function, and distribution or marketing. These aspects are interrelated and have a direct influence on the sustainability and direction of its development, therefore it can be used as a basis in formulating strategies on developing Gorontalo tiohu craft in the future or other similar crafts
Product Innovation Traditional Pottery Crafts Gorontalo Sudana, I Wayan; Hasmah, Hasmah
Corak Vol 11, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v11i2.7027

Abstract

Gorontalo’s traditional pottery crafts had stagnation and were nearly extinct because it is deserted by its users. Presumed it happened because the final products are less innovative. Thus they are unable to fulfill the dynamics of market demand. This study aims to innovate Gorontalo’s traditional pottery products to be able to regain interest in the market. Studies use the method of art creation that is done through several stages: 1) exploration to discover the concept of design creation; 2) Designing to visualize the concept into visual design; 3) realizing of the design into the product prototype; 4) evaluation in order to envision market prospects. Throughout the process of research, six innovative pottery prototypes were made. The innovative value of these prototypes appears to the uniqueness of forms and finishing’s color variation. The distinctiveness of each prototype is reflected on the cultural art image of Gorontalo and forms of endemic animal of Sulawesi, which became the origin of the creation idea. Based on the evaluation, these all prototypes are said to have promising market prospects and worthy of production. Therefore, traditional Gorontalo pottery craftmens are advised to produce such prototypes to fulfill the dynamic demand of the market so that traditional pottery products do not lose consumers.
Inovasi Pengolahan Limbah Kain sebagai Strategi Pengembangan Kesenian Pedesaan di Desa Huntu Selatan Kabupaten Bone Bolango Hasdiana; Sudana, I Wayan; Dangkua, Suleman; Parta, I Wayan Seriyoga; Mohamad, Isnawati; Hasmah, Hasmah
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i4.1282

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pengolahan limbah kain sebagai strategi pengembangan kesenian pedesaan di Desa Huntu Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah kain yang mencemari lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan pengolahan limbah kain menjadi produk seni dan kerajinan dengan Teknik sospeso. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan pelatihan berbasis praktik yang melibatkan masyarakat setempat dalam proses produksi. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1) persiapan dan pemetaan awal, 2) sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah kain dan manfaatnya bagi kesenian lokal, 3) pelatihan teknis pengolahan limbah kain menjadi produk seni dan kerajinan dengan teknik sospeso, 4) implementasi produk dalam kegiatan kesenian desa, serta 5) monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat berhasil mengolah limbah kain menjadi produk kerajinan yang dapat dipasarkan, seperti aksesori dan hiasan dekoratif. Program ini berkontribusi pada pengurangan limbah tekstil, peningkatan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, serta memperkuat identitas kesenian lokal. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait.
Collaborative Governance Berbasis Tri Hita Karana Pemerintah Desa Dinas dan Desa Adat di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar Suacana, I Wayan Gede; Sudana, I Wayan; Dana, I Gusti Ngurah Krisna
Indonesian Journal of Research and Service Studies Vol. 1 No. 9 (2024): Indonesian Journal of Research and Service Studies
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/8xp11z73

Abstract

Collaborative Governance Berbasis Tri Hita Karana di Desa Sayan merupakan langkah strategis untuk mengatasi kompleksitas hubungan antara Desa Dinas dan Desa Adat Sayan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan desa secara kolaboratif dengan berlandaskan prinsip Tri Hita Karana, yaitu Parahyangan (hubungan dengan Tuhan), Pawongan (hubungan antar manusia), dan Palemahan (hubungan dengan lingkungan). Melalui pendekatan andragogi, kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi partisipatif untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep collaborative governance antara Desa Dinas dan Desa Adat. Peserta diberikan materi tentang tata kelola kolaboratif berbasis Tri Hita Karana serta kesempatan mendiskusikan isu-isu aktual yang dihadapi dalam sinergi kedua lembaga tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Desa Dinas dan Desa Adat di Desa Sayan, Ubud, telah terwujud dalam beberapa aspek penting. Pertama, musyawarah bersama dilakukan untuk pengambilan keputusan strategis yang mengikat pemerintah dan masyarakat desa. Kedua, kerja sama diwujudkan dalam pengelolaan sumber daya alam dan keuangan desa. Ketiga, kolaborasi juga terjadi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan desa. Adapun model governance yang diterapkan mencerminkan dua pendekatan: desentralistik pada Desa Dinas, di mana kewenangan pemerintah desa bersifat dominan, dan centripetal pada Desa Adat, di mana lembaga adat berperan sentral. Dengan demikian, implementasi Collaborative Governance berbasis Tri Hita Karana di Desa Sayan mampu meningkatkan efektivitas pemerintahan desa sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.