Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Intertekstualitas Puisi "Negeri Para Bedebah" Karya Adhie Massardi Terhadap Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye: Telaah Intertekstual Julia Kristeva Ainun, Nur; Sudarmoko, Sudarmoko; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.49-60.2022

Abstract

Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya. Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya.
Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Kabar Buruk Dari Langit Karya Muhidin M. Dahlan (Tinjauan Strukturalisme Genetik) Syuryani, Nabila; Sudarmoko, Sudarmoko; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.61-75.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur novel, (2) latar belakang sosial dan budaya pengarang, (3) pandangan dunia pengarang yang terdapat dalam novel Kabar Buruk dari Langit, untuk mengetahui hubungan struktur cerita dengan struktur masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan teori strukturalisme genetik Goldmann. Strukturalisme genetik merupakan analisis struktur yang memberi perhatian terhadap asal-usul karya sastra. Strukturalisme genetik menghubungkan antara struktur karya sastra dengan masyarakat yang menghasilkannya. Dalam penelitian ini, menggunakan metode diakletik dengan prinsip kerjanya adalah pengetahuan mengenai fakta-fakta kemanusiaan yang dihubungkan dengan mengintegrasikannya ke dalam keseluruhan. Langkah kerja dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca dan memahami objek serta mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan objek penelitian, dan kemudian dianalisis menggunakan teori strukturalisme genetik Goldmann. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa (1) struktur yang terdapat dalam novel Kabar Buruk dari langit, dalam novel ini terdapat satu tokoh utama yaitu Kau, juga beberapa tokoh tambahan seperti Jibril, Zora, Ibnu Suja’I, Kiai Djukriyah, Kiai Kudhori, Sasi Amicta, dan Suster Burni. Latar tempat yang digunakan meliputi Kota Kudus, Bukit Makrifat dan Aceh. Latar waktu yang digunakan adalah merujuk pada kisaran abad ke-19 Masehi atau sekitaran tahun 1900-an. Latar sosialnya adalah pada masa penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Nusantara, (3) latar belakang sosial dan budaya pengarang yang mempengaruhi pandangan dunianya dalam menciptakan novel ini adalah organisasi yang pernah ia ikuti seperti, Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta buku-buku bacaanya yang lebih banyak mengenai agama dibandingkan dengan buku sastra, (3) pandangan dunia Muhidin M Dahlan dalam novel Kabar Buruk dari Langit adalah kritikannya terhadap orang-orang yang menjual nama agama demi kepentingan pribadinya sendiri, dan menegaskan bahwa tidak ada satupun manusia yang berhak menghakimi seseorang atas dosanya, hanya Tuhan yang berhak menilai seorang berdosa, dan pantas dihakimi atau tidak.
Masalah Ibu dalam Kumpulan Cerpen Rumah Ibu Karya Harris Effendi Thahar: Tinjauan Sosiologi Sastra Adi Putra, Try Julian; Syafril, Syafril; Sudarmoko, Sudarmoko
Puitika Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.2.23-35.2021

Abstract

Skripsi ini membahas tentang bentuk-bentuk masalah ibu dalam kumpulan cerpen “Rumah Ibu” karya Harris Effendi Thahar dengan tinjauan sosiologi sastra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. yaitu pemahaman terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Metode kualitatif digunakan dalam melakukan proses penyediaan data. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber dan data yang didapat dari kumpulan cerpen Rumah Ibu karya Harris Effendi Thahar. Setelah itu dilakukan pengamatan terhadap data yang telah didapat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk masalah ibu yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ditemukan bentuk-bentuk masalah ibu dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu karya Harris Effendi Thahar sebagai berikut: (1) Masalah ibu yang didurhakai anaknya, (2) Masalah ibu yang tidak disayangi oleh anaknya, (3) Masalah ibu yang anak-anaknya tidak mengerti situasi dan kondisi ibunya, (4) Masalah ibu yang dikecewakan oleh anaknya.
Masalah Sosial dalam Buku Kumpulan Cerpen Ramuan Penangkal Kiamat Karya Zelfeni Wimra: Tinjauan Sosiologi Sastra Alfarizi, Muhammad; Fadlillah, Fadlillah; Sudarmoko, Sudarmoko
Puitika Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i1.197

Abstract

Penelitian ini membahas masalah sosial yang ada pada lima cerpen dalam kumpulan cerpen Ramuan Penangkal Kiamat karya Zelfeni Wimra. Penelitian ini mengkaji bagaimana permasalahan sosial dan penyelesaian permasalahan sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen Ramuan Penangkal Kiamat karya Zelfeni Wimra?Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode kualitatif deskriptif. Terdapat tiga yang digunakan dalam proses penelitian ini, yaitu teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian data.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, permasalahan sosial yang ditemukan yaitu 1) masalah kemenakan dari seorang Datuak yang dipenjara karena dituduh membuka praktik menggugurkan kandungan; 2) Masalah Kucing Lapar yang mencuri di Rumah Besar; 3) Masalah Peperangan kaum adat dengan kaum agama; 4) Masalah “Siapa Si Mas yang pendusta?”; 5) Masalah Langang yang sudah meminum air tanah abang.Kata Kunci: cerpen, kumpulan cerpen, masalah sosial, Rumah Berkucing Lapar, Zelfeni Wimra